Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Surat Cinta, untuk Mesir dan Pejuang-Pejuangnya…

Surat Cinta, untuk Mesir dan Pejuang-Pejuangnya…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (123rf.com)
Ilustrasi. (123rf.com)

dakwatuna.com Selamat menikmati cinta-Nya wahai Mesir, dan para mujahid-mujahidah yang menghiasi Mesir dengan perjuangan.

Duhai, rasanya iri sekali ketika melihat para syuhada tersenyum menyambut surga yang menunggu mereka dengan senyuman. Ya, surga yang menunggu dengan senyuman untuk mereka, para pembela kebenaran, dan agama-Nya. Berjuang melawan ketidakadilan, dan tetap memegang teguh iman-Nya. Duhai, apakah daku bisa seperti kalian, wahai para syuhada? Apakah daku bisa memposisikan jiwa penuh simbah dosa ini seperti kalian, wahai pemilik senyum saat dipilih untuk menghuni surga-Nya di sana?

Daku menuliskan surat cinta ini dengan cinta. Dengan syukur dan rasa berterimakasih untuk Mesir, dan para mujahid-mujahidahnya. Terima kasih karena telah menyadarkan kami akan akhirat yang menunggu. Terima kasih telah membangunkan kami dari mabuknya dunia. Terima kasih telah mengajarkan kami akan banyaknya yang harus dibela, yang harus diperjuangkan, dan yang harus dijunjung.

Duhai, Mesir dan para pejuangnya. Kesadaran-kesadaran secara tidak langsung tertuang untuk kami. Untuk kami yang terlalu sombong atas tingginya postur tubuh, tingginya jabatan dunia, tingginya kekayaan…. Namun seharusnya yang harus kami ingat dan pertahankan adalah “Seberapa tinggi derajat iman dan posisi kita di sisi-Nya?”

Untuk kami yang selalu merasa terhormat di mana-mana, merasa berkuasa, merasa bisa melakukan semuanya… Namun seharusnya, yang harus kami perhatikan adalah “Seberapa hormat diri kita di akhirat kelak. Seberapa berkuasanya pahala-pahala kita dibandingkan dosa-dosa kita?”

Untuk kami yang merasa cukup dan malah bahkan lebih sudah cukup saat beribadah kepada-Nya… Namun seharusnya, kita harus memastikan bahwa diri ini selalu haus akan pahala dan ridha-Nya.

Duhai Mesir, dan cerita-cerita mengagumkannya… Ketika daku menangis saat bertanya pada-Nya disela-sela sujudku, “Rabb, mereka yang selalu memuja dan memperjuangkan Agama-Mu, mengapa Kau uji seberat itu? Mengapa pertolongan-Mu belum datang juga untuk mereka yang selalu menyebut asma-Mu….”

Namun ternyata, kasih sayang Allah SWT selalu berbeda. Selalu tak terduga. Selalu terahasiakan. Allah SWT sayang dan mencintai Mesir dan kalian, para pejuangnya. Untuk itu, Sang Maha Adil dan Tidak Pernah Mengecewakan itu memanggil dengan mulia kalian, para pejuang-pejuang agama-Nya…

Duhai, kata iri-pun tak cukup untuk menggambarkan berapa irinya daku. Betapa minimnya perjuanganku membela Agama-Nya. Wahai Mesir dan para Syuhada, kalian adalah guru kehidupan tanpa banyak bicara. Kalian, para pejuang, masih sempat mengucapkan kata-kata-Nya dalam Al-Qur’an ketika dalam kondisi yang bisa saja Bom seketika jatuh di sebelah kalian. Duhai, betapa minimnya perjuangan dalam keamanan dan kedamaian ini. Rasanya, hina sekali…

Ketika cinta menghadirkan inspirasi-inspirasi baru, kalian, para pejuang menciptakan cinta yang selalu menginspirasi kami agar terus-menerus mengejar cinta- Nya, mengejar kasih Nya, dan mengejar ridha-Nya untuk setiap detik yang kita lakukan.

Hei, daku tahu surat cinta ini tak seromantis dan tak membuat hati berdetak kencang tak menentu. Tetapi surat ini selalu romantis dikarenakan cinta-cinta kalian terhadap-Nya. Sekali lagi, perjuangan kalian tak akan pernah terhapus sejarah, wahai Mesir dan pejuangnya. Ku harap, kalian bisa bersabar menungguku memantaskan diri agar bisa bersanding dengan kalian, di surga-Nya…

Dengan Cinta sebesar-besarnya cinta.
Karawang, 07 Oktober 2013

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fathia Asyafiqah
Pecinta seni, coklat, keunikan, hal-hal baru dan suasana jalanan. Tinggal di Karawang dan sekolah di Sekolah Alam Karawang.
  • Bina Ukhuwah Karawang

    wah…kecil2 cabe rawit….ini karawang punya…,bangga deh yang kami orang karawang…teruskan berkaya de fathia..untuk izzul islam dan muslimin…

  • bani asroff

    nice..

Lihat Juga

Mohammad Natsir

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing