Home / Berita / Nasional / Telah Diluncurkan Film “Hanya Kerudung Sampah”

Telah Diluncurkan Film “Hanya Kerudung Sampah”

Poster film #HKS (Hanya Kerudung Sampah). (ist)
Poster film #HKS (Hanya Kerudung Sampah). (ist)

dakwatuna.com“Hanya Kerudung Sampah”, barangkali terdengar aneh di telinga kita, tapi itu adalah judul sebuah film. Adalah Humar Hadi, pria bertalenta kelahiran tahun 1983, yang menyutradarai film #HKS ini. Pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Umank ini menggarap film tersebut bersama rekan-rekannya dalam rumah produksi bernama bedasinema.

Film #HKS mengisahkan tentang perjalanan kelam 3 sahabat merindu Tuhan. Kisah diawali dengan seorang gadis berkerudung bernama Salma. Dalam keseharian, Salma taat menjalankan perintah agamanya. Kerudung yang selalu ia kenakan biasanya kerudung berwarna merah.

Suatu ketika Salma bertemu dengan 2 orang waria yang ingin menggodanya. Merasa tidak nyaman dan takut, Salma menjauh dan melemparkan tatapan sinis, hingga waria tersebut melabraknya dengan cibiran pedas.

Peristiwa tersebut membekas dalam ingatan Salma, terlebih ketika dia menemukan sebuah diary usang di kos-nya, milik penghuni sekian tahun silam yang dulu pernah menyewa kamar yang sama. Oleh sang pemilik, buku diary itu diberi judul “Catatan persahabatan kami; aku, waria, dan mantan pecandu merindu Tuhan”. Salma membuka lembar demi lembar diary tersebut, hingga ia mengenang kembali peristiwa di mana dia memandang 2 waria tadi seolah sebagai sampah.

Setelah membaca diary tersebut, Salma berpikir, siapa yang sebenarnya sampah? Siapa yang tidak berguna? Muncul berbagai pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya. Hingga ia menyadari betapa sedikit manfaat yang bisa dia berikan untuk orang-orang di sekitarnya. Salma merasa dirinya seperti sampah yang tak banyak manfaat untuk orang lain.

Selain RN Azizah M yang memerankan Salma, film ini juga dibintangi oleh Bismo Satrio sebagai Pingkan seorang waria yang menjual seks demi membiayai kehidupan keluarga di kampungnya, Abie Jie Assegaff sebagai Rio mantan pecandu narkoba, dan Mikoyanoferdi sebagai Bayu seorang pecinta sesama jenis. Selain itu juga dibintangi oleh Rena Yessyca, Andre M Addin, dan Virliyanti Putri.

Film #HKS telah diluncurkan dan pemutaran gala premiere sudah dilakukan pada hari Ahad bulan lalu (29/9/2013) di Museum Bank Mandiri. Official trailer film #HKS dapat disaksikan di bawah ini. (dakwatuna/hdn)

[youtube xFUzpaAdpTI 640]
About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (31 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Rima Hayanty Ritonga

    pengen nonton… diputar dmn lg ni film nya? n kapan?

    • Diana Eka M

      Tidak diputar di bioskop. Kami roadshow ke kampus-kampus insyaaLlaah :) jika LDK maupun HIMA ingin megadakan bedah film HKS kami akan dg senang hati menghadirinya, mudah2n menjadi salah satu sarana syiar dan dakwah, aaamiin

      • yusuf

        ada no kontak yg bsa dihubungi ato no pin bb?

        • Diana Eka M

          CP Screening: 082123458678 :) kami tunggu mas

          • Nurjana Rachmawati

            yaahhhh~,, kok nggak diputar di bioskop2, sih ???? -_-

        • yusuf

          klo ada no kontak nya, boleh hub saya di 085793563438/pin: 29739D1A

  • Sandy Legia

    keren..

  • Ina

    Baru lihat Thrillernya saja udah terharu, gimana nonton filmnya full,???

  • Ariana P

    Apa judulnya sudah pas?
    ‘Hanya Kerudung Sampah’.. Insya Allah tidak ada yang sia-sia.. Semua kebaikan yang terlihat semoga tidak menjadikan kita celaka nantinya..

  • Fata El Islami

    Ah…. Film film kita itu biasa aja, tontonan jahatnya panjang lagi detail , tapi insyapnya yang harus jadi tuntunan paling cuma sekitar 5 menit saja sebelum kata TAMAT .

    • Abdulloh Nur Salam

      memang sengaja judulnya seperti itu agar orang penasaran, manajemen konflik tuh, kalo oarang uda banyak yg membicarakan pasti filmnya akan semakin terkenal dan orang akan semakin penasaran, kalo uda penasaran pasti nonton pilem nya dong, dan duitpun ngalir terusssss…. otak dagang ni sutradara dan crew nya

    • antoro arief

      hehe mendingan,dr pada film syetan yg gk jelas, sedikit banyak ad tuntunannya…

  • Della Amelia

    saya tidak setuju dg judulny!! jangan mengkambing hitamkan kerudung sbg implementasi dosa dr pemakainy, org pemakai kerudunglh yg tak menyadari bahwa menutupi aurat juga menjaga diri dr dosa. alangkah baikny membuat sbuah judul film tidak hanya memikirkan sensasi judulny saja tetapi alangkah baikny memilih judul film yg anggun.

  • Belalang StillstandingHere

    Kalau bikin judul yang bijak dong, bgaimana klw kata itu jd tren di masyarakat??

  • Salmah Mnalf

    judul filmnya ga bikin tertarik buat nonton, malah bisa menyulut emosi. karna menurutku kok jadi berbau sara n rasis ya.

    • Erika K Paramisora

      Dont judge the book by its cover, jangan komentar sebelum nonton. It’s as simple as that :)

      • Wi Dini Ngsih Cya

        He not judge the book by its cover, but by its title. Because tittle and cover have a different.

        Lagian, Film ini menempatkan hal² yg baik dan buruk menjadi abu². dalam artian, Yg buruk kadang jadi baik, dan sebaliknya, tergantung siapa yg memandang dan yg melatar-belakangi pandangannya.
        Aq sih khawtir dan cuman mewanti² supaya kita semua berhati² dengan propaganda liberal untuk ngajak orang supaya welcome dengan sebangsa “kaum Nabi luth” maupun welcome dengan perbuatan yg menyimpang.

  • Toro Aris

    Islam Liberal detected.

    • Diana Eka M

      Na’udzubiLlaahi mindzalik mudah2an tidak, aaamiin

    • Yup. Begitu kata ‘waria’ keluar. Argumen basi yang terus dikemukakan. Hahh..

  • reza

    usulan judulnya: #BukanHanyaKerudung

  • endah

    sepertinya pemilihan judul yang kurang pas…….

    • hari

      Semoga adik adikku selalu selalu istiqomah………….

