Home / Dasar-Dasar Islam / Fiqih Islam / Fiqih Ahkam / Bertepuk Tangan, Haramkah?

Bertepuk Tangan, Haramkah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum…, apa hukumnya bertepuk tangan, karena di sekolah kami ada siswa yang tidak mau bertepuk tangan ketika Pramuka, menurut mereka itu adalah perbuatan orang kafir? (SMS dari Hamba Allah)

Jawaban:

Wa ‘alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh. Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Ilustrasi Tepuk Pramuka (tunaskelapa.com)
Ilustrasi Tepuk Pramuka (tunaskelapa.com)

dakwatuna.com Telah terjadi perbedaan pendapat para ulama tentang hukum bertepuk tangan (At-Tashfiiq atau At-Tashfiih). Umumnya mereka mencelanya dan menyebutnya sebagai perbuatan haram minimal makruh. Namun ada pula yang membolehkan jika untuk menyemangati anak-anak.

Tidak diingkari bahwa bertepuk tangan adalah cara kaum wanita untuk meluruskan kesalahan imam ketika shalat, sedangkan kaum laki-laki dengan cara bertasbih.

Dalam hadits disebutkan:

عن النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلَاتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ

Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Barangsiapa yang terganggu dalam shalatnya oleh suatu hal maka bertasbihlah, sesungguhnya jika dia bertasbih hendaknya menengok kepadanya, dan bertepuk tangan hanyalah untuk kaum wanita.” (HR. Bukhari No. 652, Muslim No. 421, Abu Daud No. 940, Ibnu Hibban No. 2260, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 3147, 5089, Ibnu Khuzaimah No. 1623, Malik dalam Al Muwaththa’ No. 390)

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

 يجوز التسبيح للرجال والتصفيق للنساء إذا عرض أمر من الامور، كتنبيه الامام إذا أخطأ وكالاذن للداخل أو الارشاد للاعمى أو نحو ذلك.

“Dibolehkan bagi laki-laki bertasbih dan bertepuk tangan bagi wanita, jika ada hal yang membuatnya tidak nyaman seperti: mengingatkan imam ketika berbuat kesalahan, memberi izin kepada orang yang akan masuk, atau memandu orang buta atau yang semisalnya.” (Fiqhus Sunnah,1/264)

Kecuali menurut Imam Malik yang menurutnya baik laki-laki dan wanita sama saja, yaitu tasbih. Berikut keterangannya:

قال: المشروع في حق الرجال والنساء جميعاً التسبيح دون التصفيق

 Imam Malik berkata: yang disyariatkan adalah yang mesti dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita semuanya adalah bertasbih, bukan bertepuk tangan. (Mir’ah Al Mafatih, 3/358)

Tetapi pendapat ini menyelisihi hadits di atas. Wallahu A’lam

Nah, karena itu beragam alasan disampaikan untuk melarang bertepuk tangan, diantaranya:

1. Tepuk tangan adalah perbuatan wanita, maka terlarang bagi laki-laki menyerupai mereka.

Imam Abu Thayyib Syamsul ‘Azhim mengatakan:

وَكَانَ مَنْعُ النِّسَاءِ مِنَ التَّسْبِيحِ لِأَنَّهَا مَأْمُورَةٌ بِخَفْضِ صَوْتِهَا فِي الصَّلَاةِ مُطْلَقًا لِمَا يُخْشَى مِنَ الِافْتِتَانِ وَمُنِعَ الرِّجَالُ مِنَ التَّصْفِيقِ لِأَنَّهُ مِنْ شَأْنِ النِّسَاءِ

Wanita dilarang bertasbih karena mereka diperintahkan untuk merendahkan suaranya dalam shalat secara mutlak sebab dikhawatiri terjadi fitnah, sedangkan dilarang bagi kaum laki-laki untuk melakukan tepuk tangan karena itu adalah perbuatan kaum wanita. (‘Aunul Ma’bud, 3/152)

Imam Asy-Syaukani mengatakan:

قَوْلُهُ: ” إنَّمَا التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ ” يَدُلُّ عَلَى مَنْعِ الرِّجَالِ مِنْهُ مُطْلَقًا

Sabdanya “tepuk tangan untuk kaum wanita” menunjukkan terlarangnya secara mutlak (umum) hal tersebut bagi kaum laki-laki. (Nailul Authar, 3/178)

Imam Al-Qurthubi berkata –sebagaimana dikutip oleh Syaikh Abul Hasan Al-Mubarkafuri sebagai berikut:

 القول بمشروعية التصفيق للنساء هو الصحيح خبراً ونظراً؛ لأنها مأمورة بخفض صوتها مطلقاً لما يخشى من الإفتان، ومن ثم منعت من الأذان مطلقاً، ومن الإقامة للرجال، ومنع الرجال من التصفيق؛ لأنه من شأن النساء.

