Home / Berita / Internasional / Asia / Mujahidin Suriah: Isu “Jihad Seks” Itu Fitnah

Mujahidin Suriah: Isu “Jihad Seks” Itu Fitnah

Ummu Jaafar bersama suami dan putrinya. Fotonya digunakan dalam artikel al-Arabiya. (Reuters/Muzaffar Salman/viva)
Ummu Jaafar bersama suami dan putrinya. Fotonya digunakan dalam artikel al-Arabiya. (Reuters/Muzaffar Salman/viva)

dakwatuna.comKelompok pejuang Suriah, Tentara Pembebasan Suriah (FSA), membantah pernyataan Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi Bin Jeddou soal ‘jihad seks’ yang dikutip oleh laman al-Arabiya. FSA menilainya sebagai bentuk fitnah. Dalam artikel tersebut, Al Arabiya memuat foto seorang pejuang wanita Suriah sebagai pegiat ‘jihad seks’. Padahal foto itu merupakan sniper wanita di brigade tempur Aleppo.

Hal ini disampaikan Komandan Tertinggi FSA, Jenderal Qassim Saad al-Din, kepada kantor berita Turki Anadolu, akhir pekan lalu. Pernyataannya ini disampaikan sesaat setelah Jeddou mengeluarkan pernyataan yang dinilainya absurd. “Klaim soal seks jihad ini adalah bentuk fitnah atau kesalahpahaman media,” kata Qassim.

Dalam pidatonya, Jeddou mengatakan, banyak wanita Tunisia pergi ke Suriah untuk melakukan jihad seks dan pulang dalam keadaan hamil. Menurut Qassim, ini bukanlah bentuk jihad yang diyakini umat Islam. “FSA tidak melihatnya sebagai jihad, tapi perzinahan,” kata dia.

Foto Fitnah

Dalam artikelnya, Al-Arabiya juga memasukkan foto seorang pejuang wanita di Suriah bersama seorang pria yang diburamkan wajahnya. Hal ini membuat pembaca mengira bahwa wanita ini adalah salah satu pegiat jihad seks yang digembar-gemborkan.

Padahal, wanita itu adalah Ummu Jaafar bersama suaminya Abu Jaafar yang tinggal di Aleppo, Suriah. Foto itu pertama kali diangkat sebagai cerita foto oleh kantor berita Reuters pada Februari tahun ini.

Ummu Jaafar adalah pejuang Suriah yang bertugas sebagai sniper atau penembak jitu di sebuah brigade tempur Aleppo. Dia kerap bertempur di samping suaminya. Dalam foto-foto Reuters, diperlihatkan kehidupan Ummu Jafaar ketika di rumah, bersama suami dan putrinya, Faten.

Kehidupan Ummu Jaafar sebagai pejuang wanita juga pernah didokumentasikan oleh Al-Jazeera, Mei lalu. Videonya bisa dilihat di tautan ini.

Keraguan soal jihad seks ini juga disampaikan banyak masyarakat Timur Tengah di media sosial. Mereka mengatakan bahwa ini adalah bentuk dari pembusukan citra Islam oleh beberapa orang.

“Kebohongan paling bodoh yang pernah disampaikan,” tulis @Abeersalam dalam akun Twitternya, seperti dikutip Al-Jazeera.

“Satu lagi upaya untuk mencemarkan nama Islam,” pengguna akun Twitter lainnya, @SaqibTanveer.
“Cara licik untuk mendiskreditkan jihadis? Kenapa Tunisia yang berkoar soal jihad seks?” tanya akun @Abihabib. (umi/viva)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,36 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Sultan Raja Bungsu

    teruskan perjuanganmu FSA,

  • ganjar mulyono

    para pejuang Suriah Jihad Sex???..,tidak mungkin justru para pendukung Basar Asad yang perjuang demi hawanafsunya.

Lihat Juga

Saat Eskalasi Perang Suriah Menjadi Perang Dunia