Home / Berita / Internasional / Asia / Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Jadi Anggota DK PBB

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Jadi Anggota DK PBB

bendera arab saudidakwatuna.comArab Saudi mendapatkan kursi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pertama kalinya dalam sejarah. Selain Arab Saudi, empat negara lain yang dipilih oleh Majelis Umum untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang baru adalah Chad, Lithuania, Chile, dan Nigeria. Kelima negara tersebut akan menggantikan Azerbaijan, Guatemala, Moroko, Pakistan, dan Togo mulai 1 Januari mendatang.

Arab Saudi, meskipun mempunyai kekuatan minyak dan pengaruh besar di negara-negara Islam, sebelumnya tidak pernah mampu mendapatkan tempat di badan PBB paling kuat yang mempunyai peran kunci untuk menyelesaikan konflik dan menetapkan sanksi.

Kerajaan konservatif tersebut telah berulang kali menyatakan kekhawatiran mengenai tidak adanya aksi konkrit untuk mengakhiri konflik di Suriah. Mereka juga merupakan pendukung utama gerakan gerilya melawan Presiden Bashar al Assad.

Menurut beberapa diplomat dan pengamat, Arab Saudi menginginkan peran yang lebih aktif di dunia internasional meskipun catatan pelanggaran hak perempuan dan hak asasi manusianya dikritik oleh banyak pihak.

Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdullah al Muallimi mengatakan,” terpilihnya kami pada hari ini menunjukkan dukungan internasional terhadap kebijakan Arab Saudi yang mengutamakan prinsip moderat dan penyelesaian konflik melalui jalan damai.”

Dia mengatakan kepada para wartawan bahwa Arab Saudi mendukung perjuangan rakyat Suriah untuk “kebebasan, kemakmuran, dan persatuan.” Meskipun demikian, beberapa pengamat internasional menilai Arab Saudi adalah salah satu negara yang menginginkan pendekatan yang lebih agresif untuk menyelesaikan persoalan di Suriah.

Menurut pengajar di Center Belfer Universitas Harvard, Nawaf Obaid, kecenderungan agresif tersebut terlihat saat Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al Faisal menolak untuk berbicara di depan Majelis Umum PBB pada September sebagai bentuk protes atas mandegnya perundingan soal Suriah dan Palestina di Dewan Keamanan. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Arab Saudi Lepaskan Kepemilikan Atas Surat Utang AS Hingga 22%