Home / Narasi Islam / Dakwah / Dakwah Ini Milik Allah SWT

Dakwah Ini Milik Allah SWT

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Dakwah ini adalah milik Allah swt “inna lihadzihid da’wati rabban yahmiiha” (sesungguhnya dakwah ini milik Allah, dan Allah lah yang akan menjaganya).

Kalimat ini mengingatkan kita pada penyerangan tentara Abrahah bin Al-Asyram ke Kota Mekah. Alasan utama penyerangan karena di sana ada Ka’bah yang dijadikan simbol orang-orang Mekah dan jazirah Arab, ketika mereka melakukan ibadah haji.

Saat pasukan Abrahah sampai di Mekkah, mereka melewati suatu perkampungan, Abrahah ‘menyita’ dan ‘merampok’ semua harta penduduknya. Menariknya, ketika sampai di sebuah pinggiran kota Mekkah, mereka ‘menyita’ 200 unta milik Abdul Muthalib, kakek Rasulullah saw. Abdul Muthalib tidak terima dengan tindakan premanisme Abrahah. Kemudian ia menuntut Abrahah agar mengembalikan 200 unta miliknya.

Terjadilah dialog antara keduanya. Dengan nada mengejek, Abrahah bertanya balik kepada Abdul Muthalib, “Engkau datang kepadaku hanya ingin mengambil 200 unta? Sungguh sangat hina. Kenapa engkau malah tidak melakukan pembelaan terhadap Ka’bah yang akan segera aku hancurkan?”

Abdul Muthalib menjawab, “Engkau tahu, bahwa 200 unta ini milikku. Adapun Ka’bah itu sudah ada pemiliknya. Pemilik Ka’bah itulah yang akan melakukan pembelaan terhadapmu. Pemilik Ka’bah inilah yang akan menjaganya (inna lihaadzal baiti rabban yahmiihi).”

Ikhwan wal akhwat yang saya cintai karena Allah, beberapa bulan yang lalu saya berkesempatan hadir dalam acara silaturahim dengan KH. Hilmi Aminudin di kediamannya Lembang, Bandung. Beliau melontarkan sebuah kalimat yang kurang lebih seperti ini: “Ikhwan wal akhwat dakwah ini adalah proyek Allah SWT, karenanya Dialah, Allah SWT yang akan memilih siapa yang akan menjadi tentara-Nya yang memikul beban dakwah ini, dan Allah SWT pula yang akan menyeleksi para pejuang-Nya, Allah SWT selalu punya cara untuk melakukan seleksi”.

Kalimat yang beliau ucapkan sebagai pengingat kepada kita untuk jangan pernah mengotori perjuangan ini dengan perbuatan yang akan membuat Allah swt tidak ridha dengan kita semua. Ingatlah, dakwah ini adalah proyek mulia yang tidak akan mungkin terkotori dengan ambisi pribadi, mencari keuntungan pribadi, memperkaya diri sendiri, memuaskan nafsu syahwat, dan mengedepankan egoisme. Karena hal itu ibarat air dan minyak yang tidak akan dapat menyatu, dan pasti akan terpisah.

Ikhwan… wal akhwat yang Allah muliakan, dakwah ini memerlukan orang-orang yang ikhlas dalam beramal, sabar dalam perjuangan, dan berlapang dada dalam beramal jama’i. Ini semua adalah pondasi- utama, agar langkah kita senantiasa dikokohkan Allah SWT.

Keikhlasan menjadi syarat utama dalam dakwah ini. Semua yang kita lakukan adalah untuk Allah, bukan untuk seseorang, bukan untuk ketua DPW, DPD, DPC dan DPRa. Ikhlas dalam beramal membuat kita selalu bersemangat dan istiqamah dalam perjuangan. Begitu pula kesabaran, menjadi hal penting untuk selalu kita hadirkan. Kisah penyerangan Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah menjadi satu penegasan akan selalu ada perlawanan terhadap dakwah ini, akan selalu ada cacian, makian, penghinaan. Karena itu, agar bangunan jamaah dakwah ini senantiasa kuat dan kokoh, diperlukan kelapangan dada dalam berinteraksi dengan berbagai macam tipologi ikhwan.

Ikhwan wal akhwat fillah, jangan pernah berhenti dalam perjuangan menghadirkan keikhlasan, kesabaran, dan lapang dada dalam beramal jama’i. Sesungguhnya yang Allah swt inginkan pada kita semua adalah perjuangan untuk menghadirkan keikhlasan, sabar, dan lapangnya dada kita; bukan capaian atau hasil dari perjuangan kita. Allah swt mengingatkan kepada kita dalam firman-Nya Surah At-Taubah (9): 105

“dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.

Ikhwan wal akhwat fillah…mari kita memposisikan diri menjadi orang-orang yang layak untuk dipilih oleh Allah swt, untuk menjadi tentara-tentara-Nya, dengan senantiasa membangun dan menghadirkan keikhlasan, kesabaran dan lapang dada dalam beramal jama’i. Semoga Allah swt ridha dan memasukkan kita semua ke dalam jannah-Nya. Aamiin Allahumma aamiin.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Rosandi Ardi Nugraha, SE.
Mahasiswa S2 Ilmu Administrasi Negara Universitas Krisnadwipayana, Jakarta Tenaga Ahli Anggota DPR RI.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Hubungan Baik Dakwah Sekolah dan Kampus

Organization