Home / Pemuda / Essay / Mimpi vs Keterbatasan

Mimpi vs Keterbatasan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Indonesia, negeri kaya yang mempunyai banyak sekali pelajar dan mahasiswa. Baik yang kaya maupun yang miskin bercampur menjadi satu di bawah symbol seragam yang sama sehingga tidak menimbulkan kecemburuan social di antara mereka. Satu per satu mereka berkembang dari berbagai macam aspek, ada yang berkembang dengan membawa nilai-nilai Islam yang didapatkannya secara komprehensif di Rohis. Ada yang berkembang dengan kemampuan organisasinya lewat OSIS, dan ada pula yang berkembang lewat seni lewat UKM kesenian.

Setiap orang mempunyai karakter masing-masing dan mempunyai cara masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya. Saat ini fenomena yang sedang terjadi adalah kurangnya gairah para siswa khususnya siswa SMA yang secara ekonomi di bawah rat-rata untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu kuliah di Universitas impiannya. Mereka mempunyai mimpi, mimpi-mimpi itu seolah hilang digulung oleh bola salju yang turun dari atas bukit yang terjal sehingga mereka menjadi melupakan mimpi-mimpi yang mulia tersebut. Kebanyakan orang tua dari mereka yang mempunyai kekurangan biaya menganggap kuliah hanya membuang-buang waktu dan lebih baik langsung mencari kerja setelah lulus SMA, tentu pendapat tersebut salah tetapi itu wajar diucapkan pasalnya mereka tidak mengerti manfaat yang akan didapatkan anaknya selama kuliah tersebut.

Saya akan mengambil contoh anak-anak di sebuah desa yang terpencil, desa itu jauh dari kata layak untuk zaman sekarang. Desa itu biasa saya kunjungi untuk membantu anak-anak di sana, baik bantuan berupa pengajaran materi maupun motivasi. Mereka memang belum mempunyai modal yang akademik yang kuat akan tetapi semangat belajar mereka patut diapresiasi karena mereka sangat bersemangat ketika belajar dan bertanya. Di antara siswa-siswi di sana ternyata masih ada yang berkeinginan untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Ini merupakan suatu penyadaran bagi kita untuk jangan berhenti bermimpi dan bercita-cita walaupun terkurung dalam berbagai keterbatasan.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad Alfazri
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Anggota Teater Syarekat Seni Faculteit Des Recht (SSFDR) Fakultas Hukum UNPAD. Peserta Beasiswa Program Pengembangan SDM Strategis Nurul Fikri Batch VI. Anggota Keluarga Mahasiswa Islam (GAMASIS) FH UNPAD.

Lihat Juga

Melihat Kondisi Pendidikan di Perbatasan: Puluhan Anak Terancam Putus Sekolah