Home / Berita / Profil / Abdul Muhaemin Karim: Merentas Dakwah dari Attaqwa hingga Hong Kong

Abdul Muhaemin Karim: Merentas Dakwah dari Attaqwa hingga Hong Kong

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Abdul Muhaemin bersama Habiburrahman El Shirazy memiliki kesamaan, sama-sama mencari mardhatillah, keridhaan Allah. (Irhamni Rofiun)
Abdul Muhaemin bersama Habiburrahman El Shirazy memiliki kesamaan, sama-sama mencari mardhatillah, keridhaan Allah. (Irhamni Rofiun)

dakwatuna.com Perkembangan dakwah Islam di Negeri Jacky Chan alias Hong Kong tidak terlepas dari keterlibatan salah seorang bernama Abdul Muhaemin Karim. Muhaemin dikenal oleh orang-orang lokal Cina Hong Kong sebagai Bapak, atau sering juga dipanggil Mo Ja Tung (Hero of the East), apalagi di kalangan komunitas Indonesia yang kini berjumlah lebih dari 140.000, nama Muhaemin sangat tidak asing lagi bagi mereka.

Lelaki kelahiran Cirebon, 04 Mei 1964 ini selalu sibuk dengan berbagai acara dan aktivitas keagamaan maupun sosial baik di kalangan komunitas Muslim maupun non-Muslim.

Bapak -begitu beliau biasa disapa atau dipanggil di Hong Kong-, mengakui bahwa apa yang kini dijalaninya memang sudah menjadi cita-citanya. Sejak lulus dari Fakultas Ushuluddin jurusan Dakwah di International Islamic University Islamabad, Pakistan, dirinya memiliki keinginan kuat untuk berdakwah di komunitas negara minoritas Muslim. Karena menurutnya, berdakwah di kalangan komunitas non-Muslim lebih menantang daripada berdakwah dalam masyarakat yang mayoritas Muslim seperti di Indonesia atau di Malaysia.

Dakwah di Malaysia

Setelah menggondol gelar S1, ia melanjutkan ke jenjang S2 di Universitas yang sama dengan mengambil jurusan perbandingan agama. Ia berharap, ilmu yang diselamnya ini akan banyak membantunya dalam berdakwah di tengah-tengah mayoritas non-Muslim nanti. Menurutnya, dengan mengambil perbandingan agama ia berharap bisa mengetahui lebih dalam tentang seluk-beluk agama mereka.

Pada tahun 1991, setelah berhasil meraih ijazah Master, ia berangkat ke Kairo beberapa bulan dan melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Di negeri Jiran ini beliau bergabung dengan Regional Islamic Da’wah Council of Southeast Asia and the Pacific (RISEAP) yang menjadi sebuah lembaga dakwah yang banyak berkiprah di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Misi lembaga ini adalah membantu orang-orang Islam di negara-negara minoritas Muslim dan menjalin ukhuwah di antara negara-negara tersebut.

Selain bekerja di RISEAP, beliau juga menjadi dosen tidak tetap (part-time lecturer) di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Pekerjaan sebagai dosen tidak tetap di dua universitas tersohor di Malaysia itu ia tinggalkan ketika ia bekerja full-time di RISEAP sejak 1993 sebagai Da’wah and Education Officer.

Dakwah di rantau Asia Tenggara dan Pasifik

Sejak tahun itu pula ia mulai melangkah ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik untuk berdakwah dan mengkader da’i-da’i lokal. Semua negara di wilayah tersebut hampir disinggahinya.

Dari pengalamannya berdakwah di negara-negara minoritas Muslim itu, beliau melihat bahwa ada satu problematika yang amat spesifik yaitu ketiadaan guru agama atau da’i yang mengajarkan Islam secara kontinyu. Sehingga komunitas Muslim di tempat tersebut tidak bersemangat untuk bangkit dan pada akhirnya mereka hanyut karena mengikuti arus yang tidak satu haluan dengan norma-norma Islam.