      • ari

        memang terkadang judul itu dibuat agar penonton penasaran……, akan tetapi jangan melanggar syari’ah. karna pake kerudung itu suatu syariah islam yang sifatnya wajib. diluar yang memakai kerudung itu kelakuanya baik ataupun tidak. kenapa saya katakan demikian , karna sebagai contoh ada film yang judulnya ” ibu ku seorang perek” kira2 sama ngak artinya dengan ” ibuku seorang pelacur” keduanya sama2 tidak baik tapi kita kata2 perek atau jablai terdengar sangat kasar ditelinga. apa lagi kalo bicara kerudung atau hijab yang merupakan syariah dan kewajiban wanita muslim. wallahua’alam …..

  • Fahm

    innamal a’malu binniyat

    semoga niat yang membuat film ini lurus

  • cak yunus

    Dakwah bukan mengajak orang yang sudah jelas-jelas baik…
    bukan mengajak orang yang jelas-jelas sudah sholat…
    tapi dakwah mengajak semua orang yang belum jelas….

    • Nurul Fitria Istiqomah

      Setuju banget. Itulah dakwah yang sesungguhnya. Peduli kepada yang sering tidak diperdulikan :)

    • Just Ibell

      “ƪ(˘⌣˘)┐”ƪ(˘⌣˘)ʃ” ┌(˘⌣˘)ʃ”

      yes, I Agree :)

  • Linda Kangent Ibu

    hati-hati doktriman doktriman kaum yahudi sedang merajalela
    apapun cara nya..nilai-nilai ke islaman di cemarkan sengaja atau tidak.!!
    sutradara harus belajar lebih dalam tentang islam ..(kalau anda islam..!!)

    • Erika K Paramisora

      Jangan main tuduh2an ah, coba liat ke dalam, kita udah menjunjung dan mempraktekkan nilai agama kita sendiri belum? Film ini bisa jadi kaca buat kita semua.

      • Wi Dini Ngsih Cya

        Film ini menempatkan hal² yg baik dan buruk menjadi abu².

        dalam artian, Yg buruk kadang jadi baik, dan sebaliknya,

        tergantung siapa yg memandang dan latar belakang pandangannya.

        aq cmn mewanti² supaya berhati² dengan propaganda liberal untuk mengajak orang supaya welcome dengan sebangsa “kaum Nabi luth” maupun welcome dengan perbuatan yg menyimpang.

    • Just Ibell

      “ƪ(˘⌣˘)┐”ƪ(˘⌣˘)ʃ” ┌(˘⌣˘)ʃ” hadeh buuukk.. Film itu bikinnya tidak asal bikin aja lho.. ada penelitian dan kajian dilapangan juga lho. Dan yang pasti judulnya sangat “menggelitik”. Dan menurut saya judulnya malah relevan dengan keadaan sekarang. “Kerudung Sampah” itu sangat2 menohok banget. Dimana tidak sedikit “kerudung” hanya dijadikan “life style”. Pernah lihat gag wanita pake kerudung tapi pake kaos ketat dan celana legging?? Mungkin hal inilah yang mjd salah satu pesan ingin disampaikan dalam film ini. coba deh lihat di sekeliling kita.

      Ambil ibrah nya aja.. Jgn lantas menuduh suatu kaum tanpa dasar yg benar.

  • [email protected]

    film ngak mutu? jadi waria lebih baik dari wanita sholeha…. penyesatan nih… preetttt

    • astria Maharani

      Maaf ya agan…. Dont judge a book by its cover… Jangan komentar sebelum anda menonton ;) simple kan?

  • Lintang Kemukus

    Semoga niatnya membuat film lebih bagus dari judul filmnya..

  • Marita Ningtyas S

    jangan menghujat sebelum benar2 menonton… soal judul,,, wajar2 saja.. orang Indo kan suka dengan judul2 yang aneh.. dari judul itu kalo saya justru bisa mengambil kesimpulan.. kerudung bisa saja hanya menjadi sampah bila dipakai hanya untuk mempercantik diri dan bukan akhlak,,, bila tidak membuat si pemakai lebih baik setiap harinya dan bila tidak memberikan manfaat bagi sekelilingnya.. so jangan buat kerudung anda menjadi sampah… #yuk tonton dulu baru komen.. kalo dah jelas nggak benar baru kritik abis2an.. be wise lah… negara ini hancur krn terlalu banyak menceracau sebelum benar tahu kejelasannnya :)

    • sembilan benua

      Hijab adalah ketaatan. selesai pembahasannya
      waria, hombreng, dah selesai pembahasannya

      • Marita Ningtyas S

        saya juga bukan pembela kaum gay, waria dan hombreng.. semua sudah jelas bagaimana Al Quran mengaturnya… yang saya soroti di sini adalah tentang judul film ini dan bagaimana kita harus mengambil hikmah dari judul ini.. saya berkerudung.. dan saya tergelitik dengan judulnya.. membuat saya bertanya pada diri saya sendiri apakah dengan kerudung saya, saya sudah memberikan manfaat bagi orang banyak.. daripada sekedar menceracau,.. mending do something deh.. mungkin anda bisa membantu para waria, hombreng atau apalah itu menemukan jalan yang benar dibanding cuma komen2 gak penting di sini.. dan saya terkikik dengan komen anda tentang mending bagusan film hollywood deh… sedang film hollywood berisi banyak propaganda Yahudi yang membuat kita ternganga dengan segala life style yang bukan ajaran Islam.. atau lebih baik anda bikin lah film indonesia yang bagus dan ga wasting time untuk ditonton.. #saya memilih tidak komen negatif untuk film ini wong saya belum nonton..mo nonton di bioskop juga gak diputar.. kalo dikasih kesempatan nonton.. br saya akan review di blog saya..dr segala sisi positif dan negatifnya,, karena belum nonton ya saya ambil sisi positifnya aja deh,, Indonesia sudah sarat hal2 negatif,,, anak mudanya mesti positif biar indonesia tambah baik nantinya :)

        • Nurul Fitria Istiqomah

          Betul. Selama mereka muslim, menjadi tanggungjawab kita sebagai sesama muslim untuk peduli….

    • dyah

      anda sendiri sudah berkerudung belum?(apabila muslimah),apakah anda sudah menjadi org yg tahu bynk tentang segala macam kebenaran…?gak usah menjadi jubir mereka atau berusaha menjelaskan kepada kami bagaimana film ini, biarkan mereka berpendapat, sibukanlah diri sendiri untuk berbenah… memang judulnya tdk mendidik kok… walaupun dgn alasan apapun… semisal supaya org penasaran lalu nonton….dan maaf yach, klo bkn muslim saya maklum komentar anda (krn kekurangan pengetahuan anda ttg agama kami). wassalam

