Home / Berita / Internasional / Afrika / Senjata Canggih Digunakan untuk Membantai Demonstran

Senjata Canggih Digunakan untuk Membantai Demonstran

Haitsam Abu Khalil, Ketua lembaga hak asasi manusia "Dhahaya" (fj-p)
Haitsam Abu Khalil, Ketua lembaga hak asasi manusia “Dhahaya” (fj-p)

dakwatuna.com – Kairo. Haitsam Abu Khalil, ketua lembaga hak asasi manusia “Dhahaya” menerangkan bahwa milisi Mesir menggunakan persenjataan canggih dan modern untuk membantai demonstran yang menentang kudeta. Hal itu bisa dilihat dari dalam dan besar luka-luka yang diderita para korban. Keterangan ini seperti dimuat dalam situs fj-p.com hari ini (7/10/2013).

Haitsam mengomentari keterangan dokter tentang sebab kematian Rufaidah yang meninggal di Bani Suwaif kemarin (6/10/2013). Keterangan itu menunjukkan sebuah penemuan yang sangat penting. Di tubuh korban terdapat dua buah lubang dengan diameter yang berbeda. Ini membuktikan bahwa senjata yang digunakan untuk membunuhnya berlainan, dan memiliki kaliber yang tinggi.

Di waktu yang sama, para aktifis facebook sedang ramai membicarakan dan menyebarkan foto adik Rufaidah yang menunjukkan simbol R4BIA saat membawa jenazah kakaknya ke rumah sakit. Para aktifis menyatakan penghargaan yang tinggi kepada keluarga yang bisa menghadapi musibah ini dengan demikian menakjubkan. (msa/dakwatuna/fj-p)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

SNHR: Sebulan Lebih dari 1.550 Warga Sipil Suriah Gugur, Indikasi Kuat Mereka Sengaja Ditarget