Home / Berita / Nasional / ICRS: KPI Harus Proaktif Awasi Program Dakwah di TV

ICRS: KPI Harus Proaktif Awasi Program Dakwah di TV

Acara Sahur di Televisi (inet)
Acara Sahur di Televisi (inet)

dakwatuna.com – Yogyakarta. Komisi Penyiaran Indonesia harus proaktif mengawasi program dakwah di televisi agar lebih berkualitas dan mengurangi komodifikasi agama, kata peneliti Indonesian Consortium for Religious Studies Dicky Sofjan.

“Program dakwah di televisi yang kian menjamur saat ini memberi dampak pada pendangkalan terhadap ajaran agama,” katanya pada seminar `Agama dan Televisi di Indonesia`, di Yogyakarta, Rabu.

Bahkan, menurut dia, program acara tersebut dinilai melakukan upaya komersialisasi agama, karena seorang dai dan daiyah dimanfaatkan untuk mempromosikan produk industri.

Ia mengatakan acara dakwahtainment dilihat dari sisi konten terdapat permasalahan norma dan etika karena isu agama yang diangkat itu tidak mengena pada kebutuhan umat.

“Selain itu, juga tidak mengena pada permasalahan objektif terhadap persoalan kemiskinan dan kebodohan. Program acara tersebut lebih banyak tontonan daripada tuntunan,” katanya.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Idy Muzayyad mengatakan, acara dakwahtainment di televisi saat ini lebih banyak memasukkan unsur komedi, bukan pada unsur agama. Hal itu menimbulkan bias.

Menurut dia, selama bulan puasa atau Ramadhan 2013, enam program acara pada empat stasiun televisi telah diberi peringatan oleh KPI.

“Peringatan itu diberikan KPI karena program acara Ramadhan yang ditayangkan empat stasiun televisi tersebut dianggap mengganggu kekhusyukan umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan,” katanya. (antara/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • okabasi doma

    Semua kejadian yg merendahkan nilai luhur Islam, akan berakir setelah Islam dimenangkan diatas agama-agama, maksudnya pada saat nantinya, semua manusia dengan masing negaranya/bangsanya–suka tidak suka, benci tidak benci– merujuk/mengacu ke hukum/undang undang Tuhan, yakni Al Quran dan Al Hadis. Kapan? hanya Dialah, Allah SWT yg maha mengetahuinya. Semua ada gilirannya, dimana saat ini manusia mungkarrah sedang berada diatas.

Lihat Juga

Ilustrasi. (areasalute.it)

Rahmat Bagi Semesta NKRI dan Sentimen Irasional Agama di Dunia

Organization