Home / Berita / Daerah / Gus Mus: Islam Kita Bukan ‘Islam Saudi Arabia’

Gus Mus: Islam Kita Bukan ‘Islam Saudi Arabia’

gus musdakwatuna.com – Yogyakarta. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri kembali menegaskan perbedaan antara muslimin Indonesia dan Arab Saudi. Meski keduanya menganut agama yang sama tapi masing-masing memiliki kekhasan budaya.

“Islam kita itu ya Islam Indonesia bukan Islam Saudi Arabia, bukan berarti kalau tidak pakai jubah dan sorban Islam kita tidak diterima,” katanya saat membuka Pameran Seni Rupa Nasirun di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa (2/10).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini berpesan kepada umat Islam di Indonesia untuk meneladani Nabi Muhammad SAW secara tepat. Menurut dia, Nabi termasuk pribadi yang menghargai tradisi setempat dan berperangai menyenangkan.

“Rasulullah SAW memakai jubah, sorban dan berjenggot ya karena tradisi orang Arab seperti itu. Abu Jahal juga berpakaian yang sama, berjenggot pula. Bedanya kalau Rasul wajahnya mesem (sarat senyum) karena menghargai tradisi setempat. Nah, kalau Abu Jahal wajahnya kereng (pemarah). Silahkan mau pilih yang mana?” Katanya disambut gelak tawa hadirin.

Gus Mus membuka pameran yang hadir dalam bentuk tabligh seni Rubuh Rubuh Gedhang ini dengan menabuh beduk. Ia menilai, acara seperti ini seharusnya diadakan bukan hanya di Yogyakarta namun juga di seluruh penjuru Nusantara. Hal ini sebagai wujud kecintaan masyarakat pribumi terhadap tradisi dan budaya di Tanah Air.

Turut mengisi pada acara ini dalang Wayang Suket Slamet Gundono, Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) Tegalrejo, Romo Sindunata, Kirun, Marwoto, Den baguse Ngarso, Djadug dan lainya. (mh/nu.or.id/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (59 votes, average: 6,47 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • okabasi doma

    Islam dimana-mana SAMA. Tidak ada Islam Indonesia, Islam Arab Saudi, Islam Leberal, Islam Muhammadiyah, Islam LDII, Islam kejawwen, Islam nasionalis, dan masih ada sederet istlah lainnya. Yg membedakan hanya manusianya, yg sangat dipengaruhi oleh tradisi adat istiadat, budaya, kurafat, mitos-mitos.

    Setelah Rasulallah SAW wafat, panglima tertinggi umat Islam adalah Al Quran dan hadis nabi SAW. bukan manusia seperti ustazd, kiyai, syeikh, dan predikat lainnya.
    Setiap Insan muslim harus dan wajib mendalami Al Quran dan sunnah Nabi SAW, dan TAAT tanpa resever apa yg diperintah agama, Miliki tafsir Al Quran dan Sunnah Nabi SAW, pelajari, kalau kurang jelas baru bertanya kepada Ahlinya (ustazd, kiyai).
    Jangan taat / taklid perintah ustadz/kiyai kalau bertentangan dengan perintah panglima tertinggi itu.

    Menjadi Insan Islam yg baik, SETERILKAN diri anda dari segala bentuk KEMUSRIKAN dan manifestasinya, isi perut dengan makanan yg halal 100%, baru anda melangkah untuk melaksanakan perintah agama seperti shallat, zakad./sedekah/puasa dan berhaji.
    Islam itu simple tidak memberatkan, justru yg membuat Islam dijauhi akibat dakwah yg berlebih-lebihan, Da’i/ustaz/kiyai yg pandai / piawai omongnya, tetapi perilakunya tidak sama dengan yg diomongkan, kelak BIBIRNYA digunting-gunting baik dialam kubur apalagi di alam akirat nanti.

    • suroso

      Setejuuuuuuuuuuu

    • muhammad_syafei

      silakan jadi ustad sendiri, jangan cuma nulis di komentar

      • arief

        Komen anda dangkal,..Kiyai/Ustad jadi pembimbing umat berdasarkan ajaran syariat yg benar, sesuai al-Qur’an dan Hadits..kalau ada yg melenceng, umat wajib mengingatkan agar umat lain tidak tersesat..!

        • muhammad_syafei

          saya bilang ‘jadi ustad sendiri’, bukan ‘ustad bagi orang banyak’

    • fathullah

      anda ini ngawur… Allah Swt memerintahkan kita agar patuh terhadap Para Ulama…

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
      Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulullah dan ulil Amri diantara kamu.
      (QS. Annisa-59)

      • Juru Tulis

        apakah ulil amri itu ulama? mohon koreksinya

        • Fathullah

          ulil amri itu adalah pemimpin… dalam segi agama pemimpin adalah ulama, akan tetapi masih harus di pilah lagi diantara para ulama, karena ulama pun ada yang baik dan ada juga yang tidak baik… maka dari itu carilah ulama yang shaleh, yang kebaikannya sudah di akui oleh kebanyakan orang… wallahu a’lam bishawab

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Di NU gak ada ulama sholeh, tapi ulama amplop dan fulus banyak. Diakui kebanyakan orang belum tentu diakui oleh Allah. katanya keshalehan juga hanya Allah yang tahu, kok ente bilang keshalehannya diakui oleh kebanyakan orang?

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Di NU gak ada ulama sholeh, tapi ulama amplop dan fulus banyak. Diakui kebanyakan orang belum tentu diakui oleh Allah. katanya keshalehan juga hanya Allah yang tahu, kok ente bilang keshalehannya diakui oleh kebanyakan orang?

      • okabasi doma

        Setiap omongan ulama (ustadz,Kiyai,syekh dan predikat lainnya) BOLEH diterima BOLEH di-ingkari, namun hanya sabda Rasulallah SAW wajib diterima, ditaati tanpa reserve, walau kita tidak melhat langsung ke beliau SAW.
        Masa kini. ulama yg ditaati adalah ulama yg mengisi perutnya dengan MAKANAN HALAL, budi pekerti serta akhlak moralnya mendekati kesempurnaan, maksudnya apa yg diomongkan, sebelumnya dia sudah melaksanakannya. Iman Tauhidnya MURNI 100% (steril dari kenmusrikan).
        Ulama yg pantas disebut pewaris Rasuallah SAW, bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, untuk menemukannya, o;eh karena itu teliti dan cermati ulama yg anda kenal, selidiki secara cermat, sebab ulama yg bertolak belakang dan menyimpang dari keterangan diatas, dipastikan ULAMA SU’UL(jahat, buruk mukanya, serigala berbulu domba), akirnya umat tercerai berai, seperti yg anda lihat sekarang ini.

        Tolong kabari saya, barangkali anda dapat menemui ulama yg shaleh, sedikit bicaranya(ringkas), bersih dan rapi keadaan rumahnya,

        • Fathullah

          Ulama yang patut di terima Fatwa atau ucapannya adalah ulama yang menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, yaitu mereka yang menasehati hal yang baik dan mencegah hal yang buruk… nah kalo bicara masalah musrik itu hanya Allah yang tahu… sebab kita tidak tahu ulama yang kita temui itu musrik atau tidak, cuma saya kasih tau terhadap anda bahwa kalo yang di tanya ulama dari kalangan wahhabi sudah jelas pasti mereka mengatakan bahwa para ulama itu semuanya musrik hanya ulama dari kalangan mereka saja (wahhabi) yang suci, bersih, dan benar.

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Ulama NU 95% Musyrik, gak usah nunggu kabar dari Allah, fatwanya aja serba boleh, kenduri arwah boleh, minta-minta pada kuburan boleh, tawasul dg orang mati boleh, ke dukun boleh, bawa jimat boleh. Memang pembuktian musyrik harus setelah mati? Percuma dong Nabi Muhammad berdakwah, jika apa-apa serba hanya Allah yang tahu kesesatan, kemussyrikan seseorang. Berbuat saja seenaknya di dunia, toh hanya Allah yang tahu musyrik dan sesat.

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Ulama NU 95% Musyrik, gak usah nunggu kabar dari Allah, fatwanya aja serba boleh, kenduri arwah boleh, minta-minta pada kuburan boleh, tawasul dg orang mati boleh, ke dukun boleh, bawa jimat boleh. Memang pembuktian musyrik harus setelah mati? Percuma dong Nabi Muhammad berdakwah, jika apa-apa serba hanya Allah yang tahu kesesatan, kemussyrikan seseorang. Berbuat saja seenaknya di dunia, toh hanya Allah yang tahu musyrik dan sesat.

  • Marliyus Nanank

    jadi kalo ada org primitif yg budayanya telanjang dibiarin aja dgn alasan budaya jadi apa gunanya para ulama padahal sudah jelas yg haq adalah haq.saya tidak bilang semua org arab itu harus dicontoh cuma bedakanlah antara agama dan budaya

  • اَحْمَدْ فَرْحًا

    yang komen pada pake nafsu, selow napa. cermati perkataannya baik2, jangan salah paradigma penafsiran tentang pendapat seseorang nanti jadi fitnah.

  • Manulang

    Memang kyai2 seniman spt ini sering mengedepankan seninya, akhirnya nyleneh2 sa’ karepe dewe. Atau sdh mjd bag dr skenario global?

  • Sambodo winu aji

    budaya datang nya dari manusia Agama datangnya dari Allah, kalo budaya tidak sesuai dengan agama, apakah agama harus menyesuaiakan dengan budaya? itu sama saja dengan beli peci kekecilan, kepala dipotong supaya pas masuk peci..karena kepala itu dari Alloh dan peci buatan manusia..

  • ThaifahManshurah

    si gus mus ini dan orang2 yg sejenisnya adalah kiyai liberal
    sukanya mengkotak-kotakkan ISLAM
    mereka bikin istilah “ISLAM ke-Indonesia-an”
    kalo cuma pake sorban, ato batik itu bukan ISLAM
    itu cuma budaya saja

    udahlah

    gak usah didengerin tuh mertuanya si ulil

    • Guest

      komentar kok kayak k0nt0L

      • ThaifahManshurah

        ini pasti pemuja dajjal dur
        kalo komeng gak mikir

    • muhammad_syafei

      pemikiran sempit, silakan mati di kotak tanah yang sempit

      • ThaifahManshurah

        silakan duluan deh
        ntar kalo mati, semoga dikubur pake tata cara nenek moyang

        • muhammad_syafei

          ya emang pake cara nenek moyang. emang lu mau pake cara apa? pake cara modern disetrum? ah dari komentarnya ketauan nih makhluk2 sejenis ormas islam perusak

          • ThaifahManshurah

            ormas apaan
            FPI..!?!?
            bukan gw bukan FPI
            asal tau aja
            FPI itu bikinan wiranto
            FPI mirip seperti pam swakarsa
            FPI mirip juga seprti NII KW IX
            bikinan THAGHUT NKRI

          • fathullah

            ini orang wahhabi sok tau, sok pintar, sok suci…. orang pemarah, suka menghina, dan menghujat apakah anda mencontoh suri tauladan rosulullah… yang lemah lembut, santun dan budi pekerti yang baik….

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Lah kkomen ente marah kagak, sok tau, sok pintar, sok suci…. orang pemarah, suka menghina, dan menghujat kagak? Gak nyadar…

          • ThaifahManshurah

            kasian
            ASWAJA gadungan di NU
            perusak ISLAM
            si gus mus, pernah bilang
            berdzikir bersama inul

            ulama macam apaan nih
            dzikir dg cara maksiat

            dasar ASWAJA gadungan

          • ThaifahManshurah

            ya udah duluan sono
            mau pake cara jawa nenek mopyang orang AWAJA gadungan NU
            duluan sono

  • acl

    pemikiran – pemikiran semacam inilah yang membuat umat islam tidak bisa bersatu, muslim ya muslim, mau di indonesia di arab atau dimana saja tetap saja muslim,mngapa umat islam harus di petak2kan.

  • Alfian Alwi

    engga tau apa tuh Gus Mus ada Hadist ” Rapihkan kumis panjangkan jeggot”..???…Belajar Hadist dulu Gus..hehe

    • fathullah

      anda yang tidak mengerti… hadits untuk memanjangkan jenggot itu kan sunnah, bagi yg berjenggot mendapatkan pahala, dan bagi yang tidak berjenggot kan tidak berdosa…. cuma yg dimaksud gus mus disini bukan masalah jenggotnya… tapi masalah suri tauladan rosulullah yaitu jadilah orang yang murah senyum dan berbudi pekerti yang baik… jangan seperti orang-orang wahhabi, sukanya merasa benar sendiri, merasa lebih tau, merasa lebih suci dan pemarah alias pencela…

      • Alfian Alwi

        Justru anda yg tdk mengerti hadist spt nya..tahukah anda mengapa Nabi menyuruh memanjangkan jenggot..?? krn itu akan menyelisih kaum Majusi..apakah tata cara anda sholat itu tdk berdasarkan hadist.? adakah di AlQuran.? jd kita bersholat itu Sunnah,..???..

        • fathullah

          anda ini keras kepala sekali… apakah anda masih merasa lebih benar, dan lebih tau, bahkan lebih suci…??? kan saya sudah bilang bagi yang memanjangkan jenggotnya berarti mendapatkan pahala sunnah, dan bagi yang tedak berjenggot pun tidak berdosa… sekarang saya tanya terhadap anda..??? Banyak orang yang tidak diberikan jenggot oleh Allah sejak kecil sampai dewasa, dan apakah anda berani mengatakan bahwa mereka itu Sesat…!!!

          • Alfian Alwi

            mempertahankan kebenaran bkn berarti keras kepala mas..!! ya kalau mmg tdk diberi jenggot sm Allah..masa mau pakai Jenggot palsu sih.? tp itu bkn berarti sunah kan..sm spt anda kalau tidak diberi mata sm Allah..masa anda bisa melihat….dimana logika anda..!!!

          • fathullah

            orang ini aneh… sudah saya bilang bagi yang berjenggot mendapatkan pahala, dan jika tidak berjenggot pun tidak apa-apa dan tidak berdosa… masih juga keras kepala…. sebelum anda jawab pertanyaan saya, silakan tanya dulu sama ustadz mu itu… bener atau tidak pendapat saya, bahwa kalo tidak berjenggot pun tidak apa-apa…????

          • Alfian Alwi

            yaa..tdk apa2x bagi yg mmg tdk tumbuh jenggot dari kecil..tp yg mmg ada bibit2x jenggot wajib di pelihara mas..!!..kembali ke kontek si Gus mus…ngerti hadist kah dia..???

          • fathullah

            saudaraku Alfian Alwi… sebaiknya anda tanya dulu terhadap ustadz anda…. bener tidak pendapat saya, bagi mereka yang memanjangkan jenggotnya berarti mendapatkan pahala sunnah… dan bagi mereka yang tidak memelihara jenggot, padahal tumbuh pada hakekatnya itu tidak mendapatkan pahala sunnah, akan tetapi tidak berdosa karena tidak wajib…. dan jika tidak sama sekali tumbuh jenggot sejak kecil sampe dewasa pun tidak apa-apa…

          • Alfian Alwi

            sdh saya tanyakan pada ustad saya ..wajib hukumnya memelihara jenggot bagi yg mempunyai bibit jenggot…Wassalam

          • Guest

            Waduh hukumnya WAJIB ga salah tuh mas? tolong dijelasin kok bisa jadi WAJIB

          • Guest

            ya cb dibaca dari awal lg..Iqro..Iqro…cb sy copas ya,,”a..tahukah anda
            mengapa Nabi menyuruh memanjangkan jenggot..?? krn itu akan menyelisih
            kaum Majusi..( jd bkn berarti hanya u/org Arab..tp u/semua kaum
            muslimin)..dan ada hadist jg..”Jika engkau menyerupai suatu kaum maka
            kamu termasuk pd kaum itu”…maka dari itu Nabi mewajibkan kita untuk
            menyelisihnya..mengenai org2x yg mmg tdk diberi Allah tumbuh jenggot
            maka tdk wajib baginya,,spt ayat di Alquran ..” Allah tdk membebani
            seseorang sesuai kemampuanya..( Al Baqarah : 286)…Wallahu Alam

          • Alfian Alwi

            ya cb dibaca dari awal lg..Iqro..Iqro…cb sy copas ya,,”a..tahukah anda
            mengapa Nabi menyuruh memanjangkan jenggot..?? krn itu akan menyelisih
            kaum Majusi..( jd bkn berarti hanya u/org Arab..tp u/semua kaum
            muslimin)..dan ada hadist jg..”Jika engkau menyerupai suatu kaum maka
            kamu termasuk pd kaum itu”…maka dari itu Nabi mewajibkan kita untuk
            menyelisihnya..mengenai org2x yg mmg tdk diberi Allah tumbuh jenggot
            maka tdk wajib baginya,,spt ayat di Alquran ..” Allah tdk membebani
            seseorang sesuai kemampuanya..( Al Baqarah : 286)…Wallahu Alam

          • Abduh

            Hukumnya WAJIB ga salah tuh? jelasin dong kok hukumnya bisa jadi WAJIB

          • fathullah

            ADA DUA PENDAPAT TENTANG MENCUKUR JENGGOT:

            1. Pendapat Mazhab Hanafi dan Hanbali:

            Kedua mazhab ini secara tegas menyebutkan bahwa haram Hukumnya mencukur habis jenggot. Pendapat ini didukung oleh sebagian kalangan Maliki dan sebagian kecil dari ulama di kalangan mazhab Syafi’i, dan sesuai dengan hadits Rasulullah Saw:

            أحفوا الشوارب وأعفوا اللحى

            Potonglah kumis kalian dan peliharalah jenggot
            [HR. Muslim no. 259]

            إن أهل الشرك يعفون شواربهم ويحفون لحاهم فخالفوهم فاعفوا اللحى وأحفوا
            الشوارب

            Sesungguhnya orang musyrik itu membiarkan kumis mereka lebat. Maka selisihilah mereka, Peliharalah jenggot dan potonglah kumis kalian
            [HR. Al-Bazzar no. 8123; hasan]

            2. Mazhab Syafi’i dan Maliki:

            Umumnya pendapat ulama di kalangan mazhab Syafi’i dan sebagian dari ulama mazhab Maliki menyebutkan bahwa mencukur habis jenggot tidak merupakan perkara yang haram, Hukumnya hanya sampai batas makruh saja:

            Telah berkata Al-Qadli ’Iyadl ;

            يكره حلق
            اللحية وقصها وتحذيفها وأما الأخذ من طولها وعرضها إذا عظمت فحسن بل تكره الشهرة
            في تعظيمها كما يكره في تقصيرها

            ”Mencukur, memangkas, dan mencabut jenggot adalah makruh. Adapun jika ia memotong karena terlalu panjang dan (menjaga)
            kehormatannya jika ia membiarkannya (sehingga nampak jelek), maka itu adalah baik.

            Atsar Thawus bin Kaisan rahimahullah :

            أبو خالد عن
            ابن جريج عن ابن طاوس عن أبيه أنه كان يأخذ من لحيته ولا يوجبه.

            Dari Abu Khalid, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Thawus: Bahwasannya ia (Thawus) memotong jenggotnya namun tidak mewajibkannya.

    • kengsengteh

      saya dulu jg seperti anda, sedikit2 harus sesuai alquran dan hadist. ternyata setelah masuk ke dunia tafsir, ilmu kita seperti setetes air di lautan. jangan setengah2 belajar islam agar tidak menjadi orang yang sombong

      • Alfian Alwi

        sy justru meragukan ke islaman anda kalau sedikit2x tdk berdasar pada Quran dan Hadist…jd berdasarkan Apa.? ada lagi kah yg lebih tinggi dibanding Quran & Hadist.?>??

    • giyo

      belajar hadis aja ga cukup, pake ijma dan kiyas

      • Alfian Alwi

        yup…shahih…

  • paijho

    يَا
    أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا
    تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian dalam Islam secara
    keseluruhan”. Maksudnya tetaplah kalian semua diatas agama Islam sejak
    awal permulaan dan janganlah kalian keluar dar Islam dan syariat Islam
    -sampai perkataan mufassir- Imam Qaffal berkata : kata “kaaffah =
    keseluruhan” bisa kembalikan kepada mereka yang diperintah masuk Islam,
    sehingga maksudnya : masuklah kalian kesemuanya dalam agama Islam dan
    janganlah berpisah-pisah dan jangan pula berbeda-beda, -sampai
    perkataan mufassir- dan pastas pula kata “kaaffah = keseluruhan”
    dikembalikan kepada Islam, yakni seluruh syariat Islam. Al Wahidi ra
    berkata : pendapat ini lebih layak dengan dhahirnya tafsir karena mereka
    (orang-orang mukmin) diperintah melaksanakan keseluruhan syariat
    Islam.

    • Alfian Alwi

      Shahih…

  • justmine

    gus mus, kalau mau jadi muslim yang baik , lupakan nasionalisme, lupakan sukuisme, lupakan budayaisme, lupakan egoisme, apalagi liberalisme, ikutilah quran dan sunnah rasul.
    jangan jadi kblinger begitu….
    weledeleh, emang jaman saiki kyai itu cuma gelar jadi2an, ilmune gado2…

  • Max

    Berkomentar lah secara baik dan santun…

  • Raymond Castello

    analogi yg cukup bagus, islam atau tidaknya seseorang memang tidak bisa dinilai hanya dari penampilannya, karena penampilan seringkali menipu.

    • arief

      Bukan soal penampilan bung,..ini masalah lebih serius,soal syariat. Memanjangkan janggut dalam Islam adalah perintah Nabi Muhammad SAW,sesuai hadits beliau yg sahih. Harus dibedakan dengan pernak-pernik lain sebagai budaya..

  • @aslanie

    Islam itu menyangkut tauhid dan syari’at….sumbernya cuma satu dari Allah…tampilan fisik tidak membuat Islam itu jadi beda.esensi Islam tetep sama,solatpun bahasanya sama. Budaya adalah termasuk muamallah selama tidak bertentangan dengan tauhid dan syari’at maka tidak mengapa…tapi bukan Agama yg menyesuaikan ke budaya ,apa kalau di suku Asmat kita hrs menyesuaikan pakaian setempat.???….
    Mengikuti rasulullah adalah sunnah termasuk nabi sering memakai pakaian putih,wangi2an,panjangkan jenggot,cukur kumis,semua adalah sunnah ,semua tidak lain supaya kita lebih mudah dikenali…..
    Apa pak kiai ini kalau Ihram pakai sarung??biar beda dengan saudi…..please pak kiai jgn buat orang awam jadi bingung….

  • fijay

    analogi yang bodoh.. pak mus, jenggot itu rasulullah yang nyuruh bukan tradisi org arab meskipun abu jahal brjenggot..

  • Guest

    salah satu pesan Rasululloh SAW pada khutbah haji wa’da adalah tetap berpegang teguhlah pada Alquran dan Hadist Rasululloh SAW … karena segala hal yang ada dalam diri Rasululloh SAW adalah suri tauladan (contoh panutan) hidup kaum muslimin….

  • Rino Rahmad

    salah satu pesan Rasululloh SAW pada khutbah haji wa’da adalah tetap
    berpegang teguhlah pada Alquran dan Hadist Rasululloh SAW … karena
    segala hal yang ada dalam diri Rasululloh SAW adalah suri tauladan
    (contoh panutan) hidup kaum muslimin…. “Wallahu A’lam Bishowab”(dan Hanya ALLOH SWT yang Maha Mengetahui)

  • Chrisman

    Hmm………
    Untuk Dakwatuna hati-hati dalam menampilkan berita. Berita yang begini (memecah belah pemikiran antara umat Islam), sangat diminati (untuk dikomentari) oleh kelompok JIL dan Faithfreedom.

    • @aslanie

      setujuuu

      • Joy Esbe

        setuju jg

  • Abu Kholid

    manusia yg kurang berilmu, padahal udah jelas hadist nya kalo Rasulullah menyuruh laki-laki memanjangkan jenggotnya bukan hanya untuk orang Arab tapi untuk semua muslimin diseluruh dunia.

    Kalo anda menganggap Islam Arab harus dibedakan dengan Islam Indonesia, mending anda sholat pake Bahasa Indonesia aja, gak perlu Bahasa Arab, okay? biar anda saling sesat dan menyesatkan….
    I

    • fathullah

      anda ini gak ngerti maksud kata- katanya… maksud gus mus itu jangan suka jadi orang yang pemarah seperti abu jahal sukanya merasa lebih benar dan pemarah seperti layaknya orang – orang wahhabi, suka marah dan merasa lebih benar…, jadilah islam yang murah senyum seperti nabi kita Muhammad SAW yang mempunyai toleransi dan budi pekerti yang baik.

      • Alfian Alwi

        spt nya justru anda yg WAHABI nih..hehe

        • fathullah

          Ahlu Sunnah Waljama’ah Yes…. Wahhabi No…

          • Irvine Kinneas

            benarkah anda termasuk alussunnah waljamaah? atau jangan jangan anda hanya termasuk orang yang menamakan dirinya ahlussunnah waljamaah saja. pikir lagi, pelajari lagi.

  • jiwaloesakit

    pak tua si pelukis “dzikir bersama inul” saran saya mah orang ini klo bicara dianggap lelucon ajalah…

  • arief

    Bahaya nih,Kiyai begini gak boleh jadi pemimpin…menyesatkan, atau isi gak sesuai label..? Masa sih Kiyai sekaliber dia gak tau kalau memanjangkan janggut adalah Hadits Rasulullah yg sahih..?

    Ibnu Umar r.a. mengatakan: “Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR. Muslim: 259).

    • kengsengteh

      anda suci banget, gara2 beda pakaian sm jenggot saja menyesatkan kyai. saya yakin 100% sekarang anda ngg pakai jubah dan sorban. sunah itu bukan wajib, lha kalau allah tidak menumbuhkan jenggot pada seseorang, apa iya dia sesat.

      • arief

        Bukan masalah suci atau tdk,…Masalahnya Al-Qur’an dan Hadits merupakan tuntunan umat Islam,gak boleh ditawar. Gak boleh hanya pegang Qur’an,gak pake Hadits. Mengaku Umat Muhammad harus menerima Haditsnya. Memelihara Janggut memang sunnah bukan wajib.tapi juga gak boleh dibilang sekedar budaya,itu menyelisihi Hadits/sunnah,..apalagi yg ngomong itu kiyai… Sama dengan polisi yg melanggar Hukum.

      • arief

        Nabi secara spesifik menyebut Janggut,bukan Jubah atau gamis atau sorban,..maka tidak ada alasan mengkatagorikan perintah memelihara janggut sama dengan pernak-pernik budaya lainnya.

    • Karman Tolinggi

      Andai Nabi diutus dari ras CINA,, apakah mas arief pingin maksa matanya jd cipit?? itu soal ras bro,,,

      Anda harus bedakan mana yg syra’i dan mana yg budaya,,. kalo kita orang Indonesia ikutan dgn Nabi yg rasnya berbeda dgn kita secara fisik,,.. maka yg pelihara jenggot hasilnya jd kumis kucing, karna pertumbuhannya dipaksa,,..

      • arief

        Konotasi anda tidak tepat karena yg disunnahkan memanjangkan Janggut,bukan meniru ciri2 fisik.setiap Laki-laki dari ras apapun dapat tumbuh janggutnya. Dan Nabi tidak mengatakan janggut harus lebat seperti orang arab..

    • himawan sasongko

      Mas..mas.., hakikatnya menumbuhkan janggut menipskan kumis apa coba?…agar ada perbedaan antara muslimin dgn komunitas lainnya di arab sono. Intinya adl berbeda, terjemahan filosofisnya adl berbeda secara kualitas keimanan dan perilaku dlm kehidupan, itu yg ingin diinginkan Rasulullah. Islam sering menyebutkan tidakkah kamu berpikir atau bagi org2 yg berpikir, atau sejenisnya yg merangsang kita utk merenungkan/memikirkan lbh dalam tentang apa yg disampaikan Allah SWT melalui Al Qur’an…coba cek berapa kali hal tsb dicantumkan dlm Al Qur;an…jd mari berpikir…

      • arief

        Ini bahayanya kalau Al-Qur’an dan Hadis boleh diterjemahkan seenak hati sesuai selera dan logika masing2.. Janggut didalam Hadits2 ybs dikatakan sangat spesifik dan tidak ada konotasi lain.. toh kita tidak disunnahkan (tdk ada hadits) yg Nabi memerintahkan kita memakai jubah,sorban atau makan dalam baki besar bersama-sama..

  • arief

    Maksud Kiyai JIL itu,Islam disesuaikan dengan budaya,lalu disesuaikan dgn selera selanjutnya disesuaikan dengan hawa nafsu masing-masing…

    • kengsengteh

      budaya selagi tidak membentur tata syariat ndak apa2, misal baca’an sholat, tata cara puasa dll. kl cuma pakaian dan jenggot ya ngg apa, wong namanya saja sunah. nabi dulu budayanya naik onta, silahkan anda naik onta kalau keluar kota nggak usah pakai mobil

      • abu syahdan

        Kalau memeluk Islam tuh jangan setengah-setengah mas, yang Kaffah gitu loh, karena Islam bukan cuma sekadar Shalat dan Puasa saja. Islam itu tatanan hidup, way of life makanya banyak belajar lagi ya mas. Ngaji tuh atau belajar tuh dari buaian sampai ke liang lahat menurut hadistnya. Jadi kalau belajar baru kenal bab shalat dan bab puasa masih jauh mas. Ojo komentar deh…

      • arief

        Yg jadi masalah,hal yg sudah jelas2 sunnah tidak boleh dikatakan sekedar budaya yg tidak perlu diikuti…

  • Erwin Yazid

    termasuk kenduri arwah gus ???

  • kengsengteh

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ
    وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ
    عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

    “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
    sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari
    kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian
    yang lain…” [Al-Hujuraat: 12]

    • Abdul Aziz Abdul Al

      ayat ma terjemahnya g berhubungan,,cek lg ayatnya

    • Irvine Kinneas

      8 tamu setuju? wahai seluruh manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari laki laki dan perempuan… kenapa menjadi wahai orang orang yang beriman…

  • mckey

    nah, seperti biasa… beginilah muslim… terus bertengkar… terus cari2 kesalahan orang… terus saling mengkafirkan dan men-sesat-kan… terus saling menghancurkan… setelah itu, seperti biasa, salahkanlah Yahudi, Amerika, dan segala macam kambing hitam yang tak berhubungan… — akhirnya ORANG2x YANG BENAR adalah orang2 yang pergi meninggalkan sumber kerusuhan… orang2 yang menjaga dan mengikuti akal dan nurani sehat berkah alam… orang2 yang semakin banyak di Indonesia juga dunia… silakan terus saling serang… silakan menjadi setan… selamat tinggal… :)

  • FPI

    mantap guss,,,,,islam indonesia islam yang santunn dan penuhh rahmat…. jangan niru islamnya para asuu wahabi, kerjaannya marah2 terus,suka poligami,,,,,,

    • abu syahdan

      Sampeyan pakai nama FPI tapi kelakuan seperti JARINGAN IBLIS LIBERAL

  • Gayo

    Kenaapa gak sekalian Gus Mus nya ngomong, “Al-Qur’an itu berbahasa arab karna tradisi orang arab, indonesia gak perlu baca bahasa arab nya”, atau juga kenapa gak sekalian ngomong gini, “Bacaan dalam shalat itu kan bahasa arab karna tradisi orang2 di arab, kita kan idonesia pakai bahasa indonesianya aja” kan sama kejadian nya seperti ini. padahal coba baca ayat ini

    وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا، وَاتَّقُوا اللَّهَ، إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
    Ambillah apa yang datang dari Rosul, dan tinggalkanlah apa yang dilarangnya! Dan takutlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu Maha Keras siksa-Nya (al-Hasyr: 7)

    serta kaitkan dengan Hadist ini :

    1. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

    عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ! (رواه البخاري: 5892)ـ
    Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)

    2. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

    انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى! (رواه البخاري: 5893)ـ
    Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian! (HR. Bukhori: 5893)

    3. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

    خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَوْفُوا اللِّحَى! (رواه مسلم: 259)ـ
    Dari Ibnu Umar, Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim: 259)

    4. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

    جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْخُوا اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ! (رواه مسلم: 260)ـ
    Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260)

    5. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

    جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْجوا (أو وأرجئوا) اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ. (رواه مسلم: 260, مع الرجوع إلى شرح صحيح مسلم للنووي, وفتح الباري شرح حديث رقم: 5892)ـ
    Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, panjangkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260, lihat juga Syarah Shohih Muslim karya Imam Nawawi, dan Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori karya Ibnu Hajar hadits no: 5892)

    6. Hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

    عن أبي أمامة قَالَ: …فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَقُصُّونَ عَثَانِينَهُمْ وَيُوَفِّرُونَ سِبَالَهُمْ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُصُّوا سِبَالَكُمْ وَوَفِّرُوا عَثَانِينَكُمْ وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ (رواه أحمد: 21780)ـ
    Dari Abu Umamah: …lalu kami (para sahabat) pun menanyakan: “Wahai Rosululoh, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad: 21780, dihasankan oleh Albani, dan dishohihkan oleh Muhaqqiq Musnad Ahmad, lihat Musnad Ahmad 36/613)

    7. Hadits dari Abdulloh bin Umar r.a.:

    عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بإحفاء الشوارب, وإعفاء اللحى (رواه مسلم: 259)ـ
    Ibnu Umar r.a. mengatakan: “Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR. Muslim: 259).

    8. Pernyataan Sahabat Jabir bin Abdulloh r.a.:

    كنا نؤمر أن نوفي السبال ونأخذ من الشوارب (مصنف ابن أبي شيبة 5/25504). وفي لفظ: كنا نعفي السبال, ونأخذ من الشوارب (أخرجه أبو داود: 4201). وحسنه الحافظ ابن حجر في فتح الباري 13/410, وصححه الشيخ عبد الوهاب الزيد في كتابه إقامة الحجة في تارك المحجة ص 36 و 79)ـ
    Jabir r.a. mengatakan: “Sungguh kami (para sahabat), diperintah untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 26016). Dalam riwayat lain dengan redaksi: “Kami (para sahabat) membiarkan jenggot kami panjang, dan mencukur kumis” (HR. Abu Dawud: 4201). Atsar ini dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 13/410, dan di shohihkan oleh Syeikh Abdul Wahhab alu Zaid dalam kitabnya Iqomatul Hujjah fi Tarikil Mahajjah, hal: 36 dan 79)

    • WeAreAfriend

      “Selisihilah…” artinya harus beda. Sekarang orang kristen juga banyak yang berjenggot dan tidak berkumis. penekanan perintah ini sebenarnya pada “Berbeda” atau “Memanjangkan jenggot dan meniiskan kumis”?

      Maaf, komentarnya kok agak keras di awal. Nabi saja masih ada kelirunya. Cukuplah Setan dan sekutunya jadi musuh islam, tak perlu memusuhi sesama muslim. Agama lain juga tak henti memusuhi Islam. Tidak ada manusia sempurna.

  • Jugo Prabowo

    Teruslah Kyai-ku bersuara dengan sejuk kita siap lahir batin melawan orang2 yang demen menebarkan permusuhan dan peperangan, Demi Indonesia Tanah Air Kita. Jangan sampai Indonesia menjadi negara gagal seperti Afghanistan atau Pakistan, sampai rakyatnya kabur menyeberangi samudra mengadu nyawa demi mencari rasa aman.

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Tapi dengan Nasrani rela berlama-lama jaga gereja pak yah. Yang banyak menebar permusuhan itu justru makhluk NU. Panas dengan dalil dari Hadits Shahih.

  • Wawan Irwandi

    kata-kata beliau terasa sejuk di hatiku. terima kasih Ya alloh yang telah memberi pemahaman yang lebih baik kepadaku melalui kehadiran para ulama yang saleh.

  • ruri

    alat musik terbangan dari Saudi arabia dan budaya negara itu, sedang alat musik Indonesia adalah angklung, bukan berarti kalau tidak pakai terbangan dhiba’an kita tidak diterima, dhiba’an bisa pakai angklung

  • Juru Tulis

    mas semua, tolong kembalikan ke sumber perselisihan,

    pak kiai
    mengatakan “Islam kita itu ya Islam Indonesia bukan Islam Saudi Arabia,
    …. ” jadi di dalamnya bukan sekedar masalah jenggot, gamis, musik atau sejenisnya

    bagaimana menurut anda?

    karena menurut pemahaman saya islam itu satu, yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits

    dan
    Islam itu istimewa mas, dari mulai urusan buang hajat dampai menyembah
    Allah sudah ada tuntunannya dari Rosulullah SAW, kurang apa lagi kita ?

    saya pernah mendengar bahwa Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata ” apabila ada perkataanku yang menyelisihi sunnah, maka tinggalkanlah perkataanku”, bayangkan orang besar seperti beliau dengan rendah hati dan tidak mempertahankan dengan keras pemikirannya karena beliau sadar sunah diatas pemikiran beliau..

    perlu dipahami bahwa islam berbeda dengan budaya arab,

    kalau yang dimaksud kiai adalah budaya Indonesia berbeda dengan budaya Saudi Arabia itu bisa diterima karena Islam memang berbeda dengan keduanya, dan Islam mencerahkan keduanya

    • Arif Rohman Hakim

      iya, betul2 ga jelas tuh orang.
      ngomong budaya aja napa, aneh.

  • taufiq rudianto

    Islam bukan akal yang lepas dari Al Qur’an dan Hadits, namun islam adalah agama dari langit, Allohlah pemiliknya…. Alloh menjelaskan agamanya melalui Alquran dan hadits Rosulullah….. bagaimana sampeyan bisa membantah Rosululloh, sampeyan ini bukan siapa2, nabi bukan rosul bukan….. syariat itu yang dibawa Rosul, bukan menurut hawa nafsu njenangan, bagaimana sampeyan lebih pinter dari Rosul, Alquran dan hadits itu untuk seluruh umat didunia ini, bukan hanya orang arab…. hati2 bicara Islam karna sampeyan bukan pemilik agama ini yang bisa menafsirkan agama semaunya njenengan….

  • adi

    GUUUUsss gus,,, lha wong inul aja dibela biar ikut digoyang ngebornya,,,, nauzdubillah ,,,

  • mang jaim

    maksud gus mus adalah kita jangan mempermasalahkan orang berjubah atau tidak tapi yg penting kita sebagai umat islam, jalankanlah syariat islamnya, dan kita sebagai umat islam indonesia gak usah jadi tengkar karena pendapat salah seorang kyai, tapi kita renungkan maknanya kalau benar kita ikuti kalau salah kita tinggalkan pendapatnya ,itu lebih arif demi menjaga silaturohim anatar sesama muslim kita.mari kita takbir tiga kali allahuakba………3x untuk persqatuan dan kesatuan umat islam.

    • abu syahdan

      Itu yang Rasulullah SAW menyebutnya sebagai penyakit “WAHN” yang menghinggapi hampir semua umat Islam di akhir jaman.

  • Raden Jailani

    Islam itu sejuk, Muslim itu menebarkan kedamaian dan kebaikan pada sekitarnya, kalau ada orang ngaku Islam, tapi sering menyalahkan orang lain dan menganggap dirinya paling benar sampai berani mengkafirkan saudaranya yang lain, membuat orang di sekitarnya terganggu dengan ucapannya, amalnya kosong belaka, maka iya tidak pantas disebut muslim, ia lebih pantas disebut sampah !!! jangan jadikan Indonesia seperti Afghanistan yang dikuasai Taliban brutal, sebab kami bangsa Indonesia akan mengusir anda… para Khawarij modern sok suci

    • abu syahdan

      Itu yang Rasulullah SAW menyebutnya sebagai penyakit “WAHN”

      • Cak Madura

        Wahn itu cinta dunia dan takut mati, dalam menghadapi khawarij yang selalu mengumbarkanmengumbar permusuhan, tidak ada orang yang takut mati bung !! Malah muak dengan tingkah laku mereka yang suka menghakimi orang lain….

        • abu syahdan

          Dengan sikap Anda yang seperti ini bukan tidak mustahil Anda telah memberi gelaran sendiri terhadap diri Anda sebagai “KHAWARIJ”.

          Benar Wahn adalah cinta dunia dan takut mati, itu yang telah digambarkan Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu dan saat ini kondisinya umat Islam seperti itu, tidak dapat dipungkiri dan memang kenyataan bahwa kecintaan mereka terhadap duniawi begitu besar sehingga menggunakan akal pikiran untuk menyelesaikan urusan umat bukan lagi menggunakan sumber hukum yang telah diwariskan Rasulullah SAW yaitu Al Quran dan Hadist.

          hai orang yang berselimut.. bangunlah dari tidurmu..
          bangunlah dari kelumpuhan tulang rangkamu..

          hilangkan kemalasan yang mengotori aliran nadimu..
          hilangkan kemurungan yang menyelubungi benakmu bagai kabut..

          tegakkan dirimu dengan kekuatan ilahi..
          tegakkan dirimu dalam kebenaranNya..

          sirami jiwamu dengan tetesan embun pagi..
          sirami jiwamu dengan huruf ayat-ayat suci..

          ucapkan namaNya pada lidahmu yang kelu..
          kobarkan semangat hidup.. sebelum lalu..

          hai insan yang terbaring lunglai..
          bangunlah sebelum fajar menyeruak malam..
          hisablah diri.. timbanglah amal..

          bersama desiran angin pagi..
          rentangkan layar kehidupan..
          meluncur mengarungi samudera..
          malam jangan jadi rintangan..
          bintang kan jadi pelita..
          teruslah berlayar sampai berjumpa bahagia..
          sampai berjumpa di akhirat..
          di batas alam yang fana..

          (surat Muzzamil)

          • Cak Madura

            Jangan paling benar dalam menafsirkan Islam, belum tentu tafsiran anda paling benar :) hormatilah pendapat orang lain….

          • abu syahdan

            Dalam menafsirkan Islam sebagai orang Islam kita harus TEGAS dan harus sesuai dengan kaedah hukum Islam yang termaktub di dalam Al Quran dan Sunah/Hadist dan jangan sekali-kali menafsirkan Islam atas pendapat pribadi khawatir setan mempengaruhi jalan pikiran kita. Menghormati pendapat orang lain itu boleh kalau BENAR kalau SALAH ya kita berkewajiban untuk meluruskan. Masak orang mau nyemplung NERAKA kita biarkan di mana rasa persaudaraan Islamnya. “Tolong menolonglah dalam kebaikan dan jangan tolong menolong dalam kesesatan” itu kata hadistnya. Selama tafsiran kita beracuan kepada Kitabullah wal Sunnah Insya Allah itu BENAR. Kecuali Anda yang cuma ngebebek, komentar gak pake ilmu itu BAHAYA!!! Ngaji lagi Mas mumpung masih dikasih umur sama Allah SWT. Jadi masih punya kesempatan untuk memperbaiki hidup di dunia dan akhirat.

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Kalau tafsiran itu diambil dari pemahaman para sahabat (bukan kyai) sudah pasti benar, karena sudah mendapat rekomendasi dari Rasulullah SAW, jika sahabat salah Rasulullah langsung menegur dan mengoreksinya. Lah pendapat kyai? Bagaimana ada yang menegur dan mengoreksinya, wong belum keluar fatwa saja sudah dianggap pembawa kebenaran. Justru ente yang maunya benar sendiri. Ente minta “hormatilah pendapat orang lain”, kok ente malah mengatakan “Jangan paling benar dalam menafsirkan Islam” Lucu memang makhluk NU itu.

    • Pencinta Mujahidin

      Saya terpaksa prihatin dengan kamu … nggak ngerti sejarah Afghanistan koq berani komentar seperti ini. Tahukah kamu, ada sekelompok umat Nabi Muhammad yang selalu berperang di jalan Allah itu adalah bangsa Khurasan .? yang antara lain: Afghan, Chechnya , Waziristan ….Nggak ada nuhuwah dari Rasullulah kalau Muslim Indonesia menegakkan Thaifah Manshurah_Pasukan Panji Hitam … kita muslim yang masih awam, nggak bisa sembarang menuding khawarij kepada kelompok Mujahidin, Taliban, dll

  • abu syahdan

    Kelihatannya

  • abu syahdan

    Kelihatannya sepertinya benar ya, pendapat beliau tapi kalau pendapat tidak berdasar tuntunan dari Allah SWT dan Rasulullah SAW, apa bisa kita anggap benar… agama ini adalah Wahyu bukan hasil pemikiran jadi lebih baik jangan berpendapat kalau itu cuma keluar dari pemikiran sendiri karena dikhawatirkan Syetan ikutan membisiki jadilah titahnya titah SYETAN juga. Syetan dalam upayanya membujuk manusia untuk jadi pengikutnya sungguh cantik mainnya, ia bisa lewat titah seorang yang dianggap KIAI karena itu cara jitu buat membodohi pengikutnya. AlQuran itu Buku Petunjuk untuk umat Islam jadi apa yang diperintahkan ikuti apa yang dilarang tinggalkan. Jangan ngikutin KIAI NGEBOR…

    • himawan sasongko

      Bro…yg disampaikan gus mus adl pendapat bhw islam jgn hanya dipersonifikasikan sec fisik saja, bukan itu tujuan Rasulullah menyebarkan ajaran mulia ini. Islam dewasa ini ditantang utk membuktikan bhw apa yg tercantum dlm Al Qur;an dan Hadits adl menjadi rahmat bagi sekalian alam…Bagaimana islam dpt menjadi lokomotif berkembangnya sains tanpa menegasikan keyakinan bhw Allah SWT adl satu2nya dzat yg Maha Berilmu, bgmana islam menjadi pelopor perdamaian dunia..bukankah bnyk teladan dr Rasulullah SAW terkait hal tsb? Bukankah Al Qur;an jg memuat kisah2 para Nabi/Rasul dgn segala problematika umat di zamannya masing2..?, Bagaimana islam memandang HAM dlm konflik sosial…itu yg mestinya dicontoh dr Rasulullah tdk sekedar menonjolkan personifikasi fisik….bukankah Rasulullah tdk pernah mewajibkan kaum muslimin berjenggot?…krn beliau tau bkn itu hakikatnya ber-islam…begitulah menurut saya hal yg ingin disampaikan gus mus…ingat bro islam sdh tercantum dlm Al Qur;an sbg rahmatan lil alamin….mari kita buktikan bhw hal itu benar…dlm konteks yg juga benar, tdk copy paste trus paksain utk diterapkan tnpa melihat latar belakang dan kondisi masy.

      • abu syahdan

        Maaf data ini saya copy paste karena saya tidak berani untuk mengeluarkan fatwa, jadi ini memang ayat serta hadist yang ada dan telah lama berlaku dikalangan umat Islam 1400 tahun yang lalu. Jadi kalau Rasulullah SAW tidak mewajibkan berjenggot menurut Anda, coba baca beberapa ayat serta hadist di bawah ini :

        وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا، وَاتَّقُوا اللَّهَ، إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
        Ambillah apa yang datang dari Rosul, dan tinggalkanlah apa yang dilarangnya! Dan takutlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah itu Maha Keras siksa-Nya (al-Hasyr: 7)

        serta kaitkan dengan Hadist ini :

        1. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

        عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ! (رواه البخاري: 5892)ـ
        Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- pernah bersabda: Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian! (HR. Bukhori: 5892)

        2. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

        انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى! (رواه البخاري: 5893)ـ
        Dari Ibnu Umar r.a., Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potong tipislah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian! (HR. Bukhori: 5893)

        3. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

        خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ، وَأَوْفُوا اللِّحَى! (رواه مسلم: 259)ـ
        Dari Ibnu Umar, Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Selisilah Kaum Musyrikin, potong pendeklah kumis kalian, dan sempurnakanlah jenggot kalian!”. (HR. Muslim: 259)

        4. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

        جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْخُوا اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ! (رواه مسلم: 260)ـ
        Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, biarkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260)

        5. Rosul -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

        جُزُّوا الشَّوَارِبَ، وَأَرْجوا (أو وأرجئوا) اللِّحَى، خَالِفُوا الْمَجُوسَ. (رواه مسلم: 260, مع الرجوع إلى شرح صحيح مسلم للنووي, وفتح الباري شرح حديث رقم: 5892)ـ
        Dari Abu Huroiroh r.a., Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Potonglah kumis kalian, panjangkanlah jenggot kalian, dan selisihilah Kaum Majusi. (HR. Muslim: 260, lihat juga Syarah Shohih Muslim karya Imam Nawawi, dan Fathul Bari Syarah Shohih Bukhori karya Ibnu Hajar hadits no: 5892)

        6. Hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

        عن أبي أمامة قَالَ: …فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ يَقُصُّونَ عَثَانِينَهُمْ وَيُوَفِّرُونَ سِبَالَهُمْ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُصُّوا سِبَالَكُمْ وَوَفِّرُوا عَثَانِينَكُمْ وَخَالِفُوا أَهْلَ الْكِتَابِ (رواه أحمد: 21780)ـ
        Dari Abu Umamah: …lalu kami (para sahabat) pun menanyakan: “Wahai Rosululoh, sungguh kaum ahli kitab itu (biasa) memangkas jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka?”. Maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menjawab: “Potonglah kumis kalian, dan biarkanlah jenggot kalian panjang, serta selisilah Kaum Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)!”. (HR. Ahmad: 21780, dihasankan oleh Albani, dan dishohihkan oleh Muhaqqiq Musnad Ahmad, lihat Musnad Ahmad 36/613)

        7. Hadits dari Abdulloh bin Umar r.a.:

        عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: أن النبي صلى الله عليه وسلم أمر بإحفاء الشوارب, وإعفاء اللحى (رواه مسلم: 259)ـ
        Ibnu Umar r.a. mengatakan: “Sesungguhnya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkan untuk memangkas tipis kumis dan membiarkan jenggot panjang. (HR. Muslim: 259).

        8. Pernyataan Sahabat Jabir bin Abdulloh r.a.:

        كنا نؤمر أن نوفي السبال ونأخذ من الشوارب (مصنف ابن أبي شيبة 5/25504). وفي لفظ: كنا نعفي السبال, ونأخذ من الشوارب (أخرجه أبو داود: 4201). وحسنه الحافظ ابن حجر في فتح الباري 13/410, وصححه الشيخ عبد الوهاب الزيد في كتابه إقامة الحجة في تارك المحجة ص 36 و 79)ـ
        Jabir r.a. mengatakan: “Sungguh kami (para sahabat), diperintah untuk memanjangkan jenggot dan mencukur kumis”. (Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 26016). Dalam riwayat lain dengan redaksi: “Kami (para sahabat) membiarkan jenggot kami panjang, dan mencukur kumis” (HR. Abu Dawud: 4201). Atsar ini dihasankan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 13/410, dan di shohihkan oleh Syeikh Abdul Wahhab alu Zaid dalam kitabnya Iqomatul Hujjah fi Tarikil Mahajjah, hal: 36 dan 79)

        • abu syahdan

          Mas Himawan, Anda bicara bahwa :
          Islam dewasa ini ditantang utk membuktikan bhw apa yg tercantum dlm Al
          Qur;an dan Hadits adl menjadi rahmat bagi sekalian alam…Bagaimana
          islam dpt menjadi lokomotif berkembangnya sains tanpa menegasikan
          keyakinan bhw Allah SWT adl satu2nya dzat yg Maha Berilmu, bgmana islam
          menjadi pelopor perdamaian dunia..bukankah bnyk teladan dr Rasulullah
          SAW terkait hal tsb?

          Tapi Anda sendiri yang menyelisih hadist, banyak hadist yang bicara mulai dari cara berpakaian, berpenampilan sampai pula pada soal JENGGOT, koq sepertinya Anda malah abai terhadap apa yang Rasulullah SAW ucapkan. Justeru dari hal kecil seperti itu Rasulullah SAW ingin umatnya sami’na wa atho’na untuk mencapai Rahmatan lil ‘Aalaamiin. Kalau yang kecil untuk diri sendiri kita lalai terus bagaimana target yang besar untuk umat bisa kita capai. Itu seperti “Tong Kosong Bunyinya Nyaring”

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Mana bisa terbuka otaknya mas Abu Syahdan orang – orang nahdliyin, wong kebencian didahulukan kok. hadits sahih itu bagi nahdliyin gak berlaku dan dianggapnya justifikasi wahabi, tapi kalau dari kyainya, hadits dhaif, bahkan palsu dianggapnya shahih.

          • abu syahdan

            Benar itu yang terjadi pada hampir sebahagian besar umat islam yang ber ISLAM tanpa ILMU, mereka lebih menomor satukan fatwa Kyainya walau pun fatwa yang dikeluarkan itu menyesatkan. Semoga ALLAH SWT menjaga dan memelihara kita dari perbuatan yang menyesatkan dan menunjuki kita ke jalan yang diridhoiNYA yaitu jalan KEBENARAN

          • Irvine Kinneas

            mungkin cara kita menyampaikan juga ada kesalahan? tetap teguh menyampaikan syariat yang lurus.

      • arief

        Begitu indah paparan anda sebagai justifikasi/pembenaran. Tapi tetap saja Sunnah Rasulullah yg suci tidak boleh diingkari.

      • ASli WArisan JAhiliyah

        Wuaaalaah nyatanya lahir batin golongan ente keruh.

      • Irvine Kinneas

        maaf mas himawan. kita sebagai ummat islam sudah dicetak seragam. gamis, pakaian putih, jenggot. sholat berjamaah di masjid untuk laki laki, mendakwahkan islam, tegas dalam berkata kata. sudah ada syariatnya mas himawan. baca lagi, pelajari lagi, tanya lagi. tapi jangan pada satu sumber saja, tanya juga ulama yang menurut anda berseberangan pendapat.

  • Raden Jailani

    Islam itu tata nilai, ukurannya adalah akhlakul karimah, Islam disebarkan di Indonesia melalui perantara budaya, bukan melalui perang antar bani dan dinasti seperti di Timur Tengah, Islam disebarkan di Indonesia dengan menghargai budaya, bukan Islam yang memusuhi dan mencurigai budaya…. saya yakin seandainya Rasulullah masih hidup, beliau tidak akan mengkafirkan orang yang nonton wayang, pake blangkon, gerebeg maulud, memperingati hari lahir beliau, membaca puji-pujian kepada beliau dengan syair berbahasa arab maupun jawa, Islam itu mengkayakan peradaban, bukan menghancurkan dan memusuhi peradaban sebuah bangsa

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Dimana stateman yang “mengkafirkan orang yang nonton wayang, pake blangkon, gerebeg maulud,
      memperingati hari lahir beliau, membaca puji-pujian kepada beliau dengan
      syair berbahasa arab maupun jawa, Islam itu mengkayakan peradaban,
      bukan menghancurkan dan memusuhi peradaban sebuah bangsa” ngawur sekali makhluk NU yang satu ini, gak ada statemen kayak gitu dikomen, Beginilah didikan kyai NU, gobloknya dipelihara sampai mati.

  • anset

    banyak yg selalu mengaku-ngaku paling sesuai Alqu’ran dan hadist yang mengacu hanya pada pendapat sendiri (ulama groupnya sendiri) saja dan merasa paling sesuai dgn Alquran dan sunnah, (bukan hadist-red) tanpa mau menerima pendapat dari ulama yang bukan groupnya yg boleh jadi lebih benar dimata Allah SWT dan Rosul SAW,..maka berhati2lah krn tiap2 perbuatan akan dimintai pertanggung jawabannya kelak..

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Ulama ente ulama keblinger semua, Gus Dur, Said Aqil Siradj itu kan bagian dari Dajjal-Dajjal kecil di Indonesia.

  • Sarini

    Islam itu hanya satu, tidak ada islam arab ataupun islam indonesia, kalau budaya arab dan budaya indonesia ya pasti beda. berjenggot bukan budaya arab tapi sunnah.

    • Salman Al Varisy

      betul sekali Sarini seperti yang anda katakan, jelasnya kalau agama Islam sumbernya cuma Al’Quran dan Hadist yang Shahih, cuma disayangkan Gus Mus ini bikin hebohnya ada pula kata2nya “Islam Arab & Islam Indonesia”, hehehehe……gara2 membuka Pameran Seni Rupa Nasirun di Bentara Budaya Yogyakarta, inilah akibat kebiasaan mencampurkan Budaya&Agama yang ujung2nya berakhir dengan bid’ah

  • Erik Eri

    Jangan .kayak pak kiyai ngomong kok nglantur alias nyleneh, islam itu satu nggak ada yg namanya islam arab saudi atau islam indonesia. Yg namanya sunah, dapat pahala kalau dikerjakan dan tdk berdosa kalau tidak dokerjakan. Semua nya itu pasti ada hikmah nya. jgn bilang ngikutin sunah itu budaya orang arab.

    • Joy Esbe

      mau tanya,,anda tau g siapa menantunya K.H mustopa bisri

      • arief

        ULIL ABSAR ABDALLA…Pentolan/Koordinator JIL.

        • Erik Eri

          Makasih mas arif ngasih tahu mantunya, kalau gitu pantas pendapat gusmus ini nyleneh serasilah antara mertua dgn mantu nya, gusmus ini tak pantas lagi disebut pak kiai atau guru besar. Pantas nya hssrus nyantri lagi.

          • Bang bing

            setuju mb Eri…..

      • ASli WArisan JAhiliyah

        Saya yang jawab Koordinator Jaringan Iblis Laknatullah.

  • Ak Kalashnikova Ttnt

    duh duh mbok ya jangan berprasangka buruk dulu…di cermati kata kata pak gus mus….jangan suudzon…dibaca lagi dengan teliti dan dicermati sebelum komentar…..kok malah ada yang menghujat

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Sudah diteliti dan dibaca berulang-ulang, intinya statemennya benci sama yang mengikuti Rasulullah dengan hadits sahih. Gus Mus seolah mengklaim NU lah yang mengikuti Rasulullah sejati. Padahal jauh panggang dari api.

  • Saafroedin Bahar

    Setuju sekali dengan penegasan ini. Perlu dilanjutkan dengan lebih merinci apa saja ciri khas Islam Indonesia tersebut, yang sesuai dengan latar belakang sejarah dan budaya Indonesia. Bisa mencakup antara lain : toleransi, serta menghindari ekstremitas dan kekerasan,

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Islam Indonesia menurut Gus Mus ya Islam NU yang bercampur dengan larung sesaji, Nyi Roro Kidul, Sedekah bumi, Sedekah laut, mitoni, dll.

  • agus

    ya suka- suka dong, mau pakaian papun selama bisa menutup aurat, namun untuk jenggot insya Alloh Sunnah. mengapa meneladani Rosul kok ngurusin jenggot ma jubah,

  • arif fathoni

    Mengutip komen Pak @Rosyid Al Atok (Dosen UM Malang) …… Berjubah dengan wajah ramah penuh SENYUM berarti itba’ Rasulullah SAW. Berjubah dengan wajah GARANG, suka BERTERIAK-TERIAK, melotot, berarti umat ABU JAHAL. BERSARUNG, BERBAJU BATHIK, dan BERKOPIAH HITAM, meski tanpa jubah dan surban, dan wajah penuh senyum itulah ciri Umat Rasulullah SAW di Indonesia.

    • Edi Sutanto

      Itu dosen pend kwarganegaraan saya lo.. beliau orngya emg bijak…

    • abu syahdan

      Bersarung, berbaju bathik dan berkopiah hitam wajah penuh senyum tapi DIA KORUPTOR, lihat penampilan Ketua MK kita yang baru-baru ini tertangkap, Masha Allah, Na’udzubillahi min dzaliq

      • arief

        Semua orang tau, penampilan bisa menipu. Org tdk bisa dinilai dari penampilannya. Tapi yg dibahas disini sifatnya lebih prinsip,masalah Sunnah Nabi yg dikatakan sekedar budaya yg tidak perlu diikuti…bukan soal penampilan…

        • abu syahdan

          Setuju dengan komen Anda mas Arief, saya cuma merespon komentarnya Mas arif fathoni yang mengillustrasikan bahwa Umat Rasulullah SAW di Indonesia seperti yang saya gambarkan begitu. Benar bahwa penampilan tidak mencerminkan prilaku, dia bisa menipu. Tapi karakter Islam yang baik adalah apa yang ada pada diri Rasulullah SAW, bisakah kita mengambil uswah dari manusia yang dijaga kesuciannya oleh Allah SWT itu.

      • fathullah

        ini orang gak nyambung… arif fathoni itu bicara tentang yang positif bukan yang negatif… asal anda tau aja ya, Ketua MK yang anda sebut koruptor itu beraliran wahhabi… yang suka nyebut-nyebut bid’ah, sesat, kurrafat… eh ternyata maling…

        • abu syahdan

          Sampeyan lebih gak nyambung, sampeyan baca lagi komennya Arif Fathoni benar gak ? mengklafikasi orang dengan gambaran Abu Jahal dengan Umat Rasulullah dari PENAMPILAN, saya katakan bahwa penampilan itu bisa MENIPU seperti penampilan Ketua MK. Sampeyan ngerti nggak dengan pengistilahan saya… Jangan komen kalo tidak ngerti!

          • Fathullah

            saya sangat paham sekali ucapan arif fathoni… bahwa Berjubah, berjenggot dengan wajah ramah penuh SENYUM berarti mencontoh Rasulullah SAW.
            akan tetapi jika Berjubah, berjenggot dengan wajah GARANG, suka BERTERIAK-TERIAK, melotot, berarti
            seperti ABU JAHAL… daripada seperti ABU JAHAL, lebih baik orang yang berpenampilan BERSARUNG, BERBAJU BATHIK, dan BERKOPIAH HITAM, meski tanpa jubah, jenggot dan
            surban, akan tetapi santun dan penuh senyum

          • abu syahdan

            Nah kalimat terakhir yang Anda sebutkan itu ada pada penampilan Ketua MK yang KORUPTOR itu maksud saya. Jadi artinya jangan persepsikan orang dari penampilan DIA BISA MENIPU. Kalau suruh memilih antara lemah lembut, santun, penuh senyum tapi KORUPTOR atau Kasar, Garang, teriak-teriak, melotot tapi dia memperjuangkan SYARIAT ISLAM TEGAK DI BUMI INI, Anda pilih yang mana?

          • fathullah

            itu sih dua-duanya gak bener… masa syi’ar ko pake teriak-teriak, garang, melotot….

            عن عبدالله بن عمر العاص رضي الله عنهما قال: لم يكن رسول الله صلعم. فاحشة
            ولا متفاحشا وكان يقول: إن من خياركم أحسنكم أخلاقا

            Abdullah bin Ash R.A berkata: Akhlak Rasulullah bukanlah orang yang keji dan bukan orang yang galak, bahkan dia bersabda “sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya.
            (H.R. Bukhari dan Muslim)

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Tolong dong dalil Tahlilan, Yasinan, Manaqiban, Maulid Nabi, Rajaban sertakan dalilnya dari Perawi yang masyur seperti H.R. Bukhari dan Muslim. Kok kalau urusan kaya gini cari hadits shahih untuk membantah yang tidak sepaham, lah yang bertentangan dengan dalil dibela-belain, gak berani menunjukkan dalil (karena memang gak ada dalilnya yah?)

          • Fathullah

            dua-duanya juga gak bener… masa memperjuangkan islam dengan cara kasar…

          • abu syahdan

            Wahn

          • abu syahdan

            Wahn

          • Fathullah

            dua-duanya juga gak bener… masa memperjuangkan islam dengan cara kasar…

          • herawatini

            mantap…

        • Heru Cah Pemalang

          wahabi itu bagian dari madzhab hanbali. satu dari 4 madzhab yg ada di ahlus sunnah wal jamaah. gak ada yang benci dengan salah satu madzhab itu kecuali pasti syiah.

        • ASli WArisan JAhiliyah

          Mana ada Wahhabi koruptor, kalau NU banyak, jangankan koruptor nih saya tambahin

          Segala celotehanmu tak akan mengusik keteguhanku untuk
          berpegang pada tali agama Allah yang kalian sebut sebagai “Wahabi”.

          Alhamdulillahirrabil alamin, syukur ya Allah orang-orang
          yang berusaha mengikuti-Mu dan Sunnah Rasul-Mu disebut Wahabi.. Alhamdulillah
          sekali lagi ya Allah ternyata para pelacur, mucikari, perampok, dukun, kyai
          dukun, bandar togel, pezina, sebagian koruptor, penjudi yang mengaku Islam
          sangat-sangat malu dibilang Wahabi, mereka lebih nyaman di bilang Islam NU.
          alhamdulillah ya Allah, bukti dilapangan sudah jelas mana yang mengikuti-Mu dan
          Rasul-Mu, para ustadz NU istrinya kalau di rumah tidak berjilbab, menemui tamu
          juga tidak berjilbab karena jilbab katanya budaya Arab.

          Alhamdulillah ya Allah kami di bilang Wahabi karena waktu
          mendirikan Masjid tidak meminta-minta sumbangan dijalan-jalan, tidak
          mengecerkan kalender dari rumah ke rumah, tidak menjual stiker-stiker yang
          berisikan sholawat-sholawat yang tidak diajarkan Rasul-Mu.

