Home / Berita / Internasional / Asia / Netanyahu: Akui Israel Sebagai Negara Yahudi

Netanyahu: Akui Israel Sebagai Negara Yahudi

PM Zionis Israel, Benyamin Netanyahu (foto: thedailysheeple.com)
PM Zionis Israel, Benyamin Netanyahu (foto: thedailysheeple.com)

dakwatuna.com – Yerusallem. Perundingan perdamaian antara Zionis Israel dan Otoritas Palestina dimulai kembali pada Juli lalu di bawah inisiasi dari Amerika Serikat setelah sempat tiga tahun terhenti.

Perundingan langsung, yang diadakan di Israel dan Tepi Barat, direncanakan akan berlangsung selama sembilan bulan, namun sampai saat ini belum terdapat hasil kongkret dari perundingan tersebut.

Israel memberikan syarat kepada Palestina guna mencapai perdamaian antara otoritas Palestina dengan Zionis Israel, yaitu Otoritas Palestina harus “mengakui Israel sebagai negara Yahudi” sebagai salah satu syarat utama mencapai perdamaian, demikian pernyataan Perdana Menteri Zionis Israel, Benjamin Netanyahu pada Ahad (6/10).

“Palestina harus menghentikan penolakannya mengakui hak masyarakat Yahudi mempunyai negara bangsa sendiri,” katanya dalam pidato di Universitas Bar Ilan, dekat Tel Aviv.

Pengakuan tersebut kata Netanyahu “adalah syarat untuk mencapai persetujuan dalam fase akhir perundingan, dan bukan untuk memulai perundingan.”

“Akar dari konflik ini adalah negara Yahudi,” kata Netanyahu. Ia juga menambahkan bahwa aneksasi lahan perumahan di Tepi Barat bukan merupakan penyebab konfrontasi dengan Palestina.

“Apakah Anda siap untuk mengakui negara Yahudi, sebuah negara bangsa untuk orang-orang beragama Yahudi?” tanya dia mengarah kepada pemimpin-pemimpin Palestina.  Netanyahu kemudian menjawab pertanyaannya sendiri dengan mengatakan “tidak”.

“Sepanjang Palestina tidak mengakui hak ini, maka tidak akan ada perdamaian yang nyata,” kata Netanyahu memperingatkan para pendengar di auditorium Bar Ilan.

Dengan pernyataan Netanyahu tersebut, semakin membuktikan bahwa perundingan-perundingan yang selama ini digelar antara Zionis Israel dan Otoritas Palestina hanyalah sebuah upaya yang menguntungkan Zionis Israel namun tidak memberikan keuntungan bagi bangsa dan rakyat Palestina. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 5,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • bill nhuda

    Memaksa Otoritas Palestina mengakui Negara Yahudi dari hasil perampokan wilayah Palestina adalah satu pemaksaan yang tidak bisa diterima secara Hukum dan Kemanusiaan yang beradap..

Lihat Juga

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General