      • Marita Ningtyas S

        alhamdulillah saya sudah berkerudung sejak sembilan tahun yang lalu.. saya pun tidak menjadi jubir siapa2,,, saya hanya menggelontorkan pendapat ide saya sendiri.. nampaknya anda yang lebih suka mendiskreditkan orang lain dengan kepintaran anda… mohon dibaca komen2 saya lainnya.. baru anda komentar,, saya sampai baca ulang komen2 saya lainnya karena bingung dengan komen anda,.. bagian mana saya jadi jubir film ini, wong saya cuma komen soal judul… saya juga gak koar2 soal saya banyak benar.. justru karena saya masih merasa 0, ketika membaca judul tersebut justru membuat saya ingin tahu filmnya dan membuat saya kemudian bertanya sudahkah saya memiiliki kerudung yang benar.. yang bukan hanya sesuai dengan perintahNYA namun juga berguna bagi sekeliling saya.. anda sendiri sudah berkerudung.. dan yakin kerudung anda bukan sampah kalo suka mendiskreditkan pandangan orang lain dan nyinyir? film itu mendidik secara keseluruhan bukan hanya soal judul,,, namun harus dilihat dari semua aspek.. isi film, bintangnya,,, dan pesan moralnya…gak bisa cuma dari satu sudut saja… banyak film yang juldulnya aman tapi isinya ternyata bahaya.. that’w why we shouldn’t judge the book by its cover :)

        • ika

          saya sangat setuju dengan bunda marita ningtyas

        • Just Ibell

          Mantab kakak,, “ƪ(˘⌣˘)┐”ƪ(˘⌣˘)ʃ” ┌(˘⌣˘)ʃ”
          Maklum, kebanyakan org2 indo lebih mengedepankan “menghakimi” aka “nge-judge” tanpa mau tau yang sebenarnya.
          Baik & buruk itu terkadang menjadi “relatif” mana kala salah dalam hal penafsiran dan cara pandang yang berbeda.

          So, budayakan bangsa kita untuk komentar positif dan yang gag kalah penting “Open Minded”. :)

        • Wi Dini Ngsih Cya

          aq cmn mewanti² supaya berhati² dengan propaganda untuk mengajak orang supaya welcome dengan sebangsa “kaum Nabi luth” maupun welcome dengan perbuatan yg menyimpang.

  • Monica Novianti

    judulnya memang ngeri.namun jadikan saja ini tantangan bagi kita para muslimah untuk membuktikan bahwa kerudung yang kita kenakan bukan kerudung sampah. so,tonton aja dulu filmnya :)

    • sembilan benua

      mending nonton felm hollywood, dari sisi nilai2 juga bagusan mereka. wasting time beginian

      • Marita Ningtyas S

        udah nonton to?

    • hari

      Terlepas dari dalih biar kontroversial shg menjadi iklan gratis…….. tetap saja judulnya menyudutkan JILBAB. Yang merupakan perintah dan kewajiban bagi seorang MUSLIMAH…………. dari allah swt.

      • Abdillah Tukul Ahadiyanto

        tulisan jilbab elu gedein, tulisan muslimah juga elu gedein, sementara tulisan ALLAH SWT yang harusnya elu gedein malah ga elu gedein.. film ini bukannya menyudutkan jilbab.. itu hanya pemikiran dari melihat judul ajah.. coba ente liat filmnya.. bagi para muslimah yang benar2 dari hatinya memakai jilbab, bukan karena jilbab itu perintah dan kewajiban saja, pastinya dia akan merasa bangga dan lebih memperdalam ajaran agamax.. lebih memahami antara keseimbangan Agama dan keseimbangan hubungan dengan sesama mahluk TUHAN.. diperluas pemikirannya bung sebelum koment..

        • Wi Dini Ngsih Cya

          Salah Typo doang diributin.

          aq cmn mewanti² supaya berhati² dengan propaganda liberal untuk mengajak orang supaya welcome dan memahami sebangsa “kaum Nabi luth” , maupun welcome dan memahami perbuatan yg menyimpang.

      • Abdillah Tukul Ahadiyanto

        tulisan jilbab elu gedein, tulisan muslimah juga elu gedein, sementara tulisan ALLAH SWT yang harusnya elu gedein malah ga elu gedein.. film ini bukannya menyudutkan jilbab.. itu hanya pemikiran dari melihat judul ajah.. coba ente liat filmnya.. bagi para muslimah yang benar2 dari hatinya memakai jilbab, bukan karena jilbab itu perintah dan kewajiban saja, pastinya dia akan merasa bangga dan lebih memperdalam ajaran agamax.. lebih memahami antara keseimbangan Agama dan keseimbangan hubungan dengan sesama mahluk TUHAN.. diperluas pemikirannya bung sebelum koment..

    • hari

      Terlepas dari dalih biar kontroversial shg menjadi iklan gratis…….. tetap saja judulnya menyudutkan JILBAB. Yang merupakan perintah dan kewajiban bagi seorang MUSLIMAH…………. dari allah swt.

  • Ical D Icul

    ini kalo mau noton kemana

    • Just Ibell

      Ke Toko besi sebelah.. Up’s.. #Ngaciiirrr :D

  • Annissa R Arimdayu

    Semoga Allaah sellau lindungi para pemain, kru dan para pendukung film ini dari fitnah jahat syaiton :’) aamiin..

  • Joy Esbe

    menurut saya bkn kerudungnya yg sampah,tp filmnya

    • astria Maharani

      Maaf gan, udah nonton kah???

      • Yang lucu, nama kamu ada disitu di posternya. Media darling.

    • iyar

      seseorang yg tidak bisa menghargai karya org lain.lebih hina dari “SAMPAH”
      “you are drunk go home “

      • Wi Dini Ngsih Cya

        qm sendiri juga menyampah-nyampahkan orang lain.

        “you are an another drunk boys that should goes to psychiatry.”

    • iyar

      seseorang yg tidak bisa menghargai karya org lain.lebih hina dari “SAMPAH”
      “you are drunk go home “

  • Marita Ningtyas S

    oya kalo boleh kasih saran daripada HANYA KERUDUNG SAMPAH.. mending jadi BUKAN KERUDUNG SAMPAH.. sehingga yang sudah pake kerudung bisa menjadi lebih baik lagi dalam berkerudung.. karena berkerudung bukan hanya soal berpakaian, tapi juga bagaimana menjaga akhlak dan bermuamalah yang baik… :)

  • Rahma Sy

    judul film t…
    tnapa menonton org sudah berpikiran jelek
    kalau anak2 misalnya,,cm bisa denger obrolan ttg t judul, tpi dy tdk
    nonton,,,, trus t judul nempel dalam ingatannya,,,kebetulan tinggal di lingkungan yg tdk mengerti nilai2 islami / islamnya liberal….
    maka ketika dia dewasa, bagaimana pendapatnya melihat hijaber?? lgsung terlintas ::: kerudung sampah.
    kl dia cewek, yakin nih mau bejilbab??
    kl dia cowok, jgn2 kerjaannya cm goda2 yg bjilbab?

    wah,,good job banget t yg buat judul,!

  • Mayang Indah

    Saya Rasa judulnya sangat menyudutkan nilai dr kewajiban seorg muslimah (red: kerudung)
    sebagai bentuk ketaatan..
    kenapa judul film ini begitu frontal, menganggap perintah Tuhan seperti main2 saja..
    Monggo untuk judulnya di ganti, dan lebi bernilai edukatif dan religius..conth: Bukan sekedar Kerudung atw Bukan Kerudung Sampah..
    sekalian kata sampahnya d ganti saja atw d hilangkan, karena tdk edukatif

  • Toro Aris

    Seperti biasa, film propaganda Islam Liberal bahwa berjilbab itu munafik dan lebih buruk dari pelacur.

