Home / Berita / Opini / Konvensi Capres Partai Demokrat Abaikan Perempuan dan Kaum Muda

Konvensi Capres Partai Demokrat Abaikan Perempuan dan Kaum Muda

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
gambar: Ilustrasi. (telegraph.co.uk / dakwatuna / hdn)
gambar: Ilustrasi. (telegraph.co.uk / dakwatuna / hdn)

dakwatuna.com Proses Penjaringan calon pemimpin Bangsa yang diprakarsai   oleh Partai Demokrat dengan  mekanisme konvensi untuk mendapatkan calon presiden yang akan diusung dalam Pemilu 2014 nanti cukup mencuri perhatian beberapa kalangan politisi namun berlangsungnya kegiatan ini  seakan menjadi sinyal  kegagalan SBY dalam membina keharmonisan di tubuh  Koalisi partai politik yang tergabung dalam sekretariat gabungan pendukung pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono yang beranggotakan  Partai Demokrat, PAN, dan PKB,PKS dan GOLKAR.

Sebagai salah satu bukti tidak adanya kesepahaman bersama dalam menatap Indonesia masa depan terutama dalam menghadapi pemilu 2014.

Setgab koalisi yang dibentuk hanya bersifat transaksional untuk memenuhi keinginan politik SBY semata, padahal jika dikelola dengan baik setgab Koalisi bisa berpotensi melakukan Konvensi secara bersama-sama dan mengusung calon presiden sesuai hasil konvensi bersama    bukan secara sendiri-sendiri.

Partai  Golkar misalnya, sudah jauh-jauh Hari  menetapkan Aburizal Bakrie  sebagai calon Presiden Begitu juga dengan Apa yang dilakukan oleh PAN yang  sudah memutuskan Hatta Rajasa  sebagai Calon presiden  padahal   ia  adalah   ketua Tim sukses pemenangan  dan  ditambah lagi sekarang telah menjadi Besan SBY,

Ini menjadi sinyal bahwa masing-masing anggota Setgab koalisi akan menentukan jalannya sendiri sesuai kepentingannya masing-masing

Konvensi calon presiden yang dilakukan oleh Partai demokrat ini terkesan dipaksakan untuk memulihkan citra Demokrat yang telah terpuruk akibat skandal korupsi yang melibatkan para petinggi partai tersebut.

Jika   kita lihat kesebelas peserta konvensi capres Partai democrat belum ada satupun yang mampu menyaingi popularitas Jokowi dan Prabowo Subiyanto ditambah lagi belum ada satupun calon yang memiliki prestasi berlebih  di tengah   masyarakat,  apalagi calon yang Lolos tidak ada perwakilan kaum perempuan dan tidak ada satupun calon yang merepresentasikan Kaum muda.

Popularitas mereka yang terpilih juga tidak bagus-bagus amat bahkan Anas Urbaningrum yang pernah menjabat sebagai ketua Umum partai democrat masih lebih bagus dari segi kepemimpinan jika dibandingkan dengan mereka yang ikut berkompetisi saat ini. Siapapun yang jadi pemenang konvensi belum tentu laku ditampilkan Pada Pilpres mendatang apalagi jika Partai democrat gagal memenuhi presidential Threshold, opsi yang harus disiapkan oleh partai demokrat di samping calon presiden mereka harus juga membuka kran koalisi dengan partai lain dan bersedia menjadikan pemenang konvensi ini sebagai calon wakil presidennya.

Namun secara keseluruhan konvensi Partai democrat tetap memiliki pengaruh yang cukup baik untuk kepentingan internal dan konstituennya apalagi jika para peserta konvensi dimanfaatkan sebagai juru kampanye baik secara langsung maupun tidak langsung.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengamat politik dari Uhamka (Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka). Sekjend DPP IMM.

Lihat Juga

Khutbah Idul Adha 1437 H: Pemuda Pelanjut Reformasi