Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada

Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku “Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada”.
Cover buku “Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada”.

Judul: Yoyoh Yusroh Mutiara yang Telah Tiada
No. ISBN: 9789790772731
Penulis: Tim GIP
Penerbit: Gema Insani
Tanggal terbit: November – 2011
Jenis Cover: Soft Cover
Kategori: Biografi

Generasi Shahabiyah Abad 21

dakwatuna.comSaat ini banyak wanita yang memilih berkarir di samping melakukan pekerjaan utamanya sebagai ibu rumah tangga. Pilihan itu diambil berdasarkan berbagai alasan, mulai dari tuntutan ekonomi hingga keinginan untuk berkontribusi. Namun tidak semua dari wanita karir tersebut mampu mengelola dengan baik antara tugasnya di dalam dan di luar rumah. Bahkan tidak jarang wanita yang tidak bekerja di luar tetapi belum bisa mengelola rumah tangganya dengan baik. Buku ini hadir sebagai salah satu referensi bagi seluruh wanita yang ingin mengelola karir dan rumah tangganya dengan baik. Biografi Ummi Yoyoh Yusroh yang disajikan dalam buku ini menjadi bukti bahwa memiliki 13 orang anak bukan menjadi hambatan untuk bisa bekerja di ruang publik. Buku ini menceritakan tentang aktivitas beliau bersama keluarga dan aktivitas dakwahnya di masyarakat. Banyak hal yang bisa diteladani dari kisah-kisah tersebut.

Di bagian awal buku, penulis menyajikan kata pengantar tokoh dari orang-orang yang menyayangi beliau. Tokoh-tokoh tersebut termasuk kelompok yang merasa sangat kehilangan Ummi Yoyoh Yusroh. Begitu luar biasanya seorang Yoyoh Yusroh hingga salah satu di antara mereka bahkan sampai menyebut Umi sebagai Generasi shahabiyah yang hidup kembali pada abad 21. Tidak mengherankan bahwa Ummi Yoyoh menjadi tokoh dan teladan yang sangat luar biasa dan diakui banyak orang karena berasal dari keluarga dengan orang tua yang juga luar biasa. Kuatnya nilai-nilai Islam yang ditanamkan sejak beliau masih kecil menjadikan Ummi memiliki banyak nilai-nilai luar biasa. Beliau tumbuh sebagai pribadi yang sangat mencintai ilmu, cerdas, dan berani. Salah satu keberanian ini dibuktikan dari kritikannya pada pemerintah rezim saat Ummi kecil berceramah di hadapan orang-orang yang justru lebih tua darinya.

Kecintaan Ummi terhadap ilmu dikisahkan dari perjuangannya bersekolah mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Setelah masuk perguruan tinggi pun Ummi tetap menjadi orang yang berani menentang ketidakadilan. Beliau merupakan pejuang gerakan jilbab yang saat itu dilarang oleh pemerintah. Berkat kuasa Allah dan kegigihan beliau lah pada akhirnya muslimah sekarang dapat mengenakan jilbab dengan bebas tanpa harus dilarang sama sekali.

Ummi Yoyoh merupakan orang yang sangat memperjuangkan hak orang lain dan mencintai dakwah. Kecintaannya tersebut terbukti dari ketakutannya akan berhenti dari aktivitas dakwah sehingga Ummi Yoyoh sangat berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Beliau pernah mengungkapkan, “kita capai-capai di dunia, istirahatnya nanti di surga”. Sangat sedikit waktu istirahat yang beliau habiskan. Beliau telah mewakafkan dirinya untuk dakwah. Kesibukannya dalam berbagai aktivitas ini sama sekali tidak menjadikannya lupa dari kewajiban sebagai seorang istri dan ibu. Bahkan beliau sangat dekat dengan keluarganya.

Ummi adalah orang sangat bersungguh-sungguh dalam segala urusan. Mulai dari memilih pasangan, membina keluarga, hingga aktivitas dakwahnya dalam lingkup nasional sebagai anggota parlemen maupun Internasional sebagai orang yang memperjuangkan kemanusiaan di berbagai negara Islam seperti Palestina. Beliau tidak pernah berhenti berjuang hingga nafas terakhirnya. Beliau meninggal saat kecelakaan dalam perjalanan pulang dari Tegal menuju Jakarta dalam rombongan bersama keluarganya. Kecintaan orang-orang terhadap Ummi terlihat dari banyaknya orang yang mengantar kepergiannya.

Kisah yang luar biasa dari seorang yang luar biasa. Bahasa yang mudah, kemasan buku yang ringan, serta potongan-potongan episode kehidupan yang ditampilkan sangat memudahkan pembaca untuk meneladani nilai-nilai baik yang ada dalam sosok Ummi Yoyoh Yusroh. Penulis sangat berharap semoga dengan adanya buku ini, akan lahir mutiara-mutiara lain yang mampu meneruskan perjuangan Ummi. Untuk semua orang yang membutuhkan semangat dan teladan, buku ini akan sangat menginspirasi semua pembaca, terutama kaum wanita.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswi FK UGM (pend. Dokter 2011).

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Mutiara yang Dirindu