Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Spiritual Teaching Agar Guru Senantiasa Mencintai Pekerjaan dan Anak Didiknya

Spiritual Teaching Agar Guru Senantiasa Mencintai Pekerjaan dan Anak Didiknya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Spiritual Teaching Agar Guru Senantiasa  Mencintai Pekerjaan Dan Anak Didiknya".
Cover buku “Spiritual Teaching Agar Guru Senantiasa Mencintai Pekerjaan Dan Anak Didiknya”.

Judul buku : Spiritual Teaching Agar Guru Senantiasa  Mencintai Pekerjaan Dan Anak Didiknya
Penulis: Abdullah Munir
Penerbit: Pustaka Insan Madani
Terbit: 2010
Tebal: 144  Halaman

dakwatuna.comGuru memang salah satu jenis profesi yang sudah ada sejak lama, sangat tua, setua usia peradaban umat manusia sendiri. Tampaknya, secara mudah dapat disimpulkan bahwa kelangsungan peradaban umat manusia amatlah bergantung pada kualitas guru. Bagaimanapun wajah generasi dan kehidupan masa depan ditentukan oleh bagaimana guru mendidik murid-muridnya.

Sebuah petuah kebajikan menyebutkan, “Pengalaman adalah guru terbaik”. Jika ingin menapaki setiap jengkal kehidupan secara bermakna, setiap orang mesti belajar dari pengalamannya sendiri, berhasil atau gagal. Dengan begitu, setiap orang selalu dituntut untuk mampu menjadi guru, minimal menjadi “guru” bagi dirinya sendiri. Namun demikian, memang tidak semua orang mampu menjadi guru bagi orang lain.

Di dalam buku ini, penulis mengajak para guru untuk terus-menerus berusaha meningkatkan semangat kerjanya. Penulis tidak hanya memotivasi para guru untuk bekerja secara profesional dan berkompetensi tinggi, namun juga mendorong guru untuk bersikap “spiritual”. Artinya, menjalankan profesi guru sebagai sebuah profesi yang mulia, agung dan suci. Lebih jauh, dengan sikap demikian, guru juga dituntut untuk mengerti. Bila ingin sukses dalam mendidik, guru meski melakukan proses alih ilmu kepada anak didiknya dalam kerangka pengabdian kepada Allah SWT sebagai Sang Maha Pemilik Ilmu.

Guru hanyalah manusia biasa, pernah capek, lelah dan bahkan karena kelelahan tersebut mudah terpancing dengan tidak terkontrolnya emosi di hadapan siswa. Sebuah kekuatan yang diperoleh ketika mendidik dengan cinta adalah dengan menguatkan spiritual seorang guru di hadapan sang Maha Pencipta alam semesta. Sebab, hanya Dia yang mampu membuat kita menjadi manusia yang kuat dan dapat mempengaruhi orang yang ada di sekitar kita termasuk siswa kita. Kekuatan spiritual atau iman sangat penting ketika mengajar, karena ketika iman ataupun spiritual kita terkontrol dengan baik, maka apa yang kita ajarkan kepada siswa akan cepat terserap di otak mereka dan mereka menjadi paham akan arti materi yang dibawakan oleh gurunya. Menjadi guru adalah investasi kita di hari kelak nanti, selain termasuk amal jariyah kita terhadap ilmu yang kita berikan, juga apa yang kita ajarkan bisa menjadi bekal dan membekas dalam diri mereka. Itulah intinya seorang pendidik, tidak hanya sekadar mengajar dan menyampaikan materi semata, tapi persiapan yang penting juga adalah spiritual yang baik dengan cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Buku ini adalah penguatan kepribadian guru agar selalu mencintai dan mengembangkan cinta dan kasih sayang kepada anak didiknya karena menjadi pengajar bukan hanya bisa mengajar saja tapi lebih dari itu sebagai seorang guru harus bisa menjadi panutan bagi anak didiknya. Dan buku ini layak dibaca sebagai seorang guru yang selalu ingin menjadi pribadi yang semakin baik.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nabilah Hurin
Guru SDN 4 Dendang Belitung.
  • wawan

    gmana cara beli bukunya nih

  • naia athiyah

    mau dong buku ini…

Lihat Juga

Cinta Adalah Memberi