 Pendapat yang sesuai syariat adalah bertepuk tangan bagi kaum wanita adalah benar, baik secara khabar (berita) maupun pemahaman, karena mereka diperintahkan untuk menundukkan suaranya secara mutlak karena dikhawatiri terjadi fitnah, begitu pula terlarangnya bagi mereka untuk azan secara mutlak, meng-iqamatkan shalatnya kaum laki-laki, dan terlarang bagi kaum laki-laki untuk bertepuk tangan karena itu adalah perbuatan wanita. (Mir’ah Al-Mafatih, 3/358)

2. Bertepuk tangan adalah kebiasaan orang kafir dalam peribadatan mereka

Allah Taala berfirman:

وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً

Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. (QS. Al Anfal: 35)

3. Bertepuk tangan juga perbuatan ahli maksiat dan kefasikan

Imam Ash Shan’ani mengatakan:

وَأَمَّا الرَّقْصُ وَالتَّصْفِيقُ فَشَأْنُ أَهْلِ الْفِسْقِ

Ada pun menari dan bertepuk tangan, itu adalah perbuatan ahli kefasikan. (Subulus Salam, 2/192)

Sedangkan orang beriman, mereka bertakbir ketika ada hal-hal yang mengagumkan, bukan bertepuk tangan.

Syaikh Abdullah Al-Bassam mengatakan:

ولهذا فإني أهيب بجميع المسلمين أن يفزعوا إلى التكبير عندما يعجبهم أمر، فهذا سنة نبيهم، وليس التصفيق الذي جاءنا من أعدائنا المستعمرين، وخاصة في اجتماعاتهم ومؤتمراتهم.

Oleh karena itu saya tegaskan kepada semua kaum muslimin agar mereka membiasakan takbir ketika ada sesuatu yang mengagumkan, dan itulah sunah nabi mereka, bukan dengan bertepuk tangan yang merupakan budaya musuh-musuh kita yang memasuki budaya kita, khususnya dalam acara pertemuan dan muktamar. (Taisir Al-‘Alam Syarh ‘Umdatil Ahkam, 1/258)

Bertepuk Tangan Di luar shalat Jika ada kebutuhan

Jika bertepuk tangan karena ada kebutuhan untuk melakukannya seperti sedang memanggil seseorang, maka itu tetap dimakruhkan. Ada pun tanpa kebutuhan untuk maka haram, apalagi sengaja untuk menyerupai wanita atau sekadar hiburan saja.

Hal ini disebutkan dalam oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami Al-Makki Rahimahullah –ulama madzhab Syafi’i- sebagai berikut:

وَفِي فَتَاوَى م ر سُئِلَ عَنْ التَّصْفِيقِ خَارِجَ الصَّلَاةِ لِغَيْرِ حَاجَةٍ فَأَجَابَ إنْ قَصَدَ الرَّجُلُ بِذَلِكَ اللَّهْوَ أَوْ التَّشَبُّهَ بِالنِّسَاءِ حَرُمَ وَإِلَّا كُرِهَ انْتَهَى

Dalam fatwa-fatwa Imam Ar-Ramli, Beliau ditanya tentang bertepuk tangan di luar shalat tanpa adanya kebutuhan. Beliau menjawab: jika seorang laki-laki bermaksud dengan tepuk tangannya itu adalah untuk senda gurau atau menyerupai wanita maka itu diharamkan, jika bukan karena itu, maka itu makruh. Selesai. (Imam Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj, 2/150)

Dalam kitab Nihayatul Muhtaj ada keterangan lebih detail sebagai berikut:

وَفِي فَتَاوَى م ر سُئِلَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنْ قَوْلِ الزَّرْكَشِيّ إنَّ التَّصْفِيقَ بِالْيَدِ لِلرِّجَالِ لِلَّهْوِ حَرَامٌ لِمَا فِيهِ مِنْ التَّشَبُّهِ بِالنِّسَاءِ هَلْ هُوَ مُسَلَّمٌ أَمْ لَا، وَهَلْ الْحُرْمَةُ مُقَيَّدَةٌ بِمَا إذَا قُصِدَ التَّشَبُّهُ أَوْ يُقَالُ مَا اخْتَصَّ بِهِ النِّسَاءُ يَحْرُمُ عَلَى الرِّجَالِ فِعْلُهُ، وَإِنْ لَمْ يُقْصَدْ بِهِ التَّشَبُّهُ بِالنِّسَاءِ.

فَأَجَابَ هُوَ مُسَلَّمٌ حَيْثُ كَانَ لِلَّهْوِ، وَإِنْ لَمْ يُقْصَدْ بِهِ التَّشَبُّهُ بِالنِّسَاءِ. وَسُئِلَ عَنْ التَّصْفِيقِ خَارِجَ الصَّلَاةِ لِغَيْرِ حَاجَةٍ هَلْ هُوَ حَرَامٌ أَمْ لَا؟ فَأَجَابَ إنْ قَصَدَ الرَّجُلُ بِذَلِكَ التَّشَبُّهَ بِالنِّسَاءِ حَرُمَ، وَإِلَّا كُرِهَ. اه

Imam Ar-Ramli Radhiallahu ‘Anhu dalam fatwa-fatwanya ditanya tentang perkataan Az-Zarkasyi “bertepuk tangan bagi kaum laki-laki untuk hiburan adalah haram” karena di dalamnya mengandung penyerupaan terhadap wanita, apakah pendapat ini bisa diterima atau tidak , dan apakah keharaman itu terikat dengan sebab penyerupaan dengan wanita ataukah dikatakan itu khusus wanita dan haram bagi laki-laki melakukannya walau pun dia tidak bermaksud menyerupai wanita.

