Home / Berita / Nasional / KPK Tangkap Ketua MK Akil Mochtar

KPK Tangkap Ketua MK Akil Mochtar

Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Muchtar
Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Muchtar

dakwatuna.com – Jakarta . Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan tangkap tangan terhadap lima orang, dua di antaranya adalah penyelenggara negara. Sementara tiga orang lainnya adalah bukan penyelenggara negara.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi SP, operasi tangkap tangan terhadap kelima orang itu dilakukan Rabu (2/10) malam sekitar pukul 22.00. Penangkapan dilakukan  di dua tempat berbeda. Dua orang ditangkap di sebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan.

“Yang lainnya di sebuah tempat di Jakarta Barat,” kata Johan kepada media di Gedung KPK.

Sumber lain di KPK menyebut penyelenggara negara yang ditangkap adalah seorang penegak hukum dan seorang anggota DPR. Johan belum dapat menyebutkan siapa kedua penyelenggara negara tersebut. Demikian juga dengan ketiga orang lainnya.

Namun menurut informasi yang beredar di Gedung KPK, penyelenggara negara yang ditangkap adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Konfirmasi penangkapan Akil Mochtar justru datang dari mantan ketua MK Mahfud MD. Dalam sebuah wawancara dengan televisi swasta Mahfud menceritakan dia di telepon wartawan ihwal penangkapan Akil.

Mahfud kemudian menelepon sekjen MK menanyakan posisi Akil. Sekjen saat itu menjawab belum tahu dan akan mencari tahu.

Namun tak berapa lama Sekjen MK meneleponnya dan menyatakan Akil ditangkap KPK, dan sekarang  ada di kantor KPK.

“Jadi bisa dipastikan yang ditangkap Akil Mochtar,” tandas Mahfud MD.

Akil, terang Mahfud, ditangkap di rumah dinasnya di Kompleks pejabat negara Widya Chandra, Jakarta Pusat.

Sementara seorang penyelenggara negara yang satu lagi adalah anggota legislatif perempuan. Namun Mahfud belum tahu siapa anggota dewan tersebut.

Sementara Johan Budi juga mengatakan dalam penangkapan itu juga disita sejumlah uang. Namun Johan juga belum bisa memastikan jumlah uang yang disita petugas KPK. (tjk/sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...Loading...
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi - Gedung KPK dengan spanduk besar "Berani Jujur Hebat". (thejakartapost.com)

Tindakan KPK Lepas Briptu Agung Dipertanyakan Banyak Pihak

  • okabasi doma

    Banyak umat Islam masa kini(abad 21 ) yg tidak merasakan lezatnya dan gurihnya beriman terhadap Islam, mengapa? hal ini disebabkan oleh makanan yg masuk kedalam perutnya terikut makanan yg haram. Akirnya lahirlah generasi umat yg rusak akhlaknya dan moralnya, salah satu contohnya, dijadikan pemimpin justru melanggar sumpahnya sendiri, gemar membuka aib orang lain, makan hasil riba, korupsi/suap, dan masih sederet lainnya yg semakna. Saya tidak heran atas semua ini, sebab sudah berlalu masa kenabian Rasulallah SAW 1500th yll, yg waktu itu disebutkan sebagai generasi umat Islam yg terbaik. Sekarang yg tersisa hanya segelintir orang yg baik diantara sekian banyak umat Islam yg sudah rusak akhlak moralnya disegala lapisan.

  • beny 24434

    Belum tentu semua yang katangkap oleh KPK adalah orang yang jahat

    dan belum tentu orang yang lolos dari hukum di dunia adalah orang yang baik