Home / Narasi Islam / Sosial / Mengabdi Sebagai Proses Membahagiakan

Mengabdi Sebagai Proses Membahagiakan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Abdul Jabbar)
Ilustrasi. (Abdul Jabbar)

dakwatuna.comMasyarakat, banyak makna yang terkandung dalam kata tersebut, mengapa demikian? Karena mungkin permasalahan terbesar saat ini bukanlah permasalahan akibat teknologi, permasalahan ekonomi,  korupsi,  atau permasalahan lainnya tetapi semua permasalahan tersebut bersumber dari satu kata yaitu “masyarakat”. Teknologi tidak akan menjadi masalah jika tidak terdapat masyarakat yang menggunakannya,  pun sama halnya dengan perekonomian, keamanan, politik, dan sebagainya. Hemat saya, permasalahan sosial ialah permasalahan yang paling sulit untuk diatasi, buktinya hingga sekarang pemerintah pun masih belum mampu berbagai masalah sosial di Indonesia. Pada dasarnya, semua permasalahan yang ada sekarang timbul karena ingin menciptakan situasi yang nyaman dan menyenangkan bagi tiap individu dalam masyarakat. Oleh karena itu perkembangan masyarakat sudah sepatutnya menjadi pokok permasalahan yang harus diusut hingga tuntas. Jika terdapat  lingkungan dengan  masyarakat yang kondusif, di mana tidak ada span antara si A dengan si B, tidak terjadi perselisihan, tidak saling mengedepankan keegoisannya masing-masing, senantiasa membantu sesama jika mengalami kesulitan, serta melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan demi terciptanya kesejahteraan dan keamanan dalam  masyarakat, maka siapapun individu yang tinggal dalam lingkungan tersebut tentunya akan merasa bahagia.

Indonesia masih memiliki PR besar dalam permasalahan sosial ini, sebut saja kesenjangan sosial, bencana alam, pendidikan, kesejahteraan, kemiskinan dan sebagainya, menjadi permasalahan yang belum teratasi hingga kini. Kita sering melihat pengemis, pengangguran,  atau anak-anak yang seharusnya mereka dapat belajar di sekolah tetapi tidak bisa karena harus menghidupi dirinya dan keluarganya. Mereka yang bekerja keras hingga di masa masa tuanya, tetapi hanya mendapat hasil yang sedikit, yang tidak sebanding dengan kerasnya perjuangan mereka, atau orang-orang yang tertimpa bencana yang mengandalkan hidup mereka hanya dari bantuan masyarakat sekitar. Dan ini hanya sebagian kecil dari permasalahan masyarakat yang ada di Indonesia.

Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri, dan membutuhkan bantuan orang lain, maka bukan lagi saatnya bagi kita untuk hanya memikirkan diri sendiri. Sekilas dari penjabaran di atas, dapat kita lihat bahwa Negara ini masih banyak sekali memiliki orang-orang yang membutuhkan bantuan, ini baru Negara kita, dan masih belum berbicara dalam tataran global yang lebih luas. Mengabdi ialah suatu proses untuk membahagiakan, maka kita harus memberikan segala kemampuan yang kita miliki yang dianugerahkan Tuhan kepada kita agar kita bisa menjadi tangan-tangan Tuhan yang membantu membahagiakan dan menyejahterakan sesama, dan dengannya kita dapat meningkatkan derajat orang-orang di sekeliling kita begitupun dengan derajat kita di mata Tuhan.

“Hidup ini akan sangat mudah ketika kita hanya berpikir mengenai diri kita saja, tetapi ada tanggung jawab yang lebih besar bagi manusia untuk memikirkan mengenai kebahagiaan orang lain”

“Sebaik-baik manusia di antara kamu ialah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain” (HR Bukhari)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Jabbar
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga, Ketua Forum Studi Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia

Lihat Juga

Menemukan Kebahagiaan