Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Hindarilah Su’uzhan

Hindarilah Su’uzhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (endless-paradise.co.cc)
Ilustrasi (endless-paradise.co.cc)

dakwatuna.com “Begitulah orang kalau jauh dari Allah”.

Deg … Astaghfirullah.

Bagaimana bisa orang yang memiliki pemahaman sedemikian baik menjudge orang lain tanpa tahu pasti kebenarannya bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan dia tidak mengetahui sama sekali keseharian orang yang di judge, kenal pun tidak lalu bagaimana bisa menilai seseorang “jauh dari Allah” dengan begitu mudahnya hanya karena tontonan dari media yang masih belum diketahui kebenarannya.

Itulah gambaran sebagian dari kita ketika menanggapi sajian media baik itu cetak ataupun elektronik yang saat ini marak menyajikan berita-berita yang sedang hot. Tak jarang penilaian itu datang dari orang yang memiliki latar belakang keagamaan dan keilmuan yang baik namun tidak tercermin dalam sikap kesehariannya. Benar adanya tak ada manusia yang sempurna di dunia ini tapi alangkah indahnya jika pemahaman yang kita miliki menjadi penuntun sikap dan akhlak yang sangat mungkin menjauhkan kita dari su’udzon terhadap orang lain atau setidaknya tidak sembarang menilai sebelum mengetahui kebenaran dari suatu masalah. Karena hakikatnya kebenaran itu tidak hanya datang dari yang orang segolongan dengan kita lantas serta merta kelompok dan golongan lain salah.

Cobalah untuk mencermati masalah dan menilainya secara objektif agar kekaguman dan kewibawaan kita di hadapan orang lain tak luntur begitu saja hanya karena kita salah mengambil sikap dalam sebuah masalah…

Bukankah amal ibadah dan kedekatan makhluk dengan sang Khaliq hanya akan menjadi urusan orang tersebut dengan Tuhannya. Siapa kita hingga bisa dengan mudah berkata demikian???

Apa karena dia tidak segolongan dengan kita?

Coba bayangkan jika yang tertimpa masalah itu adalah orang yang notabene segolongan dengan kita?

Tak ada kebaikan dibalik sikap buruk sangka (su’udzon) pada orang lain karena itu Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 12:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujuran: 12)

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus yaitu mencari-cari kesalahan atau kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka buruk.

Emas tak kan berubah meski berada dalam kubangan lumpur sekalipun dan lumpur juga takkan pernah menjadi emas meski ia berada dalam gumpalan emas. Dengan kuasa-Nya Allah akan menunjukkan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah.

Semoga kita semua terhindar dari berprasangka buruk terhadap siapapun.

Jika pun benar orang lain salah, apa hak kita mengatakan hal yang sedemikian tak terpuji, bukankah indah jika kemudian kita saling mendoakan dan memohon ampunan pada Allah aza wajalla atas segala salah dan dosa kita selama ini dengan tetap menjadikan kesalahan orang lain sebagai pelajaran yang layak diambil ibrahnya.

Semoga menjadi pengingat bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi semua pembaca…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Martini
Organization