Home / Berita / Opini / Kawan, Mari Obati Luka-Luka Bangsa

Kawan, Mari Obati Luka-Luka Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Apa kabar Indonesiaku? Saya mendengar kabarmu sedang tidak baik, para penjilat dan orang tidak bermoral sedang memainkan peran bagaikan penyakit yang menggerogoti tubuh. Mereka gentayangan di semua sudut dan ruang, dosa-dosa moral dan sosial mereka menodai wajah dan nama baikmu di mana-mana, Indonesia negara yang 68 tahun telah merdeka sedang tidak baik-baik saja.

Rakyat menangis, hatinya menjerit saat satu per satu kasus para petinggi negeri ini terkuak, mungkin rakyat merasa jijik dan malu karena selama ini negara diurus oleh pencuri, pekerjaan yang sangat memalukan! Para petinggi itu terlalu rakus, mereka mengoleksi mobil mewah sedangkan rakyat menjerit karena keadaan ekonomi yang mencekik, bahkan satu nyawa melayang terinjak-injak saat antri daging kurban.

Indonesiaku, melihat kondisimu saat ini yang penuh dengan luka, saya yakin darah para pahlawan yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan belumlah terbayar lunas, karena sejatinya Indonesia belum merdeka. Mafia menggurita di mana-mana bahkan mereka masuk ke pemerintahan, yah seperti drama yang dipertontonkan oleh media, drama negeri ini tidak pernah selesai. Konflik utamanya adalah harta, tahta dan wanita. Rakyat jadi penonton, hanya bisa berkomentar.

Sialnya, kebejatan moral bukan hanya dilakukan oleh yang punya kuasa, bahkan rakyat miskin pun tidak mau ketinggalan. Kebejatan moral di negeri ini menimpa semua kalangan, lihatlah bagaimana anak membunuh orang tuanya, ayah menghamili anak kandungnya, anak memenjarakan ibunya, gadis diperkosa oleh beberapa teman sekolahnya dan serangkaian kebejatan moral yang terjadi di negeri ini. Ah Indonesiaku sedang tidak baik-baik saja, kebejatan moral membuat luka menganga di mana-mana.

Indonesia memang sedang terluka dengan semua kebejatan moral yang dilakukan oleh sebagian rakyatnya dan disuguhkan oleh media setiap saat. Namun kita harus tetap optimis, bahwa masih banyak langkah-langkah positif yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang tidak terekam oleh media, mereka mengobati luka-luka negeri ini dengan kerja positif. Bukankah kemenangan Timnas U-19 beberapa waktu lalu membuat kita bangga? Bahkan koruptor pun pasti bertepuk tangan akan kemenangan Evan Dimas dan kawan-kawan atau bahkan ikut menangis haru. Masih banyak prestasi anak negeri ini yang bisa mengobati luka-luka bangsa ini.

Masih banyak yang mencintai tanah ini, tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan. Kawan, mari kita obati luka-luka bangsa ini dengan kerja dan karya positif.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswa Syariah Al-Azhar Makassar.

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya