Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Aussie I’m Coming!

Aussie I’m Coming!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Aussie I’m Coming!"
Cover buku “Aussie I’m Coming!”

Judul: Aussie I’m Coming!
Penulis: Ade Tuti Trustiati
Penerbit: Diva Press
Cetakan: Pertama, Mei 2013
Tebal: 144 halaman
ISBN: 978-602-7933-93-4

Trik Kuliah Keluar Negeri Tanpa Beasiswa

dakwatuna.com Mengejar cita-cita setinggi mungkin merupakan cita-cita yang luhur yang patut diacungi jempol. Meraih itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya perlu kerja keras, perlu perjuangan hingga titik darah penghabisan. Selain semua itu dana yang dikeluarkan tidak sedikit. Sehingga sangat jarang orang yang lolos sebagai pemenang dalam meraih cita-cita, kadang-kadang baru setengah jalan sudah gugur bahkan ada yang di akhir perjuangannya sudah gugur. Sungguh miris dan menyedihkan.

Pengalaman adalah guru yang terbaik bagi kehidupan kita. Dari pengalaman tersebutlah kita bisa memetik pembelajaran dari pengalaman diri kita maupun orang lain. Buku setebal 144 halaman yang ditulis oleh Ade Astuti Turistiati memberikan pengalamannya ketika kuliah S2 di Australia tanpa Bea siswa sepeserpun.

Manis, asam, dan asin pun mewarnai kehidupan penulis ketika kuliah Sydney University mulai dari pembantu rumah tangga, tukang pijat, tukang setrika pakaian, perawat, nanny, pengajar bahasa Indonesia, relawan untuk mahasiswa berkebutuhan khusus, hingga pekerjaan kantor sebagai administrative assistant dan training assistant.

Kunci dari kesuksesan yang ada pada diri penulis intinya adalah kerja keras dan jangan gengsi dalam memilih pekerjaan walaupun dianggap hina bagi sebagian orang. Semua pekerjaan bagus asal halal dan bagus di mata Allah Swt.

Menurut penulis apa salahnya mencoba menjadi pembantu rumah tangga bak TKW yang bekerja di luar negeri. Toh, walaupun dengan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga, tenaga cleaning service, tukang kebun, bahkan tukang sampah sekalipun, tidak merasa hina atau rendah diri. Dengan standar gaji yang tidak memadai, seringkali penulis menemui orang-orang yang Dia kenal yang melakoni jenis pekerjaan tersebut sedang bermain golf, makan di restoran yang cukup mahal dan belanja di pusat pertokoan ternama (hal. 74).

Di akhir bab penulis akan memberikan 11 macam tips melanjutkan kuliah sambil bekerja di Australia. Tentunya pembaca akan nantinya termotivasi untuk melanjutkan kuliah keluar negeri dengan mudah dan gampang. Selain itu juga pembaca disajikan beberapa kosa kata dari percakapan sehari-hari orang-orang Australia. Hal itu juga bermanfaat dalam menambah khazahanah pengetahuan bahasa Anda.

Selamat membaca….

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengajar di SD IT Tarbiatul Aulad, tinggal di Barabai, Kalimantan.

Lihat Juga

Tarhib Ramadhan 1437 H di Western Australia

Tarhib Ramadhan 1437 di Western Australia: Bersihkan Hati, Kuatkan Ukhuwah