Home / Berita / Nasional / Rudi Sang Penggembala Sapi

Rudi Sang Penggembala Sapi

Rudi Sang Penggembala Sapidakwatuna.comJika Anda bertemu seorang anak berambut pirang, berkaos yang tak lagi terang, dan berwajah riang di Dusun Koda Permai, Sumbawa Besar, sapalah ia dengan panggilan Rudi.

Ia adalah seorang anak yatim yang kesehariannya menggembala sapi bersama ayah angkatnya. Ya, memiliki ayah kandung adalah masa lalu baginya. Sejak lahir ia sudah ditinggal pergi oleh lelaki yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga. Ayahnya yang disebut-sebut berdarah Jawa sudah pergi tanpa nama. Ibu dan seluruh keluarganya lebih memilih untuk menyebut Rudi sebagai anak yatim. Ayahnya sudah pergi, paling tidak, dari kehidupan Rudi.

Sejak Juni, lima bulan lalu, Rudi tinggal bersama Dolah, “Mau ditaroh dengan kakeknya tapi kakeknya ndak mau. Terpaksa ibunya cari kerja ke Saudi. Terus diambil sama Pak Dolah,” ujar salah seorang ibu yang tinggal tak jauh dari tempat penggembalaan sapi. Dolah adalah panggilan akrab Pak Abdullah, Kepala Dusun Koda yang kini menjadi ayah angkat Rudi. Setiap hari Pak Abdullah menjadi penggaduh sapi RZ. Dari hasil penggaduhan sapi inilah kehidupan Rudi tercukupi sampai saat ini.

Sekolah nampaknya belum menjadi hal penting bagi Rudi. Sebelum tinggal bersama Dolah, Rudi berkali-kali tidak masuk sekolah. “Kemarin-kemarin sempat seminggu tidak masuk sekolah, terus dicari sama kepala sekolahnya, disuruh masuk lagi. Sekarang sudah masuk sekolah lagi,” tutur Abdullah. Ketiadaan orang tua membuat Rudi belum mengerti apa arti sekolah bagi hidupnya.

“Sekarang Rudi juga sekolah. Berangkatnya dari rumah pagi, kadang diantar pakek sepeda motor. Nanti pulangnya dijemput. Selesai makan, dia menggembala sapi sama saya,” ujar Abdullah. Rudi menggembala sapi bersama Dolah di sebuah lahan seluas delapan hektar. Saat  sore tiba, sapi-sapi yang ia gembalakan digiring untuk dimandikan di sungai dekat ladang. Takheran jika rambut Roni memerah. Kesehariannya adalah bermain dengan terik matahari. Jelang maghrib sapi-sapi itu dibawa untuk diberi minum dan disimpan di kandang.

Bagi Rudi, keluarga Abdullah adalah kehidupan baru. Sang Ibu pergi ke Saudi Arabia mencari penghidupan sebagai Tenaga Kerja Wanita. Setelah ditinggal sang suami tak ada lagi yang bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi adalah satu-satunya pilihan termudah.  “Ibunya kembali dua sampai tiga tahun lagi. Di sana ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” kata Abdullah.

Ketika ditanya soal cita-cita, Rudi hanya tersenyum, berlari, bersembunyi di balik Abdullah. Cita-cita menjadi hal asing dalam kehidupan Rudi. Namun, Abdullah tak ingin melepas  anaknya tanpa harapan. “Rudi kalau sudah besar akan jadi guru,” ujar Abdullah. Tuhan menciptakan ayah dan ibu kandung sebagai wali bagi anak-anaknya. Namun, kini ayah angkat juga dapat menjadi malaikat bagi Rudi. (rz/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pemeriksaan Kesehatan di Posko Mudik PGN - RZ. (rena/RZ)

Posko Mudik PGN dan RZ Targetkan 3000 Penerima Layanan