Home / Berita / Nasional / Mentan Dorong Pengusaha Bangun Fasilitas Produksi

Mentan Dorong Pengusaha Bangun Fasilitas Produksi

mentan pabrik guladakwatuna.com – Blora. Para pengusaha hendaknya tidak hanya sekedar menjadi trader atau pedagang saja, tanpa mau menanamkan modal untuk membangun fasilitas produksi. Padahal dengan membangun fasilitas produksi para pengusaha akan banyak membantu peningkatan ekonomi daerah khususnya, dan perekonomian nasional umumnya.

“Jangan bisanya hanya impor, kemudian dijual di dalam negeri. Ini namanya hanya mau untungnya saja,” kata Menteri Petanian RI, Senin (21/10).

Karena itu Mentan Suswono mengapresiasi langkah GMM yang membangun pabrik gula. Langkah ini, sebut Mentan,  akan meningkatkan produksi gula nasional dan dapat mengurangi impor. Sekaligus membantu pemerintah dalam program swasembada gula nasional.

Mentan mengakui, swasembada gula yang dicanangkan banyak mengalami kendala. Pertama, lanjutnya, adalah kendala lahan. Dibutuhkan setidaknya tambahan lahan 350 ribu hektare khusus untuk menanam tebu.

“Hingga sekarang tambahan lahan itu tidak ada, sehingga luas panen tebu sejak dicanangkan tahun 2009 hingga sekarang tidak bertambah,” jelas Mentan.

Kedua adalah revitalisasi pabrik gula. Pabrik gula yang ada merupakan pabrik gula peninggalan Belanda. Mesin-mesinnya perlu diremajakan agar dapat meningkatkan rendemen, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi gula nasional.

Namun langkah revitalisasi pabrik gula juga tidak dilakukan. Sehinga pabrik-pabrik  yang ada masih beroperasi menggunakan mesin-mesin lama.

Kemudian yang ketiga adalah pembangunan pabrik gula baru. Untuk mencapai swasembada gula ketika itu diperlukan 20 – 25 pabrik gula baru. Tetapi sejak 2009 baru satu pabrik yang dibangun, yakni GMM ini.

“Ya baru GMM ini, pabrik (gula) baru yang dibangun sejak 2009,” terang Mentan.

Mentan menguraikan, ketiga hal penghambat swasembada gula tersebut, yakni penambahan lahan, revitalisasi pabrik gula, dan pembangunan pabrik baru, kewenangannya tidak berada di Kementan. Wilayah Kementan adalah peningkatan produksi tebu petani untuk mensuplai pabrik gula.

“Kementan hanya fokus pada penyediaan bibit tebu yang baik dan pembinaan petani agar produksi tebunya meningkat,” tandas Mentan.

Investasi Rp 1,7 Triliun

Pabrik gula GMM sendiri dibangun dengan investasi sebesar Rp 1,7 triliun.  Menurut  Presiden Direktur GMM Kamajaya, pabrik ini akan memiliki  kapasitas penggilingan tebu sebesar 6.000 TCD (Ton of Cane per Day).

Tahun 2014 pabrik baru ini rencananya baru mulai berproduksi. Dengan rendemen  minimal sampai 8 persen, produksi gula pabrik GMM akan mencapai 50 ribu ton per tahun. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Agamrandiwisnotumangger

    Kebangkitan pertanian indonesia bermula dari pengusaha cinta akan bangsanya

  • Agamrandiwisnotumangger

    Kebangkitan pertanian indonesia bermula dari pengusaha cinta akan bangsanya

Lihat Juga

Taiwan Inginkan Perpanjangan MoU Pertanian dengan Indonesia