Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dan Kau pun Merasakannya

Dan Kau pun Merasakannya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (singkawangstrike.blogspot.com)
Ilustrasi (singkawangstrike.blogspot.com)

dakwatuna.com Dan ini adalah saat-saat yang mendebarkan. Di mana kau menyentuh tangan pasanganmu dan kau merasakan debaran yang tak biasa. Debaran baru yang sebelumnya tak pernah kau rasakan. Jantungmu berdetak kencang. Ada sesuatu yang baru dalam hatimu. Di sampingmu kini ada seorang pria yang belum lama kau kenal. Namun kau rela menerimanya sebagai pendamping hidupmu.

Ya, karena kau adalah seorang gadis yang sangat menjaga kesucianmu. Tak sembarang orang mampu menyentuhmu. Karena kau adalah berlian mahal yang tertata di etalase penuh penjagaan. Dan yang memilikimu pun bukan seseorang yang biasa.

Tiap sentuhannya kini adalah istimewa. Tiap kecupannya begitu bermakna. Tiap bahasa menjadi romansa. Dan kau merasakannya kini. Kau merasakan apa yang mereka rasakan. Namun kau berbeda. Rasa yang kini terasa adalah anugerah. Sebuah nikmat yang tak terkira. Karena Rabb kau menjalaninya dan Rabb pun menganugerahkan cinta di antara kalian. Dan akhirnya kau pun berpacaran.

Saat mereka telah merasa bosan dengan “cinta” yang mereka ikrarkan sendiri sebelum ijab qabul terucap, justru kau sedang sangat menikmatinya. Selalu dan selalu. Dengan seseorang yang teramat spesial. Yang memiliki visi dan misi yang sama sepertimu. Seseorang yang Rabb pilihkan untukmu. Dengan ikrar yang mengguncang ‘arasy. Dan kau pun merasakan cinta yang sesungguhnya. Cinta hakiki karena Rabb yang menyatukan kau dengan-nya.

Bersyukurlah. Bersenanglah. Kau berbeda dan kau tak biasa. Kau terasing di antara mereka yang mengolokmu. Kau berkata, kau hanya ingin menyerahkan dirimu seutuhnya hanya untuk dia yang Rabb pilihkan untukmu. Dan kau mendapatkannya. Kau ibarat cermin dirinya, dan sebaliknya. Dengannya kau akan meraih surga. Dengan segala taatmu.

Di awal langkahmu. Semoga segala keberkahan selalu tercurah untukmu, untuknya dan bahtera rumah tangga kalian. Hingga nafas berhenti berdetak, tetaplah Rabb menjadi tujuanmu.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ya ALLAH, hidupkanlah aku sebagai orang yang tawadhu', wafatkanlah aku sebagai orang yang tawadhu' dan kumpulkan aku dalam kelompok orang-orang yang tawadhu'

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Hikmah Atas Titipan Sebuah Rasa