Home / Narasi Islam / Wanita / Rahim: Harta Berharga Wanita

Rahim: Harta Berharga Wanita

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (angelrie.wordpress.com)
Ilustrasi. (angelrie.wordpress.com)

dakwatuna.com Allah SWT meletakkan tugas yang begitu mulia di atas pundak seorang wanita. Bukankah selain nabi Adam AS dan Siti Hawa, semua manusia di dunia lahir melalui perut seorang wanita? Wanita itu punya ciri khas. Dia memiliki rahim, tempat penyimpanan bakal manusia sebelum lahir ke muka bumi. ‘Kemudian kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim).’ (QS. 77: 21).

Bismillah…

Dengan terpaksa harus membaca biografi ustadzah Yoyoh Yusroh keterpaksaan tersebut dikarenakan di undang salah satu organisasi muslimah di kampus ternama dan dalam undangan tertera tema yang harus dibahaskan berkaitan dengan women inspirasi (inspirasi wanita) banyak mempengaruhi para muslimah di Indonesia. Tiba-tiba hati dan pikiran bersatu untuk membahas ustadzah Yoyoh Yusroh karena bagi Alhanin beliau adalah salah satu wanita yang sangat menginspirasi baik dalam segi akademik, politik, social, keluarga, wanita dan agama. Kesemua itu beliau jalani dengan keprofesional.

Sebenarnya sudah sering mendengar buku yang ditulis oleh ustadzah Yoyoh Yusroh tapi entah kenapa waktu kuliah dulu tidak tertarik untuk membaca dan membeli buku tersebut padahal sering banget lihat buku tersebut dipajang di salah toko buku terlengkap di kota Jogja maupun di kota Bandung.

Akhirnya setelah mendapat undangan dan konfirmasi sms dari adik-adik di kampus sibuk mencari buku tersebut mulai dari toko buku, membaca synopsis dan searching ebooknya di dunia maya. Dan coba membaca dengan paket kilat hooohooooo^__^ walaupun baca secara kilat dan petir insya Allah dapat menangkap, memahami, dan memaknai tulisan-tulisan yang ditulis ustadzah tersebut… “ciuussss lohhh”

Tulisan tersebut sesungguhnya sangat menginspirasi para wanita shalihah “bagaimana seharusnya wanita shalihah di atas bumi Allah ini” dari sekian banyak inspirasi yang menginspirasi. Ada satu hal membuat tersadari bahwa sesungguhnya wanita akan berharga bila ia bisa melahirkan generasi penerusnya, ia bisa melahirkan generasi rabbi, dan ia bisa melahirkan para mujahid. Namun selama ini kita sebagai wanita kurang tersadari bahwa hal sangat berharga bagi seorang wanita adalah Rahimnya.

Bahkan selama ini kita banyak menghabiskan waktu kita hanya untuk memperhatikan wajah, sedikit saja bintik hitam di wajah kita sudah pusing minta ampun, sedikit saja jerawat tumbuh di wajah kita langsung panic, tapi pernahkah kita perhatikan rahim kita?

Bayangkan ketika seorang wanita ketika menikah rahimnya bersalah maka merasa betapa tak berharga menjadi seorang wanita. Merasa sangat terkucilkan, merasa sangat bersalah dan terbayangkan pula akan ditinggalkan.

Seperti dikatakan ustadzah Yoyoh Yusroh sesungguhnya harta berharga seorang wanita adalah rahim. Maka perhatikan apa yang kita makan karena makan sangat mempengaruhi kondisi rahim, makanan yang dimakan tidak hanya halal tapi juga thayyib. Apalagi saat ini betapa banyak makan instant yang sangat mempengaruhi keproduktivitasan rahim… “Makan sehat dan halal”

Setelah membaca buku tersebut Alhanin sangat tersentak, terkaget, termenung dan terdiam karena apa yang dikatakan ustadzah Yoyoh Yusroh sangat benar. Selama ini lebih banyak memperhatikan wajah dibanding dengan kondisi rahim dan keberhargaan seorang muslimah ketika ia bisa melahirkan seorang anak sebagai generasi penerusnya.

Walaupun kita punya wajah cantik, walaupun kita punya harta, walaupun kita punya jabatan, dan walaupun kita smart serta disegani tetap itu tak berarti ketika tidak bisa menghadiahkan anak pada suami, menghadiahkan cucu pada mertua, menghadiahkan anak pada keluarga besar dan menghadiahkan anak pada diri sendiri.

Dan bukankah kita bekerja dan mengais rezki sesungguhnya untuk anak!!! Bayangkan rezki yang melimpah tapi tidak ada yang merengek meminta uang tiap pagi. Bayangkan ketika pulang dari kerja tidak ada tersenyum pada kita serta menanya kita, bayangkan kita di rumah tidak ada suara anak-anak dan bayangkan ketika meninggal tidak ada yang mendoakan kita…”sedih dan dunia terasa hampa”

Untuk itu pentingnya kita menjaga rahim kita dari kehalalan dan kethayyiban agar rahim kita bisa melahirkan generasi penerus kita, generasi yang mendoakan kita kelak tidak ada lagi di dunia ini, generasi yang membanggakan kita di tengah masyarakat dan generasi yang bisa menambah berat timbangan kita di Yaumil akhir.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • noerma

    ya allah,aku baru tau.jd jng slhkn suami kalo menikah lagi dan siap di madu kalo tidak bisa memberikan anak.karna suami manapun pasti mau keluarga sakinnah,wamadah,dan waromah.hampa hidup ini tanpa adanya seorang ank.mdh2n insya allah sy secptya dikasih ketrnan.amin,,,,,

Lihat Juga

Ibuku Wanita Terkuat