    • Reza Fiqih Nurzaman

      Film itu cermin bung !
      orang bikin film gak sembarangan dia pasti riset dulu
      dan kenyataannya banyak juga orang yang berkerudung tapi sesat…

      • Guest

        cerminnya islam liberal mah iye.

        kenyataannya banyak orang yg berkerudung dan suci kok tidak diangkat?

      • Guest

        cermin untuk islam liberal mah iye.

    • Reza Fiqih Nurzaman

      Film itu cermin bung !
      orang bikin film gak sembarangan dia pasti riset dulu
      dan kenyataannya banyak juga orang yang berkerudung tapi sesat…

  • Nurul Fitria Istiqomah

    First, cara pandangannya diluasin yaa. Klo saya sangat setuju dengan judul filmya. Hanya kerudung sampah, yahh Hanya Kerudung Sampah jika kita selalu merasa lebih baik dari orang lain, jika lisan ini dengan mudahnya menghakimi orang lain, merasa lebih suci yang dibungkus prinsip pribadi. Mulia dimata Tuhan hanya karena ketaqwaan. Bukan kerudung, harta ataupun status sosial. Hanya Allah yang memampukan tiap-tiap diri kita untuk menjadikan kerudung/jilbab menjadi hijab diri yang sesungguhnya. Semoga kita mampu membuktikannya dengan kontribusi nyata untuk umat. Tetap semangat! ^^

  • haqiqi

    heeem buat judul liberalisme ni…jangan memandang satu sisi ngk cocok dengan judulnya judul itu isi dari film so..buat tim kreatifnya judul coba ditelaah kembali…jangan seenaknya aja..

  • utami putri

    judul belum tentu sesuai sama makna d dalam filmnya. mungkin dengan menonton terlebih dulu akan terlihat makna sebenarnya apa

  • Icha

    Filmnyaaa bagusss.! ane udh nonton, sama sekali tidak menyudutkan wanita muslimah, ataupun yang blm brkerudung. flm ini sarat akan hikmah, bahwa tdk ada kata terlambat untuk berubah, saling berbagi, tidak boleh merasa paling bnar, td ada satupun yg bisa mengahalngi seseorang mendapat kebaikan, dll.. Lnjutkan Terus Short Movienya!

    • Marita Ningtyas S

      nonton di mana.. apa di you tube sudah ada? saya ingin nonton… dan pengen memberi review soal filmnya.. biar ga cuma bisa ngehek ngomong AIUEO gak jelas tapi belum nonton filmnya.. makasih

      • Ibas

        monggo hubungi akhina fahmi 082123458678,beliau sebagai promotion manager Film ini

        • Kauna

          Kapan ya bisa nonton film ini? Sudah lama tidak mengajak istri menikmati film (Indonesia). Tapi dimana??? Kalau memang tidak diputar di bioskop yang sudah ada, pastinya bagus dihadirkan road show dari museum kota satu ke kota lainnya. (Bisa jadi di kampus….). Saya hargai dan dukung dengan “prinsip-prinsip” bagaimana sebuah karya direncanakan, dibuat dan dihadirkan.

          Segmentasi umurnya mohon di warning (Remaja/Dewasa). Muatannya rentan dalam penguatan kharakter dan status jati diri. Mulai usia berapa yang diperkenankan menikmati film ini? Berhubung film ini tidak diputar di bioskop yang biasanya memberikan kode usia, maka hal ini sangat diperlukan.

          Menurut saya, judul dapat “sangat” diperhatikan atau bahkan biasa saja. Saya lebih memilih melihat alur cerita dan sudut pengambilan gambar untuk mengejawantahkan sebuah misi/pesan. (Awalnya sebuah film hadir dengan gambar saja, totally BISU!)

          Saya sangat2 menghargai dan salut kepada pekerja seni apapun di jagat raya ini. Apalagi Indonesia yang memiliki begitu banyak budaya. Sebuah “karya indah” seyogyanya dihadirkan ke masyarakat dengan kemudahan dalam menikmatinya. Tidak semua kota mampu meluangkan (waktu, finansial atau manajemen/EO) untuk menghadirkan sebuah karya seni.

          Sangat bijaksana tentunya jika memberikan service excellent dalam melayani masyarakat. Seluruh bidang produksi melakukan ini. Bak orang melihat iklan di TV namun kebingungan untuk mencari produknya di toko, supermarket atau bahkan supermall. Sangat disayangkan jika hampir 4500 Like FB berujung menikmati hasil sebuah karya melalui TV di rumah masing2. Anda pasti mengerti, menjadi bintang iklan pasti banyak yang mau, tapi menikmati sebuah karya yang diselingi banyak iklan di TV sungguh tidak nyaman. Terimakasih. Hidup Film Indonesia!

  • Ibas

    Sebagai seorang Muslim yang baik dan bijak,mari kita berkomentar dgn kata2 baik tentunya, jangan men-judge segala sesuatu sebelum kita lihat dalamnya, setelah saya menonton Film ini, hikmah yang saya ambil adalah menekankan kpd “HIJRAH”, tentunya Hijrah mjd lebih baik, dari yang tdk baik mjd baik dan yang sudah baik mjd jauh lebih baik.

    • Marita Ningtyas S

      ni mbak Dyah yang hebat bin pinter… dibaca deh komen yang ini.. top abis pendapatnya… :) kalo orang kek mas Ibas semua adem tentrem nih negara… gak rusak kaya sekarang

      • K Puspita W Daniee

        yang jadi permasalahan ada di judul..
        justru judul ini bs bikin ketidak tentraman banyak pihak..

        • Dari trailernya.. kayaknya filmnya juga bermasalah..

          • Wi Dini Ngsih Cya

            yup, seolah propaganda untuk mengajak orang supaya welcome dengan “kaum Nabi luth” maupun welcome dengan perbuatan yg menyimpang.

  • iro haya tira

    kola saya blum bsa kasi komen karena blum nonton flimnya.. pengen nonton flimnya

  • iro haya tira

    kola saya blum bsa kasi komen karena blum nonton flimnya.. pengen nonton flimnya

  • arie wibisono

    perilaku yg buruk g ada hubungannya dengan jilbab, jadi alangkah baiknya jikalau judul tdk menekankan pada jilbabnya. disinilah letak penggiringan opini hingga sering muncul kalimat “mending g berjilbab tp hatinya baik daripada berjilbab kelakuannya buruk”. nah lho, g nyambung kan?. Terlepas dr isi cerita yang patut dicontoh, judulpun harus edukatif.

  • arie wibisono

    perilaku yg buruk g ada hubungannya dengan jilbab, jadi alangkah baiknya jikalau judul tdk menekankan pada jilbabnya. disinilah letak penggiringan opini hingga sering muncul kalimat “mending g berjilbab tp hatinya baik daripada berjilbab kelakuannya buruk”. nah lho, g nyambung kan?. Terlepas dr isi cerita yang patut dicontoh, judulpun harus edukatif.