Beliau menjawab: “Pendapat itu bisa diterima jika bertepuk tangan dilakukan untuk hiburan walau pun dia tidak bermaksud menyerupai kaum wanita.” Dia juga ditanya tentang bertepuk tangan di luar shalat tanpa ada keperluan, apakah itu haram atau tidak? Beliau menjawab: “Jika seorang laki-laki bertepuk tangan bermaksud menyerupai wanita maka itu diharamkan, jika tidak bermaksud demikian, maka itu dimakruhkan.” (Nihayatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, 2/47. Lihat juga Hasyiah Al-Jumal, 1/432)

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah – dia termasuk Hambali kontemporer- pernah ditanya tentang hukum bertepuk tangan dalam sebuah haflah (acara), Beliau menjawab:

 التصفيق في الحفلات من أعمال الجاهلية وأقل ما يقال فيه الكراهة، والأظهر في الدليل تحريمه؛ لأن المسلمين منهيون عن التشبه بالكفرة وقد قال الله سبحانه في وصف الكفار من أهل مكة {وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً}

قال العلماء المكاء الصفير والتصدية التصفيق والسنة للمؤمن إذا رأى أو سمع ما يعجبه أو ما ينكره أن يقول: سبحان الله أو يقول: الله أكبر كما صح ذلك عن النبي صلى الله عليه وسلم في أحاديث كثيرة، ويشرع التصفيق للنساء خاصة إذا نابهن شيء في الصلاة أو كن مع الرجال فسهى الإمام في الصلاة فإنه يشرع لهن التنبيه بالتصفيق أما الرجال فينبهونه بالتسبيح كما صحت بذلك السنة عن النبي صلى الله عليه وسلم وبهذا يعلم أن التصفيق من الرجال فيه تشبه بالكفرة وبالنساء وكلا ذلك منهي عنه. والله ولي التوفيق.

Bertepuk tangan dalam berbagai acara adalah perbuatan jahiliyah, minimal seperti yang dikatakan, hal itu adalah makruh. Secara lahiriyah dalilnya menunjukkan haram. Karena kaum muslimin dilarang menyerupai orang-orang kafir. Allah Taala berfirman dalam menyifati orang kafir Mekkah: (Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan.)

Para ulama mengatakan, Al-Mukaa’ artinya siulan, dan At-Tashfiiq artinya tepuk tangan. Bagi seorang muslim, yang sesuai sunah jika melihat atau mendengar hal yang mengagumkan atau hal yang diingkari hendaknya mengucapkan Subhanallah atau Allahu Akbar, sebagaimana yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat hadits yang banyak. Secara khusus, bertepuk tangan itu dilakukan oleh kaum wanita ketika terjadi sesuatu pada mereka dalam shalatnya atau ketika mereka shalat bersama kaum laki-laki dan imam melakukan kelalaian, maka bagi mereka disyariatkan memberikan peringatan dengan cara bertepuk tangan. Ada pun kaum laki-laki memberikan peringatan dengan cara bertasbih, sebagaimana telah shahih sunah tersebut dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan ini, diketahui bahwasanya bertepuk tangan bagi kaum laki-laki adalah perbuatan yang menyerupai kaum wanita dan kekafiran, keduanya terlarang baginya. Wallahu waliyut Taufiq. (Majmuu’ Fatawa Ibni Baaz, 4/151)

Pendapat yang memberikan keringanan

Sebagian ulama ada yang merinci masalah tepuk tangan ini, haram, makruh, dan boleh tergantung keadaan, motivasi, dan siapa pelakunya. Berikut ini fatwa-fatwa mereka:

  1. Syaikh Abdullah Al-Faqih Hafizhahullah

Beliau berkata:

فالتصفيق عموماً له حالتان:

الأولى: أن يكون داخل الصلاة لمن نابه شيء، وهذا منهي عنه للرجال مستحب للنساء، فقد روى البخاري ومسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من نابه شيء في صلاته فليسبح فإنه إذا سبح التفت إليه، وإنما التصفيق للنساء.

والثانية: أن يكون خارج الصلاة.. والتصفيق خارج الصلاة على قسمين:

الأول: أن يكون لحاجة، كالاستئذان والتنبيه وملاعبة النساء لأطفالهن أو تحسين النشيد ونحو ذلك فهذا جائز، قال في حاشية الجمل 1/432: وأفتى شيخنا الرملي بأنه لا يحرم حيث لم يقصد به اللعب…… وإن احتيج إليه لتحسين صناعة من إنشاد ونحوه، ومنه ما تفعله النساء عند ملاعبة أولادهن. انتهى

والثاني: أن يكون لغير حاجة، وهذا منهي عنه.. فمن العلماء من حرمه ومنهم من كرهه، ودليل النهي قوله تعالى عن المشركين: وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ [الأنفال:35] قال المفسرون التصدية: التصفيق. وعليه، فلا بأس في ما ذكر في السؤال إذا خلا من محاذير شرعية أخرى.

