Home / Pemuda / Essay / Kisah Alay yang Dibuat Lucu Tapi Menipu (Memperolok-Olok Agama)

Kisah Alay yang Dibuat Lucu Tapi Menipu (Memperolok-Olok Agama)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Astaghfirullah, mungkin bagi sebagian orang lucu tapi buat saya itu membuat pilu. Setengah terkejut, setengah cemberut, dahi pun mengerut, sambil merungut dan celetuk “kok ada ya, orang yang anggap itu persoalan main-main?” Sungguh dahsyat kreativitas yang digunakan untuk membuat guyonan tanpa ilmu atau ilmu pas-pasan yang digunakan seenak hatinya, walaupun niat menghibur orang, sengaja atau tidak sengaja, tahu atau tidak tahu, sadar atau tidak sadar, suka tidak suka, mau atau tidak mau, hal seperti ini termasuk ke dalam memperolok-olok agama. Na’udzubillah, innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un.

Saya sampai tidak punya daya memasang gambar bergerak tersebut akan tetapi agar ada sedikit bayangan untuk tujuan agar jangan sampai salah seorang dari kita merespon apalagi terseret menjadi bagian dari lelucon ini, saya tuliskan dialog yang terjadi.

Alkisah seorang ABG alay mati muda. Kemudian sampai di alam kubur, ABG alay tersebut ditanya oleh seseorang berambut panjang dengan lingkaran di atas kepalanya yang dinisbatkan sebagai malaikat, “Kamu tahu kamu berada di mana sekarang?”

ABG alay tanpa ada sedikit pun rasa takut menjawab “di hatimuuuu…”

Si malaikat terlihat mulai alay tetapi tetap bertanya dengan mengubah senyum sinisnya menjadi senyum datar menahan kesal, “nnngggg…. Siapa Tuhanmu?”

Si ABG alay malah menjawab seolah merayu sang malaikat, “kasih tau nggak yaaa…?!”

Dengan kegirangan dan seolah menertawakan sang malaikat si ABG menjawab “mau tau aja atau mau tau banget!?” ketika sang malaikat bertanya dengan nada amarah, “Siapa nabimu?”.

Dengan tawa terbahak-bahak si ABG alay tetap PD menjawab pertanyaan sang malaikat yang sudah terbakar ubun-ubunnya dan menggelegar amarahnya sehingga menimbulkan aura yang seolah semakin menakutkan akan tetapi si ABG masih ber-alay-alay, “Kamu tahu tidak bahwa kerikil neraka jahannam panasnya 70 X api di dunia????”

Dengan wajah yang dibuat-buat terkejut si ABG alay menjawab lagi dengan semakin bergaya alay, “Terus w harus bilang WOW githu..??”

Kelihatannya sang malaikat sudah kalap dan overload tidak mampu menahan kemarahan yang sangat dan menjengkelkan menghadapi si ABG alay, tanpa bertanya lagi dan langsung menujuk si ABG alay pakai tongkat runcing bermata 3 seperti garpu, “SAYA PASTIKAN KAMU MASUK NERAKA JAHANAM!!!”

Akan tetapi si ABG alay malah semakin tertawa terpingkal-pingkal dan tanpa takut ditodong begitu berkata “Ciyuuus?? Miapah??”

Astaghfirullah…

Seseorang yang mengira anggapannya benar padahal tidak, justru dapat menjerumuskan atau memperdaya orang lain dengan sesuatu yang dianggapnya lucu. Bayangkan saja yang akan timbul setelah beberapa orang menyaksikan gambar bergerak tersebut yang gambarannya sangat bertolak belakang sekali dengan paparan Rasulullah SAW tentang alam kubur, mungkin yang tidak mengetahui hal yang sebenarnya akan membuat ia tidak takut akan siksa alam kubur yang memang nyata untuk manusia yang berdosa pada Tuhannya. Akan membuat seseorang tertipu dengan dunia dan kenikmatannya yang sementara (ini adalah rasukan setan yang paling dahsyat), dan membuat seseorang jauh dari kebenaran akhirat.“Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti.” (QS. At Taubah: 64).

