Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Balada Cinta Dalam Diam

Balada Cinta Dalam Diam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (desainkawanimut.com)
Ilustrasi. (desainkawanimut.com)

dakwatuna.com

#
“Akhwat boleh jatuh cinta?”

Subhanallah…

Cinta itu fitrah dari Sang Illaahi…
karena cinta-NYA jua kita menikmati indahnya Islam ini…
Mencinta seseorang pun tak dapat dipungkiri…
Hilang lelah jiwa ketika ia halal bagi diri…

Maha suci Allah yang membolak-balikan hati.

Sesungguhnya hati ini milik-NYA…
IA pula yang menjaganya…
Tapi tetaplah berhati-hati…
Jangan sampai hati memakan diri

Perasaan cinta tak salah…
Walau sejatinya ia pun ujian dari NYA…
Maka berdoa-lah pada Allah…
Agar cinta mu pada nya tak menandingi cintamu pada NYA

Satu hal yang kita perlu tahu…
Takdir kita telah usai dirancang sejak dulu…
Maka usah sakiti hati karena nafsu…
Jangan ucapkan cinta hingga datang pak penghulu

#
“Dia akan menikah…betapa malangnya rasa…”

Kecewa.
Kecewa luar biasa hingga tubuh lemah…
Lunglai badan luruh ke tanah…
Laahawla walaa quwwata ila billaah…

Bukan salah takdirmu…
Allah tengah menguji cinta mu…
Ada rencana indah bagimu…
Cukup kukuhkan tauhidmu…

Hasbi robbiy jalallaah…
Ma fi qolbiy ghoirullaah…
Pujuk hati dengan kalam-NYA…
Bertaqorubb lah pada NYA.

#
“Adakah kita bertemu dengan orang yang salah?”

Rezeki tak pernah tertukar…
Allah tlah takdirkan…
Ketetapan NYA tak pernah salah…
Ketetapan NYA lah yang utama…

Tiap insan yang kita temui…
Memberi makna pada diri…
Adakah benar iman di hati…
Atau sekadar topeng diri…

##

Duhai jiwa…
Jika ia bukan hak mu…
Bersabarlah atas segala kehendak Robb mu…

Wahai hati…
Kau kecewa karena ulah mu sendiri…
Sungguh tak patut berharap pada selain Illahi Robbiy…

***
Teruntuk seorang ukhti yang curhat pagi ini… : “ketika sudut kamar mu tak lagi menenangkan mu ..Ada Robb ku dan juga Robb mu yang siap merangkul mu…slalu…”

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (42 votes, average: 8,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Penulis adalah Guru kelahiran Curup - Bengkulu, 21 Februari 1988. Saat ini penulis tercatat sebagai guru tetap di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Padang Ulak Tanding- Bengkulu. Penulis mengampuh mata diklat bahasa Inggris.
  • Zuwita Ceriwiz

    Laksana oase ∂ί gurun pasir,,hal ini br sj Əǩǖ alami..balada cinta dlm diam bgitu pas utk ku..

  • Ulin Wood

    Ketika kita mengetahui dia mendapatkan yang lebih baik ( lebih sholehah ) dari kita, … sudah cukup menjadi pengobat hati … terlalu banyak faktor yang mampu menjadi penyebab mengapa tak bisa bersama walau keduanya ingin bersama …

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang