Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kritikan, Saran, Nasihat… Siapa Takut!

Kritikan, Saran, Nasihat… Siapa Takut!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

Hari ini temanku tak seperti dulu,
Ada sesuatu yang lain, tak tahu apa itu, tak seperti biasa…
Aku pun merasa kehilangan dirinya
Senyum yang dulu senantiasa mengembang, kini telah jarang terlihat
Semangat yang dulu berkobar… tak lagi ku lihat di hentakan kakinya
Bahkan, langkahnya pun semakin terasa jauh,
jarang terlihat di jalan yang telah kita pilih bersama
Tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi,
Badai apa yang membuatnya takluk tak berdaya?
Tak tahukah dia bahwa beban dakwah ini semakin terasa berat ketika ku pikul sendiri…
tanpa kehadiran dirinya…..

dakwatuna.comHal itulah yang terlontar dari mulut seorang kawan yang sedang merindukan saudaranya. Saudaranya tersebut tiba-tiba saja tak bersemangat seperti biasanya. Ia merasakan ada sesuatu yang membuat saudaranya bersikap seperti itu. Perubahan yang dirasanya sama dengan 360 derajat.

Usut ala usut… ternyata saudaranya tersebut baru saja menerima sebuah kritikan dari seseorang yang merupakan saudara seiman dan seperjuangan juga. Ia mendapat beberapa kritikan plus masukan tentang dirinya.

Yach… begitulah Allah menciptakan orang dengan berbagai karakter, sikap, sifat yang berbeda. Tak semua orang bisa menerima kritikan dengan tangan terbuka lebar. Beberapa orang ternyata butuh waktu yang amaaaat panjang untuk sekadar menerima sebuah kritikan dari orang lain. Apalagi kalau kritikan tersebut merupakan kritikan tentang sikap atau sifat negative kita… hem….. Mirip dihantam batu dah itu dada…

Sesungguhnya Allah telah mengatakan dalam firmannya dalam surat Al-‘Asr:

“Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Bukankah telah jelas wahai saudaraku bahwa menasihati merupakan anjuran bagi para kaum muslimin terhadap para saudaranya? Maka insya Allah melapangkan dada dalam menerima kritik dan saran sudah seharusnya ada pada diri kita. Mari kita mencoba membesarkan hati untuk menerima masukan-masukan dari para saudara kita.

Wahai saudaraku, sebuah nasihat atau kritikan atau saran atau apalah orang menyebutnya bukanlah sebuah duri dalam jalan ini. Namun sungguh itulah rintikan hujan yang menyirami jalan ini yang membuat kita merasa sejuk berjalan pada jalan di depan kita ini. Itulah pupuk ukhuwah yang dikaruniakan oleh Allah pada kita. Karena pada hakikatnya sebuah kritikan yang dilontarkan oleh saudara kita untuk diri kita adalah sebuah bukti sayang mereka pada kita.

Ummi sering mengatakan pada ku bahwa sahabat yang baik itu adalah sahabat yang senantiasa memberikan kritik dan saran untuk diri kita. Sahabat yang baik itu adalah orang yang berani mengatakan TIDAK ketika kita melakukan kesalahan, bukan orang yang selalu mengatakan IYA meskipun kita berada pada jalan yang salah.

Begitu pula dengan sepasang orang tua yang kerap memarahi (katanya… padahal sebenarnya adalah menasihati, bukan memarahi), itu adalah sebuah tanda sayang mereka bagi kita.

Sungguh saudara kita adalah orang tua kita di sini….

Ketika orang tua kita nan jauh di kampung tak mampu sering-sering menasihati kita, maka biarkanlah dan berikanlah kesempatan pada saudara kita untuk menjadi orang tua kita di sini.

Ikhlaskanlah ia menasihati kita di sini. Meski pada hakikatnya tak mampu menggantikan posisi sepasang malaikat kita itu, namun, sungguh saudaramu pun selalu mencoba mempersembahkan yang terbaik untukmu. Mencoba untuk terus menggandengmu menggapai surga-Nya.

“Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Isnaini Nurhidayati
Isnaini Nurhidayati akrab di panggil mbak Is atau Na. Gemar Menulis segala hal yang kebetulan terlintas di pikirannya. Mencari Keberkahan d setiap kata...

Lihat Juga

Nasihat untuk Suami Istri