Daripada menceritakan sebuah kisah palsu yang dibikin lucu tapi menipu, bukankah lebih baik menebarkan kebaikan dengan menyebarkan sebuah kabar yang benar adanya berdasarkan penuturan sang pembawa risalah; Nabi Muhammad tercinta. Walaupun kita akan dibuat tercengang dengan kebenarannya atau bahkan berharap lama untuk sampai kembali pada-Nya guna mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya atau bahkan sebaliknya tidak berharap mendapat siksa akan tetapi terlena dengan dunia yang hanya fatamorgana.

Kisah asli dari lelucon yang tidak lucu itu adalah yang sebagaimana dituturkan oleh salah seorang sahabat Rasulullah yang pernah bercerita,

“Kami keluar bersama Rasulullah mengantarkan jenazah seorang laki-laki dari kaum Anshar sehingga kami selesai menguburkannya. Rasulullah kemudian duduk dan kami duduk di sekelilingnya seakan di kepala kami bertengger seekor burung karena tegangnya. Sementara di tangan beliau memegang tongkat untuk mengorek-ngorek tanah. Tiba-tiba beliau mengangkat tongkatnya dan bersabda,

”Mohon perlindunganlah kepada Allah dari azab kubur dua kali atau tiga kali.”

Selang beberapa saat Rasulullah kembali bersabda, “Sesungguhnya saat seorang hamba mukminin hendak berpisah dengan dunia dan menuju akhirat, turunlah malaikat-malaikat dari langit dengan wajah-wajah putih seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dan tempat dari surga dan mereka duduk berderet panjang. Kemudian datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk dekat kepalanya. Malaikat maut itu berkata, ‘Keluarlah wahai jiwa yang tenteram, keluarlah kepada pengampunan Allah dan keridhaan-Nya. Jiwa itu keluar bagai air yang keluar dari pancuran. Diamlah jiwa itu oleh malaikat maut dan diterima dengan cepat oleh malaikat yang berderet di sekitarnya. Mereka kemudian meletakkan nyawa itu dikafan dan kotak dari surga itu. Keluarlah harum minyak wangi yang paling harum di dunia. Para malaikat membawanya ke langit. Setiap kali mereka melewati malaikat-malaikat di langit mereka bertanya, ‘Ruh siapa yang harum ini?’ Mereka menjawab, “Ini adalah ruh Fulan bin Fulan dengan menyebut nama terbaik yang dimilikinya di dunia. Jiwa itu dibawa sampai ke langit dunia dan mereka meminta dibukakan dan dibukakan pintu langit dunia tersebut. Semua penghuni setiap langit merasakan semerbak harum wangi jiwa tersebut dari satu langit ke langit berikutnya hingga ke langit ketujuh”

Allah SWT berfirman, “Tulislah catatan hamba-Ku ini di illiyyin (tingkatan tertinggi) dan kembalikanlah ia ke bumi, karena dari tanah itu Aku ciptakan mereka, kepadanya Aku kembalikan mereka, dan darinya pula Aku keluarkan mereka untuk sekali saja.”

Rasulullah SAW bersabda, “Maka ruhnya dikembalikan ke bumi. Datanglah dua malaikat dan duduk di dekatnya. Keduanya berkata, ‘siapa Tuhanmu?’ Ia menjawab, ‘Tuhanku Allah.” Dua malaikat itu bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ Ia menjawab, ‘Agamaku Islam.” Ia ditanya lagi, ‘Siapa laki-laki yang Aku utus kepadamu?’ Ia menjawab, ‘Beliau adalah Muhammad, utusan Allah.’ Ia ditanya lagi, ‘Ia mengajarkan apa kepadamu?” Ia menjawab, ‘Ia mengajarkan kepadaku kitab Allah, aku beriman kepadanya dan membenarkannya. ‘Maka ada suara dari langit, ‘Hamba-Ku benar. Gelarkanlah baginya tikar surga, berilah pakaian untuknya dari pakaian surga, bukakan pintu surga.’