والله أعلم.

Secara umum, bertepuk tangan ada dua keadaan:

Pertama. Terjadi di dalam shalat bagi untuk yang keliru, ini terlarang bagi laki-laki namun sunah bagi wanita. Imam Al Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang terganggu dalam shalatnya oleh suatu hal maka bertasbihlah, sesungguhnya jika dia bertasbih hendaknya menengok kepadanya, dan bertepuk tangan hanyalah untuk kaum wanita.”

Kedua. Bertepuk tangan di luar shalat, ini ada dua jenis:

  1. Jika memiliki hajat (keperluan), seperti minta izin, memberi peringatan, permainan ibu-ibu kepada anaknya, atau memperbagus nasyid, atau semisalnya, maka ini diperbolehkan. Disebutkan dalam Hasyiah Al-Jumal (1/432): “Tidak diharamkan jika tidak bermaksud untuk permainan ……, sesungguhnya hal itu diperlukan untuk memperbagus nasyid dan semisalnya, seperti yang dilakukan kaum wanita ketika bermain dengan anak-anak mereka.” Selesai.
  2. Jika tidak ada keperluan, maka ini terlarang. Di antara ulama ada yang mengharamkannya dan ada pula yang memakruhkannya. Dalil mereka adalah firman Allah Taala tentang kaum musyrikin: Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

Berkata para ahli tafsir: At-Tashdiyah artinya At-Tashfiiq (bertepuk tangan). Atas dasar ini, maka apa-apa yang ditanyakan itu tidaklah mengapa selama tidak mengandung perkara yang memang dilarang oleh syariah. (Fatawa Syabakah Islamiyah, 9/3584)

  1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah

Beliau ditanya tentang hukum bertepuk tangan dalam berbagai acara:

التصفيق في الحفلات ليس من عادة السلف الصالح وإنما كانوا إذا أعجبهم شيء سبحوا أحيانا أو كبروا أحيانا لكنهم لا يكبرون تكبيرا جماعيا ولا يسبحون تسبيحا جماعيا بل كل واحد يكبر لنفسه أو يسبح لنفسه بدون أن يكون هناك رفع صوت بحيث يسمعه من بقربه فالأولى الكف عن التصفيق ولكننا لا نقول بأنه حرام لأنه قد شاع بين المسلمين اليوم والناس لا يتخذونه عبادة ولهذا لا يصح الاستدلال على تحريمه بقوله تعالي عن المشركين (وَمَا كَانَ صَلاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَاءً وَتَصْدِيَةً) فإن المشركين يتخذون التصفيق عند البيت عبادة وهؤلاء الذين يصفقون عند سماع ما يعجبهم أو رؤية ما يعجبهم لا يريدون بذلك العبادة وخلاصة القول أن ترك هذا التصفيق أولى وأحسن ولكنه ليس بحرام.

Bertepuk tangan dalam berbagai acara bukanlah kebiasaan salafush shalih. Jika ada hal-hal yang mengagumkan kadang mereka bertasbih kadang mereka bertakbir. Tapi mereka tidak bertakbir dan bertasbih bersama-sama, melainkan mereka lakukan sendiri-sendiri, tanpa meninggikan suara yang bisa didengar oleh orang yang di dekatnya. Maka, yang lebih utama adalah menahan diri dari bertepuk tangan. Tetapi kami tidak mengatakan bahwa itu haram, karena hal itu sudah terjadi di antara kaum muslimin sampai hari ini dan mereka tidak menjadikannya sebagai sarana beribadah. Oleh karena itu, tidak benar berdalil atas pengharamannya itu dengan firman Allah Taala tentang kaum musyrikin: Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.

Kaum musyrikin menjadikan bertepuk tangan adalah cara ibadah di Baitullah. Sedangkan mereka yang bertepuk tangan ketika mendengarkan atau melihat sesuatu yang mengagumkan tidaklah memaksudkan hal itu sebagai ibadah. Kesimpulannya, bahwa meninggalkan tepuk tangan adalah lebih utama dan lebih baik, tetapi dia tidaklah haram. (Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb, 24/2)

Demikianlah masalah ini, umumnya para imam kaum muslimin berpendapat mengharamkan jika hal itu untuk menyerupai wanita, hiburan, dan permainan. Adapun jika ada kebutuhan untuk bertepuk tangan mereka memakruhkan, bahkan ada yang membolehkan. Pembolehan ini selama tidak ada perkara lain yang terlarang, karena hukum dasar semua urusan dunia adalah mubah selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya. Wallahu a’lam

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,08 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Farid Nu'man Hasan
Lahir di Jakarta, Juni 1978. Alumni S1 Sastra Arab UI Depok (1996 - 2000). Pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri sejak tahun 1999, dan seorang muballigh. Juga pengisi majelis ta'lim di beberapa masjid, dan perkantoran. Pernah juga tugas dakwah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, selama dua tahun. Tinggal di Depok, Jawa Barat.
  • Hamba Allah

    Mau tanya ustadzz..