          Alhamdulillah ya
          Allah kita disebut Wahabi ketika sholat berjamaah shafnya lurus dan rapat,
          sedangkan NU shafnya berantakan dan shaf bagian belakang sering cekikian. Ya
          Allah alhamdulillah saya menemukan blog yang mengupas tuntas fakta di lapangan
          tentang akidah NU yang katanya Ahlussunnah Waljamaah sebatas pengakuan saja,
          tapi amalannya menyelisihi Rasul-Mu,

  • yog

    Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin? mengapa beberapa negara timur tengah yang mayoritas penduduk beragama islam pada kacau balau? saya mhn bantuan pemahaman kepada siapa saja. Terimakasih.

    • Arif Rohman Hakim

      negara kita malah negara dengan jumlah muslim TERBESAR di dunia.
      kita bukannya lebih kacau ya kondisinya??
      cukup jelas nggak?

    • abu syahdan

      Karena mereka tidak berIslam secara Kaffah, jadilah mereka seperti buih yang terombang ambing ditengah lautan. Seperti hadist berikut yang telah digambarkan Rasulullah SAW :

      قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
      وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى
      الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ
      يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ
      كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ
      الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ
      فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ
      الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

      Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam
      “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa
      yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena
      sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti
      buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh
      kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian
      penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn
      itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)

  • Arif Rohman Hakim

    hehe,
    apaan sih nih orang.
    ngomongin islam larinya ke sorban ama jubah.
    ini mah anak SD juga tau, selama tutup aurot beres.
    kl jenggot itu sunah pak bos…., bukan cuma budaya aja.
    mentang2 ga berjenggot nih orang.

  • arief

    Tidak ada seorangpun diantara umat Muhammad SAW. yg dapat meneladani beliau 100%,namun kita berusaha sebisa mungkin mengikuti sunnah2 beliau yg suci.Hal itu menunjukkan seberapa besar kecintaan kita terhadap beliau. Meskipun kita tdk dapat menjalankan semua sunnah beliau namun tidaklah pantas kita mengatakan bahwa sunnah beliau hanya merupakan ciri budaya yg tidak perlu diikuti, pernyataan itu sama dengan mengatakan bahwa Nabi SAW tidak bijak dan ajarannya tidak sesuai diterapkan oleh semua umat, Padahal sunnah2 beliau juga berasal dari Allah SWT..Hal itu sama dengan ingkar Sunnah. Masihkan dapat dikatakan sebagai muslim orang yg mengingkari Sunnah..?

  • Pawangbuku.com

    uDAH PIKUN..

  • Hamba Allah….

    Tobat gus mus…..makanya jangan banyak berteman dengan yahudi, ilmunya ketularan….

  • Baljam

    ini mesti gara2 kebangyakan ngopi bareng mantu

    • abu syahdan

      Ngopinye kelas STARBUCK pastinye nih, wong bayarannya kenceng

  • Siswanto Djumadi

    Kasihan Ulama kok begini komentarnya, ilmunya dimana….?

    • muhammad akbar

      betul pak sis kasihan umat islam diombang ambing artikel tokoh-tokohnya. Islam hargai tradisi lokal tapi terus jgn diambil jadi SYARIAH. bikin apem menjelang puasa itu tradisi tapi jgn lantas dihukumi bahwa rukun puasa adalah bikin apem wah kacau malah di RT saya biasanya yg rajin bikin apem malah malah gak tarawih dg alasan capek masak apem terus kl udah begini kasihan MALAIKAT pencatat amal bingung, contoh lagi orang yg hobi yasinan itu biasanya bnyk yg gak bisa ngaji dan malas jamaah di masjid, kalau udah gini siapa yg salah

      • Bang bing

        setuju mas akbar,betul kata ente

        • fajar

          kalo di tempatku justru sebaliknya mas bro,yang sering yasinan ma tahlilan rajin semua jamaah ke masjid,yang gak suka yasinan malah gak mau jamaah di masjid trus siapa yang salah hayoo

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Jamaah sama ahlul bid’ah ya percuma saja, habis sholat teriak-teriak, habis adzan nyanyi-nyanyi. Memang Allah tuli?

    • Muhammad Jazuli Salman

      liat Komentar Said Akil ,katanya tanda2 orang Teroris itu bisa dilihat dari jenggotnya, pakaianya, dia rajin Sholat malam, hafal Qur’an, rajin puasa sunnah ..

      laah apa pantas tokoh agama bicara seperti itu ?
      apa mereka tidak hafal Qur’an ?tidak rajin sholat malam ?tidak rajin puasa Sunnah ?
      lalu Islam Bapak_bapak Tokoh NU ini islam dari mana ???

      • herawatini

        Buang yang jeleknya ambil yang baiknya….

        • Ferry Kurniawan

          sandal ya ?

      • herawatini

        Buang yang jeleknya ambil yang baiknya….

      • Awy Imam

        tabayyun dulu mas bro, jangan langsung copast berita aja, itu belum kelar ngomongnya udah maen cut aja, celakalah bagi orang yg sholat.. nah kan,, belum juga selesei lanjutan ayatnya..

    • Erik Eri

      Jangan2 beliau sudah ikut ajaran mantunya ulil absar alkafirun.

  • kukuh

    Saya hormat dengan Gus Mus dan setahu saya beliau adalah NU tulen, tapi koq ngomong gini ya? Yang setuju dengan omongan Gus Mus, tolong lihat gambar foto2 KH Hasyim Ashari di google, hampir semua foto beliau memakai surban dan berjenggot. Terus Gus Mus iki NUnya ikut siapa?

    • abu syahdan

      Cakep!!!

    • Muhammad Jazuli Salman

      mantaaabf gan !!
      NU sebenarnya tuh NU yg ikut Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wassalam ..
      bukan NU yang mengingkari ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wassalam ..

      • Erik Eri

        Mantabbbbb 1000 x

    • mas_unggul

      jempol 1000 x

  • Toro Aris

    Lebih baik suruh Ahok menghargai masyarakat setempat.

  • Toro Aris

    Gus Mus melihat Islam hanya pakaian saja. Sibuk mengomentari jubah, janggut, sorban.

  • San Toso

    Pilih kata Nabimu atau Mantumu..?
    “Mantumu HARIMAUmu” hehe

    • Heru Cah Pemalang

      bethul, mantune khan wong JIL, ya. padahal Cak Nur yg dedengkot JIL, wafatnya wajahnya hitam gosong karena ini dan itu. tapi aktivits dakwah tau kalo Cak Nur selama hidupnya mempermainkan agama. (tetanggaku di bogor dulu, ada yg tau bagaimana sekaratul mautnya Cak Nur, nakutin katanya)

  • Sultan Raja Bungsu

    ya udah bapak, istirahat aja dari panggung dakwah, jangan nanti ramai yg sakit hati mendengar ocehan bapak,

  • Pencinta Mujahidin

    “Islam kita itu ya Islam Indonesia bukan Islam Saudi Arabia, bukan berarti kalau tidak pakai jubah dan sorban Islam kita tidak diterima,”
    Tambahkan sekalian bahwa Islam Indonesia itu senang tahlilan, istoghosahan, sedekah bumi, larung laut, grebeg suro, nebar bunga di perempatan dan masih melanggengkan agama nenek moyang gitu lho ….Gus …

    • abu syahdan

      Satu lagi, Suka sama GOYANG INUL… wkwkwkwkwkkwkwkkwkwkwkwkwk

    • Elang Wijaya

      Betul akhy,…. Islam yang bercampur dengan budaya para penyembah batu adalah batil

      • moh.muslih

        songong lu, lu kenal islam dr mane…. yg berjuang menyebarkan islam di indo sape…

        • ASli WArisan JAhiliyah

          Rasulullah SAW, yang menjadikan Islam diterima di Indonesia berkat RAahmat Allah SWT, bukan wali, bukan kyai.

        • Irvine Kinneas

          wali songo menyebarkan islam di indonesia dengan mencampur budaya dengan agama sehingga lebih cepat diterima. 600 tahun telah berlalu namun memurnikan islam di indonesia tak kunjung membuahkan hasil. menyebarkan islam itu mudah, menyebarkan islam tanpa kompromi seperti rosuulullooh nyawa bisa jadi taruhannya.

  • Ardan Aljogjawy

    islam itu indah tapi bisa runtuh karena berawal dari lisan yang tak terjaga.

    • Irvine Kinneas

      lisan yang tak terjaga menyebabkan kebenaran semakin sulit diterima, ada benarnya mas ardan. tapi tidak sampai meruntuhkan islam

  • Ave Ry

    Kalau begitu mbo’ ya sekalian buat saja agama sendiri toh? Kalau jubah, sorban, jenggot itu tradisi setempat. Saya tak perlu toh pakai jilbab panjang begini, wong Indonesia tradisinya pakai kebaya je! Walah… keblenger iki ulama

    • Raden Gumilang Hendra Prayoga

      orang kristen di arab juga pake sorban, pake jubah bro… ente meneladani islam atau meneladari arab?

      • Sihono

        bukan masalah sorban ato jubah… perintahnya jelas… menutup aurat !!!

      • Sihono

        bukan masalah sorban ato jubah… perintahnya jelas… menutup aurat !!!

  • Ave Ry

    Kalau begitu mbo’ ya sekalian buat saja agama sendiri toh? Kalau jubah, sorban, jenggot itu tradisi setempat. Saya tak perlu toh pakai jilbab panjang begini, wong Indonesia tradisinya pakai kebaya je! Walah… keblenger iki ulama

  • Elang Wijaya

    Betul Gus Islam kita bukan saudi arabia, bukan Indonesia, bukan wali songo, bukan kyai2 tapi Islam kita adalah Islam yang di bawa oleh Rosululloh Muhammad Solollohu alaihi wasalam

  • Elang Wijaya

    Betul Gus Islam kita bukan saudi arabia, bukan Indonesia, bukan wali songo, bukan kyai2 tapi Islam kita adalah Islam yang di bawa oleh Rosululloh Muhammad Solollohu alaihi wasalam

  • Elang Wijaya

    Saya jawa Gus, tapi saya Muslim jadi sesuatu adat, tradisi, budaya serta kebiasaan jawa yang bertentangan dengan akidah, syariat Islam saya buang

    • Irvine Kinneas

      saya banjar, budaya yang tidak diajarkan dan bertentangan dengan islam saya tinggalkan

  • Elang Wijaya

    Saya jawa Gus, tapi saya Muslim jadi sesuatu adat, tradisi, budaya serta kebiasaan jawa yang bertentangan dengan akidah, syariat Islam saya buang

  • yudiar

    loh mksdnya gus mus itu g membedakan islam indonesia dan arab, cmn beliau berwasiat orang itu bebas berpakaian asal menutup aurat, mau bersorban yang monggo , mau pake baju adat seperti sunan kali jaga ya monggo, dalam islam kan g da paksaan selama masih sesuai dengan syariat islam, yg ptg pelajari islam dng sungguh2 perbaiki hati diri kita masing2

  • anung

    ya ampun yang koment banyak yang merasa paling islam..jadi lupa kesantunan..

    • Heru Cah Pemalang

      jika ada arisan keluarga, beberapa orang terlihat adu argumen, itu tidak berarti tidak cinta kepada sesama mereka. keliru.

  • Helmi Febrian

    Kakek saya pengurus NU daerah, waktu beliau sebelum meninggal beliau sudah menitipkan pesan untuk meninggalnya nanti belikan kain kafan dan peralatan jenazah pakai uang pensiun sendiri yg sudah disimpan dilemari, tidak mau memakai uang anak/cucu/orang lain pada waktu detik2 menjelang sakaratul maut beliau sempat membaca surat yasin dan alfatehah… mgkn bagi saya yg masih hidup itulah contoh nyata org yg meninggal khusnul khotimah… bagaimana perilaku sehari2nya hanya Allah yg tau… tdk harus mencerminkan fisik secara tertentu… apa yg kalian cari yg merasa paling benar dengan menyalahkan aqidah selain menurut pandangan anda yg nantinya cara meninggal anda belum tentu seperti yg anda nilai salah ?

    • Heru Cah Pemalang

      membaca yasin menjelang sakaratul maut itu meringankan proses wafat. Baca Tafsir ibnu Katsir, ya.

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Pe De amat? Lah ente sendiri mengklaim kakek ente meninggal khusnul khotimah, dari mana ente tahu. Nabi saja tidak tahu? Itulah hebatnya makhluk NU, berani mendahului Rasul.

  • moh.muslih

    klo di tanggapi dengan positif, jg bener jg….

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Melacur, judi, mabok, zina kalau ditanggapi positif juga bener.

  • Om Bingung

    oh gitu.. baru tau pantesan Tgl 1 Syawal di Arab Saudi sering berbeda dengan Tgl 1 Syawal di Indonesia (versi NU)..

  • sanctum amorem

    SEJAK KAPAN ada Islam Indonesia dan Islam Arab Saudi????

    Ngaco nih Kyai…

    • Heru Cah Pemalang

      sejak ada NU

      • Erik Eri

        Jadi gusmus ini kiyai nya orang NU , pantas orang nu pada ngaco ibadah nya pada banyak yg musrik, kiyai ngaco nyeleneh kayak gismus dan gusdur di ikutin.

        • fathullah

          jangan sok pintar bro… dari dulu juga wahhabi merasa paling suci… percis kaum khawariz…. naudhubillah tsumma naudzubillah

          • ASli WArisan JAhiliyah

            Kalau NU (Asli warisan Jahiliyah) sudah banyak yang mengklaim pasti masuk surga, kaya Nasrani saja “Telah pulang ke rumah Bapa yang ada di syurga” hahahahahhaha surganya mbahmu?

  • m.hidayatullah

    oalah…..ayo diangan” kata” gus mus…..“Islam kita itu ya Islam Indonesia bukan Islam Saudi Arabia, BUKAN BERATI kalau tidak pakai jubah dan sorban Islam kita tidak diterima,”
    menurut saya kata” beliu menjelaskan bahwa pakek jubah,sorban itu boleh, tpi yang lbh penting bagaimana kta melakukan syariat islam dengan benar. waktu sholat pakek sarung,baju batik dan pakek blangkon tidak apa”, selain itu adat berpakain kita sebagai orang indonesia lbh tepatnya jawa toh pakain itu tidak mengingkari tatanan syariat berbusana.

  • anang

    arab memang islam tapi islam bukan arab….hidup indonesia….

    • Irkhamov

      Islam juga bukan Indonesia karena Islam datang utk seluruh semesta. Hidup Islam !

  • yog

    Ha ha ha ,….. ayo orang islam,…… yang ngaku pada pinter,…. pada berantemlah kalian sampe elek,…. hi hi hi,…..

  • WongNdeso

    Ojo podo kakean cangkem, wong urung di jabarno sampe detilko wes do rame,….,Cah
    Sing penting udu cuma casinge bos, Perilaku lebih utama, Nganggo sorban karo jubah juga urung karuan wong islam, Nek Paulus nganggo jubah karo sorban opo yo terus dadi wong islam…?

  • anonimous

    selain islam melebuo neng neroko yo.. hahaha

  • Wawa Tarwa

    Sebaiknya Umat yang pintar harus bisa membedakan antara syariat dan budaya, dan yang pasti dihadapan Allah SWT bukan penampilan luar yang dinilai tetapi Kesucian Hati, Akhlak dan amal perbuatan

    • suwito

      siiip… akhlak Rosululloh adalah yg terbaik…ayo mau niru ciapa gan…

  • Atagnan

    Kalo kyiai yang ngomong, menyejukkan hati. Beda kalo orang dungu yang ngomong. Kata kasar, sumpah serapah, umpatan, ejekan dan hinaan.

    • Heru Cah Pemalang

      dusta kalo abu jahal itu raine kereng. yg bilang abu jahal khan orang Islam (Nabi dan sahabatnya). Orang arab myebutnya Abul hakam (bapak yg bijaksana). baca, maka-nya, itu sirah nabawiyah.

    • ASli WArisan JAhiliyah

      Gambaran golonganmu yah Atagnan?

  • Anas Gunawan

    Waduh berarti kalo mengikuti sunnah Rasul termasuk cara makan dan berpakaian beliau, berarti itu adalah Islam Saudi Arabia yah? Apa gunanya Sunnah bila ternyata bertentangan dgn budaya lokal??

    • suwito

      mengikuti sunah Rosul dengan niat yg bener itu berpahala bro…sedang melakukan budaya lokal itu enggak…cayang…

  • pemekel lombok

    sy tdk setuju dgn pendapat gus mus,islam itu berpuset di mna,,,,,???kan di arab saudi bahkan kita blm sempurna islam kita bila blm mengijakan kaki di 2 tmpt yg ada di arab saudi,klu seandinya kita beda”kan islam. dan jgn bawa” budaya kita klu kita mau bawa” budaya di indo jg byk yg percaya ama ratu pantae laut selatan itu kbyakan org islam yg lakukan membuat sesaji sajian trs itu islam apa,,,,,???

