Home / Berita / Internasional / Asia / Terowongan Perlawanan, Taktik Sukses Hadapi Penjajah Zionis

Terowongan Perlawanan, Taktik Sukses Hadapi Penjajah Zionis

terowongan gazadakwatuna.com – Gaza. Pengumuman dari pihak Zionis tentang rincian terowongan yang disiapkan perlawanan di timur Khan Yunis dengan tujuan digunakan untuk menyandera serdadu Zionis atau untuk aksi-aksi perlawanan, menyingkap sisi taktik perlawanan sebagai bagian dari strategi mengadapi penjajah Zionis dan upaya untuk pembebasan para tawanan yang mendekam di penjara-penjara Zionis.

Pakar bidang informasi di Gaza, Iyad Fara, menegaskan terowongan ini membuktikan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah jenuh bekerja malam dan siang untuk menghadapi penjajah Zionis dan menyiapkan kerja untuk menghadapi setiap agresi ke Jalur Gaza terutama terhadap setiap kemungkinan operasi darat.

Fara mengatakan, “Pada kenyataannya, perlawanan Palestina hari ini membuktikan bahwa mereka adalah kuat dan berkembang maju, memiliki kemauan dan potensi sangat besar serta kerja dengan nafas panjang untuk persiapan konfrontasi dengan penjajah Zionis di dalam wilayah pendudukan dan dekat permukiman-permukiman Yahudi serta pos-pos militer, hal ini yang akan menyebabkan migrasi besar para pemukim pendatang Zionis dari wilayah selatan.”

800 Ton Semen Digunakan di Terowongan

Sesuai informasi yang diumumkan oleh komandan wilayah selatan pasukan penjajah Zionis, Jenderal Sami Turgeman, bahwa terowongan yang berhasil ditemukan hari Ahad (13/10), panjangnya mencapai 1,8 kilometer dan dalam pembangunannya menggunakan sekitar 25 ribu lempengan balok semen seberat 800 ton.

Turgeman mengatakan sejumlah prediksi menyebutkan bahwa gerakan Hamas sudah mulai membangun terowongan ini pada tahun 2011 dan pekerjaan selesai sekitar dua bulan lalu. Militer Zionis menemukan keberadaannya pada hari Senin pekan lalu.

Terowongan ini membentang dari daerah dekat Khan Yunis di Jalur Gaza sepanjang 1,5 kilometer di dalam wilayah Palestina. Dimulai dari sebuah rumah di kawasan tersebut. Sementara itu 300 meter terowongan berada di dalam wilayah Palestina terjajah tahun 1948.

Penggalian terowongan ini di daerah Gaza sedalam 22 meter dan di dalam wilayah Palestina terjajah 1948 sedalam 18 meter, meliputi jalur listrik, telepon dan dua lubang di bagian yang ada di wilayah pendudukan.

Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, tidak mau memberikan informasi terkait terowongan ini. Kecuali kicauan singkat jurubicara brigade yang menegaskan bahwa kehendak yang terukir di akal dan hati para pejuang perlawanan jauh lebih penting dari terowongan-terowongan yang digali di dalam tanah. Dia menambahkan, “Yang pertama mencetak ribuan yang kedua.” Ini berarti sebuah penegasan bahwa kerja ini dilakukan secara kontinyu dan terus-menerus.

Kinerja Berkualitas

Kebijakan Brigade al Qassam untuk terowongan sebagai bagian dari taktik perlawanan bukanlah hal baru. Al Qassam telah berinovasi dalam bidang ini selama bertahun-tahun lamanya, yang dilaksanakan melalui sejumlah aksi-aksi spektakuler dan berkualitas. Di antaranya adalah serangan pos militer Mahfudza sebelum penarikan militer Zionis dari Jalur Gaza dan aksi yang paling menonjol adalah penyanderaan serdadu Zionis Gilad Shalit yang berakhir dengan pembebasan lebih dari 1000 tawanan Palestina dari penjara Zionis.

Fara mengatakan, hal penting yang bisa disimpulkan hari ini dari ditemukannya terowongan baru ini adalah bahwa perlawanan Palestina sedang menyiapkan operasi besar dan meluas untuk penyanderaan serdadu Zionis dan pemukim Yahudi, dan juga bahwa konfrontasi yang akan datang bisa jadi hanya menggunakan roket saja, bahkan mungkin hanya konfrontasi darat pada basis pergerakan di tanah musuh dan di belakang barisan militer Zionis di perbatasan Gaza.

Pemimpin Redaksi Koran “Filistine”, Dr. Hasan Abu Hasyisy, menegaskan bahwa terowongan-terowongan itu telah menimbulkan bencana yang berdampak bagi penjajah Zionis. Itu menjadi sebab terpenting yang mempercepat penjajah Zionis keluar dari Jalur Gaza.

Dia menyatakan bahwa terowongan ini membuktikan bahwa perlawanan Palestina tidak pernah meletakkan senjata dan tidak pernah berhenti dengan adanya gencatan, namun terus bekerja memanfaatkan gencatan dalam menyiapkan, mengembangkan dan melakukan latihan dengan menanggung segala gangguan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Karena itu orang-orang yang tidak tahu mempertanyakan: di mana perlawanan, apakah mereka sudah meninggalkan senjata dan duduk-duduk di kantor ber-AC dan mengendarai mobil baru??!

Padahal mereka tidak pernah berhenti mengintai musuh! (pip/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 4,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

8

(Foto) Api Melalap Israel