Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Tak Mungkin Dijatuhkan

Hamas Tak Mungkin Dijatuhkan

milad-hamas-ke-25-di-tepi-barat-01dakwatuna.com – Gaza. Harian New York Time (NYT) Amerika menurunkan laporan tentang kondisi terkini di Timur Tengah terutama situasi Mesir dan Suriah dan pengaruhnya terhadap gerakan Hamas di Jalur Gaza. Harian ini menegaskan Hamas sebagai gerakan kuat dan tidak mungkin dijatuhkan jika dibandingkan dengan Jamaah Ikhwanul Muslimin di Mesir.

NYT menyebutkan sejumlah faktor sulitnya menjatuhkan Hamas. Selain karena memiliki popularitas yang begitu luas di mata rakyat Palestina di Jalur Gaza, Hamas juga menguasai pasukan keamanan dan aparat keamanan di sana mereka.

Faktor lain sejumlah lembaga-lembaga layanan sosial dikuasai oleh Hamas sehingga membantu eksistensinya yang mengakar kuat di dalam kehidupan sosial di Gaza. NYT menegaskan, Hamas memang terpengaruh dengan situasi regional yang berada di Timur Tengah berupa chaos dan konflik yang berlangsung di Suriah. Sehingga Hamas kehilangan dukungan dari Suriah dan Iran yang selama ini mendukungnya. Akan tetapi hal itu bisa dilalui oleh Hamas setelah mereka terlibat dalam perang dengan Israel pada November lalu.

Terkait situasi di Mesir yang memberikan dampak negatif, Hamas kehilangan dukungan ekonomi dan politik akibat usaha kudeta di Mesir. Kader IM yang berada di pemerintahan saat ini dikejar dan ditangkapi serta dijebloskan dalam penjara.

NYT menegaskan pemerintah Palestina di Gaza telah membentuk tim kabinet untuk mengatasi krisis ekonomi yang menjerat mereka. Belakangan akibat pengaruh yang ditimbulkan kudeta militer di Mesir dan penutupan ratusan terowongan yang selama ini diandalkan secara kuat oleh pemerintah di sana akibat blokade sejak tahun 2007.

NYT menegaskan, penyebab dan faktor yang menjadikan Jalur Gaza semakin rumit adalah karena terhentinya lalu lintas barang melalui terowongan bawah yang selama ini menutupi 90 persen kebutuhannya. Akibatnya mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan bahan bakar mereka. Terpaksa mengimpor bahan bangunan dari Israel yang lebih mahal dibanding barang-barang dari Mesir.

Selain itu penutupan perlintasan Rafah merupakan satu satunya lalu lintas musafir Palestina telah putus baik bagi pelajar, businessman, pasien. Hal itu menjadi tekanan besar bagi Hamas sejak beberapa tahun belakangan.

Akan tetapi harian ini mengisyaratkan Hamas telah mampu selama beberapa tahun terakhir melampui berbagai tekanan yang mereka alami. Bahkan sebelumnya lebih sulit dan lebih komplit.

Otoritas Palestina yang dipimpin oleh gerakan Fatah berusaha manfaatkan tekanan internasional terhadap Hamas tersebut dengan melakukan rencana menyebut Gaza sebagai “entitas pembelot” mereka mengurangi pendanaan otoritas Palestina. (bsyr/pip)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta

Organization