  • pensoprianto

    ana sudah lama meragukan ke ulama an nya si gusmus ini….

    • Erik Eri

      Mungkin gusmus ini karna sudah tua jadi penuakit pikun nya sudah mulai timbul atau sudah banua makan uang haram , makanya omongan nya ngalantur otak nya sudah nggak sehatlagi alias sakit jiwa.

      • Vicko Fernandes

        @erikeri:disqus : waduh waduh… ini yg sudah melenceng.. ngaku ISLAM kq yo kata2’a.. Astaghfirullah.. kenapa dan ada apa..?
        ISLAM itu tdk pernah mendikte seseorang dg kata2 yg kasar loh.. jgn sok suci ngatain org makan uang haram belum tentu anda bersih dari uang haram walaupun hnya sekuku hitam.. SUBAHANALLAH, ucaplah istighfar semua Hnya Allah SWT yg tahu… :D

      • Vicko Fernandes

        @erikeri:disqus : waduh waduh… ini yg sudah melenceng.. ngaku ISLAM kq yo kata2’a.. Astaghfirullah.. kenapa dan ada apa..?
        ISLAM itu tdk pernah mendikte seseorang dg kata2 yg kasar loh.. jgn sok suci ngatain org makan uang haram belum tentu anda bersih dari uang haram walaupun hnya sekuku hitam.. SUBAHANALLAH, ucaplah istighfar semua Hnya Allah SWT yg tahu… :D

        • Erik Eri

          Ya?? , mungkin saja gusmus begitu, mungkin lho ya, kalau nggak kenapa dia nyleneh seperti itu, orang kalau jadi kyai atau guru besar ucapan dan pendapat nya jadi panutan, tapi kalau ngaco atau nyeleneh beginikan orang jadi tanda tanya ini kiyai begini lagi kesurupan atau mangkin begok alias bloon.

        • ASli WArisan JAhiliyah

          Orang NU itu memang banyak makan uang haram kok, tanyakan pada tokoh-tokoh NU bunga bank riba bukan? Jawabnya makruh, sedangkan Allah dan Rasulnya melaknat orang yang memakan riba, tapi tokoh2 NU memakruhkannya. Jadi selama ini banyak tokoh NU yang makanuang haram.

  • Riska Rendrana

    aneh lo ah!!

  • vivin khoirunisa

    Ambillah apa yang datang dari Rosul, dan tinggalkanlah apa yang
    dilarangnya! Dan takutlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah
    itu Maha Keras siksa-Nya (al-Hasyr: 7)

    Ayat ini menyuruh kita
    untuk menjalankan semua tuntunan Rosul -shollallohu alaihi wasallam-,
    sekaligus memerintah kita untuk meninggalkan semua larangan beliau. Dan
    sebagaimana kita tahu dalam kaidah ushul fikih, bahwa “setiap perintah
    dalam Alqur’an dan Sunnah, itu menunjukkan suatu kewajiban, kecuali ada
    dalil khusus yang merubahnya”.
    Sehingga ayat ini secara tidak
    langsung, mewajibkan kita untuk memelihara jenggot… Mengapa? Karena
    banyaknya perintah dari Rosul ­-shollallohu alaihi wasallam-, untuk
    memelihara jenggot, dan setiap perintah beliau itu menunjukkan
    kewajiban, kecuali ada dalil khusus yang merubahnya.

  • wicaksono J

    tentu saja Gus Mus benar adanya,

    Rasulullah tidak pernah mewajibkan untuk berpakaian seperti belau berpakaian, beliau mengedepankan ahlak seperti beliau, ingtkah kalau beliau menyarankan umat Islam untuk belajar ke negeri China,walaupun orang China tidak berpakaina seperti Beliau, jangan cara makannya yg dijadikan tolok ukuran, tapi: adab makan yang sedikit2 tdk terburu2 ( makan dgn 3 jari) makan hanya jika lapar dan berhent makan sebelum kenyang, itu yg diperhatikan, sebagai seorang yang di beri pengetahuan oleh Allah Swt, tentu beliau paham bahwa tidak semua budaya arab ditempat beliau tinggal bisa dipraktekkan di semua tempat dimuka bumi, karenanya banyak beliau contohkan dalah hal TOLERANSI, dan tidak mengintervensi budaya, di zaman Tariq Bin Ziad, stelah menaklukkan Spanyol, bahkan gereja cordoba dirubah jadi mesjid tanpa merubah ornamen kristen klasik yang ada didalamnya sedikitpun.

    Saat Rombongan umat Islam meminta bantuan perlindungan ke negeri Abessinia (Ethiopia), negeri Keristen, Rasul memerintahkan pengungsian itu tanpa bertanya baju apa yg mereka pakai, bagaimana bentuk jenggotnya dan hal tidak penting lainnya, Rasul hanya mempertimbangkan bahwa negeri itu diperintah oleh Raja Kristen yang salih dan Adil serta tidak rasis pula,

    apa yang diajak oleh Gus Mus adalah: mari bearagama dengan keyakinan dan peradaban serta terutama Iman (tentu yg terakhir disebut itu adalah ranah Allah sendiri), bukan beragama berdasarkan kepada Simbol saja.., sekalipun itu adalah simbol budaya ditempat hidup Rasul yg lalu dianggap simbol ke Rasulan, sehingga nantinya yang menjadi ukuran adalah kesimbolannya, orang dinilai baik karena ketaatannya kepada simbol, bukan karena perilaku dan kegunaannya bagi manusia lain dan terutama bagi seluruh alam semesta, ingatlah bahwa Islam diturunkan sebagai rahmatan lil alamin, bukan sekedar rahmatan lil muslim ..

    dan terutama janganlah menilai pantas atau tidak pantas, menghakimi surga neraka, dan memuja – muja seseorang, jd fans, serta memberi gelar seseorang hanya karena simbolitas semata, apalagi itu simbol budaya tempat hdup Rasul yang lalu dianggap ‘Simbol Kerasulan’

    ingat lah kata salah seorang sahabat saat Rasulullah Muhammad wafat: ‘barangsiapa yang menyembah ‘Muhammad, biarlah mereka tahu, bahwa Rasulullah sudah wafat, dan barangsiapa menyembah Allah Swt, biarlah mereka juga tahu, bahwa Allah tidak mati, Dia kekal adanya’

    tentu boleh saja menjadikan simbol lingkungan hidup Rasulullah yang lalu dianggap sebagai ‘simbol Kerasulan’ sebagai sarana mencapai extase keimanan,

    sebagaimana juga boleh tentunya menjadikan perbuatan dan usaha menjadi berguna bagi segenap alam disekitarnya menjadi lebih baik sebagai saran extase keimanan.

    akan tetapi memaksakan budaya yang ‘dianggap simbol kerasulan’ kepada budaya lokal tentu adalah tidak sopan dan melanggar serta menantang kekuasaan ALLAH, tentu dari kacamata iman akan jelas terlihat: tidak ada kesulitan sedikitpun bagi ALLAH merubah seluruh isi dunia ini menjadi satu kaum yang seragam, tapi ALLAH tidak melakukannya, bukan karena ALLAH tidak mapu, tp jelas ALLAH tidak mau, ALLAH menciptakan kamu manusia bersuku – suku dan berbangsa – bangsa supaya saling mengenal dan saling belajar…

    Dan karena Islam adalah jelas di design sebagai rahmat bagi alam semesta, tentu kecil dan sempit sekali pemikiran bahwa pusat Islam adalah Arab Saudi (saya menghindari kata Bodoh), sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta ini tentu Pusat Islam ya di seluruh alam semesta ini, apakah di alam semesta ini yang tidak diliputi oleh Islam? oleh kekuasaan ALLAH ?

    • abu syahdan

      Artinya Anda setuju kalau iSLAM itu hanya SATU yaitu ISLAM, bukan islam Saudi Arabia atau Islam Indonesia, kan? Selesai… itu maksud perdebatan ini. Maka kalau GusMus mengatakan ada “Islam Saudi Arabia” karena perbedaan budaya, itu tentu salah. terima kasih

    • abu syahdan

      Artinya Anda setuju kalau iSLAM itu hanya SATU yaitu ISLAM, bukan islam Saudi Arabia atau Islam Indonesia, kan? Selesai… itu maksud perdebatan ini. Maka kalau GusMus mengatakan ada “Islam Saudi Arabia” karena perbedaan budaya, itu tentu salah. terima kasih

  • Irkhamov

    Kalo saia berjenggot, masalah buat loe ? Islam kita ya Islam yg dibawa nabi SAW, bukan ala Arab Saudi, ala Indonesia ato mana. Wong nabi aja udah tegas2 bilang yg beliau tinggalkna cuma Kitabullah dan Sunnah2nya. Lha gusmus nuduh ada islam arab, islam indonesia dll itu mulo bukane teko ngendi ?

  • sHiYaM

    berjenggot…..berjidat hitam…..KORUPSI….
    berjenggot….berjidat hitam….ISTRI BANYAK
    berjenggot….berjidat hitam….TERORIS
    berjenggot…berjidat hitam…SWEEPING (Katanya Mencegah Kemungkaran)

    • Petersay denim

      Pastilah Anda Ini Orang Kritiani Laknatullah, Yang Goblok Makan Anjing, Ya Karna Muka Lo Sama kayak Raihmu, raih anjing kamu itu @Shiyam.

      Makanya Yang Dibaca itu Kitab Injilnya Jangan Buku Novelmu Yang Penuh dengan dongeng-dongeng, Kalau Nggak Mau adi Bodoh Begini Jadinya.

      • sHiYaM

        Wamaa arsalnaaka illa Rohmatan Lil ‘alamin…Muhammad itu diutus bkn hanya untuk ARAB…INDONESIA…INGGRIS…ISRAEL…YAHUDI
        Tapi untuk membawa Rahmat bagi semesta alam…(Muhammad SAW pernah ditegur Tuhannya ketika dia berdoa kepada ALLAH agar menurunkan adzab kepada tiga orang yang salah satunya adalah Amr bin Ash….Baca Surat Al Imron : 123)
        Wahyu yang pertama turun adalah IQRA’….
        bacalah…dengan menyebut namaa Tuhanmu yang menciptakan…
        Baca….itu konsep manusia hidup….
        Baca untuk apa kita hidup…
        Baca untuk siapa kita hidup…
        Mengapa kita hidup…
        tautannya adalah dalam Surat Ar Rahman….31 kalimat diulang2…FABIAYYI AALAAI ROBBIKUMAA TUKADZDZIBAAN…
        Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan…
        di dalam Konsep islam ada yg namanya UKHUWAH ISLAMIYAH….UKHUWAH WATHONIYAH…UKHUWAH BASYARIAH….
        Ketika anda menghakimi saya sebagai seorang KRITIANI Laknatullah….pastilah anda seorang muslim yang Kaffah…
        Coba saya (yang katanya seorang kritiani) tanya….Laknatullah itu bahasa apa..dari berapa kata..apa saja hurufnya…bagaimana bisa dibaca laknatullah…bagaimana qaidah i’rob nya…tahukah anda tentang i’rob….

        • sHiYaM

          Maaf salah ketik…bukan ayat 123 Surah al Imron…tp ayat 129

        • sHiYaM

          Maaf salah ketik…bukan ayat 123 Surah al Imron…tp ayat 129

          • abu syahdan

            Anda setuju bahwa Islam itu hanya Satu, dan tidak ada “Islam Saudi Arabia” atau “Islam Indonesia”, karena perbedaan budaya seperti yang GusMus katakan. Itu sebenarnya inti perbincangan selama ini. Terima kasih.

          • abu syahdan

            Anda setuju bahwa Islam itu hanya Satu, dan tidak ada “Islam Saudi Arabia” atau “Islam Indonesia”, karena perbedaan budaya seperti yang GusMus katakan. Itu sebenarnya inti perbincangan selama ini. Terima kasih.

          • sHiYaM

            Islam itu menurut anda apa….apakah agama…berasal dari bahasa apakah agama itu…dalam bahasa arab apa bentuknya…
            apakah artinya dalam bahasa indonesia…(Konteksnya apa)
            Pd awal tulisan saya berbicara budaya Arab…terus saya breakdown dg kondisi RIIL di Indonesia yg sering kita ketahui melalui TV…
            Klo perbedaan budaya spt yg dikatakan Gus Mus…harusnya anda jg melihat knp Islam itu ada…jgn hanya melihat dr segi Teks sj namun Konteks suatu ayat/sunnah hrs jg dipahami…
            jgn sok mjd Tuhan dan menghakimi sy itu Kritiani Laknatullah…Pdhl dlm sejarah Islam dijelaskan bahwa Nabi sangat menjunjung Pendeta yang melewati Madinah…bagaimana Umar bin Khattab tidak mau sholat di gereja pd saat di byzantum bukan dikarenakan Umar tdk mau, tp krn TOLERANSI (jika Umar mengajari sholat di masjid, maka pengikutnya akan mengikutinya dengan sholat di masjid, tp apa kata Umar…”Saya tidak mau sholat ditempat anda bukan dikarenakan tempat anda tidak bersih…namun saya khawatir jika saya sholat disana, maka pengikut saya akan mengikutinya dan Ummat anda tidak punya tempat untuk beribadah…
            Islam itu Indah…Hanya OKNUM yang MENGAKU MUSLIM lah yg mengakibatkan ISLAM HANCUR….
            NU…MUHAMMADIYAH…MTA…LDII…SYIAH…SUNNI…
            Apapun alirannya….kita tdk berhak sdktpun utk Melewati Hak TUHAN sbg DECISION MAKER dg menghakiminya ahli neraka/laknatullah…Seorang Muslim mau beribadah menurut agamanya atau tidak bagi saya tidak penting….karena yg berhak menentukan diterima atau tidaknya amaliyah adalah TUHAN…BUKAN MANUSIA…BUKAN JUGA PETERSAY DENIM…YG MENYEBUT SAYA KRITIANI LAKNATULLAH….
            klo emang dia pintar….knp pertanyaan saya tidak di jawab…
            klo anda mau berdebat dg saya….saya akan sangat senang melayaninya…namun INGAT BIL MAU’IDHOTIIL CHASANAH….mau dalil dari AL-QUR’AN smp SUNNAH…Akan saya layani

          • abu syahdan

            SALAH KOMEN MAS!

          • abu syahdan

            SALAH KOMEN MAS!

        • ASli WArisan JAhiliyah

          Tapi ngaji ente kok dari kyai yang koar-koar berarti mendengar bukan “Iqra”, pantesan nyeleneh

      • Vicko Fernandes

        @Petersay denim : ente ngmong laknatullah, tapi nte sendiri ngmong kasar.. mana ada ISLAM diajarkan macam Tu..!

        yg Jelas jg bnyak berbicara itu Jihad tapi ngebunuh saudara sendiri yg belum tentu salah & berdosa, sok ISLAM tapi makan Uang Rakyat, Sok Malaikat tapi setan juga perangainya, ngatain Laknatullah terhadap syetan, wong syetan aja udah di laknat sama Allah SWT, eh malah dilaknatin lagi..udah tahu laknat malah dilaknat gmn tu.. jgn sok suci-lah Perbaikki diri sendiri DULU baru perbaikki yang lain,lah wong INDONESIA ISLAM itu yg mengajarkan NABI tapi Melalui wali SONGO koq yo, Kan penyebaran ISLAM melalui tabayun baik itu musuh atau-pun Saudara.. Jgn lagak sok Bersorban Tapi Injak Perempuan, bikin resah warga, bawa senjata, nabrak orang yg gk salah mpe mati.. ya begitulah org2 yg gk belajar dg apa yg nama’a ISLAM.. Wallahu a’lam.. semua kmbali kpda Allah.. yg Penting Perbaikki diri sendiri Dulu.

