Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Suara Ayah

Suara Ayah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

Suara Ayah

Hatiku tegang mendengar suaramu
Intonasimu menyentak jiwaku
Jiwa yang lemah jadi kuat
Jiwa yang pecah menjadi menyatu

Kata-katamu adalah pedang yang siap menebas siapa saja
Pendirianmu seperti bangunan beton yang takkan goyah
Diammu mengandung misteri
Perlu perenungan dalam memahami

Tangan Ayah

Tanganmu yang penuh kebaikan
Tanganmu menjadi perisai diriku
Tangan yang memberi tanpa mengharap kembali
Tangan yang memberi sesuap nasi

Demi anak yang kucintai
Kau pertaruhkan jiwamu untukku
Kau singkirkan pengganggu yang membelenggu
Tak peduli maut menunggu

Langkah Kaki Ayah

Melangkah tanpa keraguan
Menatap hanya satu dalam tujuan
Menjemput rezki dari ilahi
Bersyukur rezki di tangan

Berharap kepada anak semata wayang
Menjadi orang terpandang
Badai dan topan tak jadi halangan
Hujan keringat pun bisa jadi penyegar badan

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 5,21 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di SD IT Tarbiatul Aulad, tinggal di Barabai, Kalimantan.

Lihat Juga

Senandika