Menurutnya, di negara-negara minoritas Muslim ini, Islam sangatlah sulit berkembang. Itulah sebabnya, RISEAP membuat program pengiriman para da’inya ke negara-negara minoritas Muslim. Muhaemin memberikan contoh, pada tahun 1990-an, belum ada Islamic Centre di Papua New Guinea. Ketika Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Muhammad berkunjung ke Papua New Guinea (PNG), RISEAP meminta beliau untuk berbicara kepada Perdana Menteri PNG ketika itu tentang masalah yang dihadapi oleh komunitas Muslim. Mahathir pun setuju dan walhasil saat ini telah berdiri sebuah Islamic Centre di Portmoresby, Ibukota PNG.

Dakwah di Hong Kong dan Macau

Kiprah dakwah Muhaemin di Hong Kong dimulai sejak tahun 1997. Ia sering diundang oleh komunitas Muslim Hong Kong untuk mendidik para remaja dan memberikan siraman rohani kepada komunitas Muslim dari berbagai bangsa. Sejak dari sanalah kemudian ia diminta untuk bekerja di Hong Kong, tepatnya di Islamic Union of Hong Kong (IUHK). Beliau telah diminta beberapa kali untuk bertugas di Hong Kong, tetapi belum diizinkan oleh RISEAP. Baru pada bulan Oktober 2002 lalu beliau diizinkan untuk full time berdakwah di sana.

Meskipun bekerja untuk sebuah Lembaga Dakwah di negara orang lain, Muhaemin tidak melupakan nasib saudaranya sendiri sesama masyarakat Indonesia. Ketika masa awal bekerja di Hong Kong, ia mengaku mendengar berita kurang bersahabat tentang para pekerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong. Kepeduliannya terhadap sesama Muslim satu tanah air membuatnya melakukan banyak terobosan dalam dakwahnya.

Terobosan pertama yang dilakukannya adalah menghubungi tabloid berbahasa Indonesia; Intermezzo dan Suara Indonesia. Kepada pengelola tabloid yang terbit di Hong Kong dan dibagikan secara gratis itu, ia mengajukan diri untuk mengisi kolom agama. Beruntung, kedua tabloid itu memberinya satu halaman penuh yang kemudian ia penuhi dengan tulisan-tulisan mengenai Islam dan tanya jawab atau konsultasi agama hingga saat ini.

Sejak tahun 2006, beliau menjadi penasehat di majalah Iqra dan Nur Muslimah HK sekaligus menjadi kontributor utama, konsultasi Syariah dan kolom Islam in English. Beliau juga rutin menulis artikel-artikel keislaman pada monthly Ethnic Minority Journal. Di samping itu, beliau juga mengelola buletin Fruit for the Week, berbahasa Inggris dan Cina, berbentuk buletin mingguan yang terbit dan dibagi-bagikan setiap hari Jum’at. Hingga kini, beliau telah menghasilkan ratusan artikel yang masih belum dibukukan. Hanya satu buku berjudul “Problema Fiqih Nakerwan Hong Kong” yang baru dipublikasikan pada 11 Juli 2010 lalu di Islamic College, Chai Wan, Hong Kong. Beliau juga sedang merampungkan buku digital electronic bekerja sama dengan salah seorang pengusaha Hong Kong.

Tidak cukup berdakwah dengan tulisan, mantan penyiar Radio Televisi Malaysia (RTM) ini juga membuat program dakwah di radio lokal. Di Radio Metro Plus 1044 (sebuah radio swasta di Hong Kong), ia mengisi acara Nongkrong Bareng setiap selasa kedua dalam satu bulan. Pada acara berbahasa Indonesia yang disiarkan mulai pukul 21.00 hingga 23.00 itu, ia penuhi dengan program pembacaan Al-Qur`an, terjemah, renungan, tanya jawab on air maupun via SMS. Masih di Radio yang sama, setiap Ramadhan beliau juga mengisi acara Sahur Bareng yang disiarkan setiap hari mulai pukul 04.00-06.00 pagi.

Kepeduliannya yang tinggi dalam membina para pekerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong, bisa dilihat dari kesibukannya di berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi Buruh Migran Indonesia (BMI). Hari yang paling padat baginya adalah hari Minggu, karena organisasi BMI yang jumlahnya melebihi 80-an itu lebih banyak menggelar aktivitasnya pada hari libur, yaitu hari Minggu. Aktivitas-aktivitas keagamaan pada hari Senin hingga Sabtu difokuskan di Islamic Centre, Masjid Ammar Wan Chai dan Masjid Al-Falah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Macau, negeri jajahan Portugis.

