Home / Pemuda / Essay / Ikhwa Sepotong lagi “Galau”

Ikhwa Sepotong lagi “Galau”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Ukhti, kita akan bersama suatu saat nanti, kita menikah dan hidup bersama. Hingga terjalinlah hubungan yang tak diharapkan akibat komunikasi yang berjalan setiap hari dan setiap waktu. Di sisi lain sang ikhwa menjalin hubungan yang dianggapnya syar’i demi mencari calon istri yang terbaik menurut caranya. Hampir semua akhwat yang kinclong dan menonjol didekati olehnya. Sms, telepon dan kata-kata mesra pun bergelayut dari bibirnya dengan mengumbar-ngumbar harapan dan janji palsu semata. Ternyata….dia adalah ikhwa sepotong atau itong yang lagi galau. Fenomena rasa memiliki yang menghadirkan dirinya menjadi ikhwa sepotong.

Yakinlah Jodoh Terbaik Pasti Ada

Seseorang hadir di hidupmu, karena sebuah alasan, dia datang menawarkan kebahagiaan dan juga kekecewaan. Kadang ada yang hanya datang menyapa saja, tetapi ada pula yang sudah jauh melangkah. Mereka datang silih berganti meninggalkan kenangan yang terkadang perih. Namun, percayalah, akan ada seseorang yang datang dan menetap sepanjang masa hidupmu. Allah sengaja membiarkanmu bertemu dengan beberapa orang yang salah, sebelum akhirnya mempertemukanmu dengan orang yang tepat agar kamu bisa mensyukuri karunia-NYA dan bisa belajar dengan semua kesalahanmu. Jangan pernah menganggap sakit hatimu sebagai cara untuk menjauhi indahnya hidup. Tapi, jadikanlah sakit hatimu sebagai pelajaran yang sangat berharga dalam hidupmu. Yakinlah Allah telah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu.

Fenomena ikhwa sepotong ini banyak yang menggerogoti hati para akhwat yang sejati hanya bisa menunggu akan datangnya lamaran yang datang ke rumahnya. Rasanya begitu dahsyat dan sangat senang bukan kepalang, ketika ada seorang ikhwa yang hadir untuk memintanya menjadi seorang pendamping hidup, namun dengan cara yang tidak syar’i. Senangnya sangat tak terkira hingga si akhwat pun lupa diri dengan aturan yang islami. Percaya bahwa janji yang melebihi batas kewajaran, mulai dari setahun, satu setengah tahun, dua, tiga tahun dan seterusnya akan menghalalkan hubungan kalian.

Janji-janji palsu yang terus dilontarkan seorang ikhwa. Para akhwat, seharusnya menjaga diri dan sabar dalam menanti kehadiran sang pujaan hati atau pangeran surgamu itu merupakan cobaan yang diberikan oleh Allah terhadap keimanan seorang hamba. Maka, jagalah izzah atau kehormatanmu dari berbagai ajakan lelaki yang berjanji terlalu banyak dengan bualan dan harapan yang sama sekali hampa. Mungkin saat ini, kau sedang risau karena kehadiran penyempurna dienmu tak kunjung hadir di hadapanmu, namun yakinlah Allah telah memberikan seseorang yang tepat untuk mendampingi hidupmu di dunia ini dan mengarungi samudera kehidupan bersama. Perlu juga dirimu ingat bahwa kegundahan akibat lamanya menantikan jodoh juga dialami para ikhwa, namun mereka tidak begitu heboh dan panikan seperti halnya perempuan.

Bisa jadi, kalau jodohmu saat ini tidak kunjung hadir itu terjadi karena posisimu belum pantas mendampinginya karena dirinya telah bernilai di hadapan Allah dengan nilai yang lebih tinggi darimu dan yang sesuai dengan ukuran keimananmu yang terbaik. Misalnya sang calon bidadara surgamu telah mendapatkan nilai 9 atau 9,5, namun dirimu masih bernilai 6 ataupun 7 di hadapan Allah, maka Allah menginginkan dirimu memperbaiki keimanan dan ketaqwaanmu terhadap-Nya agar kualitas keimanan kalian menjadi sepadan dan bisa menjadi hal yang saling menguatkan ketika tiba saatnya untuk menghalalkan hubungan.

Jadi tidak perlu risau akan kehadirannya, yang perlu dirisaukan adalah, engkau segera perbaiki diri, berniat diberikan yang terbaik dan perbaiki dirimu serta tingkatkan kualitas keimanan dan ibadahmu di hadapan-Nya. Insya Allah jodoh akan datang segera ketika hati, jiwa dan ruhiyahmu telah setara dengannya. Tak perlu galau apalagi percaya begitu saja dengan kehadiran Ikhwa Sepotong atau Itong yang menggelayuti pikiran hingga membuat anganmu menari-nari berpikiran bahwa dirinya yang terbaik, sebab jodoh yang datang tak pernah terduga siapa, kapan dan dari mana ia berasal. Semua perjalanan menuju pertemuan itu menjadi misteri yang sangat dinanti-nanti kehadirannya. Selamat memperbaiki diri akhwat fillah, yakinlah agar dirimu berharga untuk seorang bidadara yang terbaik yang telah tertulis di Lauh Mahfudz.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.
  • naia athiyah

    mantap, ukhti NabilaHurin…

  • Wiwiet Gesty Utami

    semoga bisa terus memperbaiki diri hingga ruh ini dicabut…thx to Allah..

Lihat Juga

Ketika Dakwah Bermuhasabah: Saat Binaan Ingin Menikah, Bijaklah Wahai Murabbi