Home / Berita / Opini / Biarlah, Mereka Selalu Kecewa Dengan PKS

Biarlah, Mereka Selalu Kecewa Dengan PKS

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet / dhz)
Ilustrasi. (inet / dhz)

dakwatuna.comBismillah…

Jika membaca opini di media cetak maupun elektronik hingga warung kopi, selalu tertampak rasa kekecewaan berlebihan, terkadang selalu ada kritik pedas terlontarkan bahkan lebih pedas dari cabe rawit, selalu ada sisi jelek menjadi materi untuk menjatuhkan partai berlandaskan dakwah. Atau mungkin karena tahun ini adalah tahun politik, jadi ditimbulkan rasa kekecewaan agar citra suatu partai jatuh bak terjun payung… “begitu labelisasi terjadi pada partai-partai Islam”.

Sebaik apapun kegiatan dilakukan, sehebat apapun peran para kader partai Islam berkontribusi bagi masyarakat, secantik apapun akhlak yang ditunjukkan akan selalu hater melihat dengan kacamata negative, bahkan tercetus pula bahwa apapun diprogramkan hanya sebatas pencitraan dan tak bermanfaat Beginilah rival hatinya dipenuhi agenda-agenda dunia belaka”.

Bagi kader dakwah, cacian dilontarkan dan ditusukkan tak akan pernah mengendor niat baik mereka, untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Walaupun kontribusi belum besar dan tak terlihat hasilnya. Bahkan mereka tak butuh penilaian kalian, hanya ingin dipuji oleh Allah dengan ditumbuhkannya rasa cinta untuk mendekat pada-Nya serta selalu cinta berkontribusi nyata bukan berkontribusi sebatas retorika… “Betapa Banyak Mereka Berkontribusi Secara Retorika Belaka

Sejarah telah mengajari mereka, bahwa niat baik yang terdapat unsur agama pasti akan ditentang. Baik pihak mengakui beragama maupun tidak. Melalui sejarah pula meyakini mereka bahwa orang-orang berkontribusi ikhlas dengan tengah masyarakat atas pondasi dakwah akan meraih kemenangan penuh kebahagiaan.

Meskipun kalian kecewa dan beranggapan kegiatan dilakukan selama ini hanya kesia-siaan belaka. Itu semua adalah cambuk bagi mereka untuk selalu berkontribusi dengan cerdas keinovatifan.

Herannya…!!! Kebencian dan kekecewaan cenderung berlaku pada partai berlambang Islam saja. Sedangkan dengan partai-partai lain sangat jarang ada kata kekecewaan walaupun partai merah, kuning, biru, maupun putih memiliki kebobrokan nyata di tengah masyarakat. Atau kekecewaan ditunjukkan merupakan rasa cinta yang berlebih tak pernah berani diungkapkan??? Karena terlanjur beranggapan jelek sebelum mengenal lebih dalam…!!! Sebaik kenali dahulu baru memberi kritik…”bukan itu lebih bijak dan adil”.

Perlu pula ia Tanya pada kalian yang kecewa!!! Sesungguhnya kalian menginginkan partai dakwah ini seperti apa? Apakah  kalian menginginkan kami duduk manis tak perlu ikut serta dengan siyasi (Politik, apakah kalian menginginkan kami berpangku tangan saja pernah berkontribusi di tengah masyarakat? Atau kalian berkeinginan kami cukup memperhatikan agama saja?

Jika itu kalian ingin, maaf mereka tak bisa!!! Karena meyakini setiap manusia dilahirkan ke bumi memiliki peran sama segala sisi. Bahkan Negara kita mengatur dan memberi hak yang sama pada rakyatnya untuk berkontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat itu jelas tertera dalam Undang-Undang dan pancasila.

Bagi kalian masih ada kekecewaan, perlu Tanya pada kalian? Apakah kontribusi nyata kalian berikan untuk Negara dan umat. Jangan-jangan kontribusi kalian hanya sebatas kritik dan kekecewaan tiada akhir. Jangan-jangan hanya bisa menebar fitnah dan hanya bisa tertawa-tawa padahal kita diberi amanah yang sama oleh Allah maupun Negara…”sebelum kekecewaan dan mengkritik mari mempertanyakan peran kita apa telah dilakukan di tengah masyarakat”.

Maaf kami tetap setia dengan partai berlandaskan dakwah, walaupun gelombang kritik, cemooh dan kekecewaan semakin berfluktuatif. Biarlah kami memaknai kekecewaan tersebut sebagai hal wajar dalam era berdemokrasi…”kekecewaan menginspirasi bukan kecemasan”. Moga kritik dan kekecewaan menumbuh bunga-bunga kedamaian dalam hati kami.

Pesan cinta bagi siapapun yang membaca tulisan cinta ini!!! Kualitas orang bisa dilihat dari cara bersikap, berpikir dan mengambil kesimpulan… “Sedap”.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • Helmi

    yang ngaku kecewa biasanya hanay orang EGOIS.

  • mamase

    mbak.. mbak,, jangan terjebak dlm ideologi sebuah parpol.. itu membuat kita tdk mampu berfikir logis.. dampaknya kalo orang parpol itu berbuat salah, maka kita akan mencari2 pembenaran..

    yang sudah pasti benar dan suci itu Islam, bukan parpol islam..

  • agus supriyanto

    yang kami harap hanya satu tunjukkanlah kemegahan dan ketinggian islam buka parpolnya, semakin anda dihujat tinggal difikir saja kalau benar buat introspeksi diri kalau salah tinggal dimaafkan, …… dan balaslah keburukan dengan kebaikan maka musuh yang membencimu akan berubah seperti saudara yang mencintai selamanya………

Lihat Juga

Sandiaga Uni - Mardani Ali Sera.  (PKSFoto/Julianto)

Mardani: Selain Anies, Ada Nama Lain yang Disiapkan