Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Ibu di Matamu

Ibu di Matamu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.comIbu adalah sosok yang selalu melekat dalam ingatan. Berbagai kenangan tentangnya, tak sedikitpun luput akan kesan kasih sayang. Ibu adalah tempat peraduan yang nyaman, di pangkuannya kau dibesarkan, usapan jemarinya memberi daya tumbuh kembangmu. Wajah keibuannya adalah telaga bening tempat kau bercermin. Tutur katanya adalah sepoi angin yang menghantarkan kedamaian. Seperti itukah ibumu?

Seiring waktu, kau akan dapat menilai sosok ibumu. Saat kau remaja, mungkin egomu yang lebih menonjol. Kau menilai sosok ibu sebagai pembatas gerakmu, dengan segala larangan-larangannya yang kau rasa tak sesuai zamanmu. Gaya mudamu dan pemikiran kuno ibu kadang tak sejalan. Jiwa pemberontakmu meletupkan segala emosi dan merenggangkan jarak dengan ibu. Dirimu memang tak selalu salah, dan ibumu tak selalu benar. Tapi, pernah kah kau melihatnya meneteskan airmata atas bentakanmu? Termenung demi memikirkanmu? Tersedu mengenang saat-saat mendebarkan kelahiranmu?

Kini, sosok ibumu telah sampai pada senjanya. Berbagai episode kehidupan telah dilaluinya. Kau tak akan pernah sepenuhnya tahu lika-likunya, bahkan dari sorot matanya tak akan jelas terbaca. Kegetiran dalam setiap langkah kehidupannya, ibu kerap sembunyikan dari penglihatanmu. Suatu saat, episode yang sama akan kau lalui: menjadi sosok ibu. Kau dapat menilai dengan kedewasaanmu, sedikit demi sedikit berbagai sikap ibu yang sempat kau tak mengerti, kelak akan dapat kau pahami atau maklumi. Kau juga akan dapat menyerap segala tutur kata dan didikannya. Berbagai ajarannya dapat kau petik. Tapi pada akhirnya, dengan caramu sendirilah kau akan melangkah.

Ibu di matamu, dengan segala keterbatasannya kadang menjadi sosok yang tak sempurna, sebagaimana manusia yang tak akan pernah sempurna. Sempurnakan saja cara mu memandangnya. Sediakan tempat terhormat di hatimu. Jadikan ibu sebagai cintamu. Mungkin kau tak akan pernah tahu, Ibumu tetap setia mendoakan, menanti kedatanganmu dan merindukanmu selalu, bahkan hingga ia menutup mata di penghujung senjanya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (21 votes, average: 8,38 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Nina Mariana

Lihat Juga

Batu Itu Keluar Dari Mata Saat Membaca Al-Quran