Home / Berita / Daerah / Umat Islam Jangan Golput

Umat Islam Jangan Golput

golputdakwatuna.com – Gorontalo. Umat Islam tidak boleh golput demi suksesnya pelaksanaan Pemilu 2014 yang tidak lama lagi akan digelar. Demikian disampaikan Mansur Basir dari Kanwil Kemenag Gorontalo.

Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo berharap umat Islam tidak memilih golput pada pemilu 2014 mendatang. “Banyak alasan mengapa umat Islam tidak boleh golput dalam pemilu, salah satunya akan mempersilahkan orang lain yang tidak memiliki kapasitas untuk memimpin,” kata Mansur Basir, dalam acara KPU “Goes to Campus” di Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Alasan lainnya, kata dia, akses komunikasi politik menjadi buntu sehingga kebijakan yang lahir tidak aspiratif.

Di sisi lain, suka atau tidak suka masyarakat harus tetap taat kepada aturan negara. Menurutnya, dalam pandangan Islam ada hubungan erat antara politik dan Islam yang tampak pada isu kevakuman kepemimpinan setelah Rasulullah wafat.

“Berbagai pandangan ulama seperti Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa, mengangkat seorang pemimpin adalah suatu keharusan. Pemilu adalah satu cara yang ditempuh untuk memilih pemimpin,” ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa atau pemilih pemula.

Dalam kaidah hukum Islam, lanjutnya, terpilihnya pemimpin yang adil adalah tujuan, sedangkan pemilu adalah alat (wasilah). Hukum wasilah sama dengan hukum meraih tujuan. Sementara hukum golput dalam Islam adalah haram jika bermaksud menggagalkan pemilu, “makruh” jika bersikap acuh tak acuh, “mubah” jika tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang orang yang akan dipilih. “Golput menjadi wajib bila keseluruhan calon yang akan dipilih bersepakat untuk membuat bencana bagi bangsa ini,” tambahnya.

Sementara dalam perspektif Majelis Ulama Indonesia, apabila seorang muslim tidak menggunakan hak pilih nya, padahal ada calon pemimpin yang memenuhi syarat seperti beriman, bertakwa, jujur, terpercaya, aktif dan aspiratif maka hukumnya haram. (rol/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Muhammad Tohir

    Tapi Pemimpin yg bagai mana yg bisa di percaya….
    Pengadaan Al-Quran aja di korupsi…
    Innalilahi Wainnailaihi Rojiun….

    • Sejuki

      Masalahnya tidak sesepele itu Mas. Gimana kalo ada calon yg non muslim baik sebagai orang pertama atau wakilnya, lalu ummat golput. Dg sendirinya suara calon yg muslim akan anjlok, mk yg non muslimlah yg akan jadi pemenangnya (jadi pemimpin kaum muslimin).

      Ente mau dipimpin oleh yg non muslim hanya karena gara-gara golput?

      • Aryn Lestari

        saya sepemikiran dgn anda

  • SàñMàrtà Kay

    Sementara dalam perspektif Majelis Ulama Indonesia, apabila seorang muslim tidak menggunakan hak pilih nya, padahal ada calon pemimpin yang memenuhi syarat seperti beriman, bertakwa, jujur, terpercaya, aktif dan aspiratif maka hukumnya haram. (rol/sbb/dakwatuna)

    adaaa gx yachhhhhhhhhhhhhh yg seperti ini,,,, klw gx ada berarti yg memilih haram duooooooooooooooong dong dong doooooong…..

  • okabasi doma

    Hak memilih dan tidak memilih dan dipilih merupakan hak azazi manusia. Ulama tidak perlu ikut campur urusan perpolitikan pemerintahan di suatu negara dimana peran agama sudah disingkirkan dari urusan ketata negaraan/pemerintahan alias sekuler, seperti Indonesia.
    Maksudnya, ulama tidak perlu — panjang lebar–mengeluarkan fatwa fatwa mengenai pemilu, ini haram itu makruh dan yg disana mubah. Cukup mengatakan : gunakan hak pilhmu.

    Pertanyaan saya, kalau calon presidennya hanya ada satu , berakidah Kristen, Yahudi,Budha, Hindu, penyembah iblis, Kejawen dan kepercayaan musrik lainnya, apa umat Islam diharuskan/diwajibkan memilihnya, sementara fatwa ulama mengatakan haram, makruh dan mubah ?.

  • Fadli Cool

    yg dimaksud ulama Mui di sini adalah, biar nantinya mereka yg bukan dr golongan kita tidak akan naik, noh, liat udah bnyak org2 china yg jadi pemimpin, tahap demi setahap mreka juga akan mnggunakan kesempatan tersebut, secara tidak sadar mreka sdh lbih maju skrg, apa lu lu pada mau di pimpin sama org yg bukan seaqidah kita..?
    walaupun dy korupsi, sekuler dan apa kek yang lu anggap, toh pilih lah yg se aqidah, apa lu mau kayak di negara afrika tengah itu…?

  • Zumardy Azzam

    saya islam dan saya brusaha menjalankan syariat agama semampu saya, dalam memilih pemimpin, islam telah mengaturnya baik itu calonnya, caranya,dll. jika saya golput itu karena keimanan saya dan tak berhubungan dg Ham ataupun tek-tek bengek lainnya, semoga ini jadi amaliah ibadah. Amiin

Lihat Juga

Ilustrasi. (travelhajidanumroh.com)

Khutbah Idul Adha 1436 H: Tiga Pesan Moral Ibadah Haji Sebagai Spirit Kebangkitan

Organization