    Tepuk tangan yang dilakukan oleh para demonstran Ikwan Al Muslimin di Rob’ah dan di tempat2x demo lainnya yang mirip dengan tepuk pramuka….

    1. Apakah itu masuk dalam makna “ada keperluan”? apa keperluannya?
    2. Jika ada kepeluannya seperti kebersamaan dll, apakah keperluan2x itu merupakan keperluan yang di akui didalam islam?
    3. Jika kita mengatakan bahwa itu adalah haram, jadi jelas yang melakukakannya berdosa… dengan demikian demo mereka di hiasi dengan perbuatan dosa….. bagaimana pendapat ustadz tentang hal ini?

    terimakasih ustadz

    • dhani wu

      perlu utk menyoraki para pelaku kudeta spy ingat … yaa hamba Allah, menurut ente bgmn caranya membantu kaum muslimin Suriah spy kondisi darurat yg menyebabkan fatwa bolehnya makan kucing dan anjing bisa dihilangkan dr mereka???

    • dhani wu

      perlu utk menyoraki para pelaku kudeta spy ingat … yaa hamba Allah, menurut ente bgmn caranya membantu kaum muslimin Suriah spy kondisi darurat yg menyebabkan fatwa bolehnya makan kucing dan anjing bisa dihilangkan dr mereka???

      • Guest

        Apakah ini merukapak keperluan yang mu’tabar secara syar’i ?? (“perlu utk menyoraki para pelaku kudeta spy ingat”)…..

        Kalau tidak tahu, tidak usah berfatwa bro…. Rasululah mengatakan “bahwa orang yang paling lancang berfatwa adalah orang yang paling lancang masuk neraka….

        Saya bertanya kepada penulis, bukan kepada Anda.. mohon maaf…:D

        Silahkan pertanyaan itu ditanyakan kepada Ustadz: Farid Nu’man Hasan, yang di atas.. terima kasih.

      • hamba Allah

        Apakah ini merupakan keperluan yang mu’tabar secara syar’i ?? (“perlu utk menyoraki para pelaku kudeta spy ingat”)…..

        Kalau tidak tahu, tidak usah berfatwa bro…. Rasululah mengatakan
        “bahwa orang yang paling lancang berfatwa adalah orang yang paling
        lancang masuk neraka….

        Saya bertanya kepada penulis, bukan kepada Anda.. mohon maaf…:D

        Silahkan pertanyaan itu ditanyakan kepada Ustadz: Farid Nu’man Hasan, yang di atas.. terima kasih

  • abu hanif

    Alangkah baiknya jika yang dijadikan ilustrasi bukan kegiatan pramukayang terdapat ikhtilat di sana. Ikhtilat tanpa uzur syar’i
    .

  • abu hanif

    Alangkah baiknya jika yang dijadikan ilustrasi bukan kegiatan pramukayang terdapat ikhtilat di sana. Ikhtilat tanpa uzur syar’i
    .

  • Al Azzam Zinedine Prasastian

    islam indonesia jgn disamakan dengan islam arab

    • abuzinad

      aL Quran khUSuS org Arab ya …, ketetapAN aGAMA YG ‘haraM_haram” BuaT araB tp yg hALal_HAlAL BuaT INdoNeSia ? …. gitu??

      EMaNgnYA fatwa ulaMa@ di ATAS KHusus org2 aRab >>> ? sok tau bro

      • captainc

        karena diatas itu ulama arab yang membuat keputusan berdasarkan budaya mereka juga. budaya kita thn 60-80 an perempuan masih bisa mandi di kali tanpa takut diperkosa muslim wahabi.

        • abuzinad

          Sotoy ah … tepuk tangan itu sudah ada di Arab sejak zaman dulu, makanya ayatnya juga ngasih tau zaman dulu di Baitullah mereka bertepuk tangan dan bersiul, nah di Baitullah itu maksudnya apa? di Arab bukan? Tepuk tgn budaya di Indonesia juga, lalu diluruskan oleh Nabi dgn takbir dan subhanallah ..

          Kalo bukan ulama Arab dulu, dari mana ulama Indonesia belajar? Apa dr ulama Amerika Serikat? mikir dikit nape …

          Jgn kalo ada HARAM dan LARANGAN, ente bilang larangan itu budaya ARAB …

          Tapi giliran yg enak2, ente bilang Ini budaya indonessia …

          Kenapa gak sekalian ente bilang ISLAM juga budaya Arab? masya Allah!

          • captainc

            akhirnya ada otaknya, lalu kenapa ustadz diatas menulis isu remeh seperti ini?