      • Vicko Fernandes

        @Petersay denim : ente ngmong laknatullah, tapi nte sendiri ngmong kasar.. mana ada ISLAM diajarkan macam Tu..!

        yg Jelas jg bnyak berbicara itu Jihad tapi ngebunuh saudara sendiri yg belum tentu salah & berdosa, sok ISLAM tapi makan Uang Rakyat, Sok Malaikat tapi setan juga perangainya, ngatain Laknatullah terhadap syetan, wong syetan aja udah di laknat sama Allah SWT, eh malah dilaknatin lagi..udah tahu laknat malah dilaknat gmn tu.. jgn sok suci-lah Perbaikki diri sendiri DULU baru perbaikki yang lain,lah wong INDONESIA ISLAM itu yg mengajarkan NABI tapi Melalui wali SONGO koq yo, Kan penyebaran ISLAM melalui tabayun baik itu musuh atau-pun Saudara.. Jgn lagak sok Bersorban Tapi Injak Perempuan, bikin resah warga, bawa senjata, nabrak orang yg gk salah mpe mati.. ya begitulah org2 yg gk belajar dg apa yg nama’a ISLAM.. Wallahu a’lam.. semua kmbali kpda Allah.. yg Penting Perbaikki diri sendiri Dulu.

    • noldi

      itu pesonel…….jangan tiru yang salah……..namun janggut, itu wajib …..hijab wajib …….itu perintah dari Allah…….

  • Hari Febrianto

    orang dah pikun d dengar,persetan dgn sumua ormas yg mengatasnamakan islam,ini orang yg pemecah belah umat,

  • Ayudi Hawawi

    lucu..juga ini gusmus… islam satu sesuai tuntunan alquran dan hadist bukan budaya,,,gumus ,,ikut sunah rosul atau ikut budaya ,,,nah jangan asal ngomong, iki bahaya

  • TORO

    Dalam konteks muammalah boleh saja berijtihad dengan sangat luas. Tapi dalam konteks Aqidah, kalo semua menuruti budaya ya keblinger namanya.

  • Siswanto Djumadi

    Iya nih, kasihan NU dibajak orang-orang liberal yang berkedok Kyai atau Ulama untuk menyelewengkan ajaran Islam.

    Gus Mus, tiwas dikira Kyai,
    eh.. nggak taunya antek liberal yang bekerjasama dengan non muslim (dalam text Islam disebut Kafirin) untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam secara kaffah.

    http://www.libforall.org/indonesia/about-us-board-of-advisors.html

  • sHiYaM

    Monggo….yang merasa Ummat Muhammad…dan senantiasa mengikuti sunnahnya….Pake Jubah…Berjenggot…hindari dan jangan pernah melakukan bid’ah (tahlil…yasinan…manaqiban…de el el) karena semuanya tidak diajarkan Muhammad …KULLU BID’ATIN DHOLAALATIN…WAKULLU DHOLAALATIN FINNAAR…tapi kita harus KONSEKUEN dengan segala sunnahnya…kita harus mengendarai kuda…kita tidak boleh menggunakan listrik…tidak menggunakan Hape….tidak memakai laptop/komputer (karena produk nasrani…katanya sih)..jangan menggunakan BH ataupun Softex bagi perempuan..karena kita adalah ummat Muhammad yangs senantiasa BERPEGANG TEGUH pada AL QUR’AN & SUNNAH…
    Jika kita masih menggunakan sarana dan produk yang di jaman Muhammad tidak ada…Berarti kita sudah melaksanakan BID’AH….INGAT….KULLU BID’ATIN DHOLAALATIN…WAKULLU DHOLAALATIN FINNAAR….bila kita (yang merasa Ummat Muhammad…dan senantiasa mengikuti sunnahnya) masih menggunakan itu semua…maka kita (yang merasa Ummat Muhammad…dan senantiasa mengikuti sunnahnya) akan termasuk golongan MUNAFIQIN….

    • ASli WArisan JAhiliyah

      “kita harus mengendarai kuda…kita tidak boleh menggunakan
      listrik…tidak menggunakan Hape….tidak memakai laptop/komputer
      (karena produk nasrani…katanya sih)..jangan menggunakan BH ataupun
      Softex bagi perempuan..karena kita adalah ummat Muhammad yangs
      senantiasa BERPEGANG TEGUH pada AL QUR’AN & SUNNAH…” masih kurang, saya tambahi, tiwul, gemblong, getuk, bakso, mie ayam, lontong, sate ayam, coto, tempe, tahu, cilok, batagor, ketoprak, asinan, manisan, lemper, rujak cingur, becak, pit, he he he he he pemahaman bid’ah menurut kyai ya disasar-sasarkan dong. Memang Rasulullah mengatakan semua bid’ah sesat untuk urusan perkembangan dunia? Bukankah Rasulullah diutus untuk menyampaikan risalah Islam bukan tekhnologi? Ngaji yang bener, jangan ke kyai, Pemahaman bid’ah ke kyai ada muatan proyek. Untuk mengisi kantong dan dapur tetap ngebul, intelek kok gampang terhasut sama kebohongan.

      • yanuri

        ha,ha,,,

        lucu.,.

        mendingan u banyak2 ngaji lgi biar komennya nggak malu2in…
        yang dimaksud bid’ah yg dilarang itu perkara baru dlm hal ibadah bkn perkara dunia…

    • المحبة المقدسة

      waduh….maaf nih…seatahu saya bid’ah itu dalam dholalah itu dalam urusan ibadah…karna rasul sudah berikan contoh sekecil apapun tentang ibadah…monggo jangan ditambah-tambah lagi…tapi kalau masalah dunia kata rasul antum a’lamu bi umuriddunyakum…kaedah usuliayah tentang muamalah juga mengatakan semua “boleh dilakukan kecuali jika ada larangan..”

  • sHiYaM

    Monggo….yang merasa Ummat Muhammad…dan senantiasa mengikuti sunnahnya….Pake Jubah…Berjenggot…hindari dan jangan pernah melakukan bid’ah (tahlil…yasinan…manaqiban…de el el) karena semuanya tidak diajarkan Muhammad …KULLU BID’ATIN DHOLAALATIN…WAKULLU DHOLAALATIN FINNAAR…tapi kita harus KONSEKUEN dengan segala sunnahnya…kita harus mengendarai kuda…kita tidak boleh menggunakan listrik…tidak menggunakan Hape….tidak memakai laptop/komputer (karena produk nasrani…katanya sih)..jangan menggunakan BH ataupun Softex bagi perempuan..karena kita adalah ummat Muhammad yangs senantiasa BERPEGANG TEGUH pada AL QUR’AN & SUNNAH…
    Jika kita masih menggunakan sarana dan produk yang di jaman Muhammad tidak ada…Berarti kita sudah melaksanakan BID’AH….INGAT….KULLU BID’ATIN DHOLAALATIN…WAKULLU DHOLAALATIN FINNAAR….bila kita (yang merasa Ummat Muhammad…dan senantiasa mengikuti sunnahnya) masih menggunakan itu semua…maka kita (yang merasa Ummat Muhammad…dan senantiasa mengikuti sunnahnya) akan termasuk golongan MUNAFIQIN….

  • Agus Mulyadi

    Rassulullah adalah insan global…Beliau dilahirkan untuk mendunia.
    Meresap disetiap keaneka ragaman budaya dan kultur.
    Lalu bagaimana mungkin sesuatu yang mendunia itu kemudian dibatasi oleh
    bahasa, cara berpakaian dan sebagainya,
    Islam menyamakan pola fikir tentang keesaan Allah ( Tauhid ), karena Allah memang
    Tuhan setiap manusia. Bukan tuhan segelintir atau sekelompok orang…..
    Terlalu mementingkan hal hal kecil..lalu meninggalkan yang lebih prinsipil…yaitu persau
    daraan, kebersemaan, dan kerukunan..bukankah itu salah satu contoh dari orang orang
    yang telah terahasut rayuan setan. Lebih mementingkan ego ketimbang nalar.
    Islam untuk orang orang yang berfikir….
    ” Akan datang disuatu zaman, umatku laksana buih…Mereka banyak jumlahnya, tetapi
    kosong isinya….”
    Naudzubillahi minzalik…

  • Agus Mulyadi

    Rassulullah adalah insan global…Beliau dilahirkan untuk mendunia.
    Meresap disetiap keaneka ragaman budaya dan kultur.
    Lalu bagaimana mungkin sesuatu yang mendunia itu kemudian dibatasi oleh
    bahasa, cara berpakaian dan sebagainya,
    Islam menyamakan pola fikir tentang keesaan Allah ( Tauhid ), karena Allah memang
    Tuhan setiap manusia. Bukan tuhan segelintir atau sekelompok orang…..
    Terlalu mementingkan hal hal kecil..lalu meninggalkan yang lebih prinsipil…yaitu persau
    daraan, kebersemaan, dan kerukunan..bukankah itu salah satu contoh dari orang orang
    yang telah terahasut rayuan setan. Lebih mementingkan ego ketimbang nalar.
    Islam untuk orang orang yang berfikir….
    ” Akan datang disuatu zaman, umatku laksana buih…Mereka banyak jumlahnya, tetapi
    kosong isinya….”
    Naudzubillahi minzalik…

  • Hamba Allah

    gusmus gus mus……. inilah kalau orang tidak tau Agama ngomong” Hancur islam ini kalau orang seperti anda hidup” tolong baca hadist ini baik2 “Selisihilah orang-orang musyrik; potonglah kumis (hingga habis) dan sempurnakan jenggot (biarkan tumbuh lebat-penj.).”

    Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah rodhiallaahu’anhu, dia berkata, Rasulullah rodhiallaahu’anhu bersabda (artinya), “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi.”

    • pak nas

      ilmumu masih sedikit…. jangan sok pinter.

      • noldi

        bukan masalah ilmu sdikit atau banyak…… tentunya apabila sudah membicarakan kebenran harus disampaikan walaupun itu menyakitkan …….. sehingga yang tidak tau menjadi tau

  • Hamba Allah

    gusmus gus mus……. inilah kalau orang tidak tau Agama ngomong” Hancur islam ini kalau orang seperti anda hidup” tolong baca hadist ini baik2 “Selisihilah orang-orang musyrik; potonglah kumis (hingga habis) dan sempurnakan jenggot (biarkan tumbuh lebat-penj.).”

    Di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah rodhiallaahu’anhu, dia berkata, Rasulullah rodhiallaahu’anhu bersabda (artinya), “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot memanjang, selisihilah orang-orang Majusi.”

  • Hamba Allah

    Islam itu turun di Arab, kiblat itu di arab ( ka’bah),, Perbedaan pemahaman memenag wajar, tapi kalau sudah mengatakan bahwa jenggot hanyalah budaya Arab” ini sudah keliru menyimpaang jauh dari islam> Jenggot itu Sunnah pak Gusmus ,, Anda hanrus Banyak Ngaji sama ulama ulama Ahli Sunnah, bukan ulama ulama ahli bidah.

    • Muslim

      Maaf Pak Hamba Allah, Saya seorang Muslim Saya kepengin jenggotan dan bahkan semua Muslim di Indonesia khususnya kepengen punya jenggot sebagaimana Rasulullah, tapi berbagi obat penumbuh rambut yang sudah Saya pake yang keluar cuma 5 helai doang… mungkin Kita beda keturunan atau wilayah kali yah jadi bulu jenggot ogah numbuh….. mungkin itu pula yg dialami Gus Mus Pak… Wallahua’lamu…

      • Bayu Dwi Hannas

        Itu namanya Ghuluw kalo sudah pake obat pelebat jenggot

    • prutok

      Betul kalau turun di jawa pasti pakai batik

  • Hamba Allah

    Islam itu turun di Arab, kiblat itu di arab ( ka’bah),, Perbedaan pemahaman memenag wajar, tapi kalau sudah mengatakan bahwa jenggot hanyalah budaya Arab” ini sudah keliru menyimpaang jauh dari islam> Jenggot itu Sunnah pak Gusmus ,, Anda hanrus Banyak Ngaji sama ulama ulama Ahli Sunnah, bukan ulama ulama ahli bidah.

  • ijak8510

    nah yg nyerang gus mus uda suudzon dl.uda bermain menjadi Tuhan sampe bisa mengadili bahwa gus mus itu salah di mata Tuhan.
    ntr kaget loh ente pas penghakiman, ente masuk neraka gusmus ongkang2 d surga..
    emang ente lebih baik dari beliau? :P

    • abu syahdan

      Anda yakin bahwa GusMus lebih baik dari yang lainnya, dan Anda yakin beliau bisa ongkang-ongkang di Syurga sementara yang lainnya masuk Neraka? Syurga dan Neraka adalah hak preoregatifNya Allah SWT.

    • abu syahdan

      Anda yakin bahwa GusMus lebih baik dari yang lainnya, dan Anda yakin beliau bisa ongkang-ongkang di Syurga sementara yang lainnya masuk Neraka? Syurga dan Neraka adalah hak preoregatifNya Allah SWT.

      • hamba Allah

        “Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olok
        kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih
        baik dari mereka (yang memperolok-olok), dan jangan pula
        wanita-wanita (memperolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi
        wanita-wanita yang diperolok-olok lebih baik dari wanita yang
        memperolok-olok dan janganlah kamu mencela diri (saudara) kalian sendiri
        dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
        Seburuk buruk pangilan ialah (pangilan)yang buruk sesudah iman, dan
        barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang
        zhalim.”(QS.Al-Hujurat ayat 11)

      • noldi

        sip………..antri dulu dong …….. nabi muhammad yang pertama masuk………tentunya baru yang mengagungkan para kyai hehehehehe

        • abu syahdan

          Yang harus diagungkan tuh ALLAH SWT, bukannya mengagungkan manusia walau pun ia seorang kyai. Kalau mengagungkan manusia apa beda dengan kaum Nashara yang mengagungkan Nabi Isa AS, di Islam sendiri gak ada tuh yang namanya mengagungkan Nabi Muhammad SAW, yang ada kita disuruh mengikuti suri tauladannya, jadi ngaji lagi yah perbaiki pemahaman TAUHIDnya…

    • noldi

      bagaimana orang mau masuk surga lah wong tidak menjalankan sunnah nabi

    • Firdaus Tanjung

      Makanya Gusmus jg jangan asal ngomong.bukan cuma dia yg mendalami lslam !!

  • ijak8510

    nah yg nyerang gus mus uda suudzon dl.uda bermain menjadi Tuhan sampe bisa mengadili bahwa gus mus itu salah di mata Tuhan.
    ntr kaget loh ente pas penghakiman, ente masuk neraka gusmus ongkang2 d surga..
    emang ente lebih baik dari beliau? :P

  • hendi yarso

    janganlah kita menberi penapsiran yang kita tidak mengetahui dalil@ ya

  • hendi yarso

    janganlah kita menberi penapsiran yang kita tidak mengetahui dalil@ ya

  • Purbadi Wijaya

    he he he, kwalitas kita, (admin & komentator) tercermin dalam Tulisan,
    perbedaan itu indah bila kita bisa jalan bersama, yg merusak keindahannya, karena kita sibuk menghitung kesalahan orang lain supaya kita “kelihatan” baik, sampai kita lupa bahwa hidup harus terus berjalan, mari kita pura2 berkomentar yg baik, supaya “kelihatan” pintar, cerdas dan seperti orang baik2,
    @purbadiwijaya:disqus Loving you as always, :v

  • Realino Mikirno

    jangan jangan karena agama agama ,banyak hal yg baik dlm budaya kita tergusur……

  • iwan

    he he he, kwalitas kita, (admin & komentator) tercermin dalam Tulisan,
    perbedaan
    itu indah bila kita bisa jalan bersama, yg merusak keindahannya, karena
    kita sibuk menghitung kesalahan orang lain supaya kita “kelihatan”
    baik, sampai kita lupa bahwa hidup harus terus berjalan, mari kita pura2
    berkomentar yg baik, supaya “kelihatan” pintar, cerdas dan seperti
    orang baik2, dikutip dari purbadi wijaya.

    • taufik

      betul. setuju sekali.

  • Bakti

    kalo Paklek Gus Mus gak mau berjenggot yoweis, ya mbok gak usah sesumbar berdalih yg nyeleneh gitu aakh, malu sama si Bule (non muslim) yg pake kaos di gambar ini …. :-)

  • An Rossi

    Ya sudah… yang mau mengikuti Sunnah untuk berjenggot silakan… yang tidak ya jangan nyinggung apalagi sampai memprovokasi… gt aja kok repot..!