  • Nangka Botto’

    saya hanya gusar ketika membaca judul film ini, amat disayangkan ketika sutradara yang kebetulan muslim membuat judul hanya KERUDUNG SAMPAH. Kerudung itu perisai muslimah, dan tentu muslimah tidak ingin dikatakan berperisai sampah. Judul tidak harus menekankan kepada kerudungnya, kasian muslimahnya.

    • Chandra

      Kerudung/Jilbab adalah pakaian syar’i. Masih banyak pilihan lain yang tidak mengundang konflik SARA. Ini tidak toleran dan tidak kreatif. Kalau cuma begitu, orang munafik juga bisa mengarang banyak judul yang kontra.

  • Nangka Botto’

    saya hanya gusar ketika membaca judul film ini, amat disayangkan ketika sutradara yang kebetulan muslim membuat judul hanya KERUDUNG SAMPAH. Kerudung itu perisai muslimah, dan tentu muslimah tidak ingin dikatakan berperisai sampah. Judul tidak harus menekankan kepada kerudungnya, kasian muslimahnya.

  • Ley

    judul yang seperti itu memang di sengaja Brow, dan ini pelajaran bagi Kita, pengajaran untuk Kita supaya POSITIF TINKING dengan apapun yang Kita Lihat, Dengar dan Rasa.
    pakai IQ yang lebih tinggi lagi Brow, dan kalau bisa terjemahkan dari setia kata kata Mutiara yang Brow semua Lihat

  • Ahmad Sarwani

    sy sangat keberatan dg judulnya. yang samoah bisa jadi sutradaranya.

  • salam

    bukan ji kampanye waria to

  • Abbadwinchester

    Gx ada yg salah koq dengan judulnya…..justru ini yg membuat org penasaran pengen nonton….sukses buat kreatifitas penciptanya…

  • MyesQieyy TuoNieyy FadilesQiey

    gimana klo judulnya kita improve lagi , contohnya ky gini : ” Muslimah yg berhati pel*cur dan Pel*cur yg berhati Muslimah” ,,,,, judul2 film aja di ributin…helllooooowwwww…

    • ari

      helllooooowwwww… bagaimana kalo judulnya ibu gue perek……….kayaknya lebih asoy ya……

      • Wi Dini Ngsih Cya

        musliman itu pasti tidak berhati pelacur.

        klo masih berhati pelacur berarti bukan muslimah. simple.

  • Chandra

    Ah, kapan-kapan saya juga mau bikin judul “MERAH-PUTIH SAMPAH” Gimana?

  • ayu

    wanita berjilbab tdk smuaa mmliki akhlaq mulia ,.
    tetapi wanita muslimah yg memiliki akhlak mulia sudah pasti berkerudung dan berhijab sesuai syar’i bukan sesuai style !! :)

  • ayu

    jikalau yg membuat film ini sekuler dan liberal , kita doakan aja sama2 smoga mereka di beri hidayah oleh Allah , agar menjadi pribadi yg beriman dan bertaqwa kpda ALLAH , dan film2 yg tujuannya merusak islam , smoga aja mreka bertobat dan mendapat hidayah ALLAH ..
    amiiin allahumma amin :)

  • Hamba Allah

    Ngak usah di tontong gan….!!! biarin aja dia putar di mana dia suka, terus jangan di tonton. Biar ngak laku, dan ngak bali modal, biarkan dia rugi. Tapi kalau anda ahli hukum islam, dan ingin meluruskan itu (jika salah) kepada umat, ngak masalah kamu tonton.

    yang penting… Muslimah harus berpakaian yang sesuai dengan islam yang diantaranya jilbab. Pakaian islami adalah yang sesuai dengan ketentuan syariat. ( yaitu untuk perempuan menutup aurat (seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, menurut mayoritas ulama, dan seluruh tubuh menurut sebagian kecil ulama), tidak transfaran dan tidak sempit sehingga membentuk tubuh).

  • Hamba Allah

    Ngak usah di tontong gan….!!! biarin aja dia putar di mana dia suka, terus jangan di tonton. Biar ngak laku, dan ngak bali modal, biarkan dia rugi. Tapi kalau anda ahli hukum islam, dan ingin meluruskan itu (jika salah) kepada umat, ngak masalah kamu tonton.

    yang penting… Muslimah harus berpakaian yang sesuai dengan islam yang diantaranya jilbab. Pakaian islami adalah yang sesuai dengan ketentuan syariat. ( yaitu untuk perempuan menutup aurat (seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, menurut mayoritas ulama, dan seluruh tubuh menurut sebagian kecil ulama), tidak transfaran dan tidak sempit sehingga membentuk tubuh).

  • Kenapa kita tidak mengambil hikmah dari film ini tanpa menjelek-jelekkannya? Mungkin yang bisa diambil pelajaran adalah “jangan sombong dan bermuka masam kepada siapapun.”

  • ummu sakinah

    guys ini karya anak bangsa.. harus bisa kita kasih salut dari sisi
    kreatifitas klo cuma bisa menghujat dalam memberikan opini yang ga bagus
    coba berkaca pada diri kita. sanggupkah kita menciptakan suatu karya
    film atau kreativitas lainnya. film itu menuntut kita buat bisa
    mengambil hikmah dari setiap alur yang disusun bukan buat di cemooh..
    sekedar saran gpp lah.. tapi tidak untuk menghujat.. belum tentu kita
    bisa membuat karya seperti mereka..

    hari ini aku menyaksikan film
    ini keseluruhan.., alur ini memberikan pesan moral agar kita sebagai
    seorang muslimah atau muslimin yang paham banget sama agama, bisa tidak
    memandang sebelah mata untuk mereka pecandu,waria,gay, dll.. mereka
    bertiga adalah sebagian dari beberapa individu yang menurut opini atau
    pandang Masyarakat yang memandang mereka sangat hina , patut dijadikan
    bahan tertawaan dan cemoohan.. padahal seharusnya mereka itu di pahami
    di mengerti dan secara perlahan di tuntun menjadi seorang yang bisa di
    pandang utuh oleh masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama
    dll. bukan di hina dan di cemooh mereka. karena mereka adalah tanggung
    jawab kita yang ada disekitar mereka bukan menjadi musuh buat mereka.

    sosok
    salma disini hanya sebagai simbolis perempuan muslimah yang punya
    idealis tinggi bawa dirinya lebih baik dan mereka yang tidak sesuai
    tuntunan sama halnya dengan orang yang menganggap dirinya paling baik
    sendiri, paling pinter, paling hebat, paling suci dll. orang seperti
    ini biasanya menggangap idealisnya paling bener dari pada orang lain dan
    menganngap para peresah masyarakat itu adalah sampah dan dipandang
    sebelah oleh mereka yang menggangap diri mereka adalah sampah.


    sebaik-baiknya umat adalah nabi Muhammad SAW, dan Sebaik-baiknya
    Manusia yang menjalankan kehidupan dengan baik adalah mereka yang
    bermanfaat bagi orang lain”

    bukan yang sombong dan selalu menggangap tinggi dirinya.

    urusan pilihan keyakinan pada individunya masing-masing terutama masalah agama “lakum dinukum waliyaddin” (Qs:AL-Kafirun)

    agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu.

    jadi tinggal tenggang rasa dan saling toleransi dalam menjalani kehidupan berdampingan terutama di negri tercinta kita Indonesia

    saran pencipta film nya :

    Judulnya”
    Hanya Kerudung SAmpah” ini pasti punya pertimbangan yang sangat besar
    banget buat nentuin judul ini. pasti bakalan nimbulin kontroversi yang
    banyak apalagi bagi wanita yang berhijab tersinggung lah dengan hijab
    yang dia pakai. film ini jadi sedikit rancu klo kelanjutan ending atau
    adegannya dari si salma hanya pertanyaan pada dirinya.”apakah jilbab
    yang dia pakai hanya sampah karena dia tidak bermanfaat bagi orang lain”
    peryataan adegan salma ini akan banyak pertanyaan dari kaum akhwat.
    akan menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan seorang akhwat yang berhijab
    yang tidak sanggup menerima pesan dari film ini.

    jadi klo bisa
    adegan salma dan kawan-kawan akhwatnya juga harus sedikit di tekankan
    tentang jilbab syar”i yang sesungguhnya pada diskusi akhwat pada saat
    pengkajian atau dialog tentang (hijab antara berjilbab dulu akhlaq dan
    aqidah duluan apa aqidah dan akhlaq dulu baru berjilbab) tp harus
    bener-bener di tekan kan makna nya. mungkin di awal adegan dengan durasi
    5 atau 10 menit biar tidak salah paham dari pemaknaan kerudung sampah
    ini.

    Buat Wanita yang mengaku Muslim:

    – QS:Ar-Ruum : 30

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah
    atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
    Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
    kebanyakan manusia tidak mengetahui,

    ketetapan dan kewajiban Wanita menutup Aurat bagi seorang wanita..

    ini harus menjadi pertanyaan buat kalian para wanita muslim???

    Aqidah dan Akhlak yang mendahului berhijab, atau

    Berhijab baru mendahului Aqidah dan Akhlaq???

    jawab di diri kalian masing-masing ga perlu ada pengakuan..tapi
    harus ada pertanyaan buat kalian muslimah sejati ” sanggupkah kalian
    melihat hijab ini di pakai oleh akhwat hanya untuk menutup kedok dari
    ayib dan fasihon saja bukan di nikmati untuk dijalani sebagai Hamba
    Allah yang baik.?” hamba Allah yang baik itu hamba Allah SWT yang
    menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya minimal menegakan sholat lima waktu dengan baik.

  • ummu sakinah

    guys ini karya anak bangsa.. harus bisa kita kasih salut dari sisi
    kreatifitas klo cuma bisa menghujat dalam memberikan opini yang ga bagus
    coba berkaca pada diri kita. sanggupkah kita menciptakan suatu karya
    film atau kreativitas lainnya. film itu menuntut kita buat bisa
    mengambil hikmah dari setiap alur yang disusun bukan buat di cemooh..
    sekedar saran gpp lah.. tapi tidak untuk menghujat.. belum tentu kita
    bisa membuat karya seperti mereka..

    hari ini aku menyaksikan film
    ini keseluruhan.., alur ini memberikan pesan moral agar kita sebagai
    seorang muslimah atau muslimin yang paham banget sama agama, bisa tidak
    memandang sebelah mata untuk mereka pecandu,waria,gay, dll.. mereka
    bertiga adalah sebagian dari beberapa individu yang menurut opini atau
    pandang Masyarakat yang memandang mereka sangat hina , patut dijadikan
    bahan tertawaan dan cemoohan.. padahal seharusnya mereka itu di pahami
    di mengerti dan secara perlahan di tuntun menjadi seorang yang bisa di
    pandang utuh oleh masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama
    dll. bukan di hina dan di cemooh mereka. karena mereka adalah tanggung
    jawab kita yang ada disekitar mereka bukan menjadi musuh buat mereka.

    sosok
    salma disini hanya sebagai simbolis perempuan muslimah yang punya
    idealis tinggi bawa dirinya lebih baik dan mereka yang tidak sesuai
    tuntunan sama halnya dengan orang yang menganggap dirinya paling baik
    sendiri, paling pinter, paling hebat, paling suci dll. orang seperti
    ini biasanya menggangap idealisnya paling bener dari pada orang lain dan
    menganngap para peresah masyarakat itu adalah sampah dan dipandang
    sebelah oleh mereka yang menggangap diri mereka adalah sampah.


    sebaik-baiknya umat adalah nabi Muhammad SAW, dan Sebaik-baiknya
    Manusia yang menjalankan kehidupan dengan baik adalah mereka yang
    bermanfaat bagi orang lain”

    bukan yang sombong dan selalu menggangap tinggi dirinya.

    urusan pilihan keyakinan pada individunya masing-masing terutama masalah agama “lakum dinukum waliyaddin” (Qs:AL-Kafirun)

    agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu.

    jadi tinggal tenggang rasa dan saling toleransi dalam menjalani kehidupan berdampingan terutama di negri tercinta kita Indonesia

    saran pencipta film nya :

    Judulnya”
    Hanya Kerudung SAmpah” ini pasti punya pertimbangan yang sangat besar
    banget buat nentuin judul ini. pasti bakalan nimbulin kontroversi yang
    banyak apalagi bagi wanita yang berhijab tersinggung lah dengan hijab
    yang dia pakai. film ini jadi sedikit rancu klo kelanjutan ending atau
    adegannya dari si salma hanya pertanyaan pada dirinya.”apakah jilbab
    yang dia pakai hanya sampah karena dia tidak bermanfaat bagi orang lain”
    peryataan adegan salma ini akan banyak pertanyaan dari kaum akhwat.
    akan menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan seorang akhwat yang berhijab
    yang tidak sanggup menerima pesan dari film ini.

    jadi klo bisa
    adegan salma dan kawan-kawan akhwatnya juga harus sedikit di tekankan
    tentang jilbab syar”i yang sesungguhnya pada diskusi akhwat pada saat
    pengkajian atau dialog tentang (hijab antara berjilbab dulu akhlaq dan
    aqidah duluan apa aqidah dan akhlaq dulu baru berjilbab) tp harus
    bener-bener di tekan kan makna nya. mungkin di awal adegan dengan durasi
    5 atau 10 menit biar tidak salah paham dari pemaknaan kerudung sampah
    ini.

    Buat Wanita yang mengaku Muslim:

    – QS:Ar-Ruum : 30

    Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah
    atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
    Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi
    kebanyakan manusia tidak mengetahui,

    ketetapan dan kewajiban Wanita menutup Aurat bagi seorang wanita..

    ini harus menjadi pertanyaan buat kalian para wanita muslim???