          • Bocah Ganteng

            He he he koplak kuadrat .., tulisan di atas by request, gara2 ada yang nanya, dan ini memang kolom konsultasi, bukan inisiatif ustadznya bikin tulisan ini … urusan agama gak ada yang remeh bos, bagi ente memang remeh, tp bagi org yg pengen tau hukum agama semuanya menjadi penting

          • abuzinad

            Koment2 sampeyan ringan, renyah, gaul, dan tepat sasaran …. mantab!

          • captainc

            sesama wahabi saling sundut sumbu petasan , kalian.

          • Amy Renavion

            terserah lah, yang penting sudah diberi tahu tentang kebenaran, namun engkau menolaknya, ya silahkan saja itu tidak masalah. karena semua manusia itu mempertanggungjawabkan perbuatanya sendiri-sendiri.

            jadi ingat tentang ayat di Al-qur’an “Janganlah melakukan hal yang kamu tidak ketahui, sesungguhnya setiap amal perbuatan manusia mempertanggungwajabkan sendiri-sendiri.” kalau ngga salah sih seperti itu. klw ngga percaya silahkan cari sendiri di Al-Qur’an.

            *Jadi orang jgn males nyari & baca !!!!! + jgn Taqliq buta (Ikut-ikutan)

          • captainc

            itu sudah saya ketahui ayatnya, makanya si penanya soal tepuk tangan ini, tipe orang yang ikut2an saja atau sudah mengkaji sendiri, soal remeh begini saja sampai takut murtad, dasar muslim somplak.

          • Amy Renavion

            hai manusia..
            ada pertanyaan yang saya tanya belum dijawab. !

            sekarang saya ajukan lagi
            “Wahabi itu apa ?”

          • captainc

            semua muslim ekstrim mengikuti ajaran wahabi atau deobandi, semua muslim sufi mengikuti kejawen abangan atau NU atau JIL. yang lurus gak ikut2an aliran. buat apa main definisi2 buku segala macam, untuk orang awam yang mesti bergaul dengan orang2 ini, klasifikasi sederhana ini saja cukup.

          • Amy Renavion

            yare…. ane tanya wahabi itu apa ?

            tee… ko’ malah yg jawab yang lain (@_@ ;;

          • abuzinad

            Alhamdulillah otak sy sering kepake …. dan wahyu Alloh juga, tp kalo sampeyan? Sy gak tau deh ….

        • Amy Renavion

          Adeuuh…. emang kamu tahu WAHABI itu Apa ??

          Terus WAHABI itu artinya apa ???

          Memangnya Hadist (Perkataan Nabi) berdasarkan Budaya ?
          Bukan-kah Nabi itu sebagai pemberi peringatan dan Pemberi kabar gembira kepada seluruh umat manusia ?

          Lantas kalau emang berdasar budaya orang Arab apakah gunanya untuk seluruh umat manusia yang memang berbeda-beda budayanya ?

          • captainc

            kalian ini ngerti gak sih agama islam, apa sih yang diperlukan dari Allah agar manusia selamat di akhirat? apakah melihara jenggot, pake celana jinggrang? muka selalu mumet gak pernah senyum? makan korma? naik onta sebelum wafat?

          • Amy Renavion

            mmhhh su’uzan saya : sepertinya pemikiran ente seperti orang-orang yang mengaku sufi, yang berpikiran Allah itu udah ada di hati kita maka oleh karena itu cukuplah dengan mengimaninya dalam hati

            Husnuzan saya : semoga orang ini diberi hidayah

          • captainc

            ini lagi cuma main tebak aja. coba jawab pertanyaan saya, apa hukum orang murtad islam?

      • sansan

        betulkan dulu tulisan mu bro, pusing saya bacanya

    • Nur Rohmat

      mau arab, mau indonesia, islamnya sama kok mas..

  • captainc

    ustad, kalau yang haram itu hanya di alquran, kalau anda mengada2kan,maka anda tidak beda dengan pendeta yahudi yang dikutuk allah.

    • abuzinad

      gak jelas nih, ngomong apa sih … ulama yg mengharamkan juga pake alasan al quran malah ada 3 alasan tuh, belum baca tp udah kasih komentar ya begini nih .. ngawur

      • captainc

        mana ada ayat qur”an di artikel diatas dasar ustad budak hidung betet. otak dipake mikir jangan dipake untuk nyumpel lobang hidung etnis hidung betet pujaan loe. coba baca semua tafsiran ulama2 politik hidung betet. tahu gak tafsiran ulama dengan wahyu? kalau gak sudah memuja hidung betet pasti gak bisa melawan hujah tuannya.

        • Bocah Ganteng

          Gubraak!! … mata ente buta ya? Itu ayat ama hadits dibeberin, pndapat ulama mah cuman penjelasan doang .. koplak kuadrat!!

          • Nur Rohmat

            halah mas, ngeti agama kok buta2in orang.. keep woolessss

          • abuzinad

            Sabar bro ……. kal memang buta mau diapain lg? Liat komen2 org ini, apakah dia cukup sopan? Ato kasar thdp org yg berilmu?