Kemudian diberikanlah kepada ruh itu wewangian dan hamparan yang sangat luas. Datanglah seorang laki-laki yang wajahnya tampan, berpakaian indah, dan wangi harumnya lalu berkata, ‘Aku memberimu kabar gembira yang pernah dijanjikan padamu.’ Ia berkata, ‘Siapa kamu?’ Wajahmu mendatangkan kebaikan.’ Ia menjawab, ‘Aku amal shalihmu.’ Kemudian orang itu berkata, ‘Wahai Tuhanku, bangkitkanlah kiamat, bangkitkanlah kiamat, sehingga aku kembali kepada keluarga dan hartaku.””

Rasulullah SAW bersabda kembali, “sesungguhnya jika hamba yang kafir hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, maka turunlah malaikat-malaikat dari langit yang hitam wajahnya membawa kain yang kasar. Mereka duduk di sekitarnya dan berderet hingga datanglah malaikat maut dan mengatakan, ‘Wahai yang busuk, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan Allah.’ Maka berpisahlah ruh itu dan dicabut seperti mencabut duri dari bulu domba yang ruwet. Ketika nyawa itu sudah tercabut secepat kilat dimasukkan oleh para malaikat itu ke dalam kain yang kasar. Maka keluarlah bau terbusuk yang pernah ada di dunia dan dibawanyalah itu ke langit. Setiap kali melewati serombongan malaikat, mereka mengatakan. ‘Nyawa siapa yang sangat busuk ini?’ Mereka menjawab, ‘Ini adalah nyawa Fulan bin Fulan, nama yang paling buruk yang ia miliki di dunia. Malaikat itu meminta agar dibukakan pintu langit, namun dibukakan baginya.”

Kemudian Rasulullah saw. Membaca ayat, ‘….Sesekali-kali akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke dalam lubang jarum….’ (al-A’raf: 40)

Maka Allah berfirman, ‘Tulislah catatan hamba-Ku di sijjin tempat terendah di dasar bumi.’

Maka dilemparkanlah ruhnya dengan lemparan yang dahsyat. Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah, ‘…barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.’ (Al-Hajj: 31).

Ruhnya dikembalikan ke dalam jasadnya dan datanglah dua malaikat duduk di dekatnya dan bertanya, ‘siapa Tuhanmu?’ Ia menjawab, ‘Ee….ee…aku tidak tahu.’ Ia ditanya lagi, ‘Siapa laki-laki yang diutus kepadamu ini?’ Ia menjawab, ‘Eee…eee… aku tidak tahu.’ Maka ada suara dari langit, ‘Hamba-Ku berdusta dan berbohong. Berikan kepadanya tempat dari neraka, berikan pakaian dari neraka, dan bukakanlah baginya pintu neraka.’

Maka ia beri panasnya neraka, dan racun-racunnya. Kuburan menghempitnya sehingga tulang-tulangnya terputus-putus. Datanglah lelaki yang buruk rupa dengan pakaian jelek dan bau busuk. Ia berkata kepadanya, ‘Aku berikan kabar yang menyedihkan kepadamu yang pernah dijanjikan kepadamu.’ Ia bertanya siapa kamu? Muka mu memberikan berita buruk.’ Orang itu menjawab, ‘Aku adalah amal jahatmu.’ Maka ia mengatakan, ‘Wahai Tuhan jangan bangkitkan hari kiamat.”” (HR.Muslim)

Kreativitas memang luas, mungkin tak terbatas akan tetapi jangan sampai kebablasan merusak kebenaran dan menciptakan kerusakan. Bercanda pun ada batas, tidak asal jeplak dan membuat orang lain terjebak dalam dunia yang penuh tipu daya. Memang sekarang ini, dunia tengah dilanda paham hedonis, paham yang dianut sebagian orang yang hubbud dunya atau cinta dunia yang mengira dunia itu kehidupan yang kongkret sementara akhirat itu belum ada, jadi daripada memikirkan yang belum terjadi lebih baik menikmati apa yang telah ada salah satunya dengan memperolok kebenaran atas siksa Allah yang diturunkan pada orang-orang yang mengingkari kebenaran-Nya dan membuatnya menjadi bahan candaan. Na’udzubillah, padahal mengutamakan dunia yang tunai ini atas akhirat yang tertunda adalah tipuan dan kebodohan yang besar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Perumpamaan dunia dengan akhirat adalah kalian mencelupkan jari kalian ke laut kemudian diangkat, lihatlah dunia hanya air yang ada di jari tersebut.”

