Home / Pemuda / Essay / Menapaki Batas Keindahan

Menapaki Batas Keindahan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Abdul Jabbar)
Ilustrasi. (Abdul Jabbar)

dakwatuna.com Salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah ialah nikmat penglihatan, dengannya kita dapat melihat berbagai keindahan di bumi ini sebagai tanda kebesaran Tuhan. Nikmat inilah yang juga memberikan kepada kita gambaran jelas mengenai arti keindahan. Teringat kutipan dari Al Biruni, salah seorang ilmuwan Islam terkemuka pada abad pertengahan, “Penglihatan menghubungkan sesuatu yang kita lihat dengan tanda-tanda kebijaksanaan Allah Swt. dalam ciptaan-Nya. Dari penciptaan alam tersebut, kita bisa menyimpulkan eksistensi-Nya.”

Allah dengan jelas menginstruksikan kepada kita umat manusia, untuk senantiasa berpikir dan memperhatikan apa yang ada di sekeliling kita. Sebagai contoh, pernahkah kita berpikir bagaimana jika hidup ini hanya ada siang hari saja? Atau hanya malam saja? Apa yang akan terjadi, apakah lebih baik hidup seperti itu? Allah menjawab hal tersebut dalam firman-Nya, Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (28:72)

Sesungguhnya alam telah membuktikan kebesaran Allah yang telah menciptakannya dengan begitu sempurna, bagaimana gunung, laut, dan fenomena geologis lainnya dapat terbentuk dan membuat harmoni keindahan luar biasa ketika kita pandang, pelangi yang mencerahkan setelah awan gelap hujan menghampiri, kekuatan air yang dahsyat pada air terjun, padang rumput luas tertiup angin yang membawa kesegaran dan harum bunga-bunga yang bermekaran, dan berbagai hal lainnya seakan mempertegas diri untuk terus menerus bersyukur.

Bumi merupakan suatu konteks yang terbatas, sama halnya dengan kehidupan, maka segala hal yang ada di bumi juga merupakan unsur-unsur yang terbatas. Antitesis dari hal tersebut ialah konteks yang tidak terbatas, yang kita sebut dengan akhirat, di sanalah manusia akan kekal selamanya sesuai amal ibadahnya saat di dunia ini. Maka ketika kita mengagumi keindahan ciptaan Allah di bumi, sejatinya kita mengagumi suatu hal yang terbatas. Sedangkan ketika berbicara mengenai konteks keindahan yang tidak terbatas, maka kita akan bertemu dengan surga di mana di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir dan kekal di dalamnya.

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.(2:25)

Jika di dunia ini saja banyak tempat yang mengundang decak kagum bahkan membuat kita merinding dan bahagia karena keindahannya, sungguh tak terbayangkan betapa indah dan nikmatnya surga itu bagi mereka yang beruntung, yang senantiasa mengerjakan dan menyeru pada kebaikan serta menjauhi kemungkaran dan mendapatkan rahmat dari Allah Swt, Allahu akbar..

Maka untuk kalian para pemuda yang bersemangat, yang menantikan keindahan ciptaan-Nya dan keagungan alam ini, bergegaslah keluar sejenak dari rutinitas, ajak teman kalian dan cobalah tuk bertamu kepada alam. Selamat menapaki batas keindahan, di mana tidak ada keindahan yang lebih baik lagi melainkan di Surga-Nya. Bukan hanya keindahan ciptaan-Nya, melainkan keindahan ukhuwah yang luar biasa selama perjalanan, keindahan petualangan yang menegangkan yang tak kan pernah terlupa dari memori kalian, keindahan dalam merasakan canda tawa, sedih ataupun susah bersama, keindahan dalam saling menyemangati dalam susah.

Terinspirasi dari kisah perjalanan bersama sahabat-sahabat terbaik.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Jabbar
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga, Ketua Forum Studi Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia

Lihat Juga

Doa Indah dari Mama