    Aqidah dan Akhlak yang mendahului berhijab, atau

    Berhijab baru mendahului Aqidah dan Akhlaq???

    jawab di diri kalian masing-masing ga perlu ada pengakuan..tapi
    harus ada pertanyaan buat kalian muslimah sejati ” sanggupkah kalian
    melihat hijab ini di pakai oleh akhwat hanya untuk menutup kedok dari
    ayib dan fasihon saja bukan di nikmati untuk dijalani sebagai Hamba
    Allah yang baik.?” hamba Allah yang baik itu hamba Allah SWT yang
    menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya minimal menegakan sholat lima waktu dengan baik.

  • Dul Entong

    Film ini secara gak langsung mau bilang, Bencong lbh mulia daripada seorang muslimah, bullshit lah, knp gak sekalian aj tuh sutradara bikin film yang bertema pelacur lbh mulia daripada emak gw, aneh……..!!!!!!

    • ummu sakinah

      coba anda koreksi diri dulu.. anda dengan bencong muliaan siapa??

      • Dul Entong

        nama doang lo islami “sakinah”, gini aja gak tau, jelas lah lbh mulia gw daripada Bencong, terang2an ada hadist nya yg melaknat laki2 yg menyerupai wanita dan sebaliknya, blm lagi itu para bencong suka ada yg jual diri, najis tralalala……….

        • ummu sakinah

          makasih ya mas udh kash ilmunya. saya emang ga sempurna mas… yang sempurna itu Nabi Muhammad SAW, saya hanya salah satu hamba Allah yang di ciptakan untuk beribadah dan di tuntut untuk saling berbagi dan mengasihi. serendah-rendahnya orang dia punya hak untuk kembali kejalan yang baik, klo bukan kita yg membuat mereka sadar dan menuntun kembali kejalan yang bener berarti apa fungsinya kita punya ilmu tapi ga bisa saling berbagi. tahu hadist tapi tidak bisa mengamalkan dengan baik berarti apa donk?? Nabi Muhammad SAW tuh jelas nggak pernah ngajarin sikap sombong mas, ga tahu nabinya mas ngajarin apa ga? maaf ya mas klo tersinggung, tapi klo bisa komentar yang baik mas,, dijaga bahasanya… coba koreksi diri sendiri sebelum mengkoreksi orang lain, sempurnakhan kita sampai kamu pantas mencemooh orang lain dengan sempurna ??? hebat banget loh…

          • Dul Entong

            pertanyaan sya, mana yg lbh mulia, muslimah atau bencong??
            kalo mengenai amalan itu sih urusan Allah Swt, tp sebagai manusia, sdh jelas bahwa Rasulullah Saw sdah mewanti2 ttg hal ini, dan film tolol ini mau mencoba berlagak sbg Tuhan, dng mengiring opini sotoy, seolah2 ingin mengajarkan bahwa bencong lbh mulia dari muslimah……… #bitch please#

          • ummu sakinah

            bitch??? bisa ceramah Masalah “islam” tapi omongan ga bs di jaga, merasa dirinya paling bener. klo pertanyaan itu di lemparkan memank muslimah lebih terlihat mulia lewat kasat mata. tidak menjamin hati dan perbuatan sesungguhnya.. kemulian sesorang, nilai tanggung jawab kita di dunia hanya Allah SWT yang paling pantas menilai. bukan manusia mas

          • ummu sakinah

            bitch??? bisa ceramah Masalah “islam” tapi omongan ga bs di jaga, merasa dirinya paling bener. klo pertanyaan itu di lemparkan memank muslimah lebih terlihat mulia lewat kasat mata. tidak menjamin hati dan perbuatan sesungguhnya.. kemulian sesorang, nilai tanggung jawab kita di dunia hanya Allah SWT yang paling pantas menilai. bukan manusia mas

          • Dul Entong

            pertanyaan sya, mana yg lbh mulia, muslimah atau bencong??
            kalo mengenai amalan itu sih urusan Allah Swt, tp sebagai manusia, sdh jelas bahwa Rasulullah Saw sdah mewanti2 ttg hal ini, dan film tolol ini mau mencoba berlagak sbg Tuhan, dng mengiring opini sotoy, seolah2 ingin mengajarkan bahwa bencong lbh mulia dari muslimah……… #bitch please#

  • dwiyan

    keliatan banget yah.. komentar tanpa membaca keseluruhan artikelnya.. memang judul sedikit “nyeleneh” tapi lihat isinya dong baca dikit kek artikelnya..

    jujur aja dah.. ada berlian besar di mulut anjing pun pasti di ambil.. selalu ada hikmah walau dari tempat yang kotor sekali pun..
    kalo yang ane tangkap dari artikelnya dan trailernya :
    – harus lebih peka dan memperhatikan sekitar
    – di balik keburukan setiap orang, tentu ada keinginan untuk kembali ke jalan yang benar. kalau mereka tidak disupport, malah dicaci maki akan usahanya, apakah mereka akan kembali???

  • Andry Esta

    sebelum nonton filmnya jangan komen yang negatif dulu, hanya karena baca judulnya aja. memang judulnya sedikit ekstrim tapi setelah nonton filmnya insya allah banyak hal positif yang bisa kita ambil. Menurut saya filmnya itu memang banyak menyangkut masalah sosial dan cara menghadapi problema kehidupan. Intinya film ini harus kita apresiasi bukan hanya mellihat dari judul filmnya saja tanpa melaah langsung pesan yang disampaikan dari film tersebut baik pesan moral, religius, dan sosial.

  • Susi Damaiyanti

    Ni judul menghina banget, hubungannya isi ma judul gak ada, bukan karena konten bagus lalu se enak perut menghina Islam. Kata Pak Mario “Jangan jadikan cinta untuk boleh menyakiti”

    • ummu sakinah

      saya seorang mulimah dan berhijab tapi sya tidak tersinggung… di film ini ga ada sedikitpun makna yang menjelekan islam, malah saya melihatnya ini membuat kita yang berjilbab harus sadar… bahwa kita harus menjaga jilbab kita dengan baik, menjaga akhlaq kita dengan baik, ucapan yang tidak bermakna negatif, sombong, anggkuh dan merasa paling suci…. jangan pakai jilbab tapi jadi tontonan masyarakat di pinggir jalan sambil rangkul-rangkulan sama co, berbicara gibbah di luar sana, itu lebih mejelekkan islam bukan, dibanding film ini….

      di awal membaca judul ini dan belum menontonya aja, saya malah berfikir film ini di buat wanita muslimah yang memakai jilbab seenaknya cuma buat nutupin aib,kedok,kemunafikan dan fasion saja tanpa mengerti arti dari menutup aurat dan akhlaq yang baik setelah menutup aurat… tertnyata disini lebih memberi arti untuk lebih bersosial dan tidak memandang orang rendah serta menjaga jilab dengan baik… menggunakan kerudung dengan akhlaq yang baik tapi bukan hanya kerudung sampah yang memalukan islam di mata agama lain.

