Home / Narasi Islam / Sosial / Jauhi Sifat Tamak Terlebih Dahulu

Jauhi Sifat Tamak Terlebih Dahulu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.comApabila sesuatu pekerjaan sering kali dilakukan apapun itu baik itu pekerjaan yang baik atau pun pekerjaan yang buruk. Maka, secara otomatis berubah menjadi watak yang sulit untuk dihilangkan.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa perubahan watak seseorang itu adalah 40 hari sebagaimana halnya perubahan yang terjadi pada asal mula manusia pada janin yaitu dari air yang hina atau nutfah menjadi darah. Selanjutnya dari darah menjadi daging selama 40 hari. Dan seterusnya setiap perubahan mempunyai masa 40 hari.

Terkait masalah yang kita hadapi sekarang ini adalah masalah korupsi yang sudah mengakar dan sudah membudaya bahkan telah dilakukan lebih dari 40 hari. Jadi, artinya telah mengakar kuat dalam diri seseorang yang telah kecanduan korupsi. Kalaupun mau diobati itu sulit sekali ibarat penyakit itu stadium empat.

Dalam istilah agama Islam penyakit yang dihinggapi para korupsi adalah penyakit tamak atau serakah terhadap harta. Walaupun orang tersebut sudah kaya ataupun sudah tua kalau sifat tamak itu masih ada maka, keserakahan itu pasti ada menyertainya. Jalan yang negatif pun dilakoninya asal tujuannya tercapai. Sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini ketua MK diduga melakukan korupsi.

Saya rasa siapapun itu baik kalangan pejabat maupun penegak hukum apabila sifat tamak pada diri seseorang dihilangkan maka, makmurlah Indonesia kita sekarang ini. Untuk membuang sifat tamak tersebut adalah dengan banyak ingat kematian dan bersyukur dengan melihat orang yang lebih rendah derajat keduniaannya dari kita. Insya Allah hidup menjadi tenteram.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di SD IT Tarbiatul Aulad, tinggal di Barabai, Kalimantan.

Lihat Juga

ijazah bodong

(Video) Bahaya Perguruan Tinggi yang Keluarkan Ijazah Bodong