Home / Berita / Daerah / Wagub Jateng Ajak NU Sukseskan Pileg

Wagub Jateng Ajak NU Sukseskan Pileg

pbnudakwatuna.com – Semarang. Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk turut serta mensukseskan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presidan (Pilpres) 2014.

Adapun caranya dilakukan dengan menggerakkan kader NU agar dapat menentukan pilihan dalam pemilu alias tidak golput. Hal ini penting untuk bisa menghasilkan anggota DPR, DPRD provinsi dan kabupaten/kota serta presiden yang mampu mengemban amanat rakyat.

“Di tingkat politik, NU mampu menjaga situasi kondusif. Pendidikan politik juga harus diutamakan, terutama mendukung pileg dan pilpres 2014. Karenanya, ajak warga NU untuk turut mensukseskan pemilu dengan tidak golput,” tandas Heru saat memberikan sambutan dalam Muskerwil dan Pelantikan Pengurus PWNU Jateng 2013- 2018 di Pondok Pesantren Al Itqon, Bugen, Tlogosari, Semarang, Minggu (6/10).

Muskerwil turut dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj, Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin, Ketua MUI Jateng Ahmad Darodji, mantan Gubernur Ali Mufiz, dan anggota DPRD Jateng Sukirman. Heru meminta warga NU bisa memberikan pilihannya dalam pemilu secara cerdas. “Ruh NU ini tidak ke mana-mana, tetapi ada di mana-mana,” jelas mantan Bupati Purbalingga.

Sebagaimana diketahui, pelantikan pengurus PWNU Jateng dilakukan langsung oleh Said Agil Siradj. Kepengurusan PWNU Jateng dipimpin Ketua Dewan Tanfidziyah Abu Hafsin Umar dengan 12 wakil ketua. Sekretaris PWNU Mohammad Arja Imron dengan delapan wakil sekretarisnya, sedangkan Bendahara PWNU Abdullah Salam dengan didampingi tiga wakil bendahara. Untuk Ketua Rois Syuriah, KH Ubaidullah Shodaqoh dan Katib Syuriah KH Fadlolan Musyafa.

Sementara, mantan Gubernur Ali Mufiz dan mantan Wakil Gubernur Ahmad turut tercantum dalam susunan pengurus yaitu sebagai mustasyar. Dalam sambutannya, Said Agil Siradj meminta pengurus PWNU yang baru dilantik supaya bisa bekerja keras untuk kepentingan umat. “Demi kepentingan umat, maka harus kerja keras karena menjadi pengurus NU ini tidak mendapatkan bayaran,” jelasnya.

Abu Hafsin menyatakan, kepengurusan PWNU saat ini didominasi kader-kader muda potensial NU. Penyegaran dengan memasukkan kader-kader muda ini harus dilakukan supaya organisasi bisa lebih progresif dalam merespon dinamika di masyarakat. ”Ini juga menjadi bukti bahwa NU sebagai organisasi pengkaderan telah berhasil menelorkan kader-kader muda yang diharapkan bisa lebih memberikan kontribusi dan kerja-kerja nyata untuk Jateng. Kader muda NU harus di apresiasi karena 10 atau 20 tahun lagi, mereka ini yang akan memegang kepemimpinan di Jateng,” katanya. (rw/rmc/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Thariq Suwaidan: Kemenangan Trump Tidak Sepenuhnya Buruk, Karena Justru Akan Hancurkan Amerika