          • Amy Renavion

            betul bro sebetulnya omongan dia itu cuma karena doktrin orang lain. dan dia itu ngga sopan, jadai ngga pantes kalau dia dianggep orang berilmu.

            Ini mah kerjaannya korban JIL (Jaringan Islam Liberal)
            liat aja sendiri, ditanya WAHABI artinya apa dia ngga jawab, dan dia nyebut-nyebut Wahabi, bardaendi, Nu, Muhammadiyah, Sufi dst.

            Nah dari situ saya udah bisa ngebaca kalau orang ini adalah korban dari Oknum JIL(Jaringan Islam Liberal),
            karena saya pernah ketemu sama orang yang jadi korban doktrinasi oknum JIL dia cuma make potongan ayat dan apa yang ditanya justru malah ngelantur kemana-mana dan dia bilang kalau dia itu ngikut alur,….
            Lah alur bagaimana ? bukannya seharusnya kalau yg ditanya murtad ya jawabannya harus mengenai murtad, kalau ditanya hadits ya jawabannya ya harus mengenai hadits Betul kan ?
            emang sih korbannya ngga ngakuin kalau dia JIL, tapi secara tidak sadar dia sudah kena imbas dari Doktrinasi oknum JIL.

            ini mah salah satu kerjaannya Amerika-Israel biar/supaya bagaimana orang Islam bukan hanya keluar dari agamanya melainkan jauh dari Agamanya

            ini nih salah satu upaya biar kita jauh dari hadist
            dah lah ngga usah diladenin, cuma bikin panas mata sama hati doang.

          • captainc

            ok, diatas ada 1 ayat qu’ran, tapi itu bukan berarti tepukannya haram, itu maknanya Allah menyamakan ibdaha mereka hanya bunyinya saja, setiap agama samawi ada tata cara ibadahnya.

          • Amy Renavion

            wah sepertinya status keislaman dan pemahaman orang ini patut dipertanyakan ????

          • captainc

            ???? baru masuk islam dari kejawen saja sudah belagu

        • Amy Renavion

          yeehhh…. Hadist/As-Sunnah adalah termasuk penjabaran dari ayat-ayat yang ada di Al-Qur’an.

          Maksudnya walaupun di Al-Qur’an tidak diterangkan secara jelas tetapi ada ayat yang berhubungan dengan hal / masalah bertepuk tangan.

          • captainc

            ok, kalau gitu apa hukuman untuk orang murtad? bahkan apa hukumnya membukukan hadiths?

          • Amy Renavion

            hukum orang murtad

            1. diminta bertobat dalam jangka waktu 3 hari, kalau tobat maka dibebaskan dari hukuman

            2. jika menolak bertobat maka wajib membunuhnya (“Barangsiapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud)) [maksud ..bunuhlah dia.” ada penjelasan lain yang terperinci lagi, jadi jgn langsung diterjemahkan secara awam]

            3. hartanya sebelum dia murtad akan ditahan dan akan dikembalikan jika dia bertobat

            4. jika tidak mau bertobat maka hartanya akan diperuntukkan bagi umat muslim

            5. orang murtad tidak berhak menerima/mewarisi harta dari saudaranya yang muslim

            6. apabila dia mati terbunuh atau mati saat dia murtad maka dia tidak di mandikan, di sholati atau tidak dikubur di kuburan orang-orang muslim

          • Amy Renavion

            hukum orang murtad

            1. diminta bertobat dalam jangka waktu 3 hari, kalau tobat maka dibebaskan dari hukuman

            2. jika menolak bertobat maka wajib membunuhnya (“Barangsiapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud)) [maksud ..bunuhlah dia.” ada penjelasan lain yang terperinci lagi, jadi jgn langsung diterjemahkan secara awam]

            3. hartanya sebelum dia murtad akan ditahan dan akan dikembalikan jika dia bertobat

            4. jika tidak mau bertobat maka hartanya akan diperuntukkan bagi umat muslim

            5. orang murtad tidak berhak menerima/mewarisi harta dari saudaranya yang muslim

            6. apabila dia mati terbunuh atau mati saat dia murtad maka dia tidak di mandikan, di sholati atau tidak dikubur di kuburan orang-orang muslim

          • captainc

            itu dia dasar otak somplak,

            bagaimana hadiths bertentangan dengan qur’an 2:217, 5:54, 15:2-3, 10:99-100, 18:29, 27:92, 10:99, 10:100-102, 10:108, …. dst

            ngerti gak bagaimana hadiths dibukukan sampai skrg? ngerti gak kenapa ceramah2 banyaknya ngomong hadiths ketimbang qur’an?