  • Ahmad

    Memang benar semula berawal dari budaya Arab, tapi tahukah anda, apa itu sunnah? Sunnah yaitu segala sesuatu yang dilakukan nabi, baik perkataan, perbuatan, dan semuanya. Jadi yang harus diperhatikan bukan lagi soal budayanya, melainkan apa yang dicontohkan Rasululloh yang mulia. Karena Rasululloh memakai jubah, berjenggot, dst…maka hal itu menjadi sunnah bagi umatnya yaitu umat Muhammad SAW. Dan tentu itu adalah cara berpakaian terbaik, karena jika tidak sudah pasti Alloh dan Rasul-Nya sudah menggantinya dengan yang lebih baik saat diturunkannya Islam. Dan dalam hal ini tidak berarti pakaian lain tidak boleh, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam maka hukumnya mubah atau boleh tapi tentunya kita tidak mendapatkan pahala sunnah dari yang kita pakai. Sekarang silahkan simpulkan pernyataan di atas.

    • Aku Kua

      komen mantab, gan !!!

    • pak nas

      Koyo pinter2o dewe. wkwkwkwk….

    • ROBIN

      Setuju…tapi ada dua sunnah…yaitu sunnah yg sifatnya tetap dan sunnah yg bisa berubah sesuai dengan perkembangan jaman (biasanya dilakukan ijtihad ulama’)

  • hamba Allah

    sebenarnya damai itu indah, tp kalo saling mengejek ya ngga bener. yang lain mengatakan kelompok lainnya apa2 bid’ah… mbok yao… jangan saling menghujat…

  • ade maryadi

    saya setuju dengan Gus muh, karena beliau mengaji kepada Guru, bukan berasal dari baca
    buku dan diartikan sendiri….

    • Bayu Dwi Hannas

      Terus gurunya dapat ilmu dari siapa?

      • Firdaus Tanjung

        Gurunya pacarnya Yanti sitepu…..

        • abu syahdan

          mantabb

    • KakangeAdiku

      emang buku keliru ya mas, emang guru elu paling bener ya mas, kasian deh elu mas … kayak kodok dalam tempurung, kagak tau dunia luar.

  • ROBIN

    Penjelasan Gus Mus kurang pas….Harusnya sbg budayawan dia kasih tahu mana bedanya ajaran Islam mana budaya Arab….Jgn sampai bilang jilbab adalah budaya Arab spt Ulil Abshar Abdalla….Sama artinya kita pun harus bisa memilah dan memilih budaya kita yg sesuai ajaran Islam atau tidak….Islam ya Islam!…bukan Indonesia…bukan Arab….Emang Allah nanti nanya kamu Islam mana? ha?

  • Dudung Sam

    BANYAK ORANG INDONESIA PAKE JUBAH SEPERTI ORANG ARAB, TAPI NIATNYA BUKAN INGIN SEPERTI ARAB TAPI KRN PRAKTIS SAAT SHOLAT, ( PAKE SARUNG MISLANYA BISA MELOROT) TAPI PAKE GAMIS LEBIH PRAKTIS, …..PERTANYAAN SAYA, SEKARANG ORANG INDONESIA PAKE BAJU ALA BARAT ( HEM, CELANA , JAS)…ORANG INDONESIA BUDAYANYA PAKE PANGSI ( BAHKAN MASIH ADA YANG PAKE KOTEKA,) CEWEK PAKE KEBAYA, DLL SEKARANG NGIKUT BARAT….. BAHKAN YANG KELIHATAN DADA, PAHA PUN BANYAK , MANA YANG LEBIH BAIK MENGIKUTI BARAT ATAU ARAB, KHUSUSNYA UNTUK WANITA?

  • Rustam Ambon

    kalau ane di pilih masuk surga berdasarkan budaya masing-masing, ane lebih milih budaya Arab…pengen sama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam budaya dan surga…

  • Djaelani

    Barang siap menghidupkan Sunah berarti dia cinta Nabi Muhammad Saw,barang siapa cinta Nabi dia akan bersamanya dalam Surga , begitulah Bunyi sebuah hadist.
    Pakai Gamis adalah sunnah Nabi, Pelihara jenggot adalah Sunnah Nabi…Kalau Perempuan tidak tutup aurat entahlah itu Nabinya yang mana ?…laki laki nggak Sholat berjamaah..entahlah itu ikut Nabi yang Mana ?.Pribadi Nabi adalah Contoh teladan yang terbaik, bukan Ustadz,, kyia atau lainnya .
    Satu satunya jalan kebahagaiaan Dunia Akherat adalah mengamalkan agama secara sempurna dengan senantiasa mengikuti apa yang dicontohkan Nabi Saw.
    Mari hidupkan Sunnah menuju tegaknya Syariah..

  • Dudung Sam

    Imam Bojol pake Sorban, Pangeran Dipenogoro Pake Sorban, dari media…Para Wali Songo pake Sorban dan gamis…..Hamka nggak pake…..nggak ada masaalah , wong cuma baju saja sing peting prinsipnya, sopan/nuutup aurat, praktis, bersih, halal…….yang harus diperbaiki kalau orang indonesia nggak pake baju, walau pun itu budaya pake koteka masih ada, sebaiknya ya diajarin pake baju , biarsehaat dan bersih, dan yang penting orang Muslim Indonesia yang ikut mode/fashion tidak mengikuti ala Barat, dada dan paha ditonjolkan….kalau saya boleh milih lebih baik Ineke Kusherawati, Marisa Haq, Okky, Ratihsang….dari pada Jupe, Nikita M, Depe ( semua Muslim lho)

  • Magda El Sheikh

    Yang namany Islam y cuma 1. Ikutin ajaranny Nabi Muhammad sbg last prophet. Dimana ada juga aliran2 yg gak jelas bw2 nama Nabi Muhammad, itu yg hrs di ilangin, trs bw2 do’a2 gtu yg biasa di pake dukun2, atau mistik2 gtu,penyimpangan Agama. Ada juga hadits ma apa gt 1 lagi yg di ajarkan nabi Muhammad. Al Quran aja sbg kitab yg plg sempurna, masa random dr percetakannya? trs ma koruptor/pejabat2 ngasih Quran sbg kedok dr korupsiny. Beda tradisi c bole tapi ttp aja ada nilai agama yg hrs di ikutin bkn bikin aturan sndri. Sdgkan Muhammad pk sorban gtu2 emg tradisi sana, tradisi disini beda tp coba liat dr pakaian wanita2 nya…??? setidakny Abu jahal, dia itu pria kan bkn wanita. Wanita saudi arabia pakaianny kan tertutup. mkny di bilang central itu di Mekah. seharusny jd contoh tp kenapa ada diskotik disana???? ayo, jawab….

    • Mohammad Abdul Rosyid

      ya maksudnya tetep menutup aurat mbak, emang yg mbak pake itu model arab, bukan toh….tapi model indonesia yg menutup aurat alias indonesia yg islami…

  • Maya Yustikaningrum

    sadarkah kita bhw selamaini ajaran shalat yg kita baca sesuai sunnah atau tidak… dan ini tanggung jawab siapa.era sekarang dah ga zamannya lagi label ustadz dan ulama menjadi garansi rakyat saat ini sdh cerdas jadi tolong kalau berbicara hati2 di timbang dan didasari oleh dalil yg shahih

  • Enka Azza

    smoga ALLAH melindungi kita dari pengaruh ucapan orang2 yg jahil dlm beragama.

  • Bayu Dwi Hannas

    APA?????? Beliau berkata “Rasulullah SAW memakai jubah, sorban dan berjenggot ya karena tradisi orang Arab seperti itu”

    Gak tau hadits ini ya::: Sepuluh perkaran fithrah: Memotong kumis, MELEBATKAN JENGGOT, siwak, istinsyaq, memotong kuku………..” (HR. Muslim)

    Sekalian aja bilang kalo BERJILBAB ITU TRADISI ARAB….!!!!!

    • Muhammad Zulifan

      bagi yg tidak berjenggot gimana Pak? apakah itu menyalahi sunnah? atau ada hadits shahih: “tumbuhkanlah jenggot bagi tiap muslim yang tidak berjenggot”..salam…0_o..

      • KakangeAdiku

        melebatkan ama menumbuhkan itu beda, mikir dikit kenapa sih, jangan cuma mencela aja, kalo enggak tumbuh ya gak usah dibikin tumbuh. kalo tumbuh itu baru dijaga.

      • Anda keliru, dalam hadist, Rasulullah memerintahkan untuk melebatkan janggut, bukan menumbuhkan janggut! Pahami dulu haditsnya dengan baik, sebelum berkomentar!

    • Muhammad Zulifan

      bagi yg tidak berjenggot gimana Pak? apakah itu menyalahi sunnah? atau ada hadits shahih: “tumbuhkanlah jenggot bagi tiap muslim yang tidak berjenggot”..salam…0_o..

  • ipung

    kalo qt cinta pada rosullah maka qt harus ikuti tingakah lakunya, kepribadiannya dan semua yg diajarkannya, jd islam itu bukanlah tradisi tempat malainkan ajaran yg allah turunkan oleh rosullah. islam diindonesia paling banyak ucapannya saja ketimbang implementasinya kalo qt emang bener2 cinta pada allah dan rosullah.

  • Firdaus Tanjung

    Orang ini Satu grub dgn Munawir sajzali.,[mantan Menag zaman Orba] yg Mau merevisi Al Qur’an, Ulil absar abdala [lslam liberal] dan satu lagi pengurus Yayasan Shimon peres KEBLINGER !! dia pikir cuma dia2 saja yg belajar lslam, yg punya pesantren dll dll,makanya sering2 piknik lah ada negri lain yg dalam kelslamannya Aceh sumbar,ternate, Bima dll,kl kita harus mempertahankan Trasdisi, kita masih nyembah berhala,lha nt kenapa masuk lslam berarti nt mengingkari tradisi dong….,nanti naik Hajinya ke Jombang saja….kan banyak makam keramat disana.utk minta Rezeki.minta naik pangkat,dll

  • Muhamad Ali Imran Dalimunthe

    Nasib yang mendera Negara Kita hampir menyerupai nasib Islam,dimana terdapat banyak perbedaan akan tetapi tetap satu tujuan……..Yang sulit membatasi ruang gerak FITNAH agar tidak terjadi perpecahan…… Mungkinkah dengan saling menjaga….. Mungkinkah Aparat sudah tidak berperilaku sebagai Penjaga…….hmm

  • Aspari

    Sudah tiba saatnya sekarang terbukti perkataan Nabi SAW :
    Akan tiba saat banyak Ulama yang menjual ayat / ngaco bahkan ada yang lebih parah dari itu.
    Islam itu ya satu , yaitu yang datang dari Allah melalui NabiNya , bukan leluhurnya
    Islam itu bukan tradisi , Tapi petunjuk , dan tuntunan yang harus kita ikuti
    Kapan ya pengaruh Hindu dalam berIbadah bagi umat Islam hilang dari ingatan mereka

    • gsyafdiono

      Itu ayat alquran Pak, bukan hadits (perkataan nabi)

  • Ashdaq Fillah

    perlu diklarifikasi (lagi) mungkin gus, kyknya byk yg belum jelas apa yang njenengan smpaikan dengan jelas.
    beda maqom. mari belajar

  • Ashdaq Fillah

    semoga islamnya orang yang suka sholawatan dan yang nggak, suka ziarah kubur dan yang nggak, suka tahlilan dan yang nggak, katok cingkrang dan sarung, ngaji kitab kuning dan baca buku, berpeci/sorban dan tanpa itu, suka amalan sunnah dan yang nggak, berpartai dan nggak, suka tahlilan dan yang nggak, dan perbedaan-perbedaan lainya yang ada di indonesia tetap ISLAM.
    #nyindirbangetpokoknya
    #SALAMDAMAI
    #PEACE
    #WOYOOOO

  • suratno mulyono

    BETUL GUS. SEBAB ARAB SAUDI ITU PASRAH TUNDUKNYA KE AMERIKA SERIKAT. SUMBER DAYA MINYAKNYA DISERAHKANNYA DENGAN TAKZIM TANPA BASA BASI.
    TAPI KALO ISLAM YA ISLAM JANGAN MEMBEDAKAN ISLAM ARAB ATAU NONARAB. ISLAM ITU AGAMA YANG DIUTURUNKAN ALLOH KEPADA NABI MUHAMMAD SAW UNTUK DISEBARKAN DIDAKWAHKAN KEPADA SELURUH MANUSIA. KALO ISLAM HARUS DI-JAWAKAN ATAU ISLAM HARUS DI-iNDONESIAKAN ITU PEMIKIRAN YANG TERBALIK. ISLAM AKHIRNYA UNTUK PEMBENARAN TINDAKAN BUKAN ISLAM SEBAGAI PEDOMAN DALAM BERTINDAK.
    ISLAM YANG DARI ROSULLULLOH SAW YANG KITA AMALKAN, BUKAN ISLAM ARAB SAUDI, BUKAN ISLAM JAWA, ATAU ISLAM INDONESIA. KALO ARAB, JAWA, INDONESIA SEJALAN DENGAN ISLAM YA KITA PAKAI. KALO GA SEJALAN DENGAN ISLAM ENTAH ITU ARAB, JAWA ATAU INDONESIA KITA BUANG SAJA JAUH-JAUH. SEBAB YANG BISA DIJADIKAN PEDOMAN AGAR KITA SELAMAT ITU YA ISLAM. TITIK. BUKAN ISLAMNYA ORANG ARAB,JAWA, ATAU ISLAMNYA ORANG INDONESIA YANG SUKA NYOLONG ITU. BETUL TO GUS? GAK USAH ISLAM DIUBENG-UBENGKE GUS, JADI ISLAM MACAM-MACAM, SEPERTI ALMAR GUS DUR SAJA. AKHIRNYA NEGARA INDONESIA YANG KITA CINTAI ITU BISANYA YA HANYA PUTAR-PUTAR. KARENA ULAMANYA BISANYA HANYA PUTAR-PUTAR KATA. GAK MENYELESAIAKAN MASALAH BANGSA. CAPEK GUS!!!!
    KALAU GUS MUS TUNDUK PATUHNYA BUKAN KEPADA ALLOH DAN ROSULNYA (ISLAM) DAN LEBIH TAKZIM DENGAN PEMIKIRAN SELAIN ISLAM (APA BARAT ATAU TIMUR) YA SAMA SAJA GUS MUS SEPERTI YANG DIPRAKTEKKAN ARAB SAUDI. JANGAN MERASA BENAR SENDIRI DENGAN PEMIKIRANMU GUS! ORANG YANG BERBEDA KAU ANGGAP TIDAK TOLERAN, TEKSTUAL, DSB

    TUGAS ULAMA ARAHKAN GENERASI MUDA BERKARYA DAN BERKREASI UNTUK REKAYASA TEKNOLOGI, BUKAN REKAYASA PUTAR-PUTAR KATA. SALAM UNTUK GUS.
    SHOLAWAT UNTUK ROSULULLAH JUNJUNGAN, PANUTAN.

    • abukadir

      Setuju…Istilah cuma di puter2 cari sensasi aja.

      Intinya : Alaikum bi sunnati, wa sunnatu khulafa’ur rashidun ..hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah khulafarshidin al mahdiyyin. Mengikuti Islam yg di dakwahkan..yg diamalkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. nggak ngikutin orang2 jahil

  • Nur mucholik

    Arab minyaknya diserahkan amerika indonesia emasnya dikuras amerika

  • Pak Atmo

    setuju Gus Mus (y)
    ibarat “ilmu padi” semakin berisi semakin merunduk

    yang berlebihan itu biasanya yang baru tau atw baru belajar sdh sok2an.

  • abdul qodir

    jangan saling mencela..sesama muslim bersaudara kawan.smua punya pedoman sendiri sendiri..banyak orang yg pinter islam tapi cuma di lisan..dalami islam jangan cuma syariat nya tapi juga tariqoh nya (ilmu batin)..islam itu gampang mudah tapi jangan di gampangin/di remehin..orang ahli sorga bukan orang yg wiridannya tiap hari,,sorban nya panjang..ngajinya pinter.jenggotnya tebal.dahwah nya hebat ngajinya josss..tapi orang ahli sorga adalah orang yg hatinya bersih. bagus,mulia,bisa menghargai orang lain tidak saling hujat cari benarnya sendiri..semoga allah memberikan hidayah nya kepada kita semua ..amien.maaf jika ada salah kata ..saya masih sangat awam tengtang agama

    • ANDA mengaku masih awam dalam agama tapi sudah berani meremehkan orang berjenggot, yg pintar ngaji, yg dawanya hebat, kemudian penulisan nama “Allah” itu, huruf awalnya huruf kapital, karena itu sudah aturan baku bahasa indonesia.
      kalau masih awam, jangan dulu ngomong panjang lebar ya! harus rajin mencari ilmu agama. Pahami agama ini seperti yg diajarkan oleh Rasullulah yang murni!

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya

Organization