Baiknya kita renungi perkataan Rasulullah saw tersebut bukan malah ikut-ikutan bercanda. Terlalu banyak bercanda juga tidak baik, apalagi yang dibercandakan persoalan agama. Lebih baik menjauhi bercandaan seperti itu, jangan ikut-ikutan karena mau menghibur diri sendiri atau orang lain.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (159 votes, average: 9,65 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Achmad

    kita lihatkan aja bos. apa benar si alay itu masih bisa jawab gitu di alam kubur. hehe

  • justmine

    begitulah kalau kurang iman, hal2 seperti ini dianggap candaan…..
    tunggu saja kalau maut menjemput…
    apa mereka mampu memainkan peran seperti yang mereka skenariokan….

  • mama cesa

    mas….bukan ceritanya yg salah…tapi itu memang fakta,jaman skg anak muda khususnya para alay dah gak bisa diandalkan lagi dari soal hidup, tanggung jawab, kewajiban, semuanya hilang karena pengaruh lingkungan, gaya hidup n anak2 itu sendiri yang nikmatin jadi alay…jaman saya dulu masih muda belia, banci, maho, alay, bencong malah ngumpet krn malu tapi sekarang mereka bangga dg kebanciannya dengan penyuka jenisnya, kalau gak banci gak masuk tivi. cerita ini terlalu dianggap serius. harusnya mikirnya, ini cerita adalah tamparan buat seluruh anak muda yang merasa alay atau dialay2kan biar sadar diri, hidup itu susah butuh yg namanya tanggung jawab. begitu ceritanyaaa…..

    • Adi Rahadi

      mama cesa : bukan ceritanya yg salah,

      yup, krn cerita itu benda mati, jadi yg salah pengarangnya.
      dan terlepas fakta atau bukan, kurang tepat apabila menulis cerita seperti itu.

    • Adi Rahadi

      mama cesa : bukan ceritanya yg salah,

      yup, krn cerita itu benda mati, jadi yg salah pengarangnya.
      dan terlepas fakta atau bukan, kurang tepat apabila menulis cerita seperti itu.

    • Anisa Budiarti

      Astaghfirullah… mama cesa, CERITANYA MEMANG SUDAH SALAH!!! Anda mengatakan kalau “BUKAN CERITANYA YANG SALAH” berdasarkan apa [dalil] ?!?!?! WONG SUDAH JELAS-JELAS SALAH!!!

      CERITANYA SALAH!!! Untuk membantu mama cesa memahami inti KESALAHAN FATAL dalam cerita ini adalah —>>> Malaikat itu tidak punya Nafsu Amarah!!! Jadi, cerita tentang malaikat “yang marah/kesal” didalam cerita itu saja sudah SALAH!!!

      Kalau anak muda/ABG didalam cerita itu mah memang sudah jelas salah!!! jadi saya tidak akan bahas hal itu!!! Lagi pula, suasana dalam kubur kalau merujuk cerita itu sepertinya biasa-biasa saja seperti di alam dunia ini – padahal suasana kubur adalah sesuai dengan amal kebajikan kita!!! Seperti neraka atau seperti surga!!!

      Sungguh, cerita-cerita seperti ini harus dianggap [diambil] SERIUS!!! bila bukan kita [ummat Muslim] MENGOREKSI cerita-cerita semacam ini, siapa lagi ?!?!?

      JANGAN KEBABLASAN!!! SELALU BERPEGANG TEGUH PADA AL QURAN DAN SUNNAH!!!