Di Islamic Centre, di mana beliau beraktivitas, ia banyak berhubungan dengan berbagai komunitas yang ada di Hong Kong. Beliau biasa melayani konsultasi dan dialog dengan organisasi-organisasi non-Muslim, mahasiswa dan pelajar lokal maupun dari luar negeri.

Muhaemin aktif dalam mengikuti seminar, konferensi dan dialog dengan para pemuka agama non-Muslim terutama dari kalangan Nasrani dan Buddha yang berasal dari Hong Kong, Korea Selatan, Eropa maupun Amerika yang sama-sama menyebarkan misi mereka masing-masing di Hong Kong. Tidak heran, lelaki jebolan Attaqwa tahun 1983 ini akrab dengan mereka karena ia menjadi executive officer Love and Peace Society (LPS) Hong Kong sejak 2003. LPS ini beranggotakan semua agama yang ada di Hong Kong yang aktivitasnya mengadakan meeting rutin sebulan sekali di Hollywood Road. Beliau juga diangkat sebagai salah seorang anggota board of directors di International Human Rights Forum (IHRF) Hong Kong sejak 2007.

Di luar kesibukan itu, beliau masih sempat melakukan kerjasama dengan Radio Asia Telkom (sebuah operator seluler), untuk mengisi program siraman rohani atau renungan yang beliau sampaikan lewat rekaman. Program ini mirip dengan Al-Quran seluler di Indonesia. Beliau juga melakukan kerjasama dengan SmarTone juga operator seluler untuk mengisi program kata-kata bijak Islam. Selain itu, beliau juga melayani tanya jawab via SMS melalui SmarTone secara gratis. Beliau sendiri yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Kepedulian yang tinggi terhadap para pekerja Indonesia di Hong Kong, membuat sosoknya dianggap sebagai ‘Bapak’ bagi mereka. Hal itu wajar, karena banyak para pekerja Indonesia yang sering berkonsultasi dan curhat kepada beliau. Berbagai persoalan yang dikemukakan oleh para pekerja itu, beliau tanggapi dengan sabar dan bijaksana.

Muhaemin mengaku tidak merasa berat ataupun stres menghadapi problematika para pekerja di sana yang ditumpahkan kepadanya, meskipun ia sendiri memiliki kesibukan di kantornya. Beliau berprinsip, “kalau kita betul-betul niat membantu orang, pasti kita akan dibantu Allah”.

Jika Anda pernah tinggal di Hong Kong melebihi dari seminggu, pasti Anda akan merasa betah dan nyaman. Muhaemin juga mengaku, “Bagi saya, dari sekian puluh negara yang pernah saya tinggali, ternyata Hong Kong adalah tempat yang paling aman dan lebih Islami dari negara-negara Muslim itu sendiri. Ajaran yang digembar-gemborkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ternyata banyak dipraktekkan di negeri mata sipit ini. Anda bisa bayangkan, selama hidup di Hong Kong selama tujuh tahun lebih, saya belum menemukan seekor lalat atau nyamuk yang beterbangan karena sangat bersihnya, saya belum menemukan orang yang berkelahi di jalan, belum pernah mendengar orang kentut, belum pernah kehilangan sesuatu, belum pernah dimarahi, belum pernah ditipu”. Tegasnya. Ia juga menambahkan, “Jika Anda perhatikan, jalan-jalan tampak begitu rata, bersih, tidak ada orang yang meludah, dan para pejalan kaki terlihat begitu sopan, altruistik, dan sangat toleran. Jika Anda melakukan transaksi dengan mereka, pasti mereka akan memberikan pelayanan hotel berbintang lima kepada Anda. Mereka akan memberikan pelayanan yang paling memuaskan dan mengesankan. Mereka sangat berpegang teguh kepada kedisiplinan dan punctuality yang sangat kuat seperti apa yang diinginkan Islam”.

