Home / Berita / Nasional / 10 Calon Haji Wafat di Tanah Suci

10 Calon Haji Wafat di Tanah Suci

calhaj wafatdakwatuna.com – Madinah. Sampai dengan hari ke-16 pelaksanaan haji di Arab Saudi tercatat sudah 10 calon haji Indonesia wafat karena sakit, demikian rilis data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Rabu (25/9).

Kepala Seksi Pelayanan Siskohat Asep SA di Mekah, Rabu, menjelaskan sepuluh calon haji itu terbagi enam jamaah wafat di Madinah, tiga di Mekah, dan satu di Jeddah.

Empat dari mereka berasal dari embarkasi Solo (SOC) yaitu Nasir Bin Sagrib (SOC/3), Amin Bin Dolah Nduri (SOC/06), Abdurrahman Bin Marhad (SOC/2), dan Kimin Bin Ahmad Sujak (SOC/15). Dua yang pertama wafat di Madinah, sedang dua yang terakhir wafat di Makkah.

Jamaah lainnya yang juga wafat di Madinah adalah Amaq Sapoan Bin Aq. Sapar (LOP/5), Asmawati Binti H. Asmawi (JKG/4), Rotena Binti Malik (PLM/1), dan Icih Bachriyah Binti Bachrudin (JKG/19).

Sementara, calon haji yang wafat di Makkah adalah Gozali Tusi Bin H. Abd Rahman dari kloter 8 Jakarta dan satu yang wafat di Jeddah bernama M. Arifin Bin Hape dari kloter 15 embarkasi Makassar.

Sebelumnya, Kepala BPHI Madinah dr Suharto SpPD mengungkap sebagian besar penyebab meninggalnya jamaah haji Indonesia di Daerah Kerja Madinah disebabkan karena penyakit jantung. “Kebanyakan sebab meninggalnya jamaah karena riwayat jantung dari tanah air,” katanya.

Ia mengungkapkan, tiga kasus kematian lainnya disebabkan karena kasus infeksi seperti paru dan TBC. Ia menyarankan agar jamaah yang mempunyai riwayat jantung dan infeksi berat agar menjaga kondisi tubuhnya dan tidak memaksakan diri untuk beribadah jika kondisi tubuh tidak memungkinkan. “Faktor usia dan cuaca panas di sini membuat kondisi fisik cepat drop,” katanya.

Berdasarkan data di BPHI Madinah, sampai hari Selasa secara kumulatif tercatat ada 116 jamaah yang mendapat rawat jalan di BPIH Madinah dan 49 jamaah di antaranya di rujuk di RS Arab Saudi. “Ada juga rawat jalan di tingkat kloter yang jumlahnya tercatat ada 21.590 orang. Mereka terus di monitor dokter kloternya,” katanya. (jhu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

KH Ali Musthofa Ya’qub Dinilai Sebagai Ulama yang Berani