      Semoga kita semua selalu dalam perlindungan ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA dari segala tipu daya setan dan juga manusia-manusia ingkar di dunia ini, aamiin.

      • Gembel Keyen

        kalau marah apa gunanya ?

        • dewi

          ini bukan marah yg asal marah, tapi miris melihat keadaan sekarang. bukankah serendah2nya iman itu yg cuma kesal dalam hati. ini salah satu cara buat menngingatkan kok

      • Gembel Keyen

        kalau marah apa gunanya ?

    • josh akawa

      ini cara berpikir LUAS…bukan sibuk dgn asapnya tapi langsung mencari sumber apinya
      sikap terburu buru biasanya berujung petaka,,,keren mama cesa
      jazakumulloh

    • QhindiYanuar

      setuju mama cesa…!! Annisa Budiarti: Jangan selalu menggenalisr sesuatu, jadilah pribadi yg positif!.. :)

  • Bagio

    Minggu lalu saya nonton acara standup comedy. Satu pelawaknya bercerita bagaimana dia sewaktu sholat ada kucing ditempat sujud-nya. Lalu dia berpikir bagaimana mengusirnya, maka dia membaca surat Al-Ikhlas setelah al-Fatihah. Dia nyaringkan suaranya: …. Allah..HUSsshomad…. Keterlaluan sekali. membuat permainan bacaan al-qurán. Semoga tidak terjadi lagi hal yang demikian.

  • budi asmaran

    semoga Allah SWT memberikan hidayah bagi org2 yg telah memperolok-olok agama Allah yg sesungguhNYA.MAHA SUCI ALLAH..dengan segala kekuasaannya.

  • Sucipto Yuwono

    Semoga mereka yang blm tahu itu diberikan petunjuk oleh alloh, dan berhentilah memperolok-olokkan agama.

    • warni

      Amin… semoga Allah memberinya mereka petunjuk… meski dengan menjewer mereka dengan sedikit celaka, tapi semoga mereka sadar…

  • ruchiyat

    Di sebuah kesempatan pengajian saya pernah mendengar bahwa ada hadist/ Nabi bersabda: “Al Mudohik fin Nar” yang artinya: “pelawak/comedian tempatnya di neraka”

    • rahma

      sesungguhnya tak ada yg salah sedikitpun dari perkataan Nabiku^_^ ,

    • rahma

      sesungguhnya tak ada yg salah sedikitpun dari perkataan Nabiku^_^ ,

    • disqus_3okmXD0aYw

      tergantung yg jd bahan apa dulu sih… . .

    • disqus_3okmXD0aYw

      tergantung yg jd bahan apa dulu sih… . .

    • Indah Irayani

      bagaimana hukum untuk orang yang senang menonton lawakannya? (lawakan tidak baik)

    • yamin aja

      itu haditsnya shahih?

  • rahma

    astagfirullah_sedih,memprihatinkan bukan marah ketika selsai membaca ini tp SUmpah Sedih ,apa ini!!!!!! kasus mana lagi ,ketika kemarin kasus gerakan sholat di jadikan bahan olok2 sebagian siswa,skrg muncul kasus yg seperti ini,,apa benar2 negaraku sudah krisis Iman????

    • Sejuki

      Mbak. Kok gak pake jilbab?

  • rahma

    astagfirullah_sedih,memprihatinkan bukan marah ketika selsai membaca ini tp SUmpah Sedih ,apa ini!!!!!! kasus mana lagi ,ketika kemarin kasus gerakan sholat di jadikan bahan olok2 sebagian siswa,skrg muncul kasus yg seperti ini,,apa benar2 negaraku sudah krisis Iman????

  • #Janganterlaluserius , masih banyal hal yang bisa di berdebatkan dari pada gituan.

  • #Janganterlaluserius , masih banyal hal yang bisa di berdebatkan dari pada gituan.

