Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Sendiri?

Sendiri?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com

Bukan Putri Malu,
Tapi Hatimu lebih sensitif dari Putri Malu,
Tak Perlu disentuh seseorang,
Karena Perasaan malu hadir dari Kepekaan Iman

Bukan sebatang Pohon yang tak memiliki Teman
Tapi Batang Selalu bersama dengan Akar di dasar
Lihatlah Pohon Kurma,
Ia tumbuh secara tunggal
Walau hanya Dengan akar tunggal
Tapi daun dan buahnya yang menemani kehidupan,

Saudariku,
Kau tak pernah Sendiri,
Dalam berjalan, Beraktivitas, Bersedih dan Bersuka Cita.
Walau kadang tak ada yang menanyai Kabarmu,
Yakinlah ada Allah yang selalu memperbaharui Setiap Kehidupanmu,
Walau Kadang Tak ada yang menghubungimu,
Sesungguhnya Doa-doa Kebaikan selalu tercurah untukmu.

Karena Sendiri Bukan berarti Sepi,
Bukan Berarti tak ada yang memperhati
Tapi itulah fase untuk terus memperbaiki diri
Karena Allah ingin menguatkanmu,
Mengencangkan Tali Imanmu.

Yakinlah kau tak Pernah Sendiri,
Karena kematian selalu mengiringi,
Malaikat pun selalu mengikuti,
Ketika goresan kebaikan dan keburukan kau buat.
Itulah sesungguhnya yang menemani.

Hakikat Kesendirian,
Ia hadir hanya di kehidupan nanti,
Ketika Malaikat Izrail mendatangi setiap Nyawa.
Ketika selama ini aktivitas duniawi menjadi landasan
Bekal takwa atau pembawa bencana.

Yakinlah, Kau tak pernah sendiri.
Karena Aku mencintaimu.
Untukmu Saudariku,
Yang Namamu selalu mengajarkan Bahwa hidup tak pernah sendirian

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 5,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Life Is Choice