Home / Berita / Internasional / Asia / Butuh 199.000 USD untuk Membangun Pabrik Roti di Suriah

Butuh 199.000 USD untuk Membangun Pabrik Roti di Suriah

pabrik rotidakwatuna.com – Kondisi para pengungsi Suriah dari hari ke hari semakin memburuk, pemberlakuan halal terhadap daging hewan yang haram dikonsumsi oleh ulama Suriah semakin mempertegas, bahwa situasi di Suriah benar-benar di ambang bencana kelaparan hebat.

September lalu Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah mengirimkan tim SOS Syiria untuk melakukan distribusi bantuan pangan bagi pengungsi Suriah. Bantuan pangan telah didistribusikan ke beberapa titik pengungsian di antaranya di sekitar wilayah Allepo dan kota Manbej.

Doddy Cleveland Hidayat Putra, Direktur Global Network Departemen ACT mengatakan “ September lalu ACT telah mendistribusikan bahan pokok ke masyarakat dan pengungsi di sekitar wilayah Aleppo. Tim membagikan khabuz sebanyak 1.655 paket untuk 1.655 keluarga. Paket tersebut dibagikan tiga kali dalam seminggu dan sudah bekerja sama untuk satu bulan pembagian, “ tuturnya.

“Paket bantuan berisi bahan pangan pokok, seperti gandum, beras, zaitun, gula, dan makanan kaleng, itu dibagikan ke 12 pos. ACT juga sedang menyiapkan 1.000 paket untuk anak balita berupa susu dan vitamin.” kata dia

“Sedangkan, untuk di Kota Manbej, di dekat Aleppo, ACT sudah mengirimkan 300 paket pangan setiap hari untuk pengungsi. Di Kota Manbej terdapat 400 ribu pengungsi.” Ungkapnya

Tim SOS Syria Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan membantu membangun pabrik roti (khubz) di Aleppo, Suriah. Pembangunan pabrik roti ini diperlukan karena kondisi pengungsi di Aleppo kekurangan makanan. Diperlukan biaya sekitar 199.000 USD atau sekitar 2,3 Milyar untuk realisasi program jangka panjang tersebut.

Terkait pembangunan pabrik roti di Suriah, N. Imam Akbari, Senior Vice President ACT mengatakan bahwa program ini adalah program jangka panjang untuk masyarakat Suriah. “ Biaya 199.000 atau setara dengan 2,3 Milyar bukan biaya sedikit, sehingga dibutuhkan dukungan dan partisipasi publik untuk merealisasikan rencana tersebut. Kita ingin memberi kail, bukan hanya ikannya,” kata Imam.

Dalam waktu dua bulan ke depan, direncanakan finalisasi pembangunan pabrik roti ini akan selesai. Ia berharap dengan dibangunnya pabrik roti, selain menanggulangi kelaparan, juga menciptakan lapangan kerja bagi penduduk Suriah.

Pihaknya masih mengkaji apakah nantinya roti-roti dari pabrik tersebut akan digratiskan kepada penduduk. “Kita masih lihat kondisi, namun semoga ke depan bisa tidak free, untuk kemandirian masyarakat di sana,” tutup Imam. (act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Hamba Allah

    Ustz. LHI banyak tuh duitnya… :)

Lihat Juga

Ilustrasi - Peta Suriah (inet)

Membaca Masa Depan Perang Suriah