  • Muhamad Hamzah

    Ya aku tau cerita anak alay itu … terima kasih mengingatkan

  • irwannsyah

    zx

  • Ahmad Haris

    yc kembali lagi ke kitanya masing2lah, semua tergatung niat sih, kalaupun pengarangnya mengalami kehilafan alangkah lebih baiknya kita memaafkan sebagaimana yg dikisahkan oleh rasulullah seketika beliau menyuapi seorang fakir tua yg mencaci maki beliau, sedikit pun beliau tidak merasa benci, beliau terus sabar dan menyuapi fakir tersebut …

    tahukan islam indahnya dimana ?
    sudah dimaafkan, trus disuruh dido’a kan pula lagi agar Allah SWT mengampuni seluruh dosanya tersebut….
    subhanaallah…….

    • josh akawa

      wah ini yg mantabh,,,Subhanalloh ,,,tenang sekali..seneng bacanya..makin rindu kepada baginda Rasulullloh SAW…malaikat Jibril sudah emosi,,tapi beliau masi tenang dan sabar…mdah mdahan mas Ahmad di maafkan segala kesalahan oleh Allah SWT seperti mas Ahmad dengan mudahnya memaafkan org lain..amin..
      Jazakumulloh

    • andi

      coba nt liat apa isi kalimat / tulisan diatas, yg nt bilang betul hak tapi nt ingin kebathilan, siapa yg di bt bahan bercandaan??? jgn asal bela atau maafkan, apa sebab akibat dr tulisan diatas hrs nt liat jg dan itu bukan pribadi yg di remehkan spt anggapan yg nt tulis/ceritakan, belajar lg ya yg giat jgn asal ambil yg nt suka aja. byk hadist yg lain lg…….

      • Gembel Keyen

        kalau marah emank apa gunanya?

      • Gembel Keyen

        kalau marah emank apa gunanya?

    • Elly Sumantri

      Ini bukan soal memaafkan atau tidak. Banyak persoalan dalam kehidupan ini yg sebetulnya persoalan akidah. Persoalan rezeki, jodoh saja persoalan akidah, apalagi persoalan yg seperti ini yg jauh lebih besar implikasinya.

      Sebagai seorang muslim, kita memang wajib mendo’akan yg menulis cerita semoga segera bertobat dan tobatnya diterima Allah sehingga Allah mengampuni dosa-dosanya. Tapi mendiamkan, tidak mengoreksi dan tidak marah dengan cerita tersebut akan kembali kepada persoalan akidah. Marah dan tidaknya kita tergantung sekuat apa akidah kita kepada-Nya…

    • Elly Sumantri

      Ini bukan soal memaafkan atau tidak. Banyak persoalan dalam kehidupan ini yg sebetulnya persoalan akidah. Persoalan rezeki, jodoh saja persoalan akidah, apalagi persoalan yg seperti ini yg jauh lebih besar implikasinya.

      Sebagai seorang muslim, kita memang wajib mendo’akan yg menulis cerita semoga segera bertobat dan tobatnya diterima Allah sehingga Allah mengampuni dosa-dosanya. Tapi mendiamkan, tidak mengoreksi dan tidak marah dengan cerita tersebut akan kembali kepada persoalan akidah. Marah dan tidaknya kita tergantung sekuat apa akidah kita kepada-Nya…

  • Ikhwanul Fahrizal

    Semua kembali kepada Yang Kuasa, Semoga pristiwa yang terjadi menjadi pedoman dalam perjalanan hidup yang kedepan

  • mamase

    akibat terlalu serius saja penulisnya… kapan bahagianya, hal2 kecil dan gak penting pun di risaukan…. :D

  • Guest

    hal hal menyangkut agama sebenarnya emang ga boleh sih dijadiin guyonan

  • Ahmad Heri

    guyonan sih boleh aja, Gus Dur aja sering guyon, tapi kalo guyonan yang ini kok rasanya ga pantas ya, khususnya bagi kita umat Muslim, mungkin yang lain sih oke aja, tapi yang ini rasanya tetep ga pas, emang sepele

  • Heriyedi Anando

    Kelewatan…

  • Muhamd yasin

    yg membuat cerita ini tidak ada bedanya Dia dengan Setan

  • syaiful

    ya jangan di ceritain lagi aja pak jadikan jadi ilham buat abg lain ….trims

  • Sultan Raja Bungsu

    hmmmmm tangan2 hitam liberalisme telah menguasai media

  • riyanti

    parah banget sih yang ngarang, dijadiin pelajaran buat yang lain agar gak terjadi hal yang sama

  • aries muryadi

    Biarkan saja orang yg sangat cetek tentang agama. Sangat berani Malaikat, Nabi untuk permainan. Semoga Allah swt melaknatnya kalau tdk mau bertaubat. Pintu neraka masih terbuka kok baginya.