“Oleh sebab itu, tegasnya jika ia berkunjung ke negara-negara yang bisa dikatakan lebih dianggap Islami, beliau merasa agak stres dibuatnya akibat benturan budaya yang amat kontras. Budaya malas, jam karet, masa bodoh, non-transparan, korupsi dan lain-lain yang memang sangat diperangi Islam. Sebagai bukti Hong Kong memberikan meritokrasi kepada penduduknya. Iapun ditawarkan KTP Hong Kong ketika usia tinggal di sana beranjak tujuh tahun. Dengan hanya mengurus setengah jam, beliau langsung mendapatkan Permanent Resident H.K. dengan mudah. Keistimewaannya luar biasa, pemegang KTP tersebut mempunyai hak yang sama dengan warga negara Hong Kong. Contohnya keluar masuk Hong Kong dan Macau, beliau tidak perlu membawa paspor. Kita hanya cukup menekan jari jempol di pintu keluar dan masuk ke dua negara itu. Di samping itu, diberi kebebasan berpolitik dan membangun ekonomi negara. “Diskriminasi ras dan agama hampir tidak kelihatan di negeri ini”, ujarnya dengan semangat.

Alumni Attaqwa di Hong Kong

Untuk membagi pengalaman kepada para pembaca, khususnya santri maupun alumni Attaqwa, Muhaemin pernah mengundang beberapa rekan alumni Attaqwa ke Hong Kong untuk membantunya dalam penyebaran dakwah di sana, namun hanya bersifat temporer. Untuk jangka panjang, beliau telah menyeleksi para calon sebagai asisten beliau dari Singapore, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki dan Indonesia. Akan tetapi hampir seluruh dari mereka kurang memenuhi kriteria. Walaupun begitu, beberapa minggu lalu, salah seorang graduan UIAM alumni Attaqwa telah diundang IUHK untuk diinterview langsung di HK dan ternyata cocok dan diterima. Proses pemberangkatan tugas di HK sedang dijalankan dan Insya Allah tidak lama lagi akan diposkan di sana.

Beliau mengajak rekan-rekan yang antusias belajar untuk sekiranya melihat universitas-universitas HK yang bisa dinavigasi lewat situs www.hkuniversities dan banyak beasiswa yang ditawarkan oleh universitas dan agencies di sana. Untuk keterangan lebih lanjut silakan browse www.hkuniversityscholarship. Rekan-rekan yang mendapatkan beasiswa dari universitas HK rata-rata mendapatkan HK$13,000 per bulan atau Rp.15,000,000 per bulan. “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat”, saran beliau.

Ucapan terima kasih kepada guru-guru

Terakhir beliau ingin mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada guru-gurunya yang mulia, yang selama ini mendidik dan membimbingnya di Attaqwa terutama Almarhum Bapak K.H. Noer Alie yang pernah menyempatkan diri menjenguknya dan teman-teman di Islamabad. Semoga mereka semua akan mendapatkan posisi khusus di surga kelak bersama para anbiyâ dan syuhadâ. Amin.

___________________________________________________

BIODATA

Nama Lengkap: Abdul Muhaemin Bin Karim
Tempat dan Tanggal Lahir: Cirebon, 4 Mei 1964
Pendidikan: 1977-1983 Tsanawiyah-Aliyah Attaqwa
1984-1988 S1 International Islamic University Islamabad
1988-1891 S2 International Islamic University Islamabad

Anak: 5 orang,
1. Ili Nabilah (University Malaya)
2. Ili Adibah (University)
3. Ili Afifah (SMA kls 3)
4. Ili Aqilah (SMP kelas 3)
5. Ahmad Abqory (SMP kelas 1)

Alamat: Rumah,
Ascot Mansion, 19-Floor, Block B
421-425 Lockhart Road,
Wan Chai, Hong Kong
Telp 852-28381514.

Kantor,
Islamic Centre,
40 Oi Kwan Road, Wan Chai, Hong Kong
Tel. 852-28935704

E-mail: [email protected]

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Irhamni Rofiun
Moderat, pecinta Al-Quran, suka menulis dan berbagi informasi, juga blogger mania.
  • Angga Dwi Anugerah

    mantapp

Lihat Juga

Lembaga Dakwah Membina Hubungan dengan Pers