      • Apri Anie

        setuju mbak…jgn merasa suci tp berupaya memanfaatkan diri untuk sekitar

        • Endah dian

          Fitrahnya tidak ada manusia ”sampah”, kata sampah yang sering kita dengar sebagai ”sampah masyarakat” harusnya dibuang dari kamus bahasa indonesia.. Jadi saya rasa tidak berarti muslimah yang tersinggung dengan judul ini merasa suci, tidak ada manusia yang tidak berdosa tapi jangan juga merasa diri seperti ‘sampah’, kalau muslimah saja merasa seperti sampah, lalu mau jadi apa generasi penerus kita.. Saya hanya mengingatkan saja bahwa ada quotes yang saya mainkan yang berbunyi ”you area What you think”…

  • Zahra Hikmah

    Inspiratif…. terima kasih atas koreksinya. saya yang masih belajar berhijab ini ternyata blm ada apa-apanya, masih ‘sampah’. Astagfirullah. :-D

  • ummu sakinah

    saya juga sedang belajar berhijab masih menjadi sampah mbak.. astagfirullah.. semoga makin di perkuat imannya.

    (tidak ada yang merubah satu kaum selain kaumnnya nya sendiri yang ingin berubah). :)

  • Akhmad Ahdiyat Budianto

    di Indonesia, harus mau ALAY, EXTREEM, LEBAY, NARSIS, BERLEBIHAN kalo mau terkenal.. Makanya ni judul agak BERLEBIHAN..

  • Wi Dini Ngsih Cya

    Aq sih cmn mewanti² supaya berhati² dengan propaganda liberal untuk mengajak orang
    supaya welcome dengan sebangsa “kaum Nabi luth” maupun welcome dengan
    perbuatan yg menyimpang.

  • “Hanya Kerudung Sampah”
    saya mau translate kaya gimanapun (judul) kata2 diatas tetep ga bagus.
    “Kerudung sampah”…
    seolah2 berkrudung juga masih sampah,,
    pdhal dalm islam sya ga pernah nemu kalau “Kerudung sampah” itu ada.
    afwan, ini hanya penilaian sya saja :..
    judul
    diatas terlalu “Menohok untuk islam” seolah2 memberikan justifikasi
    bahwa “Berkrudung itu belum tentu baik” pdhal islam meWAJIBkan sorang
    muslimah itu menutup auratnya, baik atau tidaknya seseorang itu sudah
    menjadi pilihan dalam setiap langkahnya dalam hidup, syariat tetaplah
    yang utama.

    • ummu sakinah

      nice post

    • ummu sakinah

      nice post

    • pramudya

      setuju gan

    • Apri Anie

      maka dari itu mas,,,baca isi jangan sekadar melihat judul krn judul itu salah satu cara penarik perhatian…baca sinopsisnya bagus lho…

      • ia mba apri, tpi lagi-lagi logika saya tidak bisa menerima judul yang
        semberono terhadap sesuatu yang tidak seharusnya dicela, walau judul
        tidak mejadi tolak ukur sebuah isi, tpi.. coba resapi lagi, “KERUDUNG
        SAMPAH”.
        dimana letak membanggakan islam disana??, yang ada dari
        judul turun ke alur cerita, maka judul sudah pasti memberikan doktrin
        sebuah cerita, walau disana ‘ada islam dalam cerita’ tpi ttap saja,
        bahasa ‘sarkasme’ tidak menjadi satu2nya hal yang digunakan untuk
        menarik perhatian,

        • Faisal Sya’bani

          Ada kata-kata bagus dari filmnya “Asal kamu tau aja, kebenaran itu hak untuk semua orang Salma!”
          si Salma emang taat, tapi dari alur cerita dia terlalu mengkotak-kotakkan objek dakwah (kata-katanya aja ngga difilter).
          Maksut dari pembuat film itu jelas banget, seorang yang mengetahui kebenaran jangan sampai hanya menyimpannya untuk diri sendiri. Tapi bagikanlah dengan santun dan baik, karena islam itu jelas agama yang cinta kedamaian.
          Kan udah banyak cerita-cerita tentang pembunuh 99 orang yang jadi ahli surga setelah keinginan kuatnya untuk bertaubat. Atau seorang penzina yang jadi ahli surga setelah memberikan minum seekor anjing yang hampir mati kehausan.

          Kerudung emang jadi identitas seorang muslimah yang udah yakin (mengimani) suatu kebenaran islam, emang syariatnya begitu kan. Tapi jangan sampai hati tidak di’jilbab’in juga, Kayak kerudung itu cuman hiasan kepala (identitas doang), dan sikap sepantasnya seorang muslimah tidak dijalankan
          pantes kok judulnya, HKS “Hanya Kerudung Sampah”
          Menohok untuk para muslimah yang hanya mengkotak-kotakkan objek dakwah dan terus mengukung kebenaran untuk pribadinya sendiri

      • ia mba apri, tpi lagi-lagi logika saya tidak bisa menerima judul yang
        semberono terhadap sesuatu yang tidak seharusnya dicela, walau judul
        tidak mejadi tolak ukur sebuah isi, tpi.. coba resapi lagi, “KERUDUNG
        SAMPAH”.
        dimana letak membanggakan islam disana??, yang ada dari
        judul turun ke alur cerita, maka judul sudah pasti memberikan doktrin
        sebuah cerita, walau disana ‘ada islam dalam cerita’ tpi ttap saja,
        bahasa ‘sarkasme’ tidak menjadi satu2nya hal yang digunakan untuk
        menarik perhatian,

  • Alfia Nur Amanah

    ini thu adaya kapan c dibioskop?? kok g nemu dh -_-

    • Apri Anie

      tlg 17 november 2013 jam 12-15 di aula kampus al azhar HTML 15.000.- terbatas hanya 200 org

  • Apri Anie

    inspiratif neh…saya sampe meneteskan air mata u/ lebih mengkoreksi diri…mungkin kita dg jilbab lebar spt ini merasa paling suci dan menganggap remeh/sampah org lain padahal harusnya kita memberi manfaat buat lingkungan sekitar krn setiap kita adalah penyeru agama ALLAH…makasih untuk diingatkan

  • Endah dian

    Meskipun belum Nonton filmnya tapi saya kasih empat jempol buat karya anak bangsa ini, inspiratif dan menggugah walau awalnya saya kaget dengan judul yg sedikit provokatif ini. Mungkin kita bisa belajar sama om hanung bramantyo bagaimana bikin judul yg bagus, menarik tp tidak ” nyeleneh” (belajar bikin Judul nya doang loh ya.. CATET.. Judul nya doang!!) ex: Sang Pencerah.. Perempuan berkalung Sorban.. Lebih elegan menurut saya.. Wallahu’alam

  • Adinda Mutia

    Antara jilbab dan akhaq tdk lah sama, jilbab adalah murni printah dari Allah SWT dan wajib bagi wanita yg telah memasuki akil baligh,, sepertinya judulny hrs di ganti total ya…

Lihat Juga

300 penonton memadati Park 23 XXI Bali dalam acara Nobar Film Tausiyah Cinta. (dhani)

Animo Penayangan Film Religi Tinggi, Mahasiswa Muslim Gelar Nobar Film Tausiyah Cinta di Bali