Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dengki, Menjemput Penyakit

Dengki, Menjemput Penyakit

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

ilustrasi-senyum-bahagia-dengkidakwatuna.com Biasanya seorang yang berada dalam kondisi serba kecukupan, cukup wajah, cukup postur tubuh, cukup materi, cukup popular, cukup ilmu, dan lain-lain, maka ia merasa dirinya sudah berada di pusat perhatian segala sisi kehidupan. Ketika ia mengetahui dan menyadari bahwa masih ada yang melebihi kecukupannya tadi, maka ia akan rentan di serang penyakit dengki jika tidak pandai-pandai mengelola perasaannya.

Sebab datangnya dengki sangat banyak dan sangat cepat merasuki jiwa seseorang. Jika ia mampu cepat-cepat mengusirnya, selamatlah ia dari akibat yang di timbulkan oleh dengki, namun jika ia menerima serangan dengki itu ke dalam hatinya, jadilah akibat yang panjang bagi dirinya sendiri.

Di antara akibat yang panjang dari membiarkan masuknya dengki ke dalam hati adalah:

  • Tidak bisa tenang jika melihat yang di dengki lewat atau mendengar berita baik tentang nya, tekanan darah jadi tidak stabil, nafas lebih kencang, dan hasrat ingin menggunjingnya jadi meningkat.
  • Waktu yang ada di hari-hari jadi tersita dan pikiran terbagi karena selalu memikirkan tentang perkembangan terbaru orang yang di dengki.
  • Pahala dari amalan-amalan baik yang telah di buat jadi terkikis seiring lamanya proses dengki bersemayam di hati kepada orang lain.
  • Tidak bisa tidur malam karena sibuk memikirkan orang yang di dengki, seperti terus bertanya-tanya sendiri “Apa maunya? Bagaimana bisa dia begitu? Dasar tidak tahu diri”. Dan lainnya.
  • Jika sudah sulit tidur malam, biasanya lambung akan terganggu dan akibatnya selera makan juga akan terganggu.
  • Jika sudah tidak selera makan, maka asupan gizi untuk tubuh mulai berkurang dan mengganggu sistem peredaran darah dan sistem kerja tubuh.
  • Jika sistem tubuh sudah tidak stabil, maka kinerja otak terganggu, kerja jantung terganggu, dan semua organ tubuh ikut terganggu.
  • Jika semua organ tubuh sudah terganggu maka datanglah satu persatu penyakit di tubuh.
  • Jika sudah sakit, maka harus ke dokter untuk periksa dan tebus resep, bahkan kadang harus bolak-balik berulang kali ke dokter, semuanya menyita waktu dan uang.

Seperti itulah akibat panjang yang di timbulkan oleh dengki jika di biarkan masuk ke dalam hati. Selain merugikan karena menyita banyak waktu, juga menjadikan tubuh yang sehat menjadi sakit. Sebelum virus dengki berkembang lama di dalam hati, segeralah usir dengan cara mengingat keadilan Allah swt, serta beristighfar sebanyak-banyaknya.

Banyak jalan bagi dengki untuk dapat mudah masuk ke dalam hati manusia, virus dengki beterbangan mengintai hati manusia di tiap saat dan di tiap hari. Kuncinya adalah syukuri keadaan kehidupan kita dan selalu ingat bahwa semua yang ada pada orang lain adalah juga karunia pemberian atas kebijaksanaan Allah SWT.

Semoga bermanfaat ya…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Echiey Hisaan
Direktur Rumah Tahfidz Ababil dan Aktivis. Pekanbaru.
  • Heri Setia Budi

    bagus

  • Heri Setia Budi

    bagus

Lihat Juga

Pendidikan Pemuda dan Penyakit Sekolahisme