          • Amy Renavion

            2:217 salah satu isinya tentang murtad
            5:54 isinya tentang murtad
            10:99-100 ini penggalan dari ayatyg berisi kisah nuh a.s, musa a.s, yunus a.s, untuk menjadi Tamsil Ibarat bagi manusia
            15:2-3 ini penggalan ayat dari Jaminan Allah terhadap kemurnian Al-Qur’an dan kejayaan Islam

            ayat yang ente cantumin dan seterusnya kagak ada yang nyambung satu sama lain

            ini sebenernya ngomong apa si ? nanya murtad yg diminta malah jawaban lain ?

            yeehhh.. pantesan ngambil ayat sepenggal-sepenggal dan ngga dibaca keseluruhan.

            saya tahu ini pasti Orang Liberal nih… kerjaannya.. cuma ngambil ayat sepenggal-sepenggal dan berusaha nyambung-nyambungin ayat ngga sebenarnya ngga ada hubunggannya sama sekali.

            Say No To JIL

          • Amy Renavion

            kalau hukum membukukan hadits tidak ada dalilnya
            dan kalau masalah ini adalah termasuk maslahah mursalah (kemaslahatan yang diabaikan)

            dengan cara memperhatikan sifat maslahah mursalah yang telah disyaratkan:

            – harus sesuai dengan tujuan-tujuan syari’at, jelas sekali bagi kita bahwa masalah ini tidak memiliki dalil khusus yang menetapkan maupun menolaknya,

            Tapi semuanya selaras dengan
            misi syari’at yang antara lain bertujuan menjaga Dien

          • Amy Renavion

            kalau hukum membukukan hadits tidak ada dalilnya
            dan kalau masalah ini adalah termasuk maslahah mursalah (kemaslahatan yang diabaikan)

            dengan cara memperhatikan sifat maslahah mursalah yang telah disyaratkan:

            – harus sesuai dengan tujuan-tujuan syari’at, jelas sekali bagi kita bahwa masalah ini tidak memiliki dalil khusus yang menetapkan maupun menolaknya,

            Tapi semuanya selaras dengan
            misi syari’at yang antara lain bertujuan menjaga Dien

          • captainc

            goblog, ngomong cuma ikut2an kiyai dukun, ustad ontanya doang.

  • Achmad Murtaco

    YANG PASTI tepuk tangan itu menyehatkan, karena ianya mengaktifkan syaraf yang ada ditangan kita, bertepuk tanganlkah setiap pagi agar pagi itu kita bersemangat, sehat dan optimis. Kalau tepuk tangan kita mrengganggu orang lain itu saya kira HARAM karena mengganggu orang namanya. Maklum saya orang AWAM secvhhhh….

    • Amy Renavion

      ZZZZzzz. Kalau tepuk tangan yg seperti itu mah lain lagi….

  • Sambel Sambel

    Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan.. maaf apakah kalimat tsb bermakna makna kias or lugas..sy msh awam agama namun sprt nya kalimat tepukan n siulan dlm kalimat tsb adlh bermain2 , meremehkan , tdk khusu’. dan dlm kalimat tsb mengandung unsur tekanan larangan bertepuk tangan or ber siul. mf itu hanya pendapat sy..mungkin ada ustazd2 laen yg mo menambahkan. silakan

    • Bocah Ganteng

      Ayat koq ditafsirkan seenaknya aja, tanya kepada ulama tafsir atau baca di kitab2 tafsir, gak ada yg pemahamannya kaya ente

      • Nur Rohmat

        masa??? emg pemahaman ente seperti apa??

        • Fajar Santoso

          bener bocah ganteng broo ,, pendapat ahli tafsir yang langsung dari nabi yang dapat diterima bukan dari orang asal 2 an..

    • Amy Renavion

      Baitullah = Rumah Allah

      Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan.
      masksudnya coba lihat cara beribadah orang yahudi / Nasrani yang tinggal dekat Baitullah (Masjid Al-Aqsha / Ka’bah) saat zamannya Nabi

  • Cowok Jadul

    Semuanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,
    Kita kembalikan saja kepada kepercayaannya dan hati kita masing-masing.
    “Agama itu bukan untuk diperdebatkan tapi diamalkan…..”

    • Bocah Ganteng

      Kalau keyakinan dan hatinya org berilmu dan tau dalil agama sih okelah, tp hatinya org awam dan ahli maksiat? Kalo semua masalah agama selalu ujung2nya “kembalikan kepada keyakinan dan hati masing2” lalu buat apa ada penjelasan nabi, rasul, sahabat, dan ulama? …

      • As She Kutubuku

        betul

        • Amy Renavion

          Benar itu, Lalu untuk apa ada-nya Hadist / Penjelasan Nabi, rasul , Sahabat serta Ulama..

          TOP Abiezzzz

      • abuzinad

        Tob banget ……

  • Aditia Putra Kurniawan

    tepuk tangan sih boleh2 aja. ga da yang melarang kok. kalo yang diatas itu kan tepuk tangan bagi cewe hanya untuk ketika sholat. tapi ketika momong anak, ketika bahagia, dll itu boleh. gitu aja kok repot. siul juga boleh2 aja. ga da yang melarang kok. ayat al-quran itu kan cuman menceritakan. bukan berarti melarang or yang lainnya. yang membikin itu larangkan kan pikiran manusia sendiri dalam mencari kebenaran dalam menafsirkan…

Lihat Juga

Upaya Untuk Khusuk Dalam Shalat