Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Mencari Negara

Mencari Negara

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

“Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Slalu di puja-puja bangsa”

“Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai ajal menutup mata”

……………………….

Kudengar, Kulantunkan dan Kuresapi berkali-kali
Dan kudapati sebuah rasa
Ternyata kita amnesia
Atau mungkin kita yang terjebak Euforia

Di mana Indonesia Raya
Saat mereka di tembak
Saat mereka dipancung
Saat mereka di gantung
Di mana Negara?

Ke mana daya dari Pancasila
Ke mana Upaya dari UUD Sembilan Belas Empat Lima
Ke mana Asa dari Bhineka Tunggal Ika
Ke mana kuasa dari NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
Apa guna Negara?
Empat Pilar yang Rapuh tak berdaya
Empat Pilar yang alpa dari derita kaum Papa
Seminar dan seminar Empat Pilar bergelora
Warga luput terpenggal dan Negara dijual tanpa dosa

Mereka menjaga Nama tanpa makna
Dan karenanya mereka dapati gelar dan tanda jasa
Rakyat tetaplah jelata dan cukong-cukong berdaulat di Indonesia Raya
Karena para pemimpin negara sudah lama tersandera

……………………………….

Apa Guna Negara?
Di mana Negara?
Saat mereka telanjang di tepi ruas–ruas jalan tanpa busana
Saat mereka di penjara tanpa hak membela
Saat mereka dijual tak berdaya
Saat mereka putus asa

Ke mana daya dari Pancasila
Ke mana Upaya dari UUD Sembilan Belas Empat Lima
Ke mana Asa dari Bhineka Tunggal Ika
Ke mana kuasa dari NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
Inikah Indonesia Raya

Jadi

Ke mana mereka harus mencari Negara
Apa itu Indonesia yang Raya
Di mana Indonesia menjadi Raya
Inikah pusaka abadi nan jaya

………………

di sini banyak rampok (ratusan triliun) mengendalikan Negara
di sini banyak pribumi diajari mengkhianati bangsa
di sini banyak tokoh pemimpin direkayasa dan menjadi boneka
di sini banyak pemuda dididik mencintai Dunia
di sini banyak mahasiswa berpura-pura

tata krama tergerus harta
suara serta hak bicara dikendalikan mafia (dan) media
harga diri dan derajat wanita di luluhlantakan
pembantai nyawa (komunis) membersihkan nama
buku-buku dicipta menjadi pendusta

sekarang lah saatnya substansi berbicara
Agama harus kembali mengisi Ruh Pancasila
“Ketuhanan Yang Maha Esa”
Agama harus kembali mengisi Ruh UUD 1945
“Mukaddimah UUD 1945”
Agama harus mengisi Ruh Bhineka Tunggal Ika
“anti perpecahan dan pembantaian (komunis)”
Agama harus mengisi Ruh NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
“menjadi negara beragama (bukan Atheis)”

Karena Ulama-ulama dahulu ikut angkat senjata
Karena Ulama-ulama dahulu mempersembahkan jiwa dan raga
Karena Ulama-ulama dahulu bersatu membela negara karena Beragama
Karena Ulama-ulama dahulu menggerakkan Para pemuda untuk Merdeka atau menjadi Syuhada

“Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”
“Atas berkat rahmat ALLAH yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang MELINDUNGI segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk MEMAJUKAN kesejahteraan umum, MENCERDASKAN kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang BERKEDAULATAN RAKYAT dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu KEADILAN SOSIAL bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Oleh karena itu…
Biarkanlah kami pemuda-pemuda Indonesia
Kembali bersumpah sebagai Pemuda
Sebagai Pemuda Indonesia yang bertekad memegang erat Agama
Mewarisi darah Pejuang dan jalan Ulama
Agar kami tak lari mengejar Dunia sebelum Merdeka
Agar Sumpah Pemuda tak jadi kenangan atau dongeng dan angan-angan cerita
Agar Indonesia benar-benar menjadi Negara dengan Berkedaulatan rakyat
Karena Indonesia harus benar-benar Merdeka


Menjelang Sumpah Pemuda
Bogor – Indonesia
Oktober 2013

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pembina Relawan Kaum Tani (REKAT). Pengurus Koperasi Tani Sejahtera Indonesia.
  • Firman

    trenyuh ane, setelah baca puisi ini. setelah sekian lama mata ini kering

  • Firman

    trenyuh ane, setelah baca puisi ini. setelah sekian lama mata ini kering

  • Ahmad Kemal

    hmmmhh,,,,,,puisi ini bgt menyentuh rasa kebangsaan,,,,yg terlalu lama merindukan KEMERDEKAAN yang hakiki,,,,,puisi ini begitu menyadarkan bahwasanya kita BELUM LAGI MERDEKA sebagai bangsa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Berkaca Dari Laporan atau Review Audit Syariah di Berbagai Negara