Home / Berita / Rilis Pers / Kebijakan Upah Minimum Harus Berpihak pada Buruh

Kebijakan Upah Minimum Harus Berpihak pada Buruh

Muhammad Ilyas (Foto kammi.or.id/actual.co)
Muhammad Ilyas (Foto kammi.or.id/actual.co)

dakwatuna.com Menyongsong tahun 2014, pemerintah akan segera menyusun kebijakan upah minimum provinsi (UMP) dan menetapkan upah minimum yang akan diterima oleh buruh. Pada tanggal 28-29 Oktober ini, buruh akan melaksanakan mogok nasional sebagai upaya untuk menuntut keadilan bagi upah buruh yang diberikan oleh perusahaan.

Persoalan upah sangat penting bagi buruh, pemerintah, dan industri pada tahun 2014, tidak hanya karena tuntutan para buruh, tetapi juga karena semakin dekatnya pelaksanaan skema perdagangan bebas dalam format ASEAN Economic Community yang akan mulai berlaku dalam waktu dekat. Ada beberapa hal yang akan dihadapi oleh buruh pada momentum tersebut.

Pertama, derajat persaingan ekonomi akan semakin tinggi. Persaingan tidak hanya akan dialami pada tingkat nasional, tetapi juga regional. Konsekuensinya, produktivitas buruh juga akan dituntut semakin tinggi dan berpotensi membuat buruh semakin dieksploitasi ke depan. Hal ini berarti perlu insentif kerja yang besar bagi para buruh.

Kedua, pasar tenaga kerja juga akan terbuka dan kompetitif. Persaingan buruh akan semakin ditentukan oleh skill dan pendidikan. Arus tenaga kerja akan semakin diramaikan oleh pekerja-pekerja asing dengan tingkat pendidikan masing-masing. Konsekuensinya, buruh yang tidak berpendidikan akan semakin tersingkir oleh mereka yang punya skill, sementara biaya pendidikan kini semakin mahal.

Ketiga, karena arus tenaga kerja semakin besar, upah buruh juga bakal bersaing. Jika pemerintah tidak memberikan perlindungan, terutama bagi buruh-buruh yang pendidikannya rendah, akan banyak dampak negatif yang bakal diterima. Buruh akan semakin dihantui oleh outsourcing dan upah murah karena alasan efisiensi dan semacamnya dari perusahaan.

Dari data upah minimum yang ada di Indonesia, terlihat adanya gap yang cukup tinggi antara upah minimum di beberapa daerah (seperti Jakarta yang upah minimumnya sebesar Rp 2.200.000) dan daerah lain (terendah Jawa Tengah sebesar Rp 817.000). Persoalan ini diperparah oleh masih adanya rezim outsourcing yang membawa ketidakpastian nasib pekerja jika sewaktu-waktu terjadi krisis. Sementara itu, kebijakan upah ini juga belum mencakup perlindungan terhadap buruh migran di luar negeri yang perlindungan hukum dan ekonominya cukup mengenaskan.

KAMMI, sebagai representasi dari mahasiswa Indonesia, punya kepentingan yang sangat besar karena pada gilirannya nanti mahasiswa-lah yang akan menjadi bagian dari kaum pekerja Indonesia. Oleh sebab itu, pada momentum Mogok Nasional Buruh yang rencananya akan dilaksanakan pada tangga 28-29 Oktober 2013 ini, KAMMI menyatakan:

1.      Menuntut pemerintah untuk menetapkan kebijakan upah minimum yang berpihak pada kaum buruh pada tahun 2014 dan seterusnya.

2.      Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi kembali Inpres no. 9/2013 yang berpotensi melegalkan rezim upah murah dan outsourcing di Indonesia.

3.      Menuntut pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup dan perlindungan hukum buruh migran Indonesia di luar negeri.

4.      Mendukung Mogok Nasional yang akan diselenggarakan oleh Buruh di berbagai daerah pada tanggal 28-29 Oktober 2013.

Buruh adalah bagian penting dari sistem produksi nasional. Tanpa buruh, takkan ada produksi. Dan oleh sebab itu, upah yang layak adalah hak yang harus diterima oleh kaum buruh di Indonesia.

“Tiga orang yang menjadi musuh-Ku di hari kiamat: Orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji, Orang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut, dan Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan.” (HR. Bukhari 2227).

(Ahmad Rizky/ded/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 6,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Rusdi Tea

    KAMMI hrs coba jd buruh dulu atau jd HR di beberapa perusahaan, biar tahu kondisi dunia usaha, dalilnya pun ga relevan itu, belajar lg yah..

  • Rusdi Tea

    KAMMI hrs coba jd buruh dulu atau jd HR di beberapa perusahaan, biar tahu kondisi dunia usaha, dalilnya pun ga relevan itu, belajar lg yah..

  • Wisnuwardhana

    owalah…
    klo gini ceritanya kasian, yg ada pengangguran malah semakin tinggi donk..
    atw penduduk pribumi bakalan tersisih dari persaingan..
    nah klo udh gtu, gmna nasib rakyat yg notabennya lulusan SMA ?
    apakah negara ine ga makin terpuruk ?

    nah sekarang gini. klo seandainya anda(jajaran staf dan pengurus KAMMI) adalah seorang pagawai harian lepas, trus di paksa untuk tidak bekerja selama 3 hari, trus anak istri anda mau di kasih makan apa, ngutang di warung terdekat kah solusinya ?
    bukan kah itu sama aja dengan anda menyiksa kaum pribumi ?

    anda bilang, salah satu effect dari demo kali ine adalah meningkatnya jumlah produksi dalam negri..?
    sekrang sadarkah anda bahwa indonesia tidak sama dengan cina. mereka hanya memetingkan sisi quantity dalam setiap produksinya bukan seperti jepang yg menonjolkan qualitas.
    dari jaman dahulu kala, indonesia selalu memberikan quality kepada dunia, cth : keris, batik, wayang DLL. dan sampai sekarang itu masih berlaku.

  • Wisnuwardhana

    owalah…
    klo gini ceritanya kasian, yg ada pengangguran malah semakin tinggi donk..
    atw penduduk pribumi bakalan tersisih dari persaingan..
    nah klo udh gtu, gmna nasib rakyat yg notabennya lulusan SMA ?
    apakah negara ine ga makin terpuruk ?

    nah sekarang gini. klo seandainya anda(jajaran staf dan pengurus KAMMI) adalah seorang pagawai harian lepas, trus di paksa untuk tidak bekerja selama 3 hari, trus anak istri anda mau di kasih makan apa, ngutang di warung terdekat kah solusinya ?
    bukan kah itu sama aja dengan anda menyiksa kaum pribumi ?

    anda bilang, salah satu effect dari demo kali ine adalah meningkatnya jumlah produksi dalam negri..?
    sekrang sadarkah anda bahwa indonesia tidak sama dengan cina. mereka hanya memetingkan sisi quantity dalam setiap produksinya bukan seperti jepang yg menonjolkan qualitas.
    dari jaman dahulu kala, indonesia selalu memberikan quality kepada dunia, cth : keris, batik, wayang DLL. dan sampai sekarang itu masih berlaku.

Lihat Juga

Pekerja Cina di Indonesia. (tribunnews.com)

Maraknya Buruh Cina Ilegal, Bukti Blundernya Kebijakan Pemerintah Jokowi

Figure
Organization