Home / Berita / Nasional / PKS: BNN Harus Sosialisasikan Penemuan 21 Narkoba Jenis Baru

PKS: BNN Harus Sosialisasikan Penemuan 21 Narkoba Jenis Baru

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboebakar Alhabsy
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboebakar Alhabsy

dakwatuna.com – Jakarta.  Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan 21 narkoba jenis baru yang sudah mulai masuk ke Indonesia. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah strategis terkait dengan penemuan tersebut. Demikian disampaikan Aboe Bakar Al Habsy, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (1/10)

Pertama, BNN harus menambahkan 21 jenis narkoba yang baru tersebut dalam lampiran UU No. 35/2009 tentang Narkotika. Hal ini memang memerlukan waktu, namun lebih cepat dilaksanakan akan lebih baik.

Kedua, lanjutnya BNN harus segera mensosialisasikan kedua puluh satu jenis narkoba baru tersebut. Sosialisasi ini perlu dilakukan di kalangan penegak hukum dan masyarakat luas.

“Penegak hukum harus tahu narkoba jenis baru tersebut, agar mereka bisa mengidentifikasi dan melakukan penegakan hukum. Sedangkan masyarakat perlu mengetahuinya agar bisa menjauhi dan menekan peredarannya,” tegasnya.

Saat ini, masih kata Aboe Bakar, ada 50 orang meninggal setiap hari akibat narkoba. Apalagi bila datang 21 narkoba jenis baru. Karena itu semua pihak harus semakin bekerja keras untuk menangani persoalan narkoba ini, karena berkaitan dengan masa depan generasi bangsa.

Dengan semakin maraknya peredaran narkoba di Indonesia, ini semakin membuktinkan bahwa Indonesia merupakan salah satu sasaran peredaran Narkoba internasional. (rmol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi (viva.co.id)

Guru di Semarang Resah, Aplikasi I-Doser Bikin Siswa Sakaw