Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Hari Pembeda

Hari Pembeda

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

ukhuwahdakwatuna.com – 

Baiklah aku mulai dari sini saudara
Aku mencoba menyatukan rasa
Karena kita satu tubuh

Indonesia dan Mesir
Ada semangat yang tak pernah padam
Ada cinta yang terus bersemi

Entah apa gerangan
Yang membuat terbangun malam ini
Karena setengah jam yang lalu masih nyenyak tidur dikasur empuk

Kini baru kusadari
Rupanya panggilan saudaraku
Nun jauh disana
Meminta aku menemani perjuangan mereka
Meminta memberikan bara semangat
Meminta asa doa untuk keadilan
Meminta berbagai macam kepedulian
Walau dalam untaian puisi
Pembawa pesan semangat dan cinta

Barisan panjang menyemut
Rapi dan teratur
Terus sampaikan pekik perjuangan
Bahwa amanat konstitusi
Harus dijungjung tinggi

Anjinggg…!!!
Hardik pria berseragam militer
Pada demostran anti kudeta

Dorrr!
Snipers tembak demonstran anti kudeta
Delapan orang tertembus timah panas
Dan dua orang wafat

Korban berjatuhan kian bertambah
Semua tembakkan menembus di dada dan kepala
Yaaa…tembakkan yang dimuntahkan oleh orang-orang terlatih
Mereka para preman berseragam atau preman liar
Bersatu lumpuhkan barisan demonstran anti kudeta

Simbah darah dan air mata
Tak boleh sia-sia
Tak boleh mundur
Tak boleh gentar
Tak boleh ada keraguan
Karena kemenangan semakin dekat

Ternyata masih ada nurani
Di sebagian kecil gerombolan berseragam
Tujuh prajurit tegas menyatakan
Menolak untuk menembaki demonstran anti kudeta

Mereka tak ingin berperang
Melawan saudara sendiri
Mereka masih punya hati
Dan menolak memuntahkan peluru
Pada saudaranya sendiri

Semoga kepekaan hati tujuh prajurit itu
Bisa diikuti oleh seluruh militer Mesir
Dan segera bergabung dalam barisan anti kudeta
Akankah hal itu terjadi?

Para perempuan bernyali
Masuk dalam barisan demonstran anti kudeta
Demi legitimasi yang sah
Bersatu ambil bagian dengan kaum pria

Hey bung?
Kami perempuan bernyali
Bisa juga sepertimu
Karena kematian
Adalah sesuatu yang pasti

Dan jika aku mati di jalan ini
Maka akan kuberikan
Jiwa dan raga ini
Agar Mesir dipimpin kembali
Oleh pemimpin yang sah

Hey bung?
Pekik takbirku
Akan terus bergema
Dan lihat saja nanti
Bukan hanya pria saja
Yang akan berada dijalan
Kami barisan perempuan pun bisa menyemut
Penuhi Tahrir
Allahu Akbar!

Hari pembeda
Hari dua kekuatan bertemu
Para demonstran anti kudeta tetap dalam lautan zikir gema takbir
Jumlahnya jutaan tergerak dalam komando kebenaran

Sementara…
Para demonstran pendukung kudeta asyik dalam nyanyian dan tarian perut
Jumlahnya..hmm, segelintir orang saja yang hanya bergerak karena urusan perut saja

Setelah dada ini di tembus peluru
Setelah kepala ini pecah ditembak
Dan syahid dalam pelukkan
Kini selembar surat bunuh diri
Hendak kau berikan pada keluarga korban
Akal busuk apa yang bersemayam di otak mu?
Nafsu apa yang membuat kau buta?
Kemana akal sehat mu?
Di mana nurani mu?
Kini Rumah Sakit pun turut menjadi mesin pembunuh

Aku tak akan tinggal diam
Aku akan kabarkan
Bahwa kematian ini bukanlah
Atas keputus asaan
Ini adalah sebuah pengorbanan
Untuk keadilan
Untuk Mesir yang lebih baik lagi
Untuk pemimpin yang sah
Yang dirampas junta militer

Aku
Kamu
Mereka
Kita
Harus jadi saksi
Darah ini
Jiwa ini
Menjadi lambang perlawanan
Dan telah menggapai kesyahidannya
Allahu Akbar!

Air mata selalu ada dalam perjuangan
Tapi bukan karena cengeng
Air mata yang tumpah dalam asa dan doa
Menjadi mata air kekuatan
Bagi para pemberani

Ingat…!!!
Seperti kata Umar bin Khatthab
Air mata
Orang yang di zalimi
Di sisi Allah SWT
Adalah petir yang akan
Dia hantamkan
Kepada si zalim

(joy/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tri Joyo Adi
Memberi tanpa kehilangan, dengan berbagi makin membuat bertambah...

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang