Home / Berita / Internasional / Eropa / Turki Cabut Larangan Berjilbab di Instansi Pemerintah

Turki Cabut Larangan Berjilbab di Instansi Pemerintah

Sekelompok perempuan Turki berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi Turki menuntut hak mengenakan Jilbab
Sekelompok perempuan Turki berunjuk rasa di depan Mahkamah Konstitusi Turki menuntut hak mengenakan Jilbab

dakwatuna.com – Ankara. Pemerintah Turki, Selasa (8/10/2013), mencabut larangan perempuan mengenakan jilbab di fasilitas publik sebagai bagian dari reformasi yang dilakukan pemerintahan Turki.

Langkah itu disebut PM Recep Tayyip Erdogan, sebagai langkah awal menuju normalisasi.

“Kami kini mencabut aturan kuno yang bertentangan dengan semangat republik. Ini adalah langkah menuju normalisasi,” kata Erdogan dalam pidatonya di parlemen.

“Masa-masa kekelaman sudah berakhir. Para perempuan yang mengenakan jilbab adalah warga republik seperti halnya mereka yang tak mengenakan jilbab,” tambah Erdogan.

Para pegawai negeri perempuan kini diperkenankan mengenakan jilbab dan pegawai pria boleh memelihara janggut, dua hal yang dilarang oleh presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Attaturk.

Namun, aturan tak boleh mengenakan jilbab tetap berlaku untuk para hakim, jaksa, polisi, dan personel militer.

Pekan lalu, Erdogan yang dikritik akan melakukan Islamisasi Turki, mengungkapkan sebuah paket reformasi demokrasi dan menggunakan kesempatan itu untuk mencabut larangan penggunaan jilbab untuk menjaga sekularisme Turki.

Sejak berkuasa pada 2002, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) tempat Erdogan bernaung sudah berjanji akan mencabut larangan pemakaian jilbab di semua kawasan publik. Saat ini, larangan memakai jilbab di universitas negeri sudah dicabut. (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Islammemo.cc)

Erdogan Buktikan Eropa Mendukung Teroris