Home / Berita / Nasional / Water4Humanity: Antisipasi dampak Kekeringan, Solusi atasi Kesulitan Air Bersih

Water4Humanity: Antisipasi dampak Kekeringan, Solusi atasi Kesulitan Air Bersih

kemaraudakwatuna.com – Bencana kembali menyapa, kali ini kemarau menerpa negeri ini, beberapa wilayah khususnya di Pulau Jawa telah merasakan dampak langsung dari kemarau yang melanda.

Di Ponorogo, kemarau tak hanya mengakibatkan warga mengalami krisis air bersih. Tanaman padi dan sayur-mayur yang ditanam warga di ladang juga mati. Warga yang hidup di pinggiran hutan di Ponorogo, Jawa Timur kini kesulitan air. Untuk mendapatkan air, mereka harus berjalan berkilo-kilometer menuju satu-satunya sumur yang belum mengering di suatu lembah.

Sementara warga di Batu Tumpang, Tegal Waru, Purwakarta, Jawa Barat, harus berjalan 1 kilometer untuk mengambil air. Itu pun air yang digunakan adalah air di bekas galian yang kotor. Padahal daerah mereka terletak di antara Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata. Air galian yang kotor itu digunakan untuk mandi dan mencuci.

Kemarau panjang juga membuat 5 waduk tadah hujan di Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur mengering. Keringnya waduk mengakibatkan hektaran tanaman jagung berumur 2 bulan layu, padahal seharusnya jagung bisa dipanen di usia 3 bulan. Petani pun merugi jutaan rupiah untuk setiap hektar ladang jagung yang kekeringan.

Ibnu Khajar, Vice President Partnership ACT mengungkapkan bahwa ACT telah mengkomunikasikan dampak kemarau yang tengah melanda sebagian besar wilayah Pulau Jawa. Program water4Humanity  merupakan program yang berupaya untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan juga menjadi  solusi atasi Kesulitan Air Bersih.

“Kami telah melakukan campaign ke beberapa mitra corporate untuk mensinergikan program water4humanity sebagai upaya mengatasi dampak kemarau yang nampaknya semakin ekstrim,” ungkap Ibnu

Ibnu menjelaskan gagasan yang ditawarkan pada program water4humanity meliputi pertama; mobile water, program ini melakukan drooping air untuk mensuplai kebutuhan masyarakat akan kebutuhan air bersih, pengadaan air dilakukan pada saat emergency, dan pendistribusiannya dilakukan melalui mobil tangki setiap hari. Kedua; Melakukan pengeboran sumur sebagai upaya menyediakan sumber air, hal dimaksud sebagai agenda pasca emergency.

Tahapannya dengan melakukan identifikasi titik-titik terdapat sumber air atau daerah yang masih memungkinkan mendapatkan air bersih kemudian melakukan pengeboran sehingga ketersediaan air permanen  lebih  terjamin.

Berikut adalah profile wilayah yang saat ini mengalami kekeringan akibat kemarau yang tengah melanda:

1.    Ponorogo, petani gagal panen karena tanaman mereka mati

2.    Purwakarta Jawa Barat, 5 waduk kering

3.    Kecamatan Kabuh. Jombang. Jawa Timur, 5 waduk tadah hujan kering dan mengakibatkan hektaran tanaman jagung mati dan petani pun merugi jutaan rupiah untuk setiap hektar ladang jagung yang kekeringan,

4.    Pantura, Brebes, Jawa Tengah. Para petani sayuran seperti cabe dan labu merugi karena ratusan hektar tanaman mereka layu.

5.    Wonogiri, karena kemarau tahan Penghijauan kering

6.    Kab. Cirebon,

7.    Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 17 desa membutuhkan bantuan air bersih

8.    Yogyakarta,

9.    Wonorejo Kabupaten Malang,

10. Kabupaten Pasuruan; 10 Kecamatan saat ini dilanda kekeringan

(srd/act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Andhika, Pejuang Kemanusiaan yang Berpulang ‎Saat Berpuasa