Home / Narasi Islam / Wanita / Muslimah; Diammu Berpikir, Bicaramu Dzikir

Muslimah; Diammu Berpikir, Bicaramu Dzikir

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)
Ilustrasi. (Foto: Arief Santras. Model: Nika Annika)

dakwatuna.comWanita dan dunia, hmm dua kata yang pantas disandingkan. Mengapa? Tentunya semua orang tahu dong dibalik kehidupan ini selalu ada peran wanita bahkan Rasulullah pun menyebutkan kata ”ibumu” sampai tiga kali ketika Beliau ditanya siapa yang harus dihormati dan setelahnya baru Rasul mengatakan “ayahmu”. Wanita lembut namun bukan berarti mereka lemah justru dengan kelembutan mereka dapat menjadikan dunia menjadi berwarna.

Sayang sekali bila para wanita tak mengetahui betapa memesonanya mereka. Bayangkan tatkala mereka menjadi seorang istri maka mereka menjadi bunga indah penyejuk sang suami setelah berjuang dengan penatnya dunia luar dan tatkala mereka menjadi seorang ibu maka mereka akan menjadi sosok yang menjadikan anak-anak merasa ingin cepat pulang ke rumah dan berbagi cerita bersama ibu tercinta.

Tentunya untuk menjadi wanita idaman memerlukan proses yang matang, tak semua wanita bisa dengan mudah menjadi sosok seperti itu namun hal itu tak juga sulit.  Syaratnya wanita harus mencintai dan menyadari betapa berharga dirinya bagi dunia. Wanita, beruntunglah kalian, akan kelembutan yang kalian miliki, yang dengan nya kalian bisa merasakan betapa manis nya kehidupan. Nah itulah modal utama kita” LEMBUT”, hal yang tak dimiliki sosok lainnya. Lembut bukan berarti lemah, karena dengannya wanita lebih peka untuk merasakan sesuatu. Mau bukti jika wanita memang kuat?? Bagi Anda yang memandang wanita lemah maka renungkanlah analogi ini: “saat wanita mengandung sembilan bulan itu lah bukti pertama, jika Anda masih meragukan maka kami sarankan Anda untuk membawa buah kelapa ya minimal 2,5 – 3 kg selama sembilan bulan ke manapun Anda pergi bahkan saat Anda ke kamar kecil”. Jangankan 9 bulan mungkin satu minggu pun Anda akan merasa payah” selamat mencoba bagi para pria yang menganggap wanita dengan sebelah mata ^_^

Sebenarnya pandangan negatif seperti apa pun tak bisa menjadikan seseorang menjadi hina, toh Allah SWT sudah berfirman bahwasanya yang menjadikan seseorang berbeda di hadapan-Nya adalah amal dan ketakwaan. Jadi tak masalah siapa kita, dari mana asal kita dan bagaimana pandangan orang tentang kita. Saat sebagian wanita ribut menuntut kesetaraan gender justru Islam sudah menjawabnya jauh-jauh hari sebelum issue gender digemborkan. Namun bagi wanita jangan lupa fitrahmu, bayangkan bila wanita ingin sama secara keseluruhan. Hmm mana bisa karena ada kalanya kita memiliki sesuatu yang dimiliki pria namun pria pun memiliki sesuatu yang tak dimiliki kita. Toh di sini tak dipungkiri jika wanita memerlukan pria, mungkin untuk membenarkan atap rumah yang bocor?  Atau angkat gallon? (Maaf bukan bermaksud meremehkan pria). Dan tentunya untuk hal-hal besar lainnya yang terkadang kita tak bisa melakukannya sendiri.

Yang terpenting saat ini adalah bagaimana wanita memposisikan dirinya, sadar akan fitrahnya namun tak menjadikan penghalang untuk menjadi wanita hebat. Yakinlah, bahwasanya rumah mu kelak memerlukan wanita cerdas yang di dalamnya memerlukan pendidik bagi generasi perubah peradaban. Untuk mu wanita, penuhilah dirimu dengan ilmu dan ketaatan kepada Rabb mu. Jadikan hari mu berharga dengan imanmu, karena engkau begitu memesona tatkala diam mu kau gunakan untuk berpikir dan tatkala bicara mu menjadi dzikir.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ima Muti
Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris UIN BDG.
  • Mariati Imam Bonjol

    beruntung orang orang yg sadar

Lihat Juga

Bicaramu Adalah Rasa