  • Al Azzam Zinedine Prasastian

    naudzubillah min dzalik.. semoga kita semua mati dalam keadaan khusnul khotimah.. amiinn ya robbal alaminn..

  • Angga Saputra

    Saya juga punya DP-nya, dari contact BB seseorang,. Lucu tapi menyesatkan,.

  • Elly Sumantri

    Banyak persoalan dalam kehidupan ini yg sebetulnya persoalan akidah.
    Persoalan rezeki, jodoh saja persoalan akidah, apalagi persoalan yg
    seperti ini yg jauh lebih besar implikasinya.

    Sebagai seorang muslim, kita memang wajib mendo’akan yg menulis
    cerita semoga segera bertobat dan tobatnya diterima Allah sehingga Allah
    mengampuni dosa-dosanya. Tapi mendiamkan, tidak mengoreksi dan tidak
    marah dengan cerita tersebut akan kembali kepada persoalan akidah. Marah
    dan tidaknya kita tergantung sekuat apa akidah kita kepada-Nya…

  • Elly Sumantri

    Banyak persoalan dalam kehidupan ini yg sebetulnya persoalan akidah.
    Persoalan rezeki, jodoh saja persoalan akidah, apalagi persoalan yg
    seperti ini yg jauh lebih besar implikasinya.

    Sebagai seorang muslim, kita memang wajib mendo’akan yg menulis
    cerita semoga segera bertobat dan tobatnya diterima Allah sehingga Allah
    mengampuni dosa-dosanya. Tapi mendiamkan, tidak mengoreksi dan tidak
    marah dengan cerita tersebut akan kembali kepada persoalan akidah. Marah
    dan tidaknya kita tergantung sekuat apa akidah kita kepada-Nya…

  • abu syahdan

    Disini mereka bisa tertawa terbahak-bahak untuk sesuatu yang melecehkan Agamamu, Nabimu dan TUHANmu karena nanti kelak di AKHIRAT dia akan merasakan betapa Azab Allah SWT begitu dahsyatnya dan tiada bandingnya dengan segala azab yang ada di dunia… Na’udzu billahi min dzaliq…. tsuma na ‘udzu billah

  • Zeus Allenski

    Ini merupakan akibat kegagalan pendidikan agama di negeri kita. Islam khususnya. Sudah waktunya para pemimpin pemerintahan, ulama, dan guru-guru memikirkan dan menerapkan metode baru yang lebih sesuai jaman dalam mengajarkan dan memberikan pemahaman tentang agama kepada anak didik.
    Di jaman dimana orang mengagung-agungkan HAM dan demokrasi, ditambah kemudahan dalam mengakses segala bentuk informasi yang sangat sulit disaring oleh kemenkominfo, tidak bisa lagi mengajarkan agama dengan cara-cara lama yang biasanya memang cenderung otoriter. Perintah dan larangan hanya dikaitkan dengan surga dan negara. Itu justru membuat mereka merasa bahwa agama adalah beban. Mereka lalu membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan anak-anak lain diluar sana yang berasal dari latar belakang budaya, agama, dan sosial ekonomi yang berbeda. Ketika mereka merasa bahwa yang mereka jalani adalah sesuatu yang tidak memuaskan, mereka cenderung untuk melihat dunia lain sebagai sesuatu yang lebih indah.
    Anak-anak saat ini sudah bisa bawa-bawa HAM ketika disuruh shalat. Mencoba menawar ketika disuruh puasa.
    Intinya, mereka belum memahami agama dan belum merasakan indahnya beragama…

    • Zeus Allenski

      Satu lagi, perlu juga pendidikan agama buat orangtua, dan pengajaran tentang cara mengajarkan agama kepada anak buat orang tua.

  • mentari

    ga jauh beda sama stand up comedy yang katanya ” islami ” saat Ramadhan….. banyak banget kata – kalimat LEBAY …… yang mengolok-olok agama….. sangat ironi …. yg melakukan pun katanya beragama islam…… :(

  • mentari

    ga jauh beda sama stand up comedy yang katanya ” islami ” saat Ramadhan….. banyak banget kata – kalimat LEBAY …… yang mengolok-olok agama….. sangat ironi …. yg melakukan pun katanya beragama islam…… :(

  • Iecha Lutchu’setlobbeliiy

    ya allah . .

    parah!!!

  • zulfikar say

    tabok sepatu congormu alay!

  • Hafizh

    Astaghfirullah. Masya Allah.

  • Mas Slam

    Potret kekacauan negeri ini, mulai dari pemimpin hingga yang dipimpin…
    Semuanya mencari jalan sendiri-sendiri…
    Tanpa arah, tanpa petunjuk, tanpa tujuan yg benar (akhirat)…

    Na’udzubillah, ya Allah, jauhkan hamba dari kesesatan dunia…
    Amin…

  • Subadi

    saatnya berbenah diri…………jangan tunda lagi

  • Andi Joja

    yaaa mungkin yg buat itu bukan dr gol muslim kalopun muslim berarti kesombongannya terlalu

  • fathir sayaefulloh

    astagfirulloh pelecehan agama itu….harus nya di kasih kecaman yang buat itu jangan di biarkan….

  • Edy Susila

    efek teknologi…

  • fauzi zaen

    Semoga penulisnya di beri hidayah oleh Allah untuk segera bertaubat…

  • fauzi zaen

    Semoga penulisnya di beri hidayah oleh Allah untuk segera bertaubat…

  • Fadhliatul Ghina Mys

    mantap

  • edho

    Semoga masih ada pintu maaf bagimu wahai pembuat cerita……

  • edho

    Semoga masih ada pintu maaf bagimu wahai pembuat cerita……

  • andriani syam

    Semoga Allah masih membuka hati orang-orang yang menyepelekan hal agama

  • andriani syam

    Semoga Allah masih membuka hati orang-orang yang menyepelekan hal agama

  • rafif anak baik

    terimakasih atas infonya,semoga Allah selau melimpahkan rahmat-Nya kepada anda dan keluarga anda

  • Agus Setyasmono

    Biarkan saja kita beri peringatan atau tidak sama saja baginya,mungkin sudah begitu ditakdirkannya..dan kita ambil hikmahnya agar tidak OC alias Out of Control dalam segala hal apalagi dalam soal agama..juga masih banyak yg mengaku uztad atau muslim tetapi masih terdorong nafsu melucu yg melanggar norma akidah islami,semoga Alloh swt memberikan kita kekuatan dan kecerdasan agar terhindar dari perbuatan imaginasi semacam itu,yg penting mari kita manfaatkan waktu yg tersisa ini untuk berlomba mengumpulkan bekal di akhirat,karena kita tidak akan pernah tahu 3 hal ini_ pertama kapan kita mati kedua dimana kita mati dan ketiga dengan cara apa kita mati…ya Alloh hindarkan aku dari panasnya neraka yg jelas2 ada,aku tidak pantas masuk surgamu tetapi aku juga jelas tidak akan tahan masuk neraka..maka ampunilah kami lindungi dan selamatkanlah kami dunia akhirat, Cukup Alloh sebagai pelindung…Amin

  • rokimbm

    Cerita ngarang meng ada ada biar rame rating tinggi, klo pingin tau agama, bljr baca al quran, bljar sholat, bljr fiqih, datang ke ulama/kyai

Lihat Juga

Pernyataan Sikap PP IKADI Tentang Aksi Damai Mengawal Pendapat Dan Sikap Keagamaan MUI