Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa

Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa".
Cover buku “Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa”.

Judul: Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa
Penulis: Ali Hasan Az-Zacholany
Penerbit: Sabil
Tahun Terbit: Juni, 2013
Jumlah Halaman: 178 Halaman
ISBN: 978-602-7933-85-9

Ensiklopedia Puasa Sepanjang Masa

dakwatuna.comPuasa hanya ramai dibicarakan hanya di bulan Ramadhan. Padahal seperti halnya shalat, pada zaman Nabi-Nabi terdahulu juga sudah ada syariat puasa. Sebut saja, puasa Nabi Daud. Puasa yang dilakukan sehari kemudian esoknya buka (tidak puasa), esok lusanya puasa, dan esoknya lagi buka begitu seterusnya.

Puasa Daud adalah puasa sunnah yang paling utama di antara sekian banyak puasa sunnah lainnya. Sabda Rasulullah Saw, “Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Beberapa faedah dari puasa Daud adalah mendapat perhatian Allah lebih dari yang lainnya, karena puasa ini adalah puasa yang paling dicintai Allah sebagaimana hadits di atas. Selain itu bagi yang mampu melakukan puasa Daud maka dia termasuk orang yang istimewa, karena puasa yang sulit dalam istiqamah namun sangat dicintai oleh Allah.

Puasa sunnah lainnya adalah puasa Syawal, puasa yang dilakukan di bulan Syawal di mana bulan ini adalah bulan hijriah setelah bulan Ramadhan. Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian diikuti enam hari pada bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa selama satu tahun. Begitu hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim.

Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal. Puasa ini bertujuan agar puasa yang dilakukan selama Ramadhan bisa berlanjut di bulan-bulan berikutnya melalui puasa sunnah. Puasa Syawal boleh dilakukan secara tidak urut, asalkan enam hari dan lebih utama dilakukan sehari setelah Idul fitri. Keutamaan puasa ini adalah ciri puasa Ramadhan makbul dan tanda istiqamah.

Selain itu buku ini juga memaparkan tentang puasa ‘Asyura yang dilakukan pada tanggal 10 sesuai namanya, di bulan Muharram, puasa Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Zulhijah, puasa senin kamis, termasuk juga puasa kafarat dan qadha yang berlaku karena batalnya puasa Ramadhan.

Tidak hanya itu buku setebal 178 halaman ini juga menjelaskan dari keutamaan puasa-puasa sunnah di atas, juga dilengkapi dengan 30 doa yang bisa dibaca selama 30 hari puasa Ramadhan. Buku ini layak Anda baca guna menambah wawasan tentang syariat puasa yang semoga membuat istiqamah di jalan-Nya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Rasyid Ridho
Alumni Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Anggota Forum Lingkar Pena. Pendiri Klub Pecinta Buku Booklicious. Anggota Bondowoso Writing Club. Fulltime writer.

Lihat Juga

Puasa dan Perbaikan Akhlak Bangsa