Home / Berita / Nasional / Setelah Berhaji, Kopiah Hitam Berganti Peci Putih ala Saudi

Setelah Berhaji, Kopiah Hitam Berganti Peci Putih ala Saudi

petugas hajidakwatuna.com – Yogyakarta. Umat Islam Indonesia yang sudah menunaikan ibadah haji mudah menanggalkan simbol artefak Islam Indonesianya. Salah satunya mereka yang baru pulang dari tanah suci akan menangganti peci hitam khas Indonesia, dengan peci berwarna putih ala Arab.

Pernyataan itu disampaikan Dirjen Kebudayaan kemendikbud, Kacung Marijan, pada seminar Milad Universitas Islam Nergeri (UIN) Sunan Kalijaga ke-62 ‘Sunan Kalijaga dan Kebudayaan Bangsa’ di Yogyakarta, Kamis (10/10).

Dijelaskan Kacung, artefak Islam Indonesia adalah peci hitam. Ketika berangkat haji mereka mengenakan peci hitam, namun sepulang haji peci hitam tersebut telah berganti putih ala Arab.

“Padahal orang Arab senang dengan peci hitam Indonesia. Ketika saya berkunjung ke Arab mengenakan peci hitam, orang Arab berebut meminta peci hitam saya,” kata Kacung.

Celakanya, lanjut Kacung, ketika pulang kampung orang yang baru berhaji dan tidak mengenakan peci putih ala Arab, dinilai belum berhaji secara artefak.

“Kalau saya, lebih suka pakai peci hitam. Tapi saat ini saya sedang mencari dalil apakah shalat pakai peci warna putih itu lebih afdol di banding pakai peci hitam,” tutur Kacung.

Implikasinya, kata Kacung, belakangan ada benturan kultural dalam ‘pengislaman kembali’ umat Islam Indonesia yang baru pulang haji. “Terasa belum Islam jika belum menggunakan simbol-simbol versi Arab,” sebut Kacung.

Karenanya, ia merasa perlu mengkaji sejarah kebudayaan Islam di Indonesia. Sehingga masyarakat dapat mengetahui kebudayaan Islam Indonesia berdasarkan sejarah yang benar. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • abu syahdan

    Yang persoalan sebenarnya bukan pada PECI-nya Pak, tapi pada TINGKAH LAKU dan PERBUATAN yang penting. Mbok yao setelah pulang Haji dapat membawa perubahan yang signifikan gituh buat bangsa ini. Masa setiap tahunnya berangkat 250.000 orang melaksanakan ibadah haji gak membawa perubahan apa-apa, eh malah terus terpuruk dan beberapa dari mereka yang sudah berpredikat haji juga tambah memalukan kelakuannya. Jadi menurut saya PECI mah gak penting pak gak pake PECI juga gak apa-apa lah. Yang penting setelah jadi HAJI tambah BERBOBOT MUATAN AGAMANYA juga CARA HIDUPNYA!

  • abu syahdan

    Yang persoalan sebenarnya bukan pada PECI-nya Pak, tapi pada TINGKAH LAKU dan PERBUATAN yang penting. Mbok yao setelah pulang Haji dapat membawa perubahan yang signifikan gituh buat bangsa ini. Masa setiap tahunnya berangkat 250.000 orang melaksanakan ibadah haji gak membawa perubahan apa-apa, eh malah terus terpuruk dan beberapa dari mereka yang sudah berpredikat haji juga tambah memalukan kelakuannya. Jadi menurut saya PECI mah gak penting pak gak pake PECI juga gak apa-apa lah. Yang penting setelah jadi HAJI tambah BERBOBOT MUATAN AGAMANYA juga CARA HIDUPNYA!

  • Marliyus Nanank

    maklum aja mas di indonesia pergi haji bukan hanya sekedar memenuhi panggilan ALLAH ,seringkali berhaji jadi ajang pamer mampu secara ilmu agama dan harta.makanya banyak yg pergi haji tapi tidak berubah kelakuannya.orang indonesia lebih suka kemasan mas daripada isi.

  • Marliyus Nanank

    maklum aja mas di indonesia pergi haji bukan hanya sekedar memenuhi panggilan ALLAH ,seringkali berhaji jadi ajang pamer mampu secara ilmu agama dan harta.makanya banyak yg pergi haji tapi tidak berubah kelakuannya.orang indonesia lebih suka kemasan mas daripada isi.

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan, hingga saat ini, visa jamaah haji  gelombang dua mendatang belum semua selesai